Bank Riau Kepri

Showing posts with label Bank Riau Kepri. Show all posts
Showing posts with label Bank Riau Kepri. Show all posts

Wan Thamrin Hasyim: Saya Belum Pikun

July 09, 2018
RIAU, PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak memiliki saham di sebuah resort di kawasan Lagoi, Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) seperti yang diributkan anggota dewan belakangan ini.

Pria yang berusia 75 tahun ini pun mengaku mengetahui betul awal mula berdirinya resort di Lagoi yang dimaksud dewan tersebut.

Ia juga mengatakan, bahwa ingatannya tentang awal mulai berdirinya resort tersebut masih tersusun rapi di ingatan. Sehingga, ia keberatan jika disebut pikun seperti yang dilontarkan oleh salahseorang anggota dewan baru-baru ini.


"Saya belum pikun, belum pikun," kata Wan Thamrin Hasyim di Kantor Gubernur Riau, Senin (9/7/2018)

Ia pun kembali menceritakan awal mulai berdirinya resort tersebut. Yang mana, kala itu wilayah Bintan masih menjadi lokasi pendaratan pesawat latihan militer Angkatan Laut (AL) khususnya pesawat Amfibi. Padahal kawasan itu dinilai sangat cocok untuk kawasan wisata. Sehingga, area latihan militer AL tersebut akhirnya dipindahkan ke Dabo Singkep.


Pada saat itu, ada seorang investor bernama Liem Sioe Liong atau Sudono Salim yang ingin membangun resort di Bintan, Kepri yang kala itu masih berstatus kabupaten di Provinsi Riau.

"Hanya ganti rugi tanah oleh investor kepada masyarakat melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tidak ada saham Pemprov," tegas Wan Thamrin yang saat berdirinya resort tersebut ita menjabat sebagai Kepala Bappeda Riau.(dow)

Ratusan Bacaleg di Riau Serbu RSJ Tampan Urus Surat Waras

July 06, 2018
RIAU, PEKANBARU - Ratusan orang ramai-ramai meminta surat waras alias tidak mengalami gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Pekanbaru. Surat itu akan menjadi salah satu modal bakal calon anggota legislatif (bacaleg).

RSJ itu berada di Jl Soebrantas, Tampan, Pekanbaru. Kini rumah sakit itu paling sering didatangi para bacaleg yang akan ikut pesta demokrasi pada 2019.

Ratusan orang berjubel dan harus rela antre untuk mendapatkan selembar surat waras. Surat dinyatakan waras atau tidak mengalami gangguan jiwa ini diperlukan sebagai salah satu syarat dari KPU dalam mendaftar sebagai caleg.

RSJ Pekanbaru sudah membuka pendaftaran sejak 21 Juni lalu, awal PNS masuk kerja pascacuti bersama Idul Fitri. Awalnya, jumlahnya hanya di bawah 30 orang per hari.

"Semakin hari, jumlahnya semakin banyak. Hari ini saja, pada pukul 10.00 WIB, sudah ada terdaftar 300 orang. Ini belum sampai siang," kata Dirut RSJ Pekanbaru dr Hasnelly Djuita dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (5/7/2018).

Karena banyaknya yang minta surat waras tersebut, pihak RSJ Pekanbaru pun kini memberikan ruangan yang cukup luas. Ruangan itu dapat menampung sekali ujian tes kejiwaan sekitar 250 orang.

Tahapannya, para bacaleg ini mendaftar, selanjutnya ada ujian tertulis, terus dilakukan penskoran dan terakhir wawancara dengan psikiater. Untuk mendapatkan surat pernyataan tidak mengalami gangguan jiwa ini, dibutuhkan waktu 5-6 jam.

"Ya sekitar 5 sampai 6 jam waktunya dari pendaftaran, ikut tes tertulis, sampai terakhir wawancara psikiater. Kalau wawancara psikiater lebih cepat sekitar 15 sampai 20 menit saja. Karenanya data-data sebelumnya sudah terkumpul duluan," kata Nelly.

Nelly mencatat, sejak 21 Juni hingga 5 Juli, pihaknya sudah mengeluarkan surat waras untuk 2.000-an bacaleg. Batas akhir untuk mendapatkan surat keterangan sehat jiwa ini pada 17 Juli mendatang.

Lantas, apakah di antara bacaleg itu ada yang tidak lulus alias tak waras? Nelly enggan berkomentar lebih lanjut.

"Saya belum dapat datanya kalau soal itu. Lagi pula kan kita dilarang menjelaskan hal itu. Itu kan rahasia," kata Nelly.

Selentingan selama ini, bacaleg yang sudah mendapat surat waras bisa saja jadi tak waras gara-gara gagal menjadi caleg. Mereka stres karena dana sudah banyak keluar tapi tak duduk sebagai anggota Dewan.

Lantas, apakah pada tahun-tahun sebelumnya ada caleg yang awalnya waras kembali ke RSJ jadi tak waras karena kalah?

"Kalau itu saya belum tahu. Lagi pula kan itu rahasia ya, yang nggak boleh di-publish, kan ada kode etik kita soal itu," jawab Nelly dengan diplomatis.(dow)

source : www.riau.news

Tinggalkan Pacar Setelah Dihamili, Pemuda Kuansing Dibacok Calon Mertua

July 05, 2018
KUANSING, SINGINGI - Dedi Silaban (30) terpaksa dilarikan ke RSUD Telukkuantan setelah mengalami Pembacokan oleh bapak pacarnya sendiri yakni Hardin Sijintak (55). Pasalnya karena korban tidak mau bertanggungjawab atas kehamilan anaknya. 

Hal ini dibenarkan Kasubag Humas Polres Kuansing, AKP Lumban G Toruan kepada wartawan di Telukkuantan, Rabu (4/7/2018) siang. Dijelaskan Lumban, pembacokan ini terjadi, Selasa (3/7/2018) malam sekira pukul 22.00 WIB di Desa Sungai Keranji, Kecamatan Singingi, Kuansing. 


Peristiwa ini kata Lumban, berawal dari adu mulut antara HS dan DS. Karena DS yang merupakan korban tidak mau bertanggungjawab atas kehamilan anaknya HS ini. 

"HS membacok DS sebanyak dua kali dibagian kepala dan leher. Dari pembacokan itu korban mengalami pendaharahan, sehingga terpaksa dilarikan ke RSUD Telukkuantan oleh keluarga," terang Lumban. 

Dari keterangan Saksi, Sangkut (60) dan Sugeng (45) Lumban menyebutkan, bahwa pembacokan dilakukan pelaku diduga korban tidak mau bertanggungjawab atas kehamilannya.  Usai membacok korban kata Lumban, HS lansung meninggalkan korban dengan tubuh terluka dan bersimbah darah. 

Lebih lanjut Lumban mengatakan, bahwa saat ini korban telah menjalani perawatan medis di RSUD Telukkuantan. "Sejumlah luka korban telah diperban oleh tim medis," jelasnya. 

"Atas kejadian ini tindakan yang kita lakukan, mendatangi TKP, melakukan pengamanan TKP, memasang police line, memfoto TKP, mengumpukan bukti dan saksi serta melakukan pencarian terhadap tersangka," tukas Lumban.(dow)

Lancernya Terhalang Masuk Markas, Perwira Polisi Pukuli 7 Anak Buah

June 26, 2018
NASIONAL, BANDUNG - Perwira Polri yang memukul tujuh anak buahnya dengan helm adalah Kombes Pol Ekotrio Budhiniar. Dia kesal karena mobilnya terhalang mobil katering di area parkir, Selasa pagi (26/6/2018).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal menjelaskan, Ekotrio yang kesal langsung turun dari mobilnya sambil marah-marah. 


"Kemudian memukuli anggota penjagaan menggunakan helm baja yang ada di meja piket sambil menanyakan anggota piket yang lain," urai Iqbal.

Berikut kronologi pemukulan Kombes Ekotrio kepada anak buahnya seperti dikutip dari Kumparan.com:

Pukul 07.30 WIB

Mobil boks katering yang menyediakan makanan siswa akan keluar gerbang. Gerbang keluar memang sudah dipersempit menjadi satu jalur.

07.33 WIB

Kombes Ekotrio menggunakan mobil dinas Mitsubisi Lancer akan masuk ke Lemdikpol. Kedua mobil berpapasan dan berhenti karena sama-sama tidak bisa melintas.

07.35 WIB

PNS Polri yang berjaga di pos jaga, keluar dan memberi hormat kepada Kombes Ekotrio. Anggota Polri lain meminta pengemudi mobil boks untuk mundur guna memberi jalan kepada Ekotrio.

07.37 WIB

Setelah melintas, Kombes Ekotrio turun dari mobil dan marah-marah kepada anggota Polri yang ada di pos jaga dan meminta semua anggota piket berkumpul.

07.40 WIB

Lima anggota piket berkumpul dan berbaris. Ekotrio lalu memukul anggota piket dengan helm yang ada di meja piket. Mereka dipukul di bagian kepala. Akibatnya, anggota mengalami luka benjol, sobek di kepala, hingga muntah. Dua anggota lainnya datang dan ditendang di bagian tulang kering.

08.00 WIB

Korban mendapatkan perawatan di pos kesehatan Lemdikpol Polri.

08.30 WIB

Tujuh anggota Polri yang menjadi korban penganiayaan melapor ke Polda Jawa Barat.

Ketujuh korban, yakni AKP Ale Surya, Ipda Taryana, Ipda Ade Hasan (Kanit Provos), Bripka Iim Permana, Brigadir Asep Ismanto, Penata I Joko Pitoyo, dan Pengatur Agus Suherlan.(dow)

Perayaan HUT Pekanbaru, LAM Riau Hadiahi Kritikan Untuk Pemko

June 24, 2018
PEKANBARU, TENAYAN RAYA - Hari ulang tahun (HUT) Kota Pekanbaru ke-234 tahun, 'dihadiahi' sebuah kritikan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau dalam sidang Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Pekanbaru. 

Kritikan tersebut ditujukan kepada pemerintah kota (Pemko) Pekanbaru dalam kepemimpinan Firdaus - Ayat Cahyadi, diantaranya tidak terkoordinasinya visi Pekanbaru Madani, pemindahan gedung pemerintahan dari pusat kota ke Tenayan, dan sebagainya.

Kritikan panjang tersebut dibacakan oleh Penasehat LAM Riau Oka Jamil Tuan Tabrani yang mewakilkan ketua LAM Riau , dihadapan Plt Gubernur Riau diwakili Asisten 1 Setdaprov Riau Ahmad Syah Harroffie, Plt Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Sondia Warman sebagai pemimpin sidang, beserta para undangan ASN, Muspida, dan sebagainya.

"Saya tidak tahu mengapa pemerintahan saat ini mengganti visi Riau menjadi Kota Madani, sampai saat ini kami tidak mengerti apa yang dilakukan dan apa maksud Riau Madani itu. Saya menyayangkan, tidak adanya koordinasi dan pelibatan dari Pemko kepada LAM Riau," ujarnya.

"Kemudian, Alhamdulillah Perkantoran Walikota Pekanbaru yang baru sudah bisa dibangun, meskipun saya tidak mengerti mengapa perkantoran yang barada di pusat kota di Jalan Sudirman, harus dipindahkan ke Kecamatan Tenayan Raya yang merupakan pinggiran kota. 

Kami juga menyesalkan, saluran drainase yang sebabkan banjir setiap kali hujan mengguyur kota, perawatan jalan, dan sistem pemerintahan, dan tentunya beratnya keuangan daerah untuk memindahkan gedung kantor tersebut," paparnya dihadapan penonton yang tercengang.

Tidak lupa, mengingat seluruh ASN atau Pejabat Daerah diminta untuk menggunakan Tanjak, penasehat LAM Riau tersebut menjelaskan penggunaan tanjak sesuai fungsinya.

Mendapati kritikan demikian, seusai acara Ayat Cahyadi ketika dikonfirmasi mengatakan, kritikan tersebut merupakan saran dan masukan atas perhatian LAM Riau terhadap pembangunan daerah. Pihaknya sangat berterimakasih, dan akan meminta semua ASN agar meningkatkan semangat bekerjanya sehingga dapat memperbaiki diri untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Kita mengucapkan terimakasih, kritikan itu merupakan masukan dan saran dari LAM Riau untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pekanbaru. Saya akan meminta semua ASN agar bekerja lebih semangat bekerja, dan kita juga berharap tetap bersatu bersama masyarakat untuk membawa daerah kearah yang lebih baik," paparnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Sondia Warman menyebutkan, kritikan LAM Riau merupakan pembicaraan yang sedikit tidak tepat konteks, karena seharusnya hal itu tidak disampaikan dalam momen tersebut.

"Ada satu dua hal yang lari dari konteks, sehingga tidak sesuai dengan tempatnya, karena ini acara HUT Pekanbaru. Mungkin ingin menyampaikan uneg - unegnya, dan itu boleh saja bagi pemerintahan kita, hanya tidak pada tempatnya," ujarnya.(dow)

Tertangkap Basah Berhubungan Badan oleh Warga, Gadis Belia di Rohil ini Malah Digilir

June 04, 2018
ROKAN HILIR, PUJUD - Seorang buron terduga pelaku perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur berhasil ditangkap di wilayah Polsek Pujud, Rohil. Penangkapan ini hasil pengembangan, setelah tiga hari pelaku melancarkan aksi. 

Menurut penjelasan pihak Polres Rohil, Sabtu (2/6/17) pukul 13.30 WIB dilakukan pengembangan DPO kasus cabul terhadap anak dibawah umur yang terjadi Rabu (30/5/18) sekira pukul 21.00 WIB di Kecamatan Pujud yang dilakukan tiga orang laki-laki tak dikenal. 

Selanjutnya kapolsek Pujud beserta kanit reskrim beserta anggota mengumpulkan bahan keterangan di lapangan dan didapatkan informasi tentang keberadaan pelaku dan berhasil melakukan penangkapan. 

Pelaku berinisial S (40) setelah diinterogasi awal, lalu dibawa ke Polsek Pujud. Sedangkan barang bukti yang berhasil dikumpulkan dari korban, baju dan celana tidur warna pink motif boneka, HP warna coklat, celana dalam warna hijau muda dan shot warna pink.

Pasrah Digilir Diancam Diarak Bugil

Anak dibawah umur korban pencabulan di Kecamatan Pujud Rohil ternyata sempat melayani tiga pria tak dikenalnya. Hal itu dilakukan, karena korban sempat dipergoki melakukan hubungan suami istri bersama pacarnya, lalu diancam akan diarak keliling kampung, Rabu (30/5/18). 

Berdasarkan penjelasan pihak Polres Rohil, usai melayani tiga pria itu, ditambah pacarnya, korban pada awalanya hanya santai saja sambil bermain HP di rumahnya, namun, pakaian yang digunakan sudah dibukanya dan diletakkan dikamar mandi. 

Ibu korban sempat bertanya mengapa ganti baju, tapi korban belum mau menjelaskan kejadian sebenarnya. Namun dua hari setelah itu, ibu korban kembali berupaya membujuk korban, karena sudah terlihat murung, dan akhirnya korban mau menceritakan kejadian sebenarnya. 

Dimana saat korban dan pacarnya sedang melakukan hubungan suami istri, datang tiga laki-laki tak dikenal memergoki mereka, kemudian mereka mengancam akan diarak keliling kampung kalau tidak memenuhi hasrat seksual ketiga pria itu. 

Lalu dengan terpaksa korban memenuhi permintaan ketiga pria tak dikenal itu untuk melakukan hubungan suami istri secara bergilir. 

Bagaikan disambar petir disiang bolong, orang tua korban langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi, dan pacar korban sudah diamankan, sedangkan tiga pria tersebut sempat DPO.(dow)

Suhardiman Tuding Menteri LHK Putihkan Perkebunan Perusahaan Melalui TORA

June 04, 2018
RIAU, PEKANBARU - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dituding melakukan pemutihan secara sepihak, salah satu lahan perusahaan perkebunan yang ada di Riau.

Anggota DPRD Riau, Suhardiman Amby mengatakan, dari telaah yang dilakukan pihaknya, diketahui ada lahan salah satu perusahaan masuk diputihkan oleh Menteri LHK, dengan mekanisme Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

"Salah satu lahan itu akan diputihkan oleh Menteri LHK, dengan mekanisme TORA. Padahal Gulat dan Anas ditahan karen lahan itu. Hal ini membuat kita penasaran, ada hubungan apa Siti Nurbaya dengan cukong tersebut," kata Suhardiman Amby Minggu (3/6/2018) pada Wartawan.

Dikatakan Suhardiman, peruntukan TORA adalah untuk perkebunan rakyat, saat perkebunan perusahaan masuk, hal tersebut menurutnya patut dicurigai.

"Kenapa kebun cukong bisa masuk, padahal itu diluar pola Ruang RTRW Riau yang dievaluasi Menteri LHK, dalam pola ruang semua lahan yang dirambah secara ilegal oleh perusahaan tersebut, seharusnya dipertahankan untuk kawansan hutan," ujarnya.

Apa yang dilakukan Menteri LHK tersebut, menurut politisi Hanura ini bertentangan dengan Peraturan Daerah nomor 10 tahun 2018, terkait proses evaluasi Perda di Kemen LHK.

"Tiba-tiba saja mereka masukkan secara sepihak, dengan menabrak Perda nomor 10 tahun 2018, dimana proses evaluasinya memakan waktu satu tahun di Kemen LHK. Mana Siti Nurbaya yang teriak-teriak kebun cukong jangan diputihkan. Sekarang menjilat ludah sendiri," tuturnya.

Suhardiman juga memastikan, bahwa lahan perkebunan yang diputihkan tersebut menurutnya hanya satu-satunya yang diputihkan oleh Kemen LHK tersebut.

"Lebih anehnya, mengapa hanya kebun grup perusahaan tersebut yang diputihakan, yang ada di sejumla kabupaten/kota. Kita punya bukti dan data-datanya semua. Perusahaan tersebut terkenal dengan pengusaha hitam perusak kawasan hutan," ujarnya.

Sementara itu, Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar yang dikonfirmasi terkait hal ini tidak merespon telepon dari awak media, pesan singkat yang dikirimkan untuk menanyai hal tersebut juga tidak ia balas.(dow)

Dugaan Kriminalisasi Anggota Polres Meranti, Richie Tak Terbukti Gunakan Sabu

June 01, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Bripka Richie Fernando Pasaribu, personel Sat Narkoba Polres Meranti didakwa atas kasus dugaan tindak pidana penyalahgunaan Narkoba jenis sabu, menurut Kuasa Hukum-nya, Roland Pangaribuan, SH didampingi Zulfikri, SH menyatakan, penegakan hukum terhadap kliennya itu jangan sampai mati suri dan harus sesuai dengan fakta persidangan yang ada. 

Adanya kejanggalan yang ditemukan dalam proses persidangan dan disaksikan oleh majelis hakim harus menjadi pertimbangan musyawarah dalam mengambil keputusan. Apakah kliennya Richie ditemukan terbukti atau tidak, memiliki dan menyimpan sesuai dalam fakta persidangan yang digelar. 

"Majelis hakim tentu bisa melihat secara jelas dan terang yang terungkap dalam fakta persidangan, bahwa Narkoba itu bukan milik klien kami Richie. Dan proses penyelidikannya juga tidak ada menggunakan sidik jari, sementara penyidikannya fatal, cacat demi hukum karena tidak memakai material hukum sesuai UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika," ungkapnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (31/5/18) siang. 

Roland, juga menduga ada unsur kesengajaan untuk menjebak kliennya. Majelis hakim juga mengetahui adanya penyelundupan hukum ditujukan ke kliennya. Karena Richie adalah termasuk personel kepolisian yang memiliki integritas tinggi dalam memberantas peredaran Narkoba di wilayah hukum Meranti. 

Sebelumnya atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Meranti, dengan hukuman pidana penjara mencapai 8 tahun menggunakan Pasal 112, menurut Roland, dalam pasal ini terdakwa harus memiliki, menyimpan tetapi dalam fakta persidangan bahwasanya itu tidak ditemukan milik Richie sebagaimana disampaikan dalam tuntutan JPU. Kemudian yang menyimpan, juga bukan Richie, melainkan Ipda W, mengapa yang dituduhkan adalah Richie padahal tidak dibenarkan oleh hukum. 

"Kemudian tes urine terhadap kliennya juga sudah dilakukan sebanyak dua kali, memperlihatkan hasil yang sama yakni negatif dan tidak ada ditemukan unsur memakai barang haram itu," katanya lagi. 

Sementara itu, orang tua Richie, Lina Boru Sianipar berharap, anaknya ini dapat dibebaskan dari jeratan hukum atas apa yang dituduhkan. 

Dirinya berkeyakinan, bahwa anaknya sengaja dijebak oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan sesuai dengan fakta persidangan, menurutnya banyak kejanggalan-kejanggalan. 

"Anak saya tidak terbukti pak, untuk kebenaran, kemanapun saya tidak takut, karena anak saya tidak terbukti itu. Logikanya, mana mungkin anak saya dengan sengaja meletakkan barang haram itu ke CPU, kan aneh dan janggal," ucapnya. 

"Saya minta hukum di Indonesia ini ditegakkan dengan benar. Kalau salah, ya salah, kalau benar, ya benar. Itu yang saya minta pak," pintanya. 

Menghadapi kasus ini, Bripka Richie dijadwalkan akan menjalani sidang di PN Bengkalis, Kamis (31/5/18) dengan agenda sidang pembacaan putusan majelis hakim. Majelis Hakim dipimpin Dame P. Pandiangan, SH dan dua hakim anggota Annisa dan Rizki. 

Sebelumnya diberitakan, kasus diduga sengaja untuk "mengada-ada" itu, ketika Bripka Richie bertugas di Sat Narkoba Polres Meranti mengantarkan CPU kerjanya ke sebuah toko servis komputer. Saat mengantarkan CPU tersebut Richie didampingi dua orang rekannya. 

"CPU tersebut diantar ke toko milik seorang bernama Abun. Kemudian karena diservis CPU tersebut di tinggal di toko," ungkap Roland. 

Saat melakukan servis, pemilik toko membongkar CPU. Setelah dibongkar ditemukan paket sabu ukuran kecil. Namun, saat membongkar CPU tersebut Abun pemilik toko sendirian. Kemudian memanggil abangnya Asen untuk melihat temuannya itu. 

"Kita merasa ada kejanggalan setelah penemuan narkoba itu. Abun tidak melaporkan langsung ke Sat Narkoba Polres Meranti. Melainkan mengadukan laporan tersebut ke salah satu personil Polres Meranti Iptu Wisnu yang bertugas di Sarpras Polres Meranti. Wisnu ini yang langsung melaporkan ke Kapolres Meranti yang saat itu dijabat AKBP Barliansyah. Menerima laporan ini Richie di panggil Kapolres Meranti," terang Roland.

Berdasarkan dari kronologi itu, menurut Roland, kasus ditujukan kepada kliennya Bripka Richie diduga tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kejanggalan lain, penemuan Narkoba pada 10 Agustus 2017 lalu, sementara kejadian tersebut baru dilaporkan secara resmi pada tanggal 13 September 2017. 

"Selain itu kasus ini ditangani Reskrim Polres Meranti, ini yang tidak sesuai SOP. Seharusnya perkara Narkoba ditangani Sat Narkoba. Hal ini terjadi karena pembekuan Sat Narkoba Polres Meranti saat kasus ini bergulir," katanya lagi. 

Tambah Roland, keanehan pada saat persidangan ketika dikonfrontir, Bripka Richie tidak diikutkan. Hanya Iptu Wisnu, Asen dan Abun yang dimintai keterangan secara bersamaan. Bahkan, pihak kliennya tidak pernah melihat apa bentuk sabu dan berapa beratnya juga bungkusnya seperti apa. Baru saat pelimpahan di kejaksaan baru melihat barang bukti tersebut.

Dari fakta persidangan tidak ada bukti pendukung yang kuat untuk menyalahkan Bripka Richie. 

"Untuk itu, kita meminta kepada Polda Riau memperhatikan kasus ini. Agar dapat menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki dugaan upaya kriminalisasi ini. Sebulan sebelum kejadian ini, Bripka Richie berhasil menangkap tersangka sabu dengan barang bukti sekitar 1,5 kilogram lebih sabu dan obat obatan. Kita minta keadilan," tandasnya.(dow)

Penerimaan CPNS 2018 Dibuka Juli, Jabatan Teknis dan Spesialis Dapat Prioritas

May 30, 2018
RIAU, PEKANBARU - Harapan ribuan pencari kerja yang ingin menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) terjawab sudah. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) akan membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018.

Waktunya pun tak lama lagi. Pasca Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada). Tanggalnya pun sudah disiapkan. Menteri PAN-RB Asman Abnur mengumumkan perkiraan kemungkinan tes penerimaan CPNS 2018 antara tanggal 7 Juli 2018 hingga 17 Juli 2018.

Dikutip dari laman menpan.go.id yang diterbitkan pada 22 Mei 2018, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur mengatakan, proporsi terbesar formasi CPNS tahun 2018 akan difokuskan untuk jabatan-jabatan teknis dan spesialis, guna mendukung pembangunan daerah tertinggal, terluar, dan terdepan.

Karena itu, rekrutmen CPNS akan diprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan, tenaga pendukung pembangunan infrastruktur, poros maritim, ketahanan energi, serta ketahanan pangan.

Sistem CAT

Untuk sistem seleksinya, secara teknis di semua daerah menggunakan sistem CAT, alias ujian dengan sistem komputer.

"Standar tes CPNS itu termasuk dengan sistem CAT. Jadi semuanya berdasarkan kemampuan dan kompetensi, "jelas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional XII Pekanbaru Andrawati.

Susunan Formasi Kementerian PAN-RB kini tengah menyusun formasi yang sesuai untuk CPNS 2018. Pihaknya menuturkan kompetensi harus dicocokkan dengan tugas yang ditawarkan. Termasuk menentukan unit-unit kerja yang dibutuhkan.

Dokumen yang Harus Dipersiapkan

Untuk tenaga profesional persyaratan atau dokumen yang harus dipersiapkan sebagai berikut:
1. Fotokopi KTP
2. Fotokopi Ijazah dan Transkip Nilai yang telah dilegalisir
3. Surat keterangan akreditasi dari BAN PT.
4. Pas foto terbaru ukuran 4x6 cm sebanyak 4 lembar - latar belakang merah.

Dokumen tambahan bagi lulusan D III dan SMA/sederajat antara lain:
1. Materai Rp 6.000
2. Fotokopi KTP
3. Fotokopi ijazah/STTB
4. Fotokopi ijazah SD
5. Fotokopi ijazah SLTP
6. Fotokopi ijazah SLTA.

Alur Pendaftaran

Pertama, pendaftar dilakukan portal masing-masing kementrian/CPNS daerah.
Kedua, isi formulir dan jangan lupa ditandatangani
Ketiga, Anda akan mendapat nomor bukti registrasi
Keempat, unggah/kirimkan dokumen yang dibutuhkan, jangan lupa sertakan pas foto sesuai ketentuan.
Kelima, kirimkan berkas-berkas seperti formulir pendaftaran.

Kuota Penerimaan

Deputi bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan Kementerian PAN RB sudah mengusulkan formasi jumlah CPNS 2018 ke Kementerian Keuangan.

"Pada 2018 yang akan pensiun 250 ribu orang. 38 ribu di pemerintah pusat dan sisanya daerah. Posisi terakhir baru itu yang kami sampaikan ke Kementerian Keuangan untuk 2018," ujarnya.

Dipastikan tak lebih dari 250 ribu posisi yang diusulkan pada 2018. Sebanyak 38 ribu akan dibuka untuk pemerintah pusat dan sisanya untuk pemerintah daerah. Kementerian PAN-RB pun memperkirakan jumlah pendaftar akan sejumlah 60-70 persen dari total 220 ribu orang pegawai yang akan pensiun tahun ini. Pihaknya juga menegaskan jika jumlah CPNS yang diterima tidak akan melebihi jumlah pensiunan.(dow)

Ngaku Beruntung Selingkuhi Pak Kades, Pelakor Ogah Tinggalin Pria Karena Sudah Hamil

May 27, 2018
LIFESTYLE, BOGOR - Pelakor alias perebut laki orang saat ini masih ramai jadi perbincangan netizen. Bahkan kasus pelakor ini juga tak pandang bulu, ada pejabat, artis hingga kerajaan Inggris.

Yang kali ini akan dibahas yakni seorang wanita seksi yang mengaku sedang hamil anak kepala desa.
Padahal pria itu sudah memiliki istri dan anak. Wanita itu pun tak malu merebut suami orang dan malah bangga bisa mendapatkan seorang kades.


Pekerjaan wanita itu pun disebut-sebut sebagai pemandu lagi di tempat karaoke. Kasus itu sedang ramai dibicarakan dan diposting oleh akun Instagram @anti_jamahliar, Sabtu (26/5/2018).

Di foto itu tampak seorang pria mengenakan seragam PNS sedang berfoto selfie. Kemudian tampak ia berpose bersama istri dan anak-anaknya. Di sampingnya, ada foto dirinya sedang memeluk wanita cantik sambil duduk di kursi.

Dituliskan juga di foto itu bahwa pria tersebut merupakan Kepala Desa Gembong Balaraja, yang bernama Ahmad Hudori.

Di postingan itu juga terdapat percakapan pelakor bernama Icha Putri itu dengan adik kades tersebut. Orang yang mengaku adiknya itu tampaknya ingin membantu memperbaiki rumah tangga kakaknya. Ia pun memberitahu kalau sang kakak sudah menikah dan sudah memiliki anak dan istri.

Wanita itu pun kemudian diminta untuk menjauhi kakaknya dan tidak mengganggu rumah tangga kades tersebut.

Begini isi percakapannya:

Adik : Kamu ga kasihan sama keluarga nya

Dia punya anak istri loh

Adzab dan karma berlaku

Jangan ganggu hubungan keluarga kaka saya

Namun diluar dugaan, bukannya menjauh tapi wanita itu malah merasa dirinya lebih cantik bahkan mengaku sedang hamil.

Pelakor : Maaf ya... Mungkin karena saya lebih cantik daripada kamu.

Jadi jangan iri dong

Nasib nya situ aja brarti yang ga mujur

Beruntungnya saya dapat kepala desa

Udh ga usah ganggu kami.. Saya juga sedang mengandung anak dari dia.(dow)

Bank Riau Kepri Bangun Dinasti Baru

March 22, 2018
RIAU, PEKANBARU - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Riau mengendus adanya Dinasti Baru di Bank Riau Kepri semenjak Direktur Utama Irvandi Gustari menjabat sebagai pucuk pimpinan di Bank Pelat Merah ini.

Puncak dari aduan ini sejak bergulirnya surat pengunduran diri hampir 90 an karyawan Bank Riau Kepri yang menunggu proses pengesahan dari Manajemen dan mutasi besar-besaran yang dilakukan oleh Direktur Utama BRK. Dewan mencium ada yang berjalan tidak baik dalam menajemen Bank Riau Kepri. Hal tersebut seperti yang diungkapkan Suhardiman Amby, Sekretaris Komisi III DPRD Riau, Rabu (21/3).

Direktur Utama Irvandi Gustari dan Pimpinan Divisi MSDM Yuharman berpose bersama jajaran staf Bank Riau Kepri
"kan baru-baru ini kita dengar terjadi pengunduran diri hampir 90 an karyawan Bank Riau Kepri serta mutasi besar-besaran di jajaran Manajemen", jelasnya.

Dewan menerima aduan adanya aroma KKN di tubuh Bank kebanggaan masyarakat Riau ini. Tanpa proses seleksi atau fit and proper test, kapasitas jauh dari harapan. Dimana kolega, teman-teman dan sahabat karib ditempatkan pada jabatan strategis. Sedangkan karyawan potensial diduga di nonjobkan.

Suhardiman Amby, Sekretaris Komisi III DPRD Riau
Menurut Suhardiman,"sudah terjadi semacam Dinasti barulah yang ditegakkan di Bank Riau Kepri. Artinya Bank Riau Kepri sudah digunakan untuk kepentingan pribadi, jauh dari harapan untuk kepentingan daerah.

Diterangkannya lagi,"kita meminta sesegera mungkin dilakukan audit investigasi dan kinerja oleh Pemegang Saham", terang Politisi Hanura ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber Internal BRK sendiri, Direktur Utama Bank Riau Kepri menempatkan beberapa keluarga, saudara dan koleganya. Dalam hal ini dapat dikroscek langsung dimana Irvandi Gustari memiliki sepupu di Divisi Human Capital (MSDM) dengan jabatan Pinbag berinisial RSD, adiknya di Divisi Treasuri berinisal RN, FT diketahui sebagai adik ipar yang menjabat Pinbag Rumah Tangga di Divisi Umum dan keponakannya tanpa assestment ditunjuk menjadi Pimpinan Kedai di Sei Kijang serta saudaranya yang berinisial KK menjabat Sekretaris Direksi. Sehingga ada anekdot BPD itu adalah singkatan Bank Pertalian Daerah.(gsp)

Bangun Tugu 1,3 Miliar, Dewan Sebut CSR BRK Ajang Cari Muka

March 22, 2018
KEPRI, TANJUNG PINANG - Pergunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR)nya, Bank Riau Kepri berencana membangun tugu Bismillah di bundaran depan Masjid Raya Nur Ilahi Pulau Dompak. Dana yang digelontorkan pun tidak main-main hampir Rp. 1,3 Miliar.

Denny Mulia Akbar, Dir Ops Bank Riau Kepri
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Operasional Bank Riau Kepri, Denny Mulia Akbar. Dikatakannya pembangunan tugu itu ditargetkan sudah akan dimulai pada bulan Juni tahun 2018 dan ditargetkan akan rampung pada akhir tahun ini juga.

Menanggapi rencana Denny tersebut, Suhardiman Amby selaku Sekretaris Komisi III DPRD Riau sebut program itu hanya ajang cari muka ke pemegang saham dan alangkah lebih setuju apabila dana CSR itu diarahkan untuk menunjang pembangunan ekonomi kerakyatan saja.

"Untuk apalah dibangun tugu, itu kan pemubaziran anggaran. Kita menginginkan dana itu bermanfaat untuk rakyat Riau dan Kepri. Bukan sebagai ajang cari muka ke pemegang saham", ujar Politisi Hanura ini Rabu (21/3)

Menurut Suhardiman, pihaknya mempunyai konsep supaya dana tersebut bisa mendongkrak ekonomi kerakyatan. Salah satu cara adalah dengan mengarahkan dana itu sebagai subsidi bunga bank untuk menghidupkan kembali UMKM daerah seperti yang sudah dilakukan BRK di 5 Tahun belakangan sehingga pertumbuhan usaha pun berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Artinya, masyarakat yang berminat mengembangkan usaha bisa meminjam dana ke bank tanpa harus memikirkan bunga uang karena sudah ditanggung oleh Pemerintah Daerah. Dengan demikian, perkembangan usaha mereka bakal lebih pesat dan bisa menarik minat masyarakat lainnya untuk menjadi Nasabah dan secara tidak langsung dapat mendongkrak pertumbuhan kredit Dana Pihak Ketiga dari sisi tabungan. Bukan Deposito yang digadang-gadangkan saat ini", pungkasnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2017 Bank Riau Kepri menghasilkan laba Rp 452 Miliar jika dikalikan dengan pemanfaatan CSR sebesar 5 % maka terkumpulah dana sebesar Rp. 22,6 Miliar. Dengan dana sebesar Rp. 22,6 Miliar seperti yang sering kita saksikan bersama dari publikasi yang disampaikan kepada Masyarakat Riau lebih banyak dipakai sebagai program cari muka dengan memberikan Ambulance pada rumah sakit milik keluarga Direksi atau Kepala Daerah untuk mewanti-wanti jika tidak dilakukan, pemegang saham atau kepala daerah akan memindahkan saham dari Bank Pelat Merah ini.(gsp)

Pertumbuhan Laba Rendah, Pensiunan Pejabat BRK : Kan Bisa Baca di Neraca

March 21, 2018
RIAU, PEKANBARU - Ternyata rendahnya pertumbuhan laba Bank Riau Kepri tahun 2017 yang hanya 0,34 persen mendapat perhatian khusus dari Pensiunan Pejabat BRK ini.

Hal tersebut diungkapkannya, ketika awak media menghubunginya Selasa (20/3) untuk mempertanyakan bagaimana pertumbuhan laba Bank Riau Kepri saat ini. Pensiunan Pejabat ini hanya menjawab,"tidak etis kalau saya menjawab, kan sudah bisa baca di Neraca",tukas Pensiunan yang pernah memimpin Dana dan Jasa Bank Pelat Merah ini.


Pensiunan yang punya segudang prestasi ini sebenarnya lebih tertarik untuk membicarakan kompetisi Direksi daripada pertumbuhan laba kinerja Manajemen BRK sekarang. Karena dari kompetisi tersebut, ia merasakan  kekecewaan yang besar, hal itu berawal ketika dirinya mengikuti pemilihan salah satu calon Direksi pada tahun 2016 lalu.

Diungkapkannya,"Desember 2016 dibuka assestment untuk jabatan Direksi dan saya berada pada urutan 1 dalam kegiatan tersebut. Namun, Maret 2017 nama saya tiba tiba hilang tidak disebutkan alasannya apa. Apa kekurangan saya kala itu saya tidak tahu".

Ditambahkannya lagi,"diusung pun calon lain dari pemegang saham, OJK malah menyatakan tidak memenuhi syarat. Akahirnya RUPS 2017 itu pun gagal", terangnya.

Mengutip pemberitaan media online lokal, Pemerintah Provinsi Riau telah menerima hasil fit and propertest calon Direksi Bank Riau Kepri (BRK) di tahun 2018 ini. Dan hasilnya dari 4 calon direksi yang mendaftar tidak satupun calon yang memenuhi syarat, sehingga harus dilakukan pendaftatan ulang calon direksi BRK.

Kepala Biro Ekonomi dan Sumber Daya Alam Pemprov Riau, Darusman, mengatakan, pelaksanaan fit and propertest dilaksanakan tiga bulan yang lalu oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun tidak satupun peserta yang memenuhi syarat.

"Jadi OJK sudah mengeluarkan hasil dari fit and propertest, dari empat orang itu tidak ada yang memenuhi syarat. Kalau tidak ada tentunya akan ada pendaftaran ulang calon direksi yang kosong," ujar Darusman, Jumat (5/1/2018).

Menanggapi rencana akan dibukanya pemilihan Direksi kembali setelah berlangsungnya RUPS 2018 ini. Pensiunan Pejabat BRK ini pun cuma menjawab santai.

"saya mau nikmati pensiun dulu, tapi lihat stuasilah. Kalau kompetisinya profesional saya ikut, kalau tidak percuma saja", tutupnya.(gsp)

Pincab BRK Pasirpengaraian Enggan Tanggapi Kredit Fiktif 200 Miliar Dalu Dalu

March 21, 2018
RIAU, ROKAN HULU - Pasca dilakukannya serah terima jabatan pada tanggal 12 Juni tahun lalu dari Tamrin beralih ke Yudi Asdam sebagai Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Pasirpengaraian ternyata belum membawa angin segar terhadap penyelesaian kredit fiktif 200 Miliar Cabang Pembantu Dalu Dalu.

Hal itu terungkap ketika awak media coba mengonfirmasi hal tersebut kepada Yudi Asdam selaku Pimpinan Cabang. Yudi hanya melempar permasalahan tersebut ke Divisi Hukum Bank Riau Kepri terkait bagaimana plan action maupun perkembangan kasus tersebut.

Dikatakannya,"untuk masalah itu langsung saja tanyakan ke Divisi Hukum", pungkasnya. Senin (19/3)

Bank Riau Kepri Cabang Pembantu Dalu-Dalu yang terletak di Desa Talikumain Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu ini diduga telah menyalurkan kredit fiktif pada sebuah koperasi dengan angka yang cukup fantastis mencapai Rp 200 Miliar.

Disinyalir penyaluran kredit bermula dari pengajuan sebuah Koperasi Sawit yang dikelola oleh pengurus pondok pesantren yang ada di Rohul. Pelaku diduga mencatut nama pengurus pondok sebagai anggota Koperasi menjadi debitur kredit untuk pengelolaan koperasi kebun sawit. Namun, dalam perjalanannya kredit ini fiktif karena debitur tidak mengetahui namanya digunakan dalam penerimaan kredit.

Mencuatnya dugaan kredit fiktif ini pun berdasarkan hasil laporan masyarakat ke Ditkrimsus Polda Riau beberapa pekan lalu.

Terkait plan actionnya sebagai Pimpinan Cabang Pasirpengaraian ketika ditanya pun, Yudi masih enggan berkomentar. Padahal ketika terjadi serah terima jabatan, progress dan penyelesaian kredit fiktif yang mengakibatkan tingginya NPL (non performing loan) hingga 58.50 persen menjadikan tolok ukur kredibiitasnya sebagai pimpinan.

Lain daripada itu, menindaklanjuti apa yang dikatakan Yudi Asdam. Awak media pun langsung menghubungi Divisi Hukum yang dimaksudnya. Arhim Syafii selaku Pimpinan Bagian yang kala itu dapat dihubungi hanya menjawab sudah lama sekali dan lupa bahkan tidak mengatahui sudah sejauh mana proses penyidikannya dilakukan. Dikatakannya,"hmm, sudah lama sekali itu. kutang tahu ya, mungkin masih dalam proses", pungkas Arhim.

Arhim menambahkan,"kita belum tahu ya sudah sejauh mana. biasanya kan kalau sudah lengkap baru ditindaklanjuti ke Kejaksaan,"jelasnya dengan datar dan normatif.

Namun ketika ditanya, apa sanksi yang diberikan terhadap Karyawan yang terbukti terlibat dalam pemberian kredit tersebut. Arhim cuma menjawab sudah diberhentikan.

Sungguh sangat disayangkan, padahal mantan Karyawan yang diberhentikan tersebut berdasarkan keterangan dari Penyidik Ditkrimsus Polda Riau yang enggan disebutkan namanya menerangkan bahwa Pelaku tersebut mengakui bahwa menggunakan 40 Miliar kredit yang dicairkan tersebut untuk kepentingan pribadinya.(gsp)
RIAU, PEKANBARU - Pasca diterbitkanya SK Direksi Nomor : 22/KEPDIR/MSDM/2018 tentang Promosi dan Mutasi PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri, M Jazuli Pemimpin BRK Cabang Jakarta promosi jabatan menjadi pemimpin Cabang Utama di gedung Dang Merdu. Tapi bagaimana dengan nasib Azhar Effendi yang terdepak dari jabatannya setelah dikeluarkannya SK tersebut.

Di Kantor Cabang Bank Riau Kepri Jakarta yang terletak di Jalan Panglima Polim Raya No. 97A Kecamatan Kebayoran Baru Kelurahan Melawai Jakarta Selatan. Jazuli baru akan genap memimpin 1 tahun ketika 9 April 2018 nanti. 

Berdasarkan SK yang dikeluarkan tersebut Jazuli baru dapat menempati Jabatan dan kantor barunya pada tanggal 12 April 2018, sehingga ia bisa menggenapkan kebersamaannya dengan karyawan atau staf dibawahnya lebih dulu.

Namun, apa yang membuat Direksi Manajemen Bank Riau Kepri ini memberikan kepercayaan kepada M Jazuli memimpin Cabang Utama. Apakah karena prestasinya, hingga kini awak media belum mendapatkan informasi yang pasti.

Mengutip dari pemberitaaan PortalBeritaRiau.com, BRK Cabang Jakarta sempat menjadi sorotan dari berbagai pihak mulai dari mark up sewa kantor, tingginya biaya operasional hingga 73 persen laba kotor sampai rendahnya DPK Tabungan dan Giro pada Cabang yang digadang-gadangkan oleh Direktur Utama BRK ini.

Belum lagi dengan pernyataan Jazuli langsung yang menyebutkan,"3 Bulan sejak operasional saja kita sudah bukukan laba Rp. 72 Juta. Posisi Desember aset BRK Jakarta sudah 2,5 Triliun dengan perolehan laba kita sudah 17,6 Miliar jadi kita termasuk Cabang dengan Break Event tercepat",ungkap Jazuli kala itu.

Tentunya hal tersebut diatas dilakukan Jazuli dengan  memberikan special rate Deposito diatas LPS rate. Jakarta dengan tingkat kompetitif persaingan Bank yang tinggi apabila diberikan setengah persen aja tentu Deposan bakal pindah ke Bank Riau Kepri Cabang Jakarta. Dan pastinya akan menggerus laba perusahaan, karena Dana Pihak Ketiga Deposito adalah Dana Mahal yang akan menjadi beban Bank.

Mengulas kinerja M Jazuli ini seperti tidak ada habisnya. Sehingga kita tidak mengetahui penempatan Azhar Effendi, Pimpinan BRK Cabang Utama yang siap siap meninggalkan kursi panasnya ini.

Menindaklanjuti hal tersebut, awak media coba mengonfirmasi lansung kepada Pimpinan Divisi MSDM, Yuharman. Kemana Azhar Effendi diposisikan setelah keluar SK Mutasi dan Promosi ini. Yuharman hanya menjawab melalui SMS (short message system) dengan jawaban,"kantor Pusat, Divisi Konsumer" Senin (19/3) kepada awak media.Namun tidak diketahui apakan menjadi Pimpinan Divisi atau hanya Pimpinan Bagian.(gsp)

Manajemen SDM Buruk, Mantan Pimpinan Cabang BRK Pasir Pengaraian pun Resign

March 18, 2018
RIAU, PEKANBARU - Tamrin, mantan Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri  Pasirpengaraian disebut sebut sebagai salah satu dari 90 an karyawan tetap BRK yang sedang menunggu proses pengunduran diri oleh Manajemen. Padahal dirinya memegang jabatan yang sangat strategis dalam manajemen Bank Pelat Merah ini.

Hingga berita ini diturunkan, awak media mencoba mengonfirmasi langsung kepada Tamrin melalui telepon selulernya. Namun, belum berhasil mendapatkan jawaban secara pasti terkait rencana pengunduran dirinya.

PT Bank Riau Kepri menerima penghargaan ranking ke 2
 atau the 2nd The Best BUMD Pada IHCA Award III 2017
 di bidang Human Capital 
Informasi mengenai permohonan resign Tamrin sudah banyak beredar, baik di lingkungan internal Bank Riau Kepri Pasirpengaraian sendiri maupun di Kantor Cabang Utama jalan Sudirman. Hal ini terungkap dari pernyataan sumber internal Bank Riau Kepri yang ditemui awak media, Jumat (16/3).

Dikatakannya,"pak Tamrin mundur, sempat heboh juga kawan kawan kita di Rokan Hulu. Beliau kan belum lama jadi Pimpinan Cabang disana. Pasti mundurnya sih, saya kurang tahu bg", tukasnya.

Kalangan internal Bank Riau Kepri sendiri banyak yang berasumsi mundur atau resignnya Tamrin ini karena beratnya tanggung jawab pekerjaan yang dibebankan padanya.

Apalagi mungkin karena Bank Riau Kepri  Cabang Pembantu Dalu Dalu Rokan Hulu yang menjadi wilayah tanggung jawabnya selaku Pimpinan Cabang terhadap Cabang Pembantu memiliki NPL atau angka kredit macet luar biasa yakni 58.50% atau setara Rp 200 Miliar lebih. Namun, hingga kini kasus kredit macet ini seperti hilang ditelan bumi (diamankan, red).


Menanggapi kemunduran Tamrin, awak media langsung menghubungi Pimpinan MSDM Bank Riau Kepri, Yuharman. Namun, telephone yang bersangkutan tak pernah mau diangkat. Bahkan sudah di SMS dan Whatsapp pun dilakukan untuk mempertanyakan hal tersebut diatas.

Sungguh sangat disayangkan, kurangnya retensi individual berkaitan dengan keputusan karyawan untuk keluar dari Bank Riau Kepri tidak dijalankan dengan baik oleh Yuharman selaku Pimpinan MSDM Bank Riau Kepri. Padahal cost yang dikeluarkan perusahaan mulai dilakukannya perekrutan, pelatihan bahkan pengembangan diri sangatlah besar dan tidak diperhatikan oleh Manajemen Bank kebanggaan masyarakat Riau ini.

Perlu diketahui, Retensi atau pemeliharaan karyawan (individual) merupakan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan karyawan potensial yang dimiliki perusahaan untuk tetap loyal terhadap perusahaan sehingga 'turnover' (keluar atau berhentinya karyawan secara sukarela) rendah dan bahkan tidak ada sama sekali.

Semakin rendahnya turnover maka semakin tinggi retention. Artinya semakin baik perusahaan dalam memelihara karyawannya terutama karyawan yang memiliki potensi berlebih sehingga perusahaan bersangkutan semakin efisien dalam upaya pengembangan SDM para karyawannya.(gsp)

Hasil Asesstment BRK Keluar, Irvandi Akan Mutasi Besar-Besaran

March 18, 2018
RIAU, PEKANBARU - Direktur Utama Bank Riau Kepri akan melakukan mutasi besar-besaran terhadap jajaran struktural dibawahnya. Bahkan, sedikitnya 60 Karyawan akan terkena imbas dari proses tersebut.

Irvandi melakukan mutasi didasarkan setelah dirinya memperoleh hasil assestment talentfull yang dikelola oleh lembaga konsultan dari Universitas Padjajaran, Bandung. Lembaga tersebut mengeluarkan hasil terhadap kapasitas Karyawan pada posisi struktural di manajemen Bank Riau Kepri.

Indonesia GCG Award 2016, BRK Raih Peringkat 2 Untuk BUMD Nasional
Menindaklanjuti informasi tersebut, awak media coba mengonfirmasi Yuharman selaku pimpinan divisi MSDM Bank Riau Kepri melalui no telephone selulernya 0811 732 2**. Namun, kembali Yuharman tidak bersedia dimintai tanggapannya. Sungguh hal yang sangat disayangkan, karena selama ini Irvandi Gustari selaku Direktur Utama Bank Riau Kepri menggadang-gadangkan good corporate governance (gcg) pada Bank Pelat Merah ini harus dijalankan. Apalagi BRK sudah dianugerahi penghargaan peringkat 2 GCG untuk BUMD Nasional.

Pimpinan Desc Corporate Secretary Bank Riau Kepri, Winovri
Tentu usaha yang ditempuh untuk mendapat konfirmasi terkait rencana Direktur Utama Bank Riau Kepri melakukan mutasi besar-besaran ini kembali diarahkan kepada Pimpinan Desc Corporate Secretary Bank Riau Kepri, Winovri. Awak media mempertanyakan hal tersebut kepada Winovri yang kebetulan sedang berada di Tanjung Pinang menghadiri acara pemberian CSR Bank Riau Kepri, Jumat (16/3).

Pada kesempatan tersebut Winovri mengatakan,"iya memang ada rencana mutasi, talentfull sudah dilakukan melalui psikotest, tidak ada yang nonjob pada mutasi tersebut. Bagaimanapun ketidakpuasan tetap ada. Tapi kita sudah informasikan hal ini kepada seluruh karyawan, semuanya transparan," tukas mantan Pimpinan Cabang Pembantu Bank Riau Kepri Ahmad Yani Pekanbaru yang pernah dihukum turun pangkat 2 grade ini.

Namun ketika dikonfirmasi, mengapa Assestment ini baru dilakukan sekarang dan ditemukan 60 jabatan struktural banyak yang tidak cocok pada jabatannya. Apakah karena dulu lebih mengedepankan faktor kedekatan atau kelompok kepentingan. Winovri kembali tidak menjawab pertanyaan awak media dan langsung menonaktifkan telepon selulernya.(gsp) 

Nepotisme, Diduga Motif Tingginya Turn Over Karyawan di Bank Riau Kepri

March 18, 2018
RIAU, PEKANBARU - Dugaan kentalnya nepotisme yang terjadi dan berlaku di Bank Riau Kepri ternyata bukan isapan jempol belaka. Betapa tidak, berdasarkan informasi internal yang beredar. Tingginya jumlah karyawan yang bersedia mundur walaupun sudah berstatus karyawan tetap ini hampir mencapai angka 90 an dan sedang menunggu proses penandatangan dari manajemen Bank Riau Kepri.

Menindaklanjuti hal tersebut pada Jumat (17/3), awak media coba menghubungi Yuharman selaku Pimpinan Divisi MSDM Bank Riau Kepri yang dinilai memiliki kewenangan dan kompetensi untuk memberikan jawaban terhadap tingginya turn over yang terjadi di Bank kebanggaan masyarakat Riau ini.

Namun, hal yang diharapkan tidak terwujud. Dengan berbagai upaya untuk menghubungi yang bersangkutan tidak dapat tercapai. Yuharman seperti menutup dirinya dalam menanggapi pertanyaan Wartawan.

Mungkin setelah statementnya beberapa lalu yang dikutip dari beberapa media lokal, dimana Yuharman menyebutkan bahwa Bank Riau Kepri masih mempekerjakan mantan Narapidana berdasarkan aturan internal dan polemik perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) yang bisa berlangsung sampai 4 tahun di BRK sehingga menyebabkan Yuharman ditegur oleh Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari.

Padahal pada tahun lalu (2017), Yuharman mewakili Bank Riau Kepri menerima penghargaan ranking ke 2 atau the 2nd The Best BUMD Pada IHCA Award III 2017 di bidang Human Capital yang artinya Bank Riau Kepri memiliki pengelolaan SDM yang baik.

Tidak sampai disitu, awak media coba mengonfirmasi kepada Pimpinan Desk Corporate Secretary, Winovri Jumat (17/3). Awak media coba mempertanyakan, apakah benar Nepotisme menjadi salah satu motif banyaknya Karyawan Bank Riau Kepri mengundurkan diri.

Winovri hanya menjawab,"gejolak karyawan satu atau dua itu biasa, dinonjobkan karena tidak mampu. Terus mengundurkan diri itu biasa", tukasnya.

Pimpinan Desk Corporate Secretary, Bank Riau Kepri, Winovri
Mendengar jawabannya yang disampaikan oleh Pindesk Corporate Secretary Bank Riau Kepri yang dinilai kurang pas terhadap pertanyaan yang diajukan. Awak media kemudian memberikan informasi yang diperoleh dari sumber internal karyawan yang mengundurkan diri tersebut.

Sumber internal tersebut mengatakan, "coba aja check di Kedai Bank Riau Kepri sei Kijang, disana ada keponakan Direktur Utama Irvandi Gustari yang diangkat menjadi Pimpinan Kedai BRK tanpa melalui fit and propert test", pungkasnya kepada awak media Jumat (16/3).

Bahkan ditambahkannya lagi,"bahkan baru baru ini salah satu karyawan di bagian Projas (produk dan jasa) Bank Riau Kepri marah marah kepada Manajemen ketika dirinya diganti karena stroke padahal masih dalam kondisi sakit. Dia berani marah-marah gitu karena dia keponakan mantan Komisaris BRK. Pokoknya udah ga kondusif lah, bang", terangnya.

Mendapat pertanyaan diatas, Winovri langsung naik pitam dengan mengatakan,"kalaulah ada sumber internal yang membocor-bocorkan keadaan didalam kan sama dengan pengkhianat. Sedangkan yang berkaki empat saja tidak mau membuang kotoran di tempatnya mencari makan. Kalau ada seperti itu berarti dia lebih rendah",dengan nada kesalnya.

Tidak berselang beberapa lama setelah mengeluarkan statement tersebut diatas. Winovri justru memblokir sambungan komunikasi WhatsAppnya.(gsp)

90 an Karyawan Bank Riau Kepri Tunggu Proses Pengunduran Diri

March 18, 2018
RIAU, PEKANBARU -  90 an Karyawan Bank Riau Kepri kini menunggu proses pengunduran dirinya ditandatangani Manajemen. Padahal pada tahun lalu, PT Bank Riau Kepri menerima penghargaan ranking ke 2 atau the 2nd The Best BUMD Pada IHCA Award III 2017 di bidang Human Capital (pengelolaan SDM Karyawan yang baik, red). 

Pimpinan MSDM Bank Riau Kepri, Yuharman
Hal ini berdasarkan informasi dari salah satu karyawan tetap yang turut mengundurkan diri dan keberatan namanya dituliskan, menyampaikan ke awak media pada Jumat (16/3). Dikatakannya,"sedang kacau sekarang bang didalam tu, kawan-kawan udah banyak yang ajukan resign" ungkapnya kepada media.

Ketika ditanya, apa yang menjadi alasan karyawan tetap Bank Riau Kepri ini mengundurkan diri. Dirinya pun menjawab,"udah ga nyaman kerja dengan manajemen sekarang bang. Ga jelas jenjang karir didalam tu, manajemen ga transparan. Ga punya beking, ga punya karir. Kemampuan nomor sekianlah yang penting pandai menjilat atasan. Nepotisme pun masih kental", tukasnya lagi.

Menanggapi hal tersebut, awak media coba mengonfirmasi langsung kepada Pimpinan MSDM Bank Riau Kepri, Yuharman. Namun awak media tidak berhasil menghubunginya karena telephone sengaja tidak diangkat berkali-kali. 

Tidak berselang 5 menit kemudian, Yuharman hanya mengirimi pesan singkat."yang boleh diwawancarai pegawai bagian Corsec (corporate secretary). Nanti saya salah, tidak baik", isi pesan singkat yang dikirimi Yuharman (16/3). 

Mendapat pesan dari Yuharman, awak media langsung meminta konfirmasi dari Winovri sesuai dengan arahan yang diberikan Pimpinan Divisi MSDM Bank Riau Kepri ini.

Namun, seperti yang sudah dapat dipastikan sebelumnya. Winovri selaku Pimpinan Desc Corporate Secretary ternyata tidak menguasai permasalahan dibidang Human Resource (HR) terkait pertanyaan yang diajukan awak media mengenai alasan 90 an karyawan tetap Bank Riau Kepri ini mengundurkan diri saat mengisi form exit interview.

Winovri hanya menjawab,"kondisi didalam manajemen sudah kondusif, tidak ada yang bergejolak. Karyawan sudah tenang", jelas Winovri saat dihubungi Jumat (17/3).

Untuk diketahui, turn-over di suatu perusahaan sebenarnya sehat, apalagi jika karyawan yang mengundurkan diri itu adalah karyawan yang memang tidak produktif atau tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan. Namun jika turn-over karyawan disuatu perusahaan cukup tinggi dan menggilas karyawan-karyawan potensial sepertinya ada suatu masalah yang harus dicari penyebabnya.(gsp) 

Sebut Aset 3,2 Triliun, Dewan Tantang Pincab BRK Jakarta Breakdown DPK

March 15, 2018
RIAU, PEKANBARU - Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Cabang Jakarta, M. Jazuli klaim kantor cabang yang dipimpinnya telah memiliki aset Rp. 3,2 Triliun per Maret 2018 ini. Klaim tersebut ternyata mendapat reaksi dari Suhardiman Amby, sekretaris Komisi III DPRD Riau yang menyaksikan sendiri laporan keuangan yang diberikan oleh BRK Cabang Jakarta saat kunjungan kerja lalu.

Hal itu disampaikan Suhardiman kepada awak media, Rabu (14/3). Suhardiman mengatakan,"silahkan aja klaim asetnya Rp.3 Triliun lebih. Tapi berani ga dia breakdown neraca keuangan Dana Pihak Ketiganya", terang Suhardiman.

Pimpinan Cabang Bank Riau Kepri Cabang Jakarta, M. Jazuli
Suhardiman mengatakan hal tersebut karena menilai apa yang telah disampaikan M. Jazuli terlalu membesar-besarkan pencapaian BRK Cabang Jakarta yang dipimpinnya.

"Ya, biasalah. Sekarang kan sudah jelas Laporan Keuangan Bank Riau Kepri sudah dipublikasikan. Kan nampak disitu berapa Depositonya, hampir Rp. 4 Triliun. Jadi ndak usah dibesar-besarkan. Kalau mau transparan publikasikan berapa Dana Pihak Ketiga yang masuk untuk Tabungan dan Giro", pungkas Politisi Hanura ini.

Selama melakukan kunjungan kerja ke kantor Bank Riau Kepri (BRK) Jakarta pada hari Jumat (9/3), Komisi III DPRD Riau mengeluarkan rasa kekecewaan yang besar. Dimana ketika BRK Cabang Jakarta ini mulai membuka pelayanannya pukul 08.00 wib sampai jelang istirahat siang tidak ada satupun orang yang datang.

"sampai jam 11.30 wib, kita disitu tak ada satupun Nasabah yang datang. Jadi buat apa sewa kantor mahal-mahal kalo cuma untuk cari Deposito Korporat", terang Suhardiman Amby sekretaris Komisi III DPRD Riau saat diwawancarai beberapa hari lalu.

Sebagai perhitungan, jika Rp. 3,8 Triliun Dana Deposito tersebut diberikan spesial rate sebesar 7 persen, tentu kita dapat menghitung berapa beban bunga yang harus ditanggung oleh BRK selaku penghimpun dana.

Asumsi perhitungan diatas, diperoleh berdasarkan keterangan yang diberikan oleh M Jazuli, Pincab Bank Riau Kepri Cabang Jakarta. Jazuli mengatakan,"marketnya tidak begitu, pasarnya di Jakarta itu sangat rendah. Counter Ratenya saja cuma 6,5 %, sedangkan Spesial Rate kita cuma naik 0,5 % jadi cuma 7 %", ungkapnya saat dihubungi awak media ketika mempertanyakan besaran spesial Rate yang diberikan BRK kepada nasabah korporasinya.(gsp)