Nasional

Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Ini Profil Lengkap Ma'ruf Amin

August 09, 2018
NASIONAL, JAKARTA - Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan KH Ma'ruf Amin sebagai  cawapres pendampingnya dalam Pilpres 2019. Hal itu disampaikan Jokowi dalam jumpa pers bersama para ketua umum dan sekretaris jenderal parpol pendukung di Restoran Plataran, Jalan HOS Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018).

"Saya memutuskan dan telah mendapat persetujuan dari partai-partai koalisi yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden adalah Profesor Kiai Haji Ma'ruf Amin," ujar Jokowi.

Ma'ruf sendiri memiliki pengalaman yang panjang di jabatan publik.

Dia memiliki pengalaman 7 tahun sebagai Anggota Dewan Presiden (2007-2014). Dia juga memiliki pengalaman legislatif dari tahun 1971 hingga 1999.

Dia juga aktif di organisasi kemasyarakatan sejak tahun 1964.

Terakhir, dia merupakan anggota Badan Pertimbangan Ideologi Pancasila bersama Try Sutrisno, Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya.

BPIP sendiri diketuai Megawati Soekarnoputri.

Berikut adalah profil Ma'ruf Amin dari Litbang Kompas:
Nama Lengkap: Ma'ruf Amin
Tempat, Tanggal Lahir: Kota Tangerang, Banten, 11 Maret 1943
Agama: Islam Jabatan: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2010 - 2014)
Alamat Kantor: MUI Alamat Rumah: Jl. Deli Lorong 27 No. 41 Tanjung Priok Jakarta Utara Telp. (021) 492-450

PENDIDIKAN :

Umum :

- SR Kresek, Tangerang (1955)
- Madrasah Ibtidaiyah Kresek, Tengerang (1955)
- Madrasah Tsanawiyah Pesantren Tebuireng, Jombang (1958)
- Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang (1961)
- Fakultas Ushuluddin Universitas Ibnu Chaldun, Bogor (1967)

Khusus :

- Pesantren, Banten (1963)

PERJALANAN KARIER:

Pekerjaan :

- Guru Sekolah-sekolah di Jakarta Utara (1964-1970)
- Pendakwah (1964)
- Dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Nahdatul Ulama (Unnu), Jakarta (1968) -
- Direktur dan Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan dan Yayasan Al-Jihad (1976)

Pemerintahan :

- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (kehidupan beragama) (2007)
- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (2010-2014)

Legislatif :

- DPRD Provinsi dari Utusan Golongan (1971-1973)

Keterlibatan dalam Organisasi :

- Ketua Fraksi DPRD I dari Fraksi Utusan Golongan
- DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1973-1977)

Keterlibatan dalam Organisasi :

- Ketua Fraksi DPRD I dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
- DPRD Provinsi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1977-1982)

Keterlibatan dalam Organisasi :

- Pimpinan Komisi A dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
- MPR dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1997-1999)

Keterlibatan dalam Organisasi :

- Anggota MPR RI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
- DPR dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) (1999-2004)

Keterlibatan dalam Organisasi :

- Ketua Komisi VI dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
- Anggota Panitia Anggaran dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa)
- Anggota Komisi II dari Fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) ( 1999 )

KEGIATAN LAIN:

- Ketua Ansor, Jakarta (1964-1966)
- Ketua Front Pemuda (1964-1967)
- Ketua NU, Jakarta (1966-1970)
- Wakil Ketua Wilayah NU, Jakarta (1968-1976)
- Anggota Koordinator Da'wah (Kodi), Jakarta (1970-1972)
- Anggota Bazis (Badan amil zakat, infaq, dan shadaqah), Jakarta (1971-1977)
- Ketua Dewan Fraksi PPP (1973-1977)
- Anggota Pengurus Lembaga Da'wah PBNU, Jakarta (1977-1989)
- Ketua Umum Yayasan Syekh Nawawi Al Bantani (1987)
- Katib Aam Syuriah PBNU (1989-1994)
- Anggota MUI Pusat (1990)
- Rois Syuriah PBNU (1994-1998)
- Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat (1996)
- Ketua Dewan Syariah Nasional (DSN) (1996)
- Ketua Dewan Syuro PKB (1998)
- Mustasyar PBNU (1998)
- Anggota Komite Ahli Pengembangan Bank Syariah Bank Indonesia (1999)
- Ketua Komisi Fatwa MUI (2001-2007) - Mustasyar PKB (2002-2007)
- Ketua Harian Dewan Syariah Nasional MUI (2004-2010)
- Ketua MUI (2007-2010)

KELUARGA:

- Hj. Siti Huriyah (isteri) -

1. Hj. Dra. Siti Marifah, SH. (anak)
2. Hj. Siti Mamduhah, SE. (anak) 
3. Siti Najihah (anak)
4. Hj. Siti Nur Azizah (anak)
5. Ahmad Syauqi (anak)
6. Ahmad Muayyad (anak)
7. Siti Hannah (anak)
8. Siti Haniatunnisa (anak)

Pengadaan Barang dan Jasa Miliki Aturan Baru

July 01, 2018
NASIONAL, JAKARTA - Sosialisasi Peraturan Presiden (Perpres) No.16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah dilakukan pemerintah pada hari ini, Kamis (28/6/2018).

Sejumlah hal diketahui diubah dalam kebijakan itu, di antaranya nilai yang diperjuangkan dalam pengadaan tersebut. Dalam sambutannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, perubahan itu dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas belanja negara baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

"Kami bertujuan melakukan perbaikan kualitas belanja negara melalui kualitas pengadaan barang dan jasa," katanya di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Hampir setiap tahun, imbuhnya, anggaran belanja di daerah maupun pusat semakin membengkak dan tak sesuai fungsinya. Karena itu, dia menyebut penting bagi pihaknya untuk terus melakukan sosialisasi terkait efisiensi dalam pengelolaan anggaran.

"Kami tentu memahami proses pengadaan yang transparan akuntabel, efisien, dan baik," jelasnya.

Diterangkannya, saat ini anggaran belanja negara sebesar Rp2.270 triliun. Rinciannya, Rp1.454 triliun belanja pemerintah pusat dan Rp726 triliun adalah dana transfer ke daerah.

Adapun dari angka itu, sebesar Rp203,9 triliun merupakan belanja modal pemerintah pusat dan Rp320 triliun adalah belanja K/L. Total Rp524 triliun anggaran itu nantinya akan digunakan untuk belanja melalui proses pengadaan barang.

Dengan demikian, pihaknya berharap dapat menunjang perekonomian dalam negeri.

"Banyak negara inilah negara menujang perekonomian meng-create bisnis skala besar maupun kecil, besarnya belanja negara adalah ada level playing field dan persaingan sehat, itu demokratiasi ekonomi dan keadilan sosial. Ini instumen penting wujudkan cita-cita Indonesia," tuntasnya.(dow)

source : www.riau.news

Lancernya Terhalang Masuk Markas, Perwira Polisi Pukuli 7 Anak Buah

June 26, 2018
NASIONAL, BANDUNG - Perwira Polri yang memukul tujuh anak buahnya dengan helm adalah Kombes Pol Ekotrio Budhiniar. Dia kesal karena mobilnya terhalang mobil katering di area parkir, Selasa pagi (26/6/2018).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal menjelaskan, Ekotrio yang kesal langsung turun dari mobilnya sambil marah-marah. 


"Kemudian memukuli anggota penjagaan menggunakan helm baja yang ada di meja piket sambil menanyakan anggota piket yang lain," urai Iqbal.

Berikut kronologi pemukulan Kombes Ekotrio kepada anak buahnya seperti dikutip dari Kumparan.com:

Pukul 07.30 WIB

Mobil boks katering yang menyediakan makanan siswa akan keluar gerbang. Gerbang keluar memang sudah dipersempit menjadi satu jalur.

07.33 WIB

Kombes Ekotrio menggunakan mobil dinas Mitsubisi Lancer akan masuk ke Lemdikpol. Kedua mobil berpapasan dan berhenti karena sama-sama tidak bisa melintas.

07.35 WIB

PNS Polri yang berjaga di pos jaga, keluar dan memberi hormat kepada Kombes Ekotrio. Anggota Polri lain meminta pengemudi mobil boks untuk mundur guna memberi jalan kepada Ekotrio.

07.37 WIB

Setelah melintas, Kombes Ekotrio turun dari mobil dan marah-marah kepada anggota Polri yang ada di pos jaga dan meminta semua anggota piket berkumpul.

07.40 WIB

Lima anggota piket berkumpul dan berbaris. Ekotrio lalu memukul anggota piket dengan helm yang ada di meja piket. Mereka dipukul di bagian kepala. Akibatnya, anggota mengalami luka benjol, sobek di kepala, hingga muntah. Dua anggota lainnya datang dan ditendang di bagian tulang kering.

08.00 WIB

Korban mendapatkan perawatan di pos kesehatan Lemdikpol Polri.

08.30 WIB

Tujuh anggota Polri yang menjadi korban penganiayaan melapor ke Polda Jawa Barat.

Ketujuh korban, yakni AKP Ale Surya, Ipda Taryana, Ipda Ade Hasan (Kanit Provos), Bripka Iim Permana, Brigadir Asep Ismanto, Penata I Joko Pitoyo, dan Pengatur Agus Suherlan.(dow)

Dengung Demokrasi di Pulau Terujung Numfor

May 03, 2018
NASIONAL, PADANG - Persiapan pesta demokrasi tengah semarak di berbagai daerah di Tanahair. Seperti juga di Numfor Timur, sebuah distrik di Pulau Numfor, yang berada di ujung utara Pulau Papua. Para penduduknya antusias untuk menunggu datangnya saat mereka memberikan suara, demi memenuhi hak sebagai warga negara Indonesia.

Kapolres Biak Numfor dan istri saat pengalungan
bunga selamat datang. (Dok. Perwira Management)
Untuk merawat suasana harmonis dan kondusif menuju Pilkada Serentak 2018 di Biak Numfor, berbagai program telah dilakukan oleh Polres Biak Numfor. Seperti kunjungan yang dilakukan oleh Kapolres Biak Numfor AKBP Rachmad Amsori. SIK, beserta rombongan ke Kampung Dafi dan Kampung Arini Jaya pada hari Rabu 2/5/2018. Kedatangan mereka disambut dengan tarian adat dan musik tradisional.

Keunikan pada acara penyambutannya, Kapolres dan ibu diarak keliling kampung dengan menggunakan sepedamotor yang telah dirancang menyerupai perahu dan didorong bersama-sama oleh seluruh masyarakat kampung.

“Acara penyambutan yang kami sajikan ini sebagai bentuk penghargaan, karena telah bersedia berkunjung ke kampung kami. Dalam sejarahnya, belum pernah terjadi. Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami masyarakat Dafi dan Arini Jaya, makanya kami benar-benar menyambutnya dengan penuh suka cita," kata Gerald Maryen, Kepala Kampung Dafi, ketika kami wawancarai Rabu 2/5/2018.

Pada kesempatan tatap mula, Kapolres menyampaikan pesan kepada masyarakat dan pemerintah Kampung Dafi agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban, dan masyarakat agar lebih bijak dalam memilih calon pemimpin untuk Kabupaten Biak Numfor.

Kapolres Biak Numfor dan rombongan bersama warga Biak Numfor. (Dok. Perwira Management)
"Pilihan boleh berbeda, tetapi tali persaudaraan tetap harus dijaga, agar tetap terjalin dengan baik, sehingga terwujud Pilkada yang aman dan damai," kata AKBP Rachmad Amsori. SIK.

Kapolres Biak Numfor dan istri saat menikmati
keindahan alam Biak Numfor. (Dok. Perwira Management)
Di akhir kunjungan, Kapolres menyerahkan sembako dan dua ekor ternak sebagai bentuk ikatan tali asih, untuk makin mempererat hubungan silaturahmi.

Adapun yang ikut dalam rombongan kunjungan ini; Ny. Diana Rachmad Amsori (Ketua Bhayangkari) beserta pengurus, Samuel Dominggus Tatiratu. SIK (Kabag Ops AKP), Iptu Heru Prasmono (Kasat Binmas), Iptu Nurdin Rahmati (Kasat Polair), dan Aiptu Muhammad Ruslan (Paur Humas). 

Pada acara penyambutan juga sempat dihadiri oleh Kapten Inf. Suyadi (Danramil Numfor), Iptu Singgih Widodo (Kapolsek Numfor Timur), Ny. Rukiyah Singgih Widodo (Ketua Bhayangkari Ranting Numfor Timur), beserta personil Polsek Numfor Timur.(rls)

penulis : Muhammad Fadhli

Pementasan L'attitude Untuk Ekspansi Seni Tradisi Indonesia Rasuki Budaya Dunia

May 01, 2018
NASIONAL, PADANG - Keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan energi potensial untuk dapat memberikan kemakmuran bagi bangsanya. Kekayaan seni yang dikandungnya, baik seni tari maupun seni musik merupakan media yang ampuh untuk merealisasikannya. Agar Indonesia makin dilirik dunia, sebagai negara bercandu untuk diobsesikan, jadi surga yang dirindukan untuk dikunjungi wisatawan mancanegara.

Penari dan Tim Produksi Pementasan L'attitude  - the Sound from West to East. (Dok. Diatunes Management
Pemikiran ini yang mendasari Genecela Dance Centre (GDC) untuk menggelar L'attitude (the Sound from West to East) pada hari Minggu 29 April 2018 dari pukul 17.00 - 19.30 WIB di Gedung Kesenian Jakarta, dengan menampilkan 250 orang penari, mulai dari usia 3 tahun sampai remaja dan dewasa. Didukung 50 orang tim produksi, disaksikan lebih dari 450 orang penonton. Acara berlangsung megah, bermandikan cahaya.

Pementasan L'attitude  - the Sound from West to East.
(Dok. Diatunes Management)
Pementasan ini mengangkat musik-musik Orchestra dari beberapa provinsi di Indonesia yang dipadukan dengan tarian Ballet, Hip Hop, Tap Dance, Kontemporer, dan Tradisi Kreasi. 

"Event ini diangkat untuk mengembangkan teknik dan kreativitas seni tari itu sendiri, serta sekaligus memperkenalkan dan membangun kesadaran bahwa Indonesia kaya akan lagu-lagu tradisionalnya dari berbagai daerah, sehingga yang belum tahu menjadi tahu, bagi yang tahu akan lebih mengenalnya lagi, agar meningkatkan jiwa nasionalisme berkebangsaan, agar kesenian dan kebudayaan Indonesia makin dilirik dunia, demi meningkatkan devisa negara dari sektor pariwisata," kata Yasinta Juwono Gaerlan, Artistic Director di GDC, saat diwawancarai Senin 30/4/2018.

Pementasan L'attitude  - the Sound from West to East.
(Dok. Diatunes Management)
Yasinta juga mengatakan, “Kesenian adalah sebuah kegiatan yang memberi nurani kepada manusia. Dengan berkesenian, manusia akan menghargai perbedaan, kebebasan berekspresi, dan persaingan yang sehat. 

Dengan berkesenian pula manusia dapat melatih bukan hanya kepekaan indera saja, tetapi juga motorik. Tanpa kesenian umat manusia niscaya akan menjalani kehidupan yang gersang.”

“Selain rutin melakukan kegiatan ini, GDC juga telah melakukan kerjasama dengan luar negeri dalam bentuk workshop, sebagai upaya agar kesenian dan kebudayaan tradisi yang kaya dimiliki Indonesia merasuki kebudayaan dunia,” kata Yasinta saat menutup wawancara.

Pementasan L'attitude (the Sound from West to East) dapat kita tonton pada link YouTube berikut ini: https://youtu.be/9hm58nWCjUI. (rls)

penulis : Muhammad Fadhli

Wah! Cantiknya Pelayan Warkop di Ponorogo

March 15, 2015
Belum usai heboh tukang tambal ban cantik di kota Malang, netizen dihebohkan dengan penjaga warung kopi cantik. Kecantikan mbak penjual kopi ini benar-benar memikat pembelinya.

Masih di sekitar Jawa Timur tepatnya di Kota Ponorogo di mana wanita cantik penjual kopi ini tinggal. Tak ada yang tahu siapa nama wanita ini, tetapi diyakini dia adalah pelayan di warung kopi tersebut.

Foto wanita ini pertama kali di-share oleh komunitas motor yang kebetulan tengah touring di Telaga Ngebel di mana dia berjualan. Dalam foto tersebut nampak wanita dengan luwes dan cekatan tengah melayani pesanan dari pengunjung tempat wisata tersebut.

Meski cantik, bertubuh sintal dan berkulit putih, wanita ini tak malu menjadi pelayan. Well, boys ngopi yuk ke Ponorogo? (boy/faj)

Perempuan 90 Tahun Hidup Sendiri di Lereng Merapi bersama Seekor Anjing

March 15, 2015
YOGYAKARTA, — "Maturnuwun, simbah sampun ditiliki (terima kasih simbah sudah dijenguk)." Itulah kata-kata pertama yang keluar dari mulut Jirah, perempuan yang tinggal di Padukuhan Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. 

Meski tidak jelas tanggal lahirnya, Jirah mengaku telah berusia 90 tahun. Di usianya yang cukup tua, kehidupan Jirah sangat memprihatinkan. Ia tinggal seorang diri di pinggiran kebun salak lereng Gunung Merapi. Tak hanya itu, ia pun harus menjalani hidup dengan segala keterbatasan karena tidak adanya saudara. 

Tempat tinggalnya pun sangat tidak layak. Nenek tua ini hidup di sebuah gubuk berukuran 2 meter x 3 meter. Dindingnya sebagian besar hanya memanfaatkan spanduk. Bahkan, tiang di sisi pintu tampak sudah menjadi sarang lebah.

Di tempat yang sempit itulah setiap malam kulit tuanya harus merasakan dinginnya udara pegunungan dan tetesan air hujan yang masuk melalui sela-sela retakan atap asbes. Alas tidurnya pun hanya tikar yang tampak sudah usang.

"Ya, ini rumah saya. Maaf tidak bisa mengajak ke dalam, sempit," ucap Jirah, Minggu (15/3/2015).

Perempuan tua yang oleh warga sering dipanggil Jinem ini mengaku sudah lama tinggal di gubuknya. Namun, Jinah sudah tidak dapat mengingat kapan tepatnya dirinya mulai menempati gubuk berukuran 2 meter x 3 meter itu. " Sudah lama, kalau tepatnya orang dulu tidak menghafal tanggal dan tahun. Jadi pokoknya sudah lama," ujarnya.

Menurut Jirah, dulu ia lahir di Padukuhan Turgo, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Saudara satu-satunya telah meninggal saat bekerja di Palembang. Waktu masih muda, Jirah bekerja sebagai penjual buah jambu dan buah salak di Pasar Godean, Sleman. Sebab, kebun miliknya yang saat ini ia tempati banyak terdapat pohon jambu dan salak.

Namun, pohon jambu yang hidup di kebunnya lambat laun mati. Ia pun tak sanggup lagi merawat kebun salak karena kondisi fisiknya yang sudah tidak lagi memungkinkan. "Saya tidak punya siapa-siapa. Anak saya dulu usia 2,5 bulan meninggal, suami juga sudah meninggal. Dari dulu hidup sendiri di sini," tandasnya. 

Untuk makan sehari-hari, Jinah hanya mengandalkan bantuan dari para tetangga. Kalau tidak ada bantuan, Jirah pergi ke kebun untuk memetik sayuran atau buah nangka untuk dimasak.

"Ya, tidak pasti. Tapi ada yang bantu memberi beras. Kalau pas tidak ada, ya pergi ke kebun memetik sayuran, seperti buah nangka muda," ucapnya.

Jirah pun mengaku tetap bersyukur. Meski hidup sebatang kara, dia masih selalu diberi kesehatan.

Bersama seekor anjing

Meski hidup tanpa saudara, hari-hari Jirah tak lagi sepi setelah seseorang memberinya seekor anak anjing yang diberi nama "Semut". Semut setiap hari selalu menemani Jirah ke mana pun ia pergi, mulai dari ke kebun ataupun sekadar berjalan-jalan keliling kampung.

"Namanya Semut, dia yang menemani saya di sini. Kalau pas jalan ke kebun ya pasti ikut," tuturnya. 

Bahkan, setiap malam ketika Jirah tidur di dalam gubuknya, Semut selalu setia berada di depan pintu. Semut baru akan bergerak ketika Jirah terbangun dan keluar dari gubuknya. "Kalau saya tidur, Semut pasti jaga di depan pintu. Dia baru main kalau saya sudah keluar rumah," tandasnya. 

Jirah mengaku tidak kesulitan memberi makan Semut. Seakan, anjing betina berwarna hitam putih itu pun mengerti kondisi dari tuannya. Setiap hari Semut pun memakan apa pun yang diberikan Jirah, mulai dari nasi putih sampai dengan sayur nangka muda. "Ya apa yang saya masak, saya berikan. Pasti makan, nasi putih kadang sayuran," ucapnya. 

Menurut dia, Semut-lah yang selama ini menemani setiap hari-harinya. Dalam hidup kesendirian tanpa saudara, Semut-lah yang selalu membuatnya tersenyum dengan tingkah lucunya kala bermain. "Hiburan saya ya Semut. Untung masih ada Semut," pungkasnya.