Ekonomi

Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Aspal Yang Diberikan PHE Tidak Berkuwalitas

November 12, 2019
PELALAWAN, KERUMUTAN - Pengaspalan jalan oleh PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) di Kerumutan yang sempat molor menjadi perhatian, sejumlah tokoh masyarakat menilai jalan sepanjang dua kilo meter di Dusun Bukit Garam Kelurahan Kerumutan Kecamatan Kerumutan asal jadi dan tidak mementingkan kwalitas.

Dari pantauan masyarakat, Proses pengerjaan jalan seperti dikejar waktu atau buru - buru, bahkan bekas aspal lama pun tidak dibuang, dengan demikian terlihat perusahaan tidak serius membangun jalan tersebut atau hanya sekedar melunturkan kewajiban semata.

"Saya sudah beberapa kali melihat pengerjaan jalan oleh pihak Pertamina, amat disayangkan pengerjaan nya seperti asal asalan. Kita melihat dari bes yang sangat tipis dan bekas aspal lama tidak mereka kupas, terus terang kita meragukan kuwalitas nya," ucap Saripudin (47) kepada awak media melalui pesan WhatsAppnya Jum'at (8/11/2019).

Saripudin juga menambahkan bahwa tidak ada bahu jalan yang dibangun, pengerjaan seakan mau cepat selesai.

"Perusahaan sepertinya sengaja melakukan hal tersebut untuk melunturkan kewajiban semata, bahkan bahu jalan tidak mereka buat, begitu juga dengan saluran air, hanya memakai pipa WC berdiameter 6 mm." tutupnya.

Tidak hanya itu, Eri Go (40) mempunyai penilaian yang sama dengan Saripudin, Eri juga meragukan ketahanan jalan yang dikerjakan perusahan minyak tersebut. Bahkan ketidak puasannya sempat ditanya kepada salah seorang mandor yang bertugas.

"Pernah saya tanya sama mandornya berapa ukuran ketebalan besnya, dia tidak bisa tentukan, ada tebal ada tipis sesuai kondisi jalan, gitu katanya. Terus terang kuwalitasnya tidak bagus, kalau kita bandingkan dengan aspal Pemda jauh bang, ini dari Pertamina seharusnya lebih tebal dan lebih bagus," harapnya.(jon/fero)

Cegah Stunting Pendamping Program Inovasi Desa (PID) Bandar Petalangan Taja Pelatihan

September 28, 2019
PELALAWAN, BANDAR PETALANGAN -  Camat Bandar Petalangan Faisal S.STP, mengapresiasi pelatihan peningkatan sumberdaya manusia cegah stunting yang diadakan Pendamping Program Inovasi Desa (PID), acara diselenggarakan diaula kantor Camat Bandar Petalangan Selasa (24/9/2019).

Berdasarkan data dari Kepala Puskesmas Madani Bandar Petalangan Rita Widuri, SKM, Kecamatan Bandar Petalangan termasuk urutan kedua terbanyak terjadi kasus stunting tingkat Kabupaten Pelalawan.


Menanggapai hal tersebut, Camat Faisal dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus Program Inovasi Desa (PID) Bandar Petalangan yang telah mengadakan kegiatan pelatihan peningkatan sumber daya manusia guna untuk mencegah stunting di Kecamatan Bandar Petalangan ini.

Selanjutnya masih dalam sambutannya, Faisal juga mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut, karena sangat bermanfaat untuk mengurangi terjadinya stunting di Kecamatan Bandar Petalangan.
"Saya selaku kepala pemerintahan di Kecamatan Bandar Petalangan, sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan yang ditaja oleh PID ini, karena kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mengurangi terjadinya kasus stunting di Kecamatan Bandar Petalangan ini.” tuturnya.

Tidak hanya itu, ia juga berpesan kepada kader PID yang mengikuti kegiatan pelatihan, para perwakilan desa diharapkan agar mengikuti dengan baik dan serius, supaya ilmu yang didapat bisa disampaikan kepada masyarakat yang ada di desa.

" Kepada perwakilan desa agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan serius, agar ilmu yang diperoleh dapat disampaikan kepada masyarakat kita yang ada di desa. Pelatihan ini berguna dan bertujuan agar kasus stunting dapat dicegah di Kecamatan Bandar Petalangan ini,” harap Faisal.

Hadir dalam kesempatan itu Camat Bandar Petalangan Faisal, S.STP, Kasi PMD Yurnadias, SP, Kepala Puskesmas Madani Bandar Petalangan Rita Widuri, SKM sekaligus sebagai nara sumber, serta pendamping PID Bandar Petalangan dan para peserta kader PID setiap desa.(jon)

IPMK Akan Ambil Tindakan Tegas

September 19, 2019
PELALAWAN, KERUMUTAN - Hasil mediasi antara PT. Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Ikatan Pemuda Mahasiswa Kerumutan (IPMK) yang diadakan di aula Kantor Camat kerumutan beberapa waktu lalu  menghasilkan kesepakatan berupa pengaspalan jalan sepanjang 6 (Enam) km sampai saat ini masih belum terealisasi.

Bahkan dalam waktu dekat ini yakni November 2019 mendatang, PHE akan menambah pengeboran Eksplorasi Sumur Bingo-1 di Desa Kopau Kecamatan Kerumutan.

Ketua koordinator IPMK Adi Saputra SE (34), ketika dikonfirmasi Kamis (19/9/2019), di Pangkalan Kerinci menyayangkan sikap perusahaan minyak tersebut, karena hasil kesepakatan beberapa waktu lalu belum dipenuhi dan sekarang malah ingin menambah sumur minyak di Kerumutan.

"Silahkan tambah sumur minyak, tapi penuhi dulu permintaan kami, jangan asal tambah saja, Masyarakat sudah cukup sabar menunggu sampai Oktober 2019, bahkan sudah setahun," Ucap Adi.

Ketua IPMK juga menegaskan, jika PHE tidak menepati janji sampai waktu yang ditentukan, maka masyarakat Kerumutan akan mengambil tindakan tegas seperti yang telah disepakati, salah satunya menghentikan operasional PHE di Kerumutan.

"Bermacam alasan perusahaan kita terima, jika sampai waktu yang ditentukan tuntutan masyarakat tidak dipenuhi, maka kita akan menghentikan operasional PHE di Kerumutan",tegasnya. 

Sementara itu Humas PHE Darwis, ketika dihubungi lewat telfon celulernya Kamis (19/9/2019), mengatakan akan segera memenuhi janji kepada masyarakat, sebagai mana yang telah disepakati beberapa waktu lalu.Keterlambatan terjadi karena penyusunan kontrak dengan pemenang tender.

"Kemaren sudah kita kabari ke masyarakat, Sudah kita bicarakan lagi, bahwa Pengerjaan akan segera kami lakukan October mendatang", ucapnya.

Kita tunggu saja, intinya jalan yang menjadi tuntutan masyarakat akan segera di aspal.(Jon)

Inovasi Pemkab Pelalawan Kembangkan Kelapa Sawit

April 16, 2019
PELALAWAN, LANGGAM - Peningkatan Penguatan Sistem Inovasi untuk mendukung perekonomian daerah yang kuat dan berdaya saing tinggi menjadi tujuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan sebagaimanan tertuang dalam misi Pembangunan Kabupaten Pelalawan tahun 2016-2021, salah satunya program Pelalawan Inovatif. Dan untuk memiliki daya saing yang tinggi inilah, Pemkab Pelalawan kini telah membangun Kawasan Technopark yang berada di Kecamatan Langgam.

Menteri Puan Maharani resmikan kawasan teknopark Pelalawan
Sebagai salah satu program strategis Pemkab Pelalawan yakni Pelalawan Inovatif, dibangunlah sebuah kawasan terpadu yang menampung sector sektor indutri dan tempat bekerjanya para teknokrat dan ilmuwan dalam mengembangkan revolusi industry, Kawasan yang diberi nama kawanan Tekno park Pelalawan merupakan suatu kawasan industri yang terpadu dengan perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga kerja terampil dan pusat riset sebagai pendorong inovasi, dan ini dibangun atas dukungan investasi swasta dan Pemerintah. Pembangunan Kawasan Tekno park Pelalawan merupakan inisiatif Pemkab Pelalawan mewadahi pencapaian visi MP3EI 2011-2025 sekaligus merealisasikan pencapaian sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan 2011-2016.

Konsep Kawasan Tekno park Pelalawan itu sendiri adalah menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset. Apalagi Kabupaten Pelalawan yang berada pada Koridor Ekonomi Sumatera berperan strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Soalnya, di samping berada pada posisi konektivitas yang istimewa juga karena Kabupaten Pelalawan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial dengan komoditi kelapa sawit, perkayuan, gas, minyak bumi dan batubara yang juga menjadi komoditi andalan Koridor Ekonomi Sumatera.

Dalam upaya menanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai strategis peranan ilmu pengetahuan, tehnologi dan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa serta untuk menghargai prestasi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi. Artinya, seminar internasional dalam peringatan Harteknas ini menjadi kesinambungan program di Kawasan Tekno park. Bukan perkara mudah mewujudkan Kawasan Tekno Park dan proses pembangunannya. Komitmen yang kuat untuk menjalankan dan mewujudkan secara penuh.

"Kami sangat butuh dukungan pemerintah pusat dalam mewujudkan Kawasan Tekno park ini. Sebagai pusat pendidikan dan inovasi teknologi di bidang industri kepala sawit," tukas Bupati Pelalawan HM Harris 

Menteri Koordinator SDM Puan Maharani resmikan
kawasan Teknopark Langgam, Pelalawan 
Menurutnya, sekitar 75 persen masyarakat Pelalawan menggantungkan hidup melalui perkebunan sawit. "Petani kebun kita tidak hanya diharapkan menjadi pemilik dan pekerja kebun saja, tetapi bisa mandiri yang bukan hanya pemilik, namun bisa mengolah sendiri dan memasarkannya langsung," ujarnya.

Provinsi Riau telah memiliki predikat sebagai salah satu lumbung energi nasional dan penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Sumatera, khususnya sektor pertanian dan perkebunan. Pada sektor perkebunan, kelapa sawit merupakan komoditi yang memberikan kontribusi besar bagi PDRB Kabupaten Pelalawan.

Industri sawit di daerah ini terutama di bidang perkebunannya telah memberikan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan yang besar bagi masyarakat. Pengelolaan usaha kebun sawit telah mengalami perubahan besar, dengan stigma kolonial yang memposisikan pengelolaan industri ditanagni oleh para konglomerat.

Saat ini, perkebunan sawit di Kabupaten Pelalawan dengan luas secara keseluruhan 388 hektare dikelola oleh masyarakat. Karena itu, dalam upaya mendukung pengembangan wilayah, Kabupaten Pelalawan telah mencanangkan komersialisasi riset dan tehnologi kelapa sawit. Komitmen tersebut antara lain diwujudkan dengan mengembangkan Techno Park dengan bidang Teknologi berbasis Sawit

Pemkab Pelalawan dengan dukungan Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) telah mengembangkan kawasan Pelalawan Techno Park sejak tahun 2012 sebagai wahana edukasi, pengembangan inovasi dan tehnologi berbasis sawit. Kawasan Techno Park Pelalawan merupakan Techno Park terluas di Indonesia, lebih kurang 3.754 Ha dan menjadi bagian dari 100 Techno Park serta menjadi salah satu dari 5 Techno Park percontohan di Indonesia.

Konsep Kawasan Tekno park Pelalawan itu sendiri adalah menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset. Apalagi Kabupaten Pelalawan yang berada pada Koridor Ekonomi Sumatera berperan strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Soalnya, di samping berada pada posisi konektivitas yang istimewa juga karena Kabupaten Pelalawan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial dengan komoditi kelapa sawit, perkayuan, gas, minyak bumi dan batubara yang juga menjadi komoditi andalan Koridor Ekonomi Sumatera.

Kawasan Techno Park Pelalawan dibagi ke dalam 7 zona yakni zona pendidikan, zona riset, zona industri, zona pemukiman, zona konservasi, zona komersial dan zona publik. Pada zona pendidikan seluas 100 Ha, yakni lokasi yang telah terbangun gedung ST2P. Gedung ini merupakan pilar utama dalam penyiapan sumber daya manusia penggerak aktivitas pada kawasan unggulan ini. Beroperasi sejak tahun 2016, ST2P terus berkibar melaksanakan proses belajar mengajar dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini dan di masa yang akan datang. Dan sampai dengan tahun kedua ini, jumlah mahasiswa yang belajar di kampus Techno Park ini sudah berjumlah sebanyak 103 orang.

Menko kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Teknopark
Dengan keberadaan pendidikan tinggi ini yang dikelola Yayasan Amanah Pelalawan dan dukungan pembiayaan dari APBD Kabupaten Pelalawan serta bantuan CSR sejumlah perusahaan, ini merupakan bentuk kontribusi daerah dalam pengembangan dan penyediaan SDM berkualitas di negeri ini, sebagaimana juga menjadi fokus pemerintah pusat. Selanjutnya, dalam upaya mewujudkan visi dan misi Techno Park Pelalawan yakni pembangunan yang berbasis masyarakat dilakukan upaya pemberdayaan dan revitalisasi kebun sawit masyarakat atau sering disebut dengan kebun sawit swadaya.

Melalui kesepakatan 6 pihak yakni Pemkab Pelalawan, BPPT, PT Rekayasa Engineering, PT Pindad Persero, Dewan Minyak Sawit Indonesia dan PPKS Medan, yang bersepakat melakukan upaya pemberdayaan dan revitalisasi kebun sawit swadaya sekaligus membangun berbagai pabrik terkait sebagai wujud kemandirian dan fungsionalisasi Kawasan Teknologi Pelalawan.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan antara lain; menghimpun petani swadaya dalam koperasi yang kemudian dikorporatisasi, pengelolaan kebun sawit dari perorangan ke manajemen korporasi sehingga lebih mudah dan efektif dalam menerapkan praktek budidaya yang baik. Dilakukan pula pengurusan secara bersama sertifikat lahan yang disejalankan dengan program TORA, pengurusan dan perolehan sertifikat ISPO, pembangunan pabrik kelapa sawit oleh koperasi yang bekerjasama dengan pihak ketiga dengan sistim BOT dan target 4 tahun pabrik sepenuhnya menjadi milik koperasi, serta membangun berbagai pabrik yang mengolah limbah dan produk ikutan sebagai sumber pendapatan koperasi.

Dengan demikian program pemberdayaan ini akan meningkatkan nilai tukar dan kesejahteraan petani, karena adanya kepqastian usaha, keuntungan penjualan tandan buah segar dengan memperhitungkan tandan kosong dan cangkang, harga jual lebih baik dan adanya keuntungan dari bagi hasil usaha koperasi. Sehingga pada akhirnya, program ini benar-benar akan mempersiapkan masyarakat untuk mandiri dalam ekonomi dan bahkan mewujudkan salah satu point dari Trisakti Pembangunan Indonesia dariri yakni berdikasi dalam bidang ekonomi. 

Apalagi kelapa sawit sampai saat ini merupakan produk unggulan di Indonesia yang saat ini mwnghadapi berbagai isu terkait pengelolaannya. Secara umum kendala yang dihadapi oleh industri sawit di Kabupaten Pelalawan seperti umumnya indutri sawit nasional yaitu tingkat peoduktivitas kebun sawit yang dikelola oleh masyarakat masih jauh dari harapan, nilai tambahnya masih relatif rendah dan administrasi pengelolaan persawitan belum memadai. Kondisi ini diperparah dengan adanya kampanye negatif yang dikembangkan oleh masyarakat Uni Eropa serta negara-negara barat lainnya sejak tahun 1970-an.

Permasalahan-permasalahan tersebut telah menjadi acuan bagi Pemkab Pelalawan untuk berbenah diri dan menjadikan sawit Pelalawan dikelola secara berkelanjutan sesuai Indonesian Suistainable Palm Oil (ISPO) dan berdaya saing tinggi guna mendukung pencapaian Suistainable Development Goals (SDGs). Karena itu, sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi Pelalawan Technopark dan dalam upaya memperoleh rekomendasi pengelolaan industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi serta mensosialisasikan hasil riset tehnologi dan inovasi terkini, Pemkab Pelalawan bekerjasama dengan ST2P dan dukungan Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Tehnologi dan Pendidikan Tinggi RI, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Bank Riau Kepri melaksanakan kegiatan seminar internasional ini. (advertorial)

DPMD Bengkalis Riau Gelar Pelatihan Pengelolaan Aset Desa Berbasis Sipades

March 24, 2019
BENGKALIS, DURI - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa atau DPMD Bengkalis mengelar pelatihan pengelolaan aset desa berbasis aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Aset Desa (SIPADes) sejak Kamis kemarin di hotel Horison Bengkalis hingga hari ini, Minggu (24/3).

Pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan peningkatan kapasitas Pemerintah Desa dalam melakukan Pengelolaan terhadap Aset Desa terutama dalam menggunakan aplikasi SIPADes. Kepala Bidang Pemerintahan Desa DPMD Bengkalis Asnurial mengungkapkan,  dalam pelatihan ini pihak DPMD Bengkalis menghadirikan aparatur pemerintah desa, khususnya para pengurus aset desa, seluruh Kepala Urusan (Kaur) Umum dari 136 desa di Kabupaten Bengkalis

Menurut dia, pelatihan pengelolaan aset desa berbasis aplikasi SIPADes ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman, terutama Kaur Umum Pemerintahan Desa dalam melakukan pengelolaan aset di desa masing masing.

“Selain itu, kita juga inin ada peningkatkan dan penyelarasan pemahaman bersama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik ke depan, khususnya melalui pengelolaan aset desa yang baik dan benar,” terang Asnurial.

Melalui pelatihan ini, seluruh desa di Bengkalis diharapkan dapat melakukan inventarisasi aset desa secara lengkap dan akurat. Dapat mengelola aset desa secara akuntabel dan berdayaguna, sehingga dapat berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

"Karena, akuntabilitas transparansi pengelolaan aset desa sangat penting dan turut menentukan kemajuan sebuah desa,” tambahnya.

Masih kata Asnurial, narasumber kegiatan pelatihan untuk 136 Kaur Umum tersebut dari langsung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurut narasumber Kemendagri tersebut, Kabupaten Bengkalis merupakan daerah pertama di Provinsi Riau yang melaksanakan pelatihan pengelolaan aset desa berbasis aplikasi SIPADES.

Lebih lanjut Asnurial menjelaskan, SIPADes merupakan aplikasi pencatatan administrasi aset desa yang amanatkan Permendagri Nomor 1 Tahun 2016, mulai dari perencanaan, pengadaan, penata usahaan sampai dengan penyajian laporan yang dilengkapi dengan kodefikasi dan labelisasi aset desa sesuai dengan pedoman umum kodefikasi aset desa. Aplikasi SIPADes mulai dibangun sejak tahun 2016 dan dikembangkan di tahun 2017, serta siap di implementasikan mulai Tahun 2018.

Tujuan pembangunan dan pengembangan aplikasi SIPADes diantaranya untuk menertibkan kepemilikan aset sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga meminimalisir resiko hilangnya aset desa.

Kemudian, untuk menertibkan penggunaan aset untuk berdaya guna dan berhasil guna bagi pemerintah dan masyarakat desa. Serta, untuk mempermudah Kepala Desa dalam menyampaikan laporan kekayaan milik desa dan sebagai alat bantu pemerintah desa dalam tata kelola aset yang dimiliki.

"Kita diseluruh desa di Kabupaten Bengkalis siapmengimplementasikan aplikasi SIPADES ini. Untuk itu kegiatan pelatihan ini kita selenggarakan,” pungkasnya.(dow)

APDESI Pelalawan Sebut Dana Desa Tahun Ini Ada Peningkatan

February 07, 2019
PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Pelalawan mengakui dana desa tahun ini meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu. Namun peningkatanya sedikit.

"Memang naik tahun ini. Tapi sedikit," kata ketua APDESI Pelalawan Edi Maskor, Rabu (6/2/2019). Edi tidak merinci kenaikan dana tersebut. Namun diakuinya dana desa untuk tahun ini belum cair.

"Biasanya memang Maret baru cair," ujar Edi.

Sebelumnya, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Pelalawan Zamhur Das mengatakan dana desa tahun ini mengalami peningkatan. Bukan hanya soal peningkatan. Tahun ini juga kelurahan dapat bagian dana desa. Tahun lalu, kelurahan memang tidak dapat. Ada 14 kelurahan dan 104 desa di Pelalawan.

Zamhur juga mengatakan dana desa diperkirakan akan cair pada Maret nanti. Dana desa sendiri ditransfer pusat langsung ke kabupaten / kota tanpa melalui propinsi. Setelah itu, baru ditransfer ke rekening masing - masing desa. Dan desa masuk dalam anggaran Dana Alokasi Umum (DAU). (dow)

Pemkab Inhu Bakal Ubah Sistem Pembayaran PJU

January 27, 2019
INDRAGIRI HULU, RENGAT - Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) saat ini masih melakukan proses audit terhadap tagihan listrik Penerangan Jalan Umum (PJU) dari PLN. Proses audit tersebut berlangsung selama tujuh hari kerja dan dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Inhu.

Apabila proses audit selesai, maka Pemkab Inhu akan melakukan pembayaran tagihan tunggakan PJU tersebut. Sementara itu, ke depan Pemkab Inhu sudah menyiapkan rencana baru terkait pembayaran listrik. Seperti yang diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu, Hendrizal kepada awak media beberapa waktu lalu Pemkab Inhu akan beralih ke sistem prabayar atau sistem token.

"Ke depan kita tidak akan menerapka seperti yang kemarin (sistem pascabayar red), kit akan menerapkan sistem voucher," kata Hendrizal.

Oleh karena itu, Pemkab Inhu akan melakukan pengisian ulang. Untuk pengelolaanya akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Inhu, bukan lagi menjadi tanggungjawab Bagian Umum Setdakab Inhu. Selain itu, Pemkab Inhu akan melakukan sejumlah langkah penghematan dengan cara mengganti lampu yang memilki beban arus terlalu besar.

"Sekarang ada lampu yang 500 watt, daya sebesar itukan bisa digunakan untuk satu rumah, rugi kita," kata Hendrizal.

Oleh karena itu, untuk penghematan lampu yang menggunakan daya terlalu besar akan diganti dengan lampu yang menggunakan daya 60 watt.

"Kita netralkan dengan lampu 60 watt tapi tetap terang," kata Hendrizal.(dow)

source : berita inhu

APBD Pelalawan 2019 Sudah Bisa Direalisasikan

January 23, 2019
PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pelalawan tahun 2019 sudah bisa digunakan. Dinas Pengelola Keungan dan Aset Daerah (DPKAD) sebut kegiatan sudah bisa dijalankan.

Kepala DPKAD Kabupaten Pelalawan, Davidson Saharuddin melalui Sekretaris, Hanafi mengatakan, APBD 2019 sudah bisa dilaksanakan.

"APBD tahun ini sudah bisa dilaksanakan, termasuk untuk kegiatan fisik itu sudah bisa dimulai," terang Hanafi saat berbincang dengan wartawan, Rabu (23/1/19).

Dijelaskan Hanafi, seluruh kegiatan yang bersumber dari APBD 2019 sudah bisa dilaksanakan. Sebab, dana untuk kegiatan tersebut sudah tersedia di kas, termasuk untuk pembayaran gaji pegawai.

"Kami sudah siapkan untuk pembayaran gaji, dananya kan sudah tersedia. Tinggal pengajuan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saja. Tinggal OPD mengajukan," tandasnya.

Sebagai data tambahan, sebelumnya, DPRD Pelalawan sudah mengesahkan, Ranperda APBD menjadi Perda melalui rapat paripurna pada bulan Desember 2018. Pada saat itu diketahui APBD Pelalawan Tahun Anggaran 2019, senilai Rp 1,6 Trilyun setelah penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK).  APBD Pelalawan TA 2019 ini, naik Rp 200 milyar dari APBD TA 2018 yang hanya Rp 1,4 Trilyun.(dow)

Setiap Rumah Tangga Dipungut Retribusi Sampah di Indragiri Hulu

January 22, 2019
INDRAGIRI HULU, RENGAT - Setiap rumah tangga dipungut retribusi sampah di Indragiri Hulu, ini besar tagihannya dan akan mulai diberilakukan tahun 2019 ini oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Tahun 2019 ini DLH Indragiri Hulu (Inhu) resmi menangani pengelolaan sampah di Kabupaten Inhu.

Oleh karena itu, DLH Inhu mulai melakukan sosialisasi ke sejumlah kecamatan berkenaan dengan retribusi sampah yang akan diterapkan. Kepala DLH Inhu, Selamat menerangkan penerapam retribusi sampah itu sesuai dengan Peraturan Daerah nomor 01 tahun 2012.

Sesuai dengan Perda tersebut dirincikan besaran retribusi untuk setiap objek. Untuk rumah tangga diterapkan retribusi Rp 2000 per bulan. Sementara yang paling tinggi adalah Rumah Sakit (RS) swasta dan klinik swasta sebesar Rp 50 ribu per bulan.

Selain itu, dalam Perda tersebut juga diatur pungutan untuk lembaga pemerintah dengam besaran yang berbeda dengan lembaga swasta, yakni Rp 20 ribu untuk perkantoran pemerintah dan klinik pemerintah dan Rp 25 ribu untuk RS pemerintah.

Selamat berkata retribusi itu akan mulai dipungut dalam waktu dekat. DLH Inhu saat ini masih menunggu penandatanganan SK pejabat yang ditunjuk untuk mengelola pungutan tersebut.

"Pejabatnya harus di SK kan oleh Bupati, sudah diajukan tingga tunggu turun," kata Selamat.

Selamat menerangkan retribusi itu diharapkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Inhu. Seperti yang disampaikannya PAD dari retribusi sampah diperkirakan mencapai Rp 300 juta.

Namun Selamat berkata pungutan retribusi tersebut masih belum bisa diterapkan di seluruh kecamatan. Pasalnya sosialisasi belum dilakukan di seluruh kecamatan. Selain itu, jumlah penduduk yang besar dan wilayah yang luas sehingga belum mampu dijangkau semua petugas.

Untuk tahap awal ini sejumlah wilayah yang menjadi prioritas pungutan retribusi sampah tersebut adalah Kecamatan Pasir Penyu, Kecamatan Rengat, Kecamatan Seberida, Kecamatan Peranap, Kecamatan Rengat Barat, dan Kecamatan Lirik. (dow)

source : berita inhu

Proyek APBN 2018 Senilai Rp 259 Juta Lebih di Siak Tak Selesai Tepat Waktu

January 20, 2019
SIAK, BUNGARAYA - Proyek nasional dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 senilai Rp 259 juta lebih di Suak Merambai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak tak selesai tepat waktu. Proyek pembangunan MDA 2018 senilai Rp 259 juta lebih di kampung Suak Merambai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak tidak selesai pada batas waktu tanggal 31 Desember 2018.

Kepala Desa (Penghulu) kampung itu tetap memberikan izin untuk menyekesaikan pekerjaan hingga Januari 2019 ini. Anggarab proyek tersebut dari APBN 2018. Volume bangunan terdiri dari gedung MDA 3 ruangan, dengan luas 19,5 x 20 meter persegi. Lokasi pembangunan berasa pada dusun II, yang dikenal dengan sebutan kampung Aceh.

Penghulu Kampung Suak Merambai, Syamsuri mengakui dirinya mengizinkan pembangunan dilanjutkan pada Januari 2019. Alasannya karena telah minta petunjuk kepada Camat Bungaraya Hendi Darhavin, pendamping dan pelaksana teknis.

"Surat perjanjian dengan tukang memang lupa membuatnya," aku dia kepada Tribunsiak.com, Rabu (16/1/2019).

Dia juga mengatakan, keterlambatan penyelesaian bangunan itu akibat banyak tukang yang libur. Ditambah lagi dengan cuaca musim penghujan dan material belum masuk

"Menurut Pak Camat tidak ada masalah ya gak apa-apa, kita pun tetap memberikan kesempatan kepada tukang," kata dia.

Ia juga mengaku ada berita acara perpanjangan pelaksanaan proyek yang diketahui camat Bungaraya.

"Karena itu kita merasa tidak ada lagi masalah. Maka kita kerjakan saja. Kita juga tidak berniat memperlama atau tidak ada kelalaian," kata dia.

Karena volume yang terbangun sudah di atas 90 persen, ia merasa sayang jika terbengkalai. Padahal, bangunan itu sudah dinantikan masyarakat.

"Coba kalau tidak kita selesaikan, tentu tidak dapat difungsikan masyarakat tahun ini. Padahal masyarakat butuh sekali dengan bangunan itu," kata dia.

Syamsuri juga menyebut, bangunan kantornya saat ini juga sudah tidak layak. Pihaknya juga mengusulkan agar Pemkab Siak memberikan anggaran untuk membangun kantor pemerintahan desa yang lebih bagus. (dow)

source : berita siak

Butuh Tambahan Modal, BUMD di Pelalawan Dijadikan Agunan

January 15, 2019
PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Tuah Sekata di Pelalawan jadikan tambahan modal sebagai agunan untuk jaminan pinjaman ke bank. PD Tuah Sekata, BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan, menggunakan dana tambahan modal sebesar Rp 6,1 miliar sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman dari bank.

Dana Rp 6,1 miliar tersebut pun terparkir di rekening BUMD tersebut, karena dana Rp 6,1 miliar tersebut dianggarkan dalam APBD 2017 Pemkab Pelalawan sebagai tambahan modal. Kalangan dewan Pelalawan sebelumnya menyoroti dana tersebut tidak digunakan.

Bupati Pelalawan HM Harris juga menyoroti hal tersebut. Bagi pihak eksekutif dan legislatif Pelalawan, dana tersebut merupakan penyertaan modal dan harus dimanfaatkan PD Tuah Sekata untuk operasional kerja. Namun bagi Dirut PD Tuah Sekata, Syafri, dana tersebut disebut tidak bisa dikatakan penyertaan modal. Sebab, penggunaan dana tersebut sudah ditentukan dalam APBD.

"Kalau penyertaan modal kan tidak ditentukan duit itu mau dibuat apa. Ini sudah ditentukan. Jadi seperti duit untuk proyek, " kata Safri, Selasa (15/1/2019).

Diterangkannya, dana Rp 6,1 miliar tersebut diperuntukkan untuk membangun jaringan di kawasan teknopolitan. Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan. Penyebabnya, tidak ada pembangkit listrik. Pembangkit listrik yang dimaksud Safri yakni Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) milik PT Langgam Power.

Seperti diketahui, pembangkit PLTMG milik PT Langgam Power sudah berhenti beroperasi sejak April tahun lalu. PT Langgam Power merupakan perusahaan konsorsium antara Max Power dengan BUMD Tuah Sekata. Max Power sebagai penyedia pembangkit.

"Seharusnya ada dulu pembangkitnya baru kita buat jaringan. Makanya dana tersebut belum kita gunakan," terangnya.

Dana itu pun dimanfaatkan sebagai jaminan untuk meminjam dana ke bank. Dana pinjaman dana tersebut digunakan untuk operasional perusahaan. Soal pembangkit, pihaknya akan mendatangkan investor seperti Max Power. Pastinya, akan ada sharing profit nantinya dengan investor tersebut. (dow)

Awal Tahun, PUPR Bengkalis Lelang 18 Paket Proyek Ratusan Miliar

January 15, 2019
BENGKALIS, DURI - Tahapan pelaksanaan kegiatan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis tahun anggaran (TA) 2019 sudah mulai berjalan. Sambut pekan kedua tahun 2019 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bengkalis sudah mulai melakukan pengumuman pelelangan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Bengkalis. Sebanyak 18 paket kegiatan proyek, yaitu 12 paket peningkatan jalan senilai ratusan miliar, dan enam paket pengawasan proyek. 

Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Jalan dan Jembatan, PUPR Kabupaten Bengkalis, Diongi kepada sejumlah wartawan mengatakan, pelaksanaan pelelangan sudah dilakukan menyusul dokumen seluruhnya lengkap. Dengan percepatan proses lelang ini, ditargetkan pertengahan Februari nanti sudah tahap penekenan kontrak kerja dengan rekanan. Dan Maret rekanan sudah mulai melaksanakan pekerjaan. 

"Perencanaannya sudah selesai sejak tahun 2018 kemarin melalui Perubahan APBD. Dan proses lelang proyek ada 12 kegiatan pembangunan termasuk enam pengawasan ini bisa kita segera lakukan," ungkapnya, Selasa (15/1/19). 

Percepatan proses lelang menurut Diongi juga merupakan upaya agar tidak terjadi lagi keterlambatan waktu pelaksanaan dan menjaga kualitas. 

"Proyek yang sudah dilelang itu juga merupakan program Bupati Bengkalis yang masuk dalam prioritas. Dengan waktu yang cukup dan meminimalisir faktor alam yang terjadi, kita harapkan pekerjaan akan selesai tepat waktu dan bermutu," katanya lagi. 

Berikut keduabelas paket proyek peningkatan jalan awal tahun 2019 yang sudah dilelangkan Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis ; Pembangunan Jalan KM. 11 Air Kulim menuju Desa Petani dengan nilai harga penentuan sendiri (HPS) Rp19,51 miliar, Peningkatan Jalan Gajah Mada menuju batas Kecamatan Pinggir HPS Rp48,95 miliar, Peningkatan Jalan Tasik Serai menuju batas Kecamatan Mandau Rp44,1 miliar, Pembangunan Jalan Balai Raja menuju Desa Petani Rp19,48 miliar. 

Peningkatan Jalan Bantan Air - Bantan Timur Rp19,53 miliar, Peningkatan Jalan Muntai - Bantan Timur Rp19,52 miliar, Peningkatan Jalan Tanjung Medang-Kadur Rp19,46 miliar, Peningkatan Jalan Pangkalan Nyirih-Kadur Rp29,26 miliar, Peningkatan Jalan Sungai Linau - Tanjung Damai Rp19,5 miliar, Peningkatan Jalan Kelemantan - Sekodi Rp14,59 miliar, Peningkatan Jalan Ketam Putih - Kelemantan Rp14,58 miliar. 

Peningkatan Jalan Sumber Jaya - Tanjung Damai Rp19,5 miliar, sedangkan sisanya ada enam kegiatan yang dilelang merupakan Pengawasan Proyek dengan HPS seluruhnya mencapai miliaran rupiah.(dow)\

Kisah Andini Bersaudara, Sempat di Rawat di Puskesmas Kerumutan Purwanti Akhirnya Dirujuk ke RSUD Selasih

January 14, 2019
PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - setelah sempat menginap dan di rawatcsatu malam di Puskesmas Kerunutan, Minggu (13/1) malam, Purwanti (1.8 thn) adik kedua dari Andini, akhirnya di rujuk ke RSUD Selasih.

Menurut keterangan Kepala Puskesmas Kerunutan Harno SKM, Purwanti memiliki gejala penyakit TBC sebagaimana ibunya yabg semasih hidup juga memiliki riwayat penyakit yang sama. Namun setelahvdi rawat oleh dokter di Puskesmas kondisi berangsur lebih baik.

"Saat ini sudah jauh pebih baik ketika pertama datang semalam, namun masih memerlukan penanganan lebih lanjut boleh dokter spesialis anak dan bisa saja ke spesialis paru. Untuk itu kitacrujuk ke RSUD Selasih di Pangkalan Kerinci," terang Harno, minggu (13/8)

Tak hanya Purwanti, kakaknya Andini dan adiknya Siradattul Jannah (4bln) juga telah dilakukan cek kesehatan oleh pihak Puskesnas ubtuk memastikan apakah mengidap penyakit yang sama.

"Ketiganya sudah kita cek, alhamdulillah kakaknya Andinj dab adiknya Siradattul Jannah negatif TBC," lanjutnya

Setelah keluar dari Puskesmas Kerumutan dan sempat pulang kerumah sebenyar untuk berkemas, ketiga kakak beradik ini, kemudian langsung bertolak ke Pangkalan Kerinci didampngi oleh Dedi Azwandi yang memang selama ini selalu mendampingi mereka.

"Agar mendapatkan penanganan yang maksimal dari dokter spesialis, kita bawa ke RSUD Pangkalan Kerinci, di RSUD Selasih nanti dokter spesialis akan melakukan peneriksaan kesehatan menyeluruh terhadap ketiganya," terang Dedi Azwandi

Andini bersaudara sampai di RSUD Selasih sekitar pukul 22.00 WIB, Purwanti langsung di tangani oleh dokter jaga diruang UGD, setelah menjalani pemeriksaan disana. tangan mungil Purwanti harus ditusuk jarum infus agar cairan obat yang terkandung didalamnya langsung di distribusikan ke pembuluh darah Purwanti.

"Setelah di bawah ke kamar, Purwanti tidur pulas, kita doakan bersama, dia cepat sembuh. Begitu juga kedua saudaranya tetap sehat," pungkas Dedi Azwandi (apon)

source : berita pelalawan

DPP Pekanbaru Anggarkan 2,4 Miliar untuk Renovasi Dua Pasar

January 13, 2019
PEKANBARU, SUKAJADI - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Pekanbaru, tahun 2019 ini akan merenovasi dua pasar. Kedua pasar tersebut  Pasar Agus Salim dan Pasar Simpang Baru. Dalam renovasi dua pasar tersebut, pihak DPP mendapatkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp2,4 miliar.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan, renovasi pasar tersebut dilakukan karena kondisi dua pasar tersebut sudah cukup memprihatinkan. Namun dengan dana yang tersedia tersebut, renovasi pasar tidak bisa dilakukan secara menyeluruh dan hanya di beberapa bagian saja.

“Khusus untuk Pasar Agus Salim, saat ini sedang dikaji kelayakannya oleh konsultan. Mudah-mudahan hasil dari renovasi tersebut akan membuat pedagang-pedagang yang masih berjualan di Jalan Agus Salim bisa pindah, sehingga jalan tersebut bisa kembali difungsikan secara normal,” katanya.

Untuk Pasar Simpang Baru, fokus renovasi akan dilakukan pada lokasi berjualan ikan. Karena saat ini kondisi lokasi berjualan ikan tersebut sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan juga bisa meningkatkan kuantitas pelayanan pedagang kepada masyarakat.

“Kemungkinan pada pertengahan tahun 2019 mendatang sudah akan dimulai proses pengerjaannya. Karena tentunya harus ada proses lelang yang dilalui,” ujarnya. 

Terkait renovasi pasar tersebut, untuk tahun ini pihaknya baru bisa melakukan pada dua pasar tersebut. Untuk pasar lainnya, pihaknya akan kembali menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat agar dapat kembali memperoleh bantuan dana. 

“Mudah-mudahan ke depannya akan ada bantuan lagi dari pemerintah pusat untuk renovasi pasar-pasar yang ada di Pekanbaru. Karena pasar yang baik, tentunya akan memberikan kenyamanan kepada masyarakat dan pedagang,” sebutnya.(dow) 

Money Get Money Bareng Benny

December 18, 2018
RIAU, PEKANBARU - Usai beberapa tahun berkecimpung di dunia Perbankan, Beni Susanto (40) justru seakan tak berselera mencapai puncak karir. Entah kenapa, Beno--begitu ia disapa--malah mengejar mimpi berikutnya dengan menceburkan diri ke dunia industri jasa keuangan, PT Victory Internasional Futures.

Darisana, Beno mengajak warga Bumi Lancang Kuning, khususnya Kota Bertuah Pekanbaru memperbaiki perekonomian mereka. "Kalau dulu orang bilang human get money. Kalau kekinian alias jaman now, money get money," ungkapnya membuka cerita.

Beni Susanto, (photo doc)
Jika menoleh ke belakang, PT. Victory Internasional Futures hadir di tanah air pada 2003. Perusahaan dengan fokus pada layanan keuangan bagi klien  yang mengharapkan layanan klien secara personal dan luar biasa dengan peralatan dan perangkat lunak perdagangan tak tertandingi.

Dan, medio 2016 PT. Victory Internasional Future resmi menyapa Pekanbaru sebagai kantor cabangnya ke-22. Beno didapuk jadi juru mudi. Bukan tanpa alasan, kenapa perusahaan ini membidik Pekanbaru. Simak saja penuturan Beno. Selain geliat ekonomi yang tiada terbendung di wilayah Sumatera bagian Tengah, juga sumber kekayaan alamnya yang melimpah bikin para investor enggan berpaling dari kota ini.

"Pada tahun 2016, PT. Victory Internasional Futures resmi membuka cabang ke-22 di Pekanbaru. Alasannya, Kota Pekanbaru yang kian berkembang, baik dari sisi perdagangan, jasa maupun bisnis. Maka, kami hadir disini untuk meningkatkan perekonomian warga, khususnya Pekanbaru dan Bumi Melayu pada umumnya. Dua tahun berjalan, nasabahnya sudah cukup banyak," tutur pria berdarah Jawa, namun "numpang" lahir di Ranah Minang (Padang, red) dan kuliah di kota Medan.

Social Corporate

bakti sosial di Panti Asuhan Anugerah Kasih beberapa waktu lalu
Sebagai perusahaan yang bergelut dengan industri jasa keuangan, dua tahun berjalan, di tangan Beno PT Victory International tak saja sigap merambah nasabah, namun turut menjalin kebersamaan dan merawat bentuk kepedulian terhadap sesama sebagai salah satu bentuk tanggungjawab sosial perusahaan (social corporate). Hal itu ditunjukkan dengan ragam kegiatan kemanusiaan yang terkemas dalam bentuk bakti sosial (baksos) pada kaum marginal. Apa saja bentuknya?

"Setiap tahun, perusahaan menggelar baksos. Terutama menjelang momen tertentu. Seperti mendekati puasa di Bulan Ramadhan tahun lalu. Kami mengadakan buka puasa bersama sekaligus memberikan santunan kepada anak-anak Panti Asuhan Aisiyah. Sedangkan pada momen Natal nanti, kami juga mengadakan baksos, kali ini di Panti Asuhan Anugerah Kasih, karena momennya sesuai. Intinya, kami ingin berbagi," ucap alumnus pascasarjana Ekonomi, USU Medan itu.

Seluruh kegiatan melibatkan seluruh karyawan. Adapun bantuan diberikan diantaranya pemberian sembako dan santunan, kepada anak-anak panti asuhan yang berlokasi di Jalan Riau Ujung.

Pialang "Palugada"

Apa yang ditawarkan perusahaan, Beno haqqul yakin, warga Kota Bertuah cukup antusias. Banyaknya nasabah seiring berjalan waktunya membuktikan hal itu. Namun masalahnya, dunia pialang bukan hal populer bagi sebagian orang. Nah, bagaimana pria penyuka tepuk bulu (badminton, red) ini menyiasati?

"Sistem kerjanya semisal bertemu klien, kami akan memaparkan bagaimana peluang bisnis yang ditawarkan. Setelah nasabah mengerti sistem, nasabahnya bergabung. Tapi dengan catatan semisal perusahaannya harus legal. Berikutnya ada edukasi dengan memberikan semacam demo bagaimana bertransaksi atau jual beli. Transaksi itu bisa berupa mata uang, transaksi saham dan transaksi komoditi. Apapun keperluan nasabah, kami sediakan. Istilah gaulnya, Palugada (Apa Lu Mau Gua Ada, red)," terang Beno.

Lebih jauh, Beno mengabarkan perusahaan yang ia pimpin kerap memberikan edukasi, melakukan training center. Tujuannya agar nasabah mendapat benefit. "Kita akan melayani mereka (nasabah, red) 24 jam. Silahkan datang ke kantor kami Jalan Jenderal Nomor 42B, Labuh Baru, Pekanbaru," katanya.

Kini, apa yang tengah ia lakoni bukannya seroman menjentikkan jemari tangan. Ada saja tantangan. Apalagi jika urusannya duit. "Tantangan di Pekanbaru, salahsatunya banyak perusahaan ilegal, tak resmi terdaftar di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi), yakni website resmi pemerintah untuk mengetahui sebuah perusahaan legal dan tak legal untuk perdagangan berjangka. Nah, yang tak terdaftar jangan sekali-sekali mendaftar. Kami sebagai wakil pialang, ada izin di BAPPEBTI, izin di bursa (ICDX), izin Indonesia Clearing House (ICH) dan kerjasama Perbankan di bawah jasa Otorias Jasa Keuangan (OJK). Jadi, nasabah tak perlu khawatir, PT Victory Internasional Futures resmi terdaftar," tegas Beno.

Adapun kala kondisi nilai tukar rupiah yang terkadang loyo melawan dolar, jangan dikira mereka yang berkutat di lantai bursa kelimpungan. Malah, tak jarang para pialang meraup laba. "Kalau mengacu ke rupiah melemah atau kuat, tidak selalu  berdampak. Karena produk yang diperdagangkan produk luar, justru kita bisa memanfaatkan kondisi demikian untuk mendapatkan benefit," cetus pria yang terpikat hebat akan pesona Negeri Sakura.

Konon, ia jatuh hati kali pertama pada Jepang saat menuruti hobi jalan-jalannya. "Negaranya rapi, bersih dan sangat disiplin. Segala sesuatunya tertata. Kalau kita jalan ke Jepang, kita gampang buang sampah begitu saja, kita akan malu, karena orang Jepang pasti langsung pungut, "kenangnya. Kalau sudah begitu, kira-kira apa gerangan yang perlu dirubah? Beno buru-buru menambahkan, mesti ada kesadaran pada tiap individu, alam perlu dijaga dan kebersihan itu mutlak!

Ke depan, Beno memahat harap, PT. Victory Internasional Futures terus berkembang baik. Artinya keberadaan perusahaan yang ia gawangi diharapkan turut memberi andil dalam meningkatkan ekonomi warga. Di sisi lain, perusahaan juga merajut kerjasama dengan dunia kampus negeri maupun swasta. "Barangkali ada kampus/universitas mengizinkan mahasiswanya magang, terutama dari Prodi Ekonomi, kami siap menampung. Saat ini kita ada kerjasama dengan swasta dan pemerintah. Tak hanya benefit ke klien, tapi juga ke mahasiswa. ke depan, selesai magang, jika pengen coba pengalaman di dunia pialang, boleh dilanjutkan untuk bekerja," tuturnya.

Beno bersama perusahaannya getol nian bicara transaksi bukan tanpa sebab. Ia ingin mengajarkan bahwa masyarakat, khusus Pekanbaru, usaha ini tak memerlukan modal banyak dan tempat untuk menghasilkan benefit besar. Ia mencontohkan, jika seseorang ingin buka usaha, harus ada lahan, karyawan dan biaya operasional seperti listrik. Saat bergabung dengan PT. Victory Internasional Futures, tiga hal itu dipangkas duluan. Hal dibutuhkan sebatas modal, selanjutnya tekad belajar buat mereguk keuntungan.

Terakhir, ada satu hal menggelitik di kepala mantan Jaka Dara Medan tersebut, kenapa karirnya bermuara di dunia jasa keuangan. Seakan membocorkan rahasia, Beno bilang ulah sebuah buku bacaan yang ditulis seorang  motivator andal. Konon, untuk mendapatkan uang banyak ada tiga jenis pekerjaan menjanjikan. Pertama, jadi artis. Kedua, asuransi. ketiga, pialang. Point pertama dan kedua, rasa-rasanya langsung tak langsung sudah disambangi. Moga di point ketiga, hepeng get hepeng kian dalam pelukan ya, Ben. (aag)

Disbudparpora Pelalawan Kebagian DAK Rp 1,6 Miliar dari Pusat

December 18, 2018
PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Dinas Kebudayaan, Periwisata, Pemuda dan Olahraga atau Disbudparpora Pelalawan mengatakan pihaknya mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat tahun depan. DAK ini akan digunakan untuk berbagai penunjang pariwisata di Pelalawan.

"Kita dapat anggaran Rp 1,6 miliar dari pemerintah pusat. Dana itu lewat DAK," kata Kadisbudparpora Pelalawan Andi Yuliandri, Senin (17/12/2018) kepada Wartawan.

Anggaran sebanyak itu akan digunakan untuk penunjang pariwisata bono di Teluk Meranti. Namun bukan hanya wisata bono saja.

"Ada beberapa yang akan kita gunakan dana itu. Ada untuk Istana sayap," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan mempercantik tugu Equador. Tugu ini berada di Pangkalan Lesung, Pelalawan.

"Kita akan buat rest area di sana. Jadi warga yang melintas, bisa istirahat dengan enak. (dow)

Bupati Suyatno Merasa Bangga, Produksi Padi Rohil Terus Meningkat

December 04, 2018
ROKAN HILIR, RIMBA MELINTANG - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melaksanakan Panen Raya di Desa Pematang Sikek, Kecamatan Rimba Melintang, Selasa 25 Oktober 2018. Luas lahan sawah di Kabupaten Rohil pada tahun 2017 adalah 14.674 hektare dan sebanyak 1.881 hektare berada di Kecamatan Rimba Melintang. Produksi padi mencapai 6.595 ton dengan provitas rata-rata 4.52 ton/ha. Lahan sawah yang dipanen di Desa Pematang Sikek adalah 304 hektare yang ditanami varietas ciherang.

Bupati Rohil H Suyatno Amp menghimbau masyarakat untuk tidak mengalihfungsikan lahan sawah menjadi perkebunan. Disamping itu juga supaya petani terus meningkatkan produksinya melalui peningkatan pertanaman menjadi 2-3 kali pertahun.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir sangat banga, karena produksi padi mencapai 6.595 ton dengan provitas rata-rata 4.52 ton/ha. Tentunya hal ini diharapkan setiap tahun terus ada peningkatan," harap Bupati.

Secara khusus, Bupati Rohil mengapresiasi BPTP Riau yang telah memperkenalkan teknologi budidaya padi jarwo super melalui demplot pada 3 desa di Kabupaten Rohil. Menteri Pertanian melalui Direktur Perlindungan Tanaman menyampaikan, bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk mewujudkan swasembada pangan khususnya padi.

Berbagai program telah diluncurkan Kementan untuk mewujudkan swasembada pangan seperti bantuan benih, alat dan mesin pertanian, saprodi, dan program serap gabah petani.

Luas tambah tanam setiap kabupaten terus ditingkatkan untuk meningkatkan produksi padi. Kementan juga mengharapkan dukungan Gubernur, Bupati, TNI, dan pemangku kepentingan lain untuk mensukseskan program ini.

Plt Gubernur Riau Wan Thamrin juga mengatakan demikian, pemerintah daerah, khusunya Kabupaten Rokan Hilir cukup apresiatif dalam menjaga serta melestarikan persawahan dan keberhasilan para petani dalam penanaman padi hingga panen.

Plt Gubri meminta masyarakat agar tidak mengalihfungsikan lahan persawahan yang telah ada saat ini. "Tolong dipertahankan dan jangan dialihfungsikan, karena hasil padi sangatlah menjanjikan," harapnya.

Plt Gubri menambahkan, lahan persawahan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit sudah cukup banyak. "Waktu masih saya menjabat Bupati Rohil, sepanjang jalan ke Bagansiapiapi itu lahan persawahan," jelasnya.

Pada kesempatan sama, Danrem Sonny Aprianto menyampaikan, pertanian merupakan salah satu sektor penting penopang perekonomian nasional, terlebih dalam mengatasi dampak krisis ekonomin yang sampai kini belum sepenuhnya pulih.

"Namun demikian, realita yang kita hadapi saat ini sektor pertanian seakan jalan di tempat. Penyebabnya tentunya kompleks, namun setidaknya faktor pemanasan global dan pergeseran orientasi mata pencaharian masyarakat telah menyumbang relatif banyak terhadap pudarnya semangat agraris masyarakat dan terganggunya produktivitas pangan," terang Danrem.

"Kabupaten Rohil merupakan salah satu penyuplai produksi padi di wilayah provinsi Riau yang harus dipertahankan guna meningkatkan swasembada pangan di daerah. Untuk itu melalui panen raya padi seluas 304 hektar ini diharap dapat memenuhi kebutuhan sembako di Provinsi Riau, khususnya Rohil serta dapat menggugah kembali gairah bertani masyarakat," jelasnya.

Keberadaan TNI, tambahnya, untuk membantu kedaulatan rakyat melalui para Babinsa di daerah-daerah. Dan pihaknya mendapat perintah untuk mendampingi para petani dalam berbagai program seperti Luas Tambah Tanam (LTT). "Kita berharap tidak ada lagi impor beras karena Indonesia merupakan negara penghasil padi besar," pungkasnya.

Acara itu juga dihadiri Danrem 031 WB Brigjend TNI Sonny Aprianto, Bupati Rohil H Suyatno, Pj Upsus Prov Riau, Direktur Perlindungan Tanaman, Dinas TPHBun Prov Riau, Kepala BPTP Riau, Kadis Pertanian Rohil, DPRD Provinsi, Dandim 0321 Rohil Letkol Inf Didik Efendi, Kajari Rohil Gaos Wicaksono, Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto, Ketua DPRD Nasrudin Hasan, Sekda Rohil Drs H Surya Arfan MSi, para Kepala Dinas, Camat, Penghulu serta Penyuluh dan Kelompok Tani di Rokan Hilir.

Pelaksanaan panen raya padi di areal seluas 304 hektare oleh Gubernur Riau, Danrem serta Bupati dilakukan secara simbolis dengan melakukan pemotongan padi dan dilanjutkan dengan pemanenan dengan menggunakan mesin. (hum13)

Bangkitkan Ekonomi Ummat, Bupati Suyatno Resmikan Gerai Kitamart

December 04, 2018
ROKAN HILIR, SINABOI - Untuk menumbuhkembangkan ekonomi ummat di wilayah Rokan Hilir, Bupati Rokan Hilir,  H Suyatno meresmikan Mini Market Kitamart, Selasa (11/9/2018) di Bagansiapiapi. Pada kesempatan itu, Suyatno mengatakan bahwa pembukaan Kitamart jatuh pada hari bersejarah Ummat Islam yaitu tahun baru Islam 1 Muharam 1440 Hijriah.

"Saya mau tanya sama pengurus, kenapa mini market ini namanya Kitamart. Kenapa tidak diberi nama Rohilmart, tolong nanti didiskusikan lagi. Misalnya orang bertanya, di mana belanja? di Rohilmart, itu maksud saya. Tapi semuanya itu saya serahkan kepada  pengurus setuju atau tidak, terserah saja," katanya memberikan masukan dan saran," kata Suyatno disela-sela peresmian Kitamart.

Dijelaskannya, ini merupakan apresiasi dan kebanggaan bagi putra-putri Rohil yang berani membuka Kitamart dengan modal yang mungkin tanpa pamrih dengan niat memajukan negeri ini dengan membuka Kitamart. Pembukaan Kitamart ini, merupakan yang perdana di bulan  Muharram ini.

Harapnya, Kitamart tidak hanya berdiri di sini saja, bila perlu di Bagan Batu, dan kecamatan lainnya juga dibuka. Dengan adanya gerai seperti ini, dapat menampung tenaga kerja, dan juga dapat menambah pendapatan masyarakat. Karena, menurut laporan panitia, pemegang saham perorang minimal Rp500 ribu.

"Kitamart pada saat waktu masuk sholat itu tutup, dan dibuka lagi sekitar 15 atau 20 menit usai waktu masuk sholat. Kitamart ini tidak menjual rokok. Karena itu saya bangga ada Kitamart di Rohil," ujar Suyatno.

"Sekali lagi kepada pengurus Kitamart, kita harapkan jangan berhenti di sini, Kitamart dapat berkembang terus di mana-mana. Saya melihat, sudah cukup lumayan isi di dalam Kitamart. Sudah seperti Alfamart, jadi tidak kalah saingan dengan yang lain. 

Saya yakin dan percaya, dengan diresmikannya gerai Kitamart ini, pengurus akan terus menciptakan etos kerja, kemampuan-kemampuan manajerial, dan koordinasi juga harus ditingkatkan pasca diresmikan. Karena Kitamart ini perdana, jadi saya harapkan berkembang lebih baik lagi. Saya minta masyarakat bersama-sama menjaga gerai ini," harap Suyatno.

Sementara itu, Dewan Pengawas Koperasi Syariah Berkah Mandiri Kitamart, H Wazirwan Yunus S Sos MSi menyebutkan, Kitamart berdiri atas kemauan semua anggota. Diakuinya, ada beberapa kecamatan telah memohon membuka Kitamart, yakni di Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kubu, Ujung Tanjug, Kecamatan Tanah Putih, dan Tanah Merah, Kecamatan Rimba Melintang, Panipahan, dan Kecamatan Pasir Limau Kapas.

"KitaMart terpusat secara nasional di Jakarta kemudian dibuka di daerah lainnya. Jadi untuk saat ini, Kitamart sudah ada di Riau, seperti Pekanbaru, Duri, Dumai, dan Bagansiapiapi. Nanti seluruh kabupaten akan menyebar Kitamart dalam rangka kita membangkitkan ekonomi umat," terangnya. (adv13)

Angkat Potensi Daerah, Rohil Kembangkan Budidaya Kerang Darah

December 03, 2018
ROKAN HILIR, PANIPAHAN - Memiliki bibir pantai yang sangat cocok untuk pengembangan budidaya kerang darah. Pasalnya, daerah pantai Kecamatan Sinaboi memiliki seluas 3 hektare, Kecamatan Bangko 2 hektare dan di Kecamatan Panipahan seluas 20 hektare.

Areal pantai di bibir laut Kabupaten Rokan Hilir ini dinilai selama ini belum memberikan nilai ekonomis positif kepada masyarakat tempatan. Padahal pantai berlumpur tersebut adalah tempat bermukimnya biota laut seperti kerang darah.

"Di samping itu selain mengangkat potensi daerah, tambah lagi harga kerang darah ini sangat stabil di pasaran. Di samping itu bisa juga menjadi penghasilan bagi masyarakat nelayan setempat," kata Bupati Rohil melalui Kadiskanlut Rokan Hilir M Amin.

Menurut Amin pantai tersebut sangat bagus dijadikan budidaya kerang terutama kerang batu atau disebut dengan kerang darah, asal saja dikelola dengan baik dan penuh kesabaran. Hingga saat ini pantai tersebut masih dihuni oleh kerang darah tapi ukuranya kecil-kecil.

Hal ini disebabkan oleh para nelayan yang mengambil sebelum besar dari dalam lumpur di pantai tersebut. Pihak Diskanlut Rokan Hilir kata M.Amin telah berupaya  berkoordinasi dengan pusat untuk pembenihan.

Sebab Rohil sendiri belum sanggup untuk menyediakan benih dan Rohil telah mengirim surat dan surat merekapun sudah mendapat tanggapan.

Ditambahkan M Amin, bahwa bila pengembangan budidaya kerang darah tersebut dikembangkan secara teknologi, maka Rohil akan menjadi daerah percontohan pengembangan budidaya kerang darah. Sementara terkait pasar kerang darah setiap hari diperlukan 150 ton per hari, sementara saat ini baru 5 hingga 10 ton perhari," imbuhnya. (hum)

Perkebunan Kelapa Sawit di Rokan Hilir Sangat Mendominasi

December 03, 2018
ROKAN HILIR, BAGAN BATU - Perkebunan kelapa sawit hingga saat ini merupakan salah satu komoditas utama yang ada di Kabupaten Rokan Hilir. Sehingga hampir di setiap lokasi di Rokan Hilir selalu ditemui perkebunan kelapa sawit. Menurut Bupati Rohil melalui Ibnu selaku Kabid Perkebunan dan Pertanian (Distanak) Rohil, perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu perkebunan yang sangat luas di Kabupaten Rokan Hilir. 

"Berdasarkan data terakhir kita punya, tahun 2016 akhir yang tercatat untuk sawit itu luasnya adalah 281.793 Ha, sementara itu yang kedua karet seluas 25.830 Ha," ujarnya.

Lebih lanjut Ibnu juga menjelaskan bahwa luasnya perkebunan sawit dikarenakan banyaknya masyarakat yang mengganti tanaman dari karet menjadi tanaman sawit. 

"Sawit itu banyak karena banyak masyarakat yang berganti dari karet ke sawit, belum lagi milik perusahaan," tambahnya. 

Perkebunan sawit sendiri berdasarkan data yang dimiliki oleh Distanak Kabupaten Rohil saat ini paling banyak berada di Kecamatan Bagan Sinembah Lama, Bagan Sinembah Jaya, Bagan Simbah Raya dan Simpang Kanan. Sementara itu untuk perkebunan karet saat ini paling banyak berada di Kecamatan Pujud dan Kecamatan Tanah Putih.

Jauh sebelum itu, program kebun bantuan bagi petani kurang mampu sudah digalakkan pemerintah daerah Kabupaten Rohil untuka meningkatkan taraf penghasilan masyarakat petani sawit.

Sektor perkebunan juga masih menjadi sektor primadona dimana tanaman perkebunan yang merupakan tanaman perdagangan yang cukup potensial di Kabupaten Rokan Hilir ialah kelapa sawit, karet dan kelapa.

Tahun 2007 luas areal perkebunan adalah 124.849 ha dengan produksi 109.004 ton kelapa sawit, 11.135 ton karet, 2.592 ton kelapa, 212 ton kopi dan 242 ton kakao.

Perkebunan di Kabupaten Rokan Hilir memiliki potensi yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan sektor lainnya. Wilayah perkebunan yang sangat luas di Kabupaten Rokan Hilir menjadi salah satu faktor pendorong tingginya produktifitas komoditas perkebunan.

Produktifitas perkebunan yang ada di Kabupaten Rohil terdiri dari komoditas kelapa sawit, Kelapa, Karet, Kopi, Pinang dan Cokelat. Kepala Dinas Perkebunan Rohil Syahril S.Sos mengatakan, saat ini pihaknya terus mendukung masyarakat dalam hal mengembangkan usaha perkebunan Sawit di Rokan Hilir.

Produktivitas perkebunan yang paling tinggi berada pada komoditas sawit sebesar 6,38 ton/ha disusul oleh kelapa, karet, pinang, kopi, dan cokelat. Hal ini juga didukung oleh lahan perkebunan sawit yang sangat luas dibanding dengan komoditi perkebunan lainnya.

Selain luasnya lahan, tingginya produktifitas sawit juga dipengaruhi oleh perawatan dari tanaman sawit itu sendiri. Untuk komoditi kelapa dan karet nilai produktifitasnya lebih rendah dibandingkan dengan sawit. Hal ini jelas dipengaruhi oleh luas lahan yang tidak seluas kebun sawit. (hum)