Berita Meranti

Showing posts with label Berita Meranti. Show all posts
Showing posts with label Berita Meranti. Show all posts

Sarjana Bercita-Cita Jadi Honorer, Wabup Said : Seharusnya Perguruan Tinggi Mendorong Jadi Wirausaha

November 03, 2018
KEP MERTANTI, SELATPANJANG - Saat ini terlalu banyak sarjana yang bercita-cita menjadi tenaga honorer di pemerintah daerah. Padahal, daerah seperti Kepulauan Meranti memiliki potensi yang besar yang jika dikembangkan dengan serius menggunakan akal dan sedikit kreatifitas akan membuahkan hasil yang besar.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim saat menerima kedatangan rombongan Prodi Ilmu Hadits Universitas Islam Negeri Suska Riau, Jumat (2/11/2018). 

Menurut Said Hasyim, perguruan tinggi seharusnya mendorong mahasiswa atau peserta didik mampu membuka peluang usaha sendiri atau bisa mempekerjakan orang lain.

''Saya harapkan bapak-bapak dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk lebih menggunakan akal dan kreatifitas mereka. Agar sarjana jangan hanya bisa meminta kerja tapi bisa menciptakan peluang kerja," ujar Said Hasyim.

Wakil Bupati Meranti tak ingin generasi muda Meranti menjadi generasi lemah tanpa kreatifitas, yang seolah sudah kehilangan akal untuk maju. Jika itu terjadi menurutnya sangat berbahaya bagi masa depan Meranti.

''Untuk memajukan daerah yang kita butuhkan saat ini adalah generasi muda yang pintar, kreatif dan memiliki kejujuran, sehingga potensi daerah yang cukup besar ini dapat diolah dan dimanfaatkan menjadi barang-barang yang berkualitas," ucapnya.(dow)

source : beritameranti

Hendak Ringkus DPO Kasus Sabu, Polisi di Meranti Malah Diteriaki Rampok

September 03, 2018
KEP MERANTI, TEBING TINGGI - Ada-ada saja ulah Hus alias Hussein Aceh (42) untuk meloloskan diri dari kejaran Sat Res Narkoba Polres Kepulauan Meranti.

Pria yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pada April 2018 lalu ini teriak minta tolong kepada warga saat akan diringkus aparat penegak hukum pada Jumat (31/8/2018) malam kemarin di Jalan Inpres, Kecamatan Tebingtinggi. Teriakan Husein Aceh tersebut sempat menarik perhatian warga sekitar, apalagi Hus teriak jika ia sedang dirampok.

Beruntung personil Sat Res Narkoba langsung memperkenalkan diri sebagai anggota Polres Kepulauan Meranti.

"Kami diteriaki rampok sama dia (Husein Aceh, red), sontak warga keluar semua pada malam itu. Beruntung warga cepat mengenali kami. Kalau tidak, kami bisa jadi bulan-bulanan warga," ujar Kasat Res Narkoba Polres Kepulauan Meranti, Iptu Darmanto SH, Minggu (2/9/2018).

Upaya Husein untuk meloloskan diri dari tangkapan petugas tidak berhenti sampai di situ. Setelah berhasil diringkus Hussein memberontak saat akan diborgol petugas. Bahkan satu di antara 4 petugas Sat Res Narkoba Polres Kepulauan Meranti mendapatkan bogem mentah pelaku yang berpostur kekar tersebut.

"Saat akan diborgol, ia memberontak. Satu anggota saya terkena tinjunya, hidungnya sampai berdarah. Kami berempat juga sempat terpelanting saat akan mengamankan pelaku. Dia memang kuat, tubuhnya besar dan kekar," beber Darmanto.

Selain memberontak saat akan ditangkap, Hussein juga sempat mencoba menghilangkan barang bukti yang diduga kuat sebagai sabu.

Barang bukti tersebut dihilangkan dengan cara ditelan.

"Saya nampak dia memasukkan bungkusan plastik seperti bungkus sabu di dalam mulutnya. Sepertinya, ia langsung menelannya," ujarnya.

Darmanto mengungkapkan, sebelum berhasil diringkus, Hussein sempat berhasil kabur dari kejaran petugas. Peristiwa tersebut kata Darmanto terjadi pada April 2018 lalu saat ia akan bertransaksi Narkoba di pelabuhan Sedulur, Desa Banglas Kecamatan Tebingtinggi.

Saat akan ditangkap petugas, Hussein menceburkan diri dari kapal motornya ke laut. Kondisi malam yang gelap gulita tanpa disertai penerangan mendukung upaya Hussein melarikan diri.

"Saat itu kami tidak bisa menangkap pelaku, kami hanya menemukan barang bukti berupa alat hisap yang masih ada sisa sabu di dalam kapal motornya," ungkap Darmanto.(dow)

source : beritameranti

20 Bidan Desa Akan Jalani Orientasi dan Latihan dari Diskes Kepulauan Meranti

August 24, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Sebanyak 20 orang bidan desa yang diterima Dinas Kesehatan Kepualauan Meranti akan melalui orientasi dan pelatihan. Atas kondisi itu, sejumlah desa di Kabupaten Kepulauan Meranti harus sedikit lebih sabar menunggu bidan desa Pegawai Tidak Tetap (PTT) itu ditugaskan di desa mereka.

Sebab, sebelum ditugaskan ke desa, sebanyak 20 orang bidan desa yang telah lulus seleksi tersebut harus melalui proses orientasi oleh Dinas Kesehatan (Diskes).

"Kelulusan bidan desa memang sudah kami umumkan tadi, namun pihak Diskes masih akan menggelar orientasi," ujar Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian BKD Kabupaten Kepulauan Meranti, Said Sholahuddin kepada Wartawan pada Jumat (24/8/2018).

Tugas BKD dalam merekrut bidan PTT tersebut, kata Said Sholahuddin, hanya sebatas seleksi dan pendataan saja. Sedangkan terkait teknis selanjutnya, kata Said Sholahuddin, dilakukan oleh OPD terkait yaitu Dinas Kesehatan.

"Seleksi sudah usai, bidan desa yang lulus juga telah kami umumkan. Teknis selanjutnya kami serahkan ke Diskes karena mereka yang menggunakan jasa bidan PTT tersebut," ujarnya.

Ia juga mengatakan, pihaknya telah menyiapkan delapan bidan cadangan. Bidan cadangan tersebut untuk mengantisipasi jika di antara 20 bidan desa tersebut ada mundur atau kabur dari wilayah tugasnya.

"Jika ada yang mundur atau kabur dari desa penugasannya, kami sudah punya bidan pengganti. Jadi kami tidak lakukan seleksi lagi," ujarnya.

Selain orientasi, Diskes juga merencanakan akan melatih ulang 20 bidan desa yang dinyatakan lulus oleh BKD tersebut. Pelatihan tersebut dilakukan agar bidan desa tersebut benar-benar matang sebelum ditugaskan.

"Rencananya akan dilatih lagi, tapi masih dalam penjajakan internal," ujar Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti, Asrul Meldi kepada Wartawan pada Jumat (24/8/2018).

Asrul juga belum bisa menjelaskan apakah pelatihan tersebut digelar sesudah atau sebelum 20 bidan desa itu mengikuti orientasi. Namun, ia memastikan 20 bidan tersebut segera ditempatkan di desa-desa yang belum memilki bidan.

"Pastinya mereka secepatnya ditugaskan ke desa-desa setelah mereka mengikuti orientasi," ujarnya.

Orientasi tersebut kata Asrul, akan diadakan di Dinas Kesehatan. Setelah itu, orientasi selanjutnya akan dilakukan oleh pihak Puskesmas masing-masing.

"Orientasi ini sangat penting agar bidan desa yang akan ditugaskan tersebut mengenal wilayah kerjanya. Tidak hanya itu, orientasi tersebut juga untuk menjalin komunikasi yang baik antara bidan desa dan Puskemas," beber Asrul.(dow)

source : beritameranti

Petugas Temukan Sapi Kurban Terinfeksi Cacing Hati di Meranti

August 22, 2018
KEP MERANTI, TEBING TINGGI - Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kabupaten Kepulauan Meranti menemukan cacing hati pada sapi kurban.

Cacing hati tersebut ditemukan dokter hewan pada saat melakukan pemeriksaan daging kurban di Masjid Mujahidin, Jalan Dorak, Kecamatan Tebingtinggi.

"Saat petugas kami memeriksa daging qurban di situ, petugas kami menemukan cacing hati di satu sapi kurban," ujar Kabid Peternakan DKPTPP Kabupaten Kepulauan Meranti, Armizar, Rabu (22/8/2018).

Menurut Armizar, organ sapi qurban yang telah terinfeksi cacing hati akan berdampak buruk pada kesehatan jika dimakan. Sebab itu kata Armizar, petugas tidak memperbolehkan panitia qurban tersebut untuk mengkonsumsi organ sapi qurban yang terinfeksi.

"Organ yang terinfeksi saja yang tidak boleh, yang lain tidak apa-apa," ujar Armizar.

Ia mengungkapkan cacing hati ini berasal dari pakan rumput sapi yang terinfeksi parasit cacing. Terinfeksinya sapi oleh cacing hati baru bisa diketahui setelah dilakukan pemeriksaan setelah penyembelihan.

"Jadi tidak bisa dilihat secara kasat mata, harus disembelih dulu. Sebab, gejalanya tidak tampak seperti penyakit lainnya," ujar Armizar.(dow)

source : beritameranti

Limbah Sagu Cemari Kawasan Strategis Budidaya Ikan Kerambah

August 17, 2018
KEP MERANTI, SELATPANJANG - Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti kesulitan menentukan kawasan budidaya ikan kerambah. Pasalnya, sebagian kawasan perairan yang dinilai strategis untuk mengembangkan budidaya ikan kerambah tercemar oleh limbah sagu.

"Sungai Suir sebenarnya sangat strategis untuk dijadikan kawasan budidaya ikan kerambah, namun tercemar oleh limbah sagu," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Anwar Zainal, Kamis (16/8/2018).

Strategisnya sungai Suir menjadi kawasan budidaya lantaran ombak laut tidak sampai ke sungai tersebut. Sehingga kerambah ikan milik nelayan aman dari hantaman ombak.

"Kalau sering dihantam ombak, kerambah nelayan gampang rusak," ujar Anwar Zainal.

Tidak hanya aman dari hantaman ombak, kawasan sungai Suir juga tidak menganggu jalur pelayaran laut. Sebab, sungai tersebut jarang dilewati oleh kapal-kapal cepat dan kapal kargo.

"Saat ini, nelayan kerambah terpaksa memasang kerambahnya di selat-selat yang ombaknya cukup kuat dan juga digunakan sebagai jalur pelayaran," ujar Anwar Zainal.(dow)

source : beritameranti

Pemkab Akan Bangunkan Markas Polres Meranti di Desa Gogok

July 29, 2018
KEP MERANTI, SELATPANJANG - Setelah tertunda beberapa kali, pembangunan gedung Mapolres Kepulauan Meranti akhirnya terealisasi pada tahun 2018 ini.

Rencananya, pembangunan tersebut akan dimulai dengan peletakkan batu pertama yang akan dilakukan pada Senin (30/7/2018) besok di Desa Gogok, Kecamatan Tebingtinggi Barat.Kabag Humas Setdakab Kepulauan Meranti, Hery Saputra mengatakan, peletakkan batu pertama tersebut akan dilakukan langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen HE Permadi.

Ia mengatakan, pembangunan gedung Mapolres Meranti akan dibangun di lahan seluas 5 hektare. Lahan tersebut sudah dihibahkan Pemkab Kepulauan Meranti ke institusi Polri.

"Ini bukti dukungan Pemkab Kepulauan Meranti terhadap Polri dalam bidang penegakkan hukum di Meranti," ujarnya, Minggu (29/7/2018).

Sebenarnya lanjut Hery, tidak hanya lahan untuk pembangunan Mapolres Meranti saja, Pemkab Kepulauan Meranti juga telah menyediakan lahan untuk kantor intitusi penegak hukum lainnya.

Namun, baru Polri yang memulai pembangunannya di lahan tersebut.

"Kemarin ada juga kita sediakan untuk Kajari dan kantor pengadilan. Kita sediakan satu hamparan, jadi satu komplek," ujar Hery.(dow)

source : beritameranti

Butuh Perbaikan Infrastruktur, Warga Bisa Ajukan Proposal ke Dinas PU Kepulauan Meranti

July 12, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Dinas Pekerjaan Umum Penata Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau masyarakat yang membutuhkan perbaikan infrastruktur jalan agar segera mengajukan proposal. Hal itu merupakan solusi bagi mayarakat yang aspirasinya belum terakomodir.

"Nanti proposalnya kami verifikasi. Jika perbaikan jalan tersebut sangat mendesak, kami akan perbaiki langsung," ujar Kabid Bina Marga DPU PRPKP Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabri, Rabu (11/7/2018).

Menurut Sabri, untuk melakukan perbaikan infrastuktur tersebut pihaknya memakai anggaran swakelola dari DPU. Dana tersebut kata dia, hanya dipergunakan bagi perbaikan atau pembangunan infrastruktur yang sangat mendesak.

"Seperti jalan rusak atau jembatan patah sehingga menganggu aktivitas mayarakat. Kami bisa gunakan dana itu," ujarnya.

Jika anggaran perbaikan infrastuktur tersebut lebih besar dari anggaran swakelola yang tersedia, pihaknya akan mengupayakan di APBD. Sebab, anggaran swakelola PU tidak sebesar anggaran untuk membiayai pembangunan yang sudah masuk dalam anggaran daerah.

"Tidak sampai Rp200 juta, sebab itu swakelola hanya digunakan dalam hal yang darurat saja," ujarnya.(dow)

Razia Tempat Hiburan Malam di Selatpanjang, 13 Diantaranya Positif Ekstasi

July 10, 2018
KEP MERANTI, SELATPANJANG - Polisi mengamankan 15 orang dari salah satu tempat hiburan malam di Selatpanjang. Setelah dites urine, 13 diantaranya positif ekstasi.
15 orang ini terdiri dari 8 laki-laki dan 7 perempuan.

Sebelum 15 orang tersebut diamankan polisi, Minggu (8/7/2018) tengah malam, sekitar pukul 01.00 WIB, piket SPKT Polres Kepulauan Meranti mendapat laporan dari masyarakat.

Warga itu melapor bahwa adiknya mengalami ilusi dan kondisinya tidak stabil setelah dijemput pulang. Dikabarkan malam itu, adiknya menghadiri pesta ulang tahun SF di salah satu tempat hiburan malam di Selatpanjang.

Menanggapi laporan warga, piket SPKT bersama piket fungsi dan piket Resnarkoba yang dipimpin langsung oleh kasat Resnarkoba Iptu Darmanto menuju TKP.

Sekitar pukul 02.00 WIB diamankan lima belas orang yang terdiri dari 7 perempuan serta 8 laki-laki. Mereka diduga melakukan tindak pidana narkotika jenis ekstasi di dalam room tersebut.

Setelah dilakukan penggeledahan terhadap 15 orang yang diamankan itu, ditemukan barang bukti berupa satu buah plastik klep yang berisikan pecahan diduga narkotika jenis ekstasi.

Menurut pengakuan SF (yang merayakan ulang tahun), pecahan narkotika dalam plastik klep adalah sisa dari 7 butir ekstasi yang mereka konsumsi. Ekstasi tersebut dibeli SF dari Jo (DPO) sebanyak 5 butir seharga Rp1 juta.

Ditambah dua butir lagi ekstasi yang dibeli NAS dari Jo, seharga Rp450 ribu. Kemudian, tim langsung melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap Jo (DPO) yang dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Darmanto.

Setibanya di rumah Jo Jalan Handayani Selatpanjang, didampingi ketua RT setempat, polisi tak berhasil menangkap DPO tersebut. Ia diduga telah melarikan diri karena mengetahui mengetahui perihal penangkapan yang terjadi di tempat hiburan malam.

15 orang yang diamankan tersebut dibawa ke Mako Polres Kepulauan Meranti untuk dilakukan tes urine.

Berikut nama laki-laki dan perempuan beserta hasil tes urine nya :

A. 7 orang perempuan:
1. SF (24) warga Batang Malas, positif ekstasi,
2. WF (24) warga Dorak, positif ekstasi,
3. AZ (18) warga Beran, positif ekstasi,
4. Nu (25) warga Handayani, positif ekstasi,
5. SS warga Anak Setatah, positif ekstasi,
6. RS (23) warga Imam Bonjol, positif ekstasi
Satu perempuan lainnya, RS (23) warga Handayani, urine nya megatif ekstasi.

B. 8 orang laki-laki diantaranya,
1. NAS (23) warga Rintis, positif ekstasi,
2. MS (23) warga Rintis, positf ekstasi,
3. MS (23) warga Insit, positif ekstasi,
4. TR (20) warga Kencana, positif ekstasi,
5. BF (23) warga Kampungbaru, positif ekstasi,
6. MA (15) warga Alah Air, positif ekstasi,
7. MB (27) warga Insit, positif ekstasi,

Satu orang lainnya, Ro (25) warga Insit negatif ekstasi.
"Setelah cek urine, yang bersangkutan kita periksa guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," kata Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP La Ode Proyek SH, Senin (9/7/2018).(dow)

Warga Desa Sungai Tohor Pertanyakan Kelanjutan Proyek Instalasi Pengelolaan Air

July 09, 2018
KEP MERANTI, SUNGAI TOHOR - Tokoh masyarakat Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti mempertanyakan kelanjutan fasilitas sistem penyediaan air minum (SPAM) Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di desa mereka.

Pasalnya, hingga saat ini SPAM yang menelan anggaran seberat Rp6,7 miliar tersebut belum juga beroperasi. Pembangunan proyek tersebut dimulai sejak 2016 lalu. Bahkan, instalasi SPAM IPA tersebut sudah terpasang ke ratusan rumah warga.

"Tahun lalu, pernah sekali beroperasi, namun cuma seminggu. Kemudian tidak pernah lagi hingga saat ini," ujar Abdul Manan, Minggu (8/7/2018).

Padahal kata Abdul Manan, warga desa telah berharap bisa langsung menikmati air bersih begitu SPAM tersebut selesai dibangun. Akibat tidak beroperasinya SPAM tersebut, warga desa terpaksa kembali mengandalkan air hujan.

"Kami sangat menyayangkan kenapa fasiltas tersebut tidak dioperasikan, warga sudah menunggu untuk menikmati air bersih," ujar Abdul Manan.(dow)

Tak Ada Anggaran, Pemkab Meranti Tak Bisa Penuhi Permintaan Dewan

July 07, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPU PRPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti tidak bisa memenuhi permintaan DPRD untuk melakukan kajian kelaikan terhadap jalan pelantar Sungai Juling, Kelurahan Selatpanjang Barat, Kecamatan Tebingtinggi.

DPU PRPKP beralasan tidak memiliki anggaran untuk melakukan kajian kelaikan terhadap jalan pelantar tersebut.

"Anggaran dari mana, kami tidak ada anggaran untuk itu. Melakukan kajian anggarannya tidak sedikit, sebab kita harus bayar tim dari luar DPU," ujar Kepala DPU PRPKP, Herman ST KG, Jumat (6/7/2018).

Kendati tidak melakukan kajian, namun Herman menyatakan jika sebagian jalan pelantar tersebut tidak laik lagi untuk dilalui kendaran. Terutama, bagian jalan pelantar yang telah miring ke arah laut.

"Kalau saya lihat, bagian yang miring itu sudah tidak laik lagi untuk dilewati. Terutama oleh kendaraan bermotor," ujarnya.

Kendati dinyatakan tidak lagi laik, hingga saat ini DPU belum juga menutup akses menuju jalan pelantar. Herman beralasan, jalan tersebut merupakan akses terdekat bagi warga dalam memobilisasi kebutuhan pokok.

"Kalau ditutup, mereka harus jauh memutar. Ongkos transportasi bisa tinggi, solusinya ya beban harus dikurangi," ujarnya.(dow)

Inilah Hasil Pengawasan dan Temuan Panwaslu Meranti Selama Pilkada 2018

July 06, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kepulauan Meranti menyampaikan hasil pengawasan dan temuan selama perhelatan Pilkada 2018. Temuan itu disampaikan saat pleno tingkat kabupaten, Kamis (5/7/2018).

Dipaparkan Ketua Panwaslu Kepulauan Meranti, ada beberapa pelanggaran selama Pilkada. Namun, hanya bersifat administrasi.

Berikut hasil pengawasan dan pelanggaran yang direkap Panwaslu Kepulauan Meranti

1.Di Desa Sungai Tohor Barat TPS 001 ada masyarakat Kampung Nerlang yang terdapat di DPT TPS 001 Desa Sungai Tohor Barat sebanyak 106 pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Sebab, akses menuju TPS di pisahkan oleh laut dan sungai. Dari KPU/ PPK/ PPS sudah melakukan upaya untuk menjemput pemilih yang ada di wilayah kampung Nerlang, namun karena hambatan tidak didapatkannya Bahan Bakar Kapal Motor sehingga tidak bisa dilakukan penjemputan pemilih yang ada di wilayah Kampung Nerlang.

2.Kelurahan selatpanjang Timur TPS 016 terjadi kejadian khusus dikarenakan H Agus Salim menggunakan hak pilih nya di TPS 016 Kelurahan Selatpanjang Timur. Seharusnya H Agus Salim menggunakan hak pilihnya di TPS 019 Kelurahan Selatpanjang Timur sesuai dengan DPT.

"Ini merupakan kelalaian petugas KPPS yang tidak cermat dalam melakukan penelitian admnistrasi pemilih," kata Syamsurizal.

3.Di Desa Alah Air TPS 005 Kecamatan Tebing TInggi juga terjadi kejadian khusus, dikarenakan Masrokhim menggunakan hak pilihnya di TPS 005 yang seharusnya menggunakan hak pilih di TPS 006 Desa Alah Air Kecamatan Tebing Tinggi sesuai dengan datar DPT.

4.Di desa Alai Selatan Kecamatan Tabing Tinggi barat ada kejadian khusus, dikarenakan an Hasan Basri menggunakan nya di TPS 002, yang seharusnya memilih di TPS 001  Desa Alai Selatan sesuai dengan daftar DPT.

5.Di Desa Bagan Melibur TPS 001 Kecamatan Merbau terjadi kejadian khusus, pemilih Jefri menggunakan hak pillihnya di TPS 001 Desa Bagan Melibur yang seharusnya menggunakan hak pilihnya di TPS 002 Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau sesuai dengan DPT.

6.Di Desa Bina Maju Kecamatan Rangsang Barat TPS 002 dan TPS 004 pada pukul 10.00 WIB Tanggal 27 Juni 2018 Ketua dan Anggota KPPS di TPS 002 dan TPS 004 telah meminta kepada saksi-saksi pasangan calon untuk menandatangani Formulir Model C-KWK dan C1-KWK yang seharusnya Formulir Model C-KWK dan C1-KWK ditandatangani setelah pemungutan dan perhitungan suara selesai dilaksanakan.

Terhadap kejadian tersebut Panwaslu Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan koordinasi dengan KPU Kabupaten Kepulauan Meranti untuk segera mengganti formulir Formulir Model C-KWK dan C1-KWK yang ada di TPS 002 dan TPS 004 Desa Bina Maju Kecamatan Rangsang Barat.

7.Perlu dicermati dan disiapkan TPS yang mudah diakses, karena masih terdapat 12 TPS yang sulit diakses penyandang disabilitas yaitu 8 TPS di Kecamatan Tebing Tinggi dan 4 TPS di Kecamatan Merbau.

8.Perlu pencermatan terhadap distribusi logistik karena masih ditemukan kekuranga;
  • Surat suara kurang 10 lembar  dari jumlah DPT + 2,5% di TPS 001 desa Tanjung kec Tebing Tinggi barat dan solusi PPL koordinasi dengan PPS untuk melengkapi dan sudah ditindaklanjuti.
  • TPS 002 Desa Kepau Baru surat suara kurang 9 lembar dari DPT+ 2,5% dan dibuatkan BA.
  • TPS 001 Sungai Tohor Barat kekurangan C1-KWK berhologram, PPL koordinasi dengan PPK agar segera melengkapi dan ditindaklanjuti PPK dengan melengkapi C1-KWK yang tidak berhologram.
  • TPS 001 desa Kayu Ara C1-KWK berhologram tidak ada, PPL koordinasi dengan PPK agar melengkapi dan ditindaklanjuti.

9.Perlu mencermati Kelengkapan KPPS, karena masih ditemukan di Kecamatan Tebing Tinggi petugas KPPS tidak bisa menunjukkan SK pada saat pemungutan Suara mau dimulai, pengawas TPS melalui PPL meminta dan berkoordinasi kepada PPK untuk dilengkapi dan ditindaklanjuti oleh PPK.

10.Perlu mencermati ketepatan waktu dan persiapan pelaksanaan pemungutan suara di TPS, karena masih terdapat 104 TPS tidak sesuai dikarena faktor cuaca hujan deras dan dibuka antara pukul 7.30   s/d 08.00 WIB, yaitu di 34 TPS Kecamatan Merbau dan 12 TPS di Tasik Putri Puyu, 12 TPS di Kecamatan Pulau Merbau, 1 TPS di Tebing Tinggi Timur, 45 TPS di Rangsang Barat.

11. Menyiapkan petugas KPPS untuk lebih cermat dalam menuangkan hasil Pemungutan dan perhitungan suara ke dalam formulir. Karena masih dijumpai kesalahan-kesalahan pada penulisan sehingga di lakukan perbaikan pada kertas formulir yang sama.

12. Kurang keterbukaan akses dari KPU Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi kendala dalam proses pengawasan logistik dan pungut hitung.

Terhadap temuan dan hasil pengawasan itu, Panwaslu merekomendasikan beberapa poin, diantaranya;

1.Agar KPU Kepulauan Meranti memasukkan nama-nama di daftar DPTb Pemilihan Gubernur Riau Tahun 2018 ke DPSHP untuk DPT Pemiliu 2019.

2.Perlunya KPU Kepulauan Meranti memberikan pemahaman TUPOKSI terhadap jajarannya.

3.KPU Kabupaten Kepulauan Meranti rmembuka ruang akses yang luas ke sesama Penyelanggara Pemilu dalam tahapan-tahapan Pemilu.

4.Agar KPU Kabupaten Kepulauan meranti menginstruksikan kepada PPS melalui PPK untuk memberikan Sanksi Administrasi terhadap Temuan  yang sudah direkomendasikan oleh Panwaslu Kecamatan kepada PPK.(dow)

Di Riau, Kepulauan Meranti Jadi Daerah Termiskin

July 04, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Angka kemiskinan di Provinsi Riau setiap tahunnya tercatat turun sekitar 0,37 persen. Kendati demikian, angka ini dinilai belum cukup untuk mengentaskan total kemiskinan yang ada.

Demikian hal itu diungkapkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, Sekretariat Wakil Presiden RI, Muhammad Arif Tasrif di Kantor Gubernur Riau, Selasa (3/7/2018).

Ia mengatakan, bahwa kondisi lemahnya perekonomian masyarakat yang ada di wilayah pedesaan menjadi penyumbang tertinggi angka kemiskinan di Riau.

Menurutnya, ini terjadi karena masih tingginya ketimpangan antar kelompok. Bahkan, faktor ini terindikasi sebagai bagian dari masalah kemiskinan hampir di seluruh wilayah di Indonesia dalam kurun waktu 50 tahun terakhir.

"Bagaimana mengatasi ketimpangan antar sesama penduduk miskin di Riau. Dalam prakteknya memeratakan kondisi sosial kemasyarakatan memang sulit dan setiap daerah punya tantangan yang berbeda," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Said Hasyim memaparkan, bahwa angka kemiskinan di daerahnya mencapai 28 persen. Angka ini, kata Said, juga sudah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai di atas 30 persen.

Sehingga tidak heran, jika dalam catatan diketahui, bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi daerah termiskin di Riau.

"Masalahnya di Meranti itu infrastruktur dasar seperti listrik dan air, termasuk akses jalan yang menghubungkan dari satu dserah ke daerah lain. Saat ini saja masih ada sekitar 20 persen masyarakat di daerah ini yang belum bisa menikmati listrik," urainya.(dow)

Pelantikan di Kepulauan Meranti, Kabag Humas dan Protokol Dijabat Heri Saputra

July 03, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Siang ini, Senin (2/7/2018) Pemkab Kepulauan Meranti menggelar pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat struktural eselon II, III, dan IV.

Kabag Humas Setdakab yang dulu dijabat Helfandi diganti dengan Heri Saputra SH. Heri yang juga ketua PSSI Kepulauan Meranti sebelumnya menjabat Kabid Mutasi di BKD Kepulauan Meranti. Helfandi dilantik menjadi Camat Tebingtinggi, menggantikan Rizki Hidayat.

Sedangkan Rizki Hidayat menjadi Penjabat Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora).

Pelantikan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi. Hadir saat pelantikan, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH, Kajari, Ketua Komisi I Edy Masyhudi. Hadir juga Sekda Yulian Norwis, kepala dinas dan badan, serta beberapa pejabat lainya.

Pelantikan dilaksanakan di Gedung Afifa Jalan Banglas Selatpanjang. Hingga berita ini diterbitkan, proses pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan pejabat struktural eselon II, III, dan IV, masih berlangsung.(dow)

Diresmikan, Warga Bisa Manfaatkan Mess Pemkab Meranti di Tanjung Balai

July 02, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Sejak dibangun pada 2015 lalu, mess Pemkab Kepulauan Meranti di Tanjung Balai Karimun, Kepri akhirnya diresmikan juga. Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir pada Jumat (29/6/2018) lalu.

Kabag Humas Setdakab Kepulauan Meranti, Helfandi mengungkapkan, peresmian mess tersebut juga dihadiri Bupati Tanjung Balai Karimun, Aunur dan wakilnya, Anwar Hasyim.

Menurut Helfandi, mess tersebut akan digunakan untuk warga Meranti yang berobat di Tanjung Balai Karimun. Ia mengatakan, mess yang memiliki kamar 8 unit tersebut sangat dekat dengan RSUD Tanjung Balai. 

"Hanya seratus meter saja jaraknya dari rumah sakit daerah, jadi sangat bermanfaat bagi warga Meranti yang nantinya akan berobat ke Tanjung Balai," ujar Helfandi, Minggu (1/7/2018).

Mess tersebut kata dia akan digratiskan bagi warga Meranti yang ingin berobat ke Tanjung Balai Karimun. Menurutnya, pembangunan mess tersebut sebagai bentuk pelayanan Pemkab Kepulauan Meranti di bidang kesehatan.

"Selain di Tanjung Balai Karimun, Pemkab Meranti juga memiliki mess di daerah-daerah lain, seperi Pekanbaru. Mess tersebut diharapkan dapat membantu warga mengakses pelayanan kesehatannya dengan cepat," ujarnya.(dow)

Se Kepulauan Meranti, Syamsuar - Edy Menang di Semua Kecamatan

June 28, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar- Edi Nasution menang di Kepulauan Meranti. Bahkan, di semua kecamatan, Syamsuar - Edi berhasil mengungguli lawan-lawannya.

"Semua kecamatan, kita menang," kata Ardiansyah, salah seorang tim pemenang Syamsuar - Edi di Kepulauan Meranti, Rabu (27/6/2018) malam.

Kata Ardiansyah, berdasarkan data yang mereka peroleh dari koordinator kecamatan, jumlah pemilih yang menggunakan hak suara sekitar 70.000an saja. 40.000an di antaranya memilih Syamsuar - Edi.

"Memang target kita memang di atas 60 persen di Kepulauan Meranti," tambah Ardiansyah.

Diakui Legislator Kepulauan Meranti itu lagi, memang ada beberapa TPS lebih unggul Paslon lain, namun tidak banyak. Bisa dihitung dengan jari.

Di Kepulauan Meranti, ada 9 kecamatan. Hingga Rabu malam, belum semua data per-TPS berhasil diperoleh. PAN Meranti masih menunggu data dari beberapa kecamatan yang jaraknya jauh dari Ibukota.(dow)

Terjatuh di Rumah Dinas, Asisten III Pemkab Meranti Meninggal Dunia

June 24, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Setelah sehari sebelumnya, Jum'at (23/6/18) kemarin Kepulauan Meranti kehilangan tokoh Politik, M Jufri sekaligus Mantan Wakil Ketua DPRD periode 2009-2014. 

Hari ini, Sabtu (24/6/18) Masyarakat  Kepulauan Sagu kembali berduka dengan kabar meninggal nya seorang Pejabat Senior, Drs T Akhrial (Asisten III Pemkab Kepulauan Meranti). 

Kabar ini sebagaimana disiarkan langsung Kepala Bagian Humas dan Protokol,  Helfandi melalui pesan di Media Sosial WhatsApp (WA). 

"Kabar duka menyelimuti Pemkab Kepulauan Meranti  ‎اِنّا لِلّٰهِ وَاِنّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ  ‎ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِيْهِ وَاعْفُ عَنْه اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَه Telah perpulang kerahmatullah  Bapak Drs. T. Akhrial  Asisten III Setda Kab. Kep. Meranti ( pagi ini Sabtu 23 Juni 2018 )  

```"Ya الله , ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia dan maafkanlah dia, Ya الله karuniakanlah dia surga dan selamatkanlah dia dari azab kubur dan neraka "``` ‎​​‎​آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ, " tulis Helfandi. 

Semasa hidup, Almarhum T Akhrial merupakan sosok pejabat yang disegani dan selalu menjadi  guru dan teladan dikalangan ASN Pemkab Kepulauan Meranti.  Selain menjabat Asisten III, beliau juga menjabat sebagai Ketua Badan Amin Zakat (Baznas) dan Ketua Umum LPTQ Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Almarhum dikabarkan meninggal di RSUD Selatpanjang sekira pukul 07.30 Wib, karena sebelumnya sempat terjatuh di Rumah Dinas nya. 

Saat ini, jenazah Almarhum telah dibawa keluarga  menuju Kota Batam untuk disemayamkan disana.(rls)

H-4 Idul Fitri 1439 H, Pemudik yang Datang ke Selatpanjang Capai 3.346 Orang

June 13, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Peningkatan jumlah pemudik sudah mulai terasa sejak H-12 Idul Fitri atau tanggal 3 Juni 2018. Peningkatan jumlah pemudik (yang datang ke Selatpanjang) hingga H-4 Idul Fitri, mencapai 3.346 orang.

Berdasarkan rekap data dari KSOP Selatpanjang, jumlah warga atau pemudik yang naik ke Selatpanjang mencapai 1.161 orang pada tanggal 3 Juni 2018.

Sedangkan pada tanggal 10 Juni 2018 atau H-5, pemudik meningkat mencapai 2.700 orang. Lalu, H-4 Idul Fitri atau tanggal 11 Juni 2018 kembali meningkat menjadi 3.346 orang. Dari 40 kunjungan kapal di Pelabuhan Tanjung harapan Selatpanjang.

Sedangkan jumlah pemudik yang keluar dari Selatpanjang paling tinggi terjadi pada tanggal 8 Juni 2018 atau H-7 Idul Fitri. Mencapai 1.430 orang.

Menurut Ade, Petugas Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhan KSOP Selatanjang, karena meningkatnya jumlah pemudik ini, ada penambahan kapal laut. Yaitu tujuan Tanjungbalai dan Batam serta ke Buton.

"H-3 Idul Fitri 1439 H yang masuk lebih kurang 2.800 orang sedangkan yang keluar sekitar 2.000-an," kata Ade, Selasa (12/6/2018).(dow)

source : www.beritameranti.com

Kapal Berisi Minuman Kaleng Ditangkap, Pemkab Meranti Surati BC Tanjung Balai

June 11, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DisperindagKop UKM) telah melayangkan surat kepada Kanwil Bea dan Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.

Hal ini terkait ditahannya 4 unit kapal milik pengusaha asal Kepulauan Meranti yang membawa minuman kaleng untuk kebutuhan lebaran dari negara Jiran Malaysia.

Kepala Bidang Perdagangan, DisperindagKop UKM Kepulauan Meranti, Ade Suhartian mengatakan bahwa upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kepulauan Meranti dalam persiapan lebaran.

"Saat menjelang lebaran, bagi masyarakat Kepulauan Meranti minuman kaleng ini menjadi wajib dan tradisi untuk disuguhkan saat ada tamu yang datang, jadi bisa dikatakan tidak afdhal jika lebaran tidak ada air kaleng," kata Ade, Minggu (10/6/2018)

Akibat ditahannya empat unit kapal lintas batas itu, air kaleng di Kepulauan Meranti menjadi langka dan harganya pun melambung tinggi.

"Kita sifatnya hanya menyurati dan memohon agar kapal tersebut dilepaskan yang notabene membawa kebutuhan lebaran. Sebelumnya Bupati juga sudah berkoordinasi kesana, saat ini stok sudah menipis dan harganya pun mahal," ungkap Ade

Minuman kaleng asal Malaysia sudah menjadi kegemaran sejak turun temurun bagi masyarakat pesisir Riau khususnya Kepulauan Meranti, apalagi saat menjelang lebaran tiba, permintaan akan air kaleng ini mencapai puluhan ribu cans.

"Ada beberapa faktor yang menjadikan kenapa air kaleng Malaysia ini menjadi favorit saat lebaran. Selain enak, harganya pun lebih murah dibandingkan produk dalam negeri, selisih harga mencapai 15 ribu, dan jaraknya pun dekat sehingga tidak membutuhkan cost tinggi untuk pengiriman," kata Ade Suhartian lagi. 

Ditahannya empat kapal pembawa kebutuhan lebaran ini pun menimbulkan polemik di sebagian masyarakat. 

Buruh serta puluhan masyarakat Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti menggeruduk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Selatpanjang, Jumat (8/6/2018) malam.

Mereka menuntut pihak beacukai menjelaskan bertanggung jawab atas penangkapan ini. 

Dalam aksi tersebut pihak Bea Cukai menerima beberapa perwakilan buruh serta masyarakat untuk bermediasi serta mendengarkan aspirasi ke dalam ruang pertemuan kantor Bea Cukai Selatpanjang.

Salah seorang perwakilan masyarakat dengan tegas mempertanyakan mengapa sampai saat ini kapal tersebut tidak dilepaskan.

"Terkesan berbelit-belit dalam proses pemeriksaan tersebut. Apakah Beacukai tidak tahu bahwa kapal itu membawa stok minuman untuk masyarakat Meranti. Kalau kita lihat dari izin serta kelengkapan surat kapal serta manifes sudah sesuai aturan, apakah ini ada indikasi ingin menyengsarakan masyarakat Meranti. Kebiasaan masyarakat Meranti kalau lebaran itu ada minuman kaleng pak,” teriak seorang perwakilan masyarakat.

"Ini menyangkut khalayak ramai, hajat hidup orang banyak seperti buruh bongkar muat dan yang paling penting adalah langkanya minuman kaleng serta harga yang tinggi makin mencekik masyarakat meranti, beacukai harus tahu itu,” kata seorang perwakilan buruh.

Sementara itu kepala kantor pos Bea Cukai Selatpanjang, Frengki menjelaskan pihaknya akan komunikasikan hal ini ke kantor Bea Cukai Bengkalis serta ke kanwil Bea Cukai Pekanbaru untuk dikomunikasikan ke kanwil Tanjung Bapai, apa yang menjadi aspirasi masyarakat yang hadir. 

“Saya sangat mengerti dengan keluhan masyarakat Meranti terkait stok minuman yang masih tertahan. Sekali lagi saya sampaikakan tidak ada konspirasi oleh pihak Bea Cukai terkait tertahannya minuman ini,” tutup Frengki.(dow)

Mengundurkan Diri Jadi PPTK, Sekda Meranti Akan Nonjobkan PNS

June 07, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Sekdakab Kepulauan Meranti, Yulian Norwis langsung menonjobkan sejumlah pejabat yang mengundurkan diri dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Yulian Norwis menilai sejumlah pejabat yang mengundurkan diri dari PPTK tersebut hanya ingin senang saja.

"Dia ingin jadi pejabat, tapi tidak ingin menjalankan tugas yang diamanahkan. Berarti dia ingin senang saja," ujar Yulian, Kamis (7/6/2018).

Yulian juga menyayangkan sejumlah pejabat tersebut mundur sebagai PPTK di saat kegiatan akan berjalan. Mundurnya sejumlah pejabat menjadi PPTK tersebut kata dia bisa menyebabkan kegiatan batal dilaksanakan.

"Kalau mau mundur ya kan bisa di awal tahun, jangan di pertengahan tahun seperti ini. Kita semua kan tau kalau pertengahan tahun kegiatan akan dimulai," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kepulauan Meranti, Aready mengaku bingung lantaran sejumlah stafnya mundur dari jabatan PPTK. Padahal, sejumlah pejabat tersebut harus mempersiapkan proyek fisik yang harus dikerjakan dan selesai pada tahun ini juga.

"Perbaikan ponton Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang dan pembangunan pelabuhan di Desa Semukut, Kecamatan Pulau Merbau, kedua proyek tersebut PPTK-nya mundur," ujar Aready.

Menurut Aready, sejumlah stafnya tersebut mundur lantaran proyek kegiatan fisik pada tahun sebelumnya dipermasalahkan oleh sejumlah pihak. Akibatnya, stafnya tidak semangat lagi menjabat sebagai PPTK.

"Padahal, saat ini PPTK sangat diperlukan sekali dalam merealisasikan pembangunan daerah," ujarnya.(dow)

Disdikbud Mengakui Sistem Zonasi Belum Maksimal Diterapkan di Meranti

June 05, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kepulauan Meranti, Rosdaner mengaku jika sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2018 untuk SD dan SMP tidak bisa diterapkan sepenuhnya di Meranti. Sebab kondisi pendidikan di Meranti saat ini belum merata.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)
Kabupaten Kepulauan Meranti, Rosdaner
"Susah diterapkan, sebab kualitas sekolah belum merata," ujar Rosdaner, Senin (4/6/2018).

Lagipula minat belajar siswa di perkampungan tidak seperti di perkotaan.

"Minat belajar siswa di daerah pedesaan juga masih minim. Bisa jadi sekolah tersebut tidak ada murid jika zonasi benar-benar diterapkan," ujarnya.

Kendati demikian, Rosdaner mengimbau pihak sekolah di perkotaan agar menerapkan sistem zonasi.Menurutnya, sistem zonasi tersebut  bisa meminimalisir adanya pungli ataupun siswa titipan.

"Sebenarnya sistem ini sangat bagus, sekolah favorit juga tidak akan ada. Namun masih banyak kendala," ujarnya.(dow)