Peristiwa

Showing posts with label Peristiwa. Show all posts
Showing posts with label Peristiwa. Show all posts

Nenek 80 Tahun Asal Kuantan Mudik Hilang di Sungai

February 10, 2019
KUANSING, KUANTAN MUDIK - Hasanah (80) seorang Lansia ( Lanjut Usia ) dinyatakan hilang tenggelam di Sungai Kuantan, desa Pebaun Hulu, Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi, Jum'at (8/2/2019) sore kemarin Dari keterangan Kades setempat Refnaldi, berdasarkan penuturan anak korban, kejadiannya berlangsung sekira pukul 15.30 WIB saat itu orang tuanya hendak ke Sungai, yang tak jauh dari rumahnya.

Kebetulan, kata Kades rumah anak lelaki korban ini berhadapan di seberang Sungai tersebut, pada saat orang tuanya ini pergi ke tepi Sungai, anak lelakinya juga melihat ibunya dari seberang.

"Kemungkinan dia mau mandi, setelah itu anak nya masuk kerumah lagi, namun berselang 10 menit, anak lelakinya melihat kembali ke tepian Sungai, namun ibunya tidak nampak lagi," tutur Kades.

Lalu kata Kades, anaknya ini bergegas menyeberang untuk melihat, tapi sesampainya di tempat, ibunya tidak ada lagi, yang ditemukan hanya kain dan bajunya.

"Maka melaporlah anak nya ke Rumah saya dan kebetulan warga juga mengetahui, saat itu masyarakat ikut membantu melakukan pencarian," jelas Refnaldi, Kepala Desa Pebaun Hulu ini.

Selajutnya, menurut Refanaldi, setelah beberapa jam dilakukan pencarian tidak juga membuahkan hasil, lalu ia melaporkan kejadian tersebut Ke BASARNAS Pekanbaru, sekira pukul 21.20 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pekanbaru, Gede Darmada, SE. M.AP melalui Kasubsi Ops dan kesiapsiagaan Melakukan Briefing untuk melakukan Pencarian Korban Orang Tenggelam.

Sekira pukul 21.45 WIB diberangkatkan 1 Tim Rescuer menggunakan peralatan lengkap diantaranya Rescue D-Max, Rubber Boat, Peralatan Selam 2 Set, Alat Komunikasi, Navigasi, peralatan Medis dan Dokumentasi.

Sejauh itu menurutnya, pencarian terus dilakukan di lokasi, oleh pihak Kecamatan Kuantan Mudik, Polsek Kuantan Mudik dan masyarakat setempat.

Sementara, dari keterangan warga setempat, Kasmalinda Wati, ketika dihubungi Sabtu (9/2/219) pagi, bahwa korban tenggelam, menurutnya, belum ditemukan dan masih terus diakukan pencarian.(dow)

source : berita kuansing

Hantam Dump Truk, Trailer Langsung Terbakar Dan Pengemudinya Tewas Terjepit

February 08, 2019
SIAK, KERINCI KANAN - Warga di jalan Lintas Pertamina Kerinci Kanan, kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak dikagetkan dengan tabrakan truk yang menyebabkan percikan api, Kamis (7/2/2019). Pada peristiwa itu, sopir truk ikut terbakar dan meninggal dunia di TKP.

Kapolres Siak AKBP Ahmad David melalui Kasat Lantas Polres Siak AKP A Chandra P mengungkapkan, kendaraan yang terlibat dalam tabrakan tersebut adalah mobil Mitsubishi Trailer BK 9768 BU dan mobil Nissan Dump Truck BM 9293 TU.

Pengemudi mobil nissan Dump Truck BM 9293 TU atas nama Heri Salman (59). Ia tinggal di jalan Yos Sudarso RT 4 RW 5 Meranti Pandak, Pekanbaru. Mobil Mitsubishi Trailer BK 9768 BU terbakar usai menabrak mobil Nissan Dump Truck BM 9293 TU yang rusak di Jalan Lintas Pertamina Kerinci Kanan, kabupaten Siak, Kamis (7/2/2019).  Pengemudi Trailer, Julianto (31) meninggal di tempat.

Sedangkan pengemudi mobil Trailer BK 9768 BU atas nama Julianto (31), tinggal di desa Rantau Panjang, kecamatan Koto Gasib, Siak. Julianto tidak tertolong dalam peristiwa ini hingga ia ikut terbakar bersama mobilnya.

"Jika ditaksir, kerugian materinya mencapai Rp 50 juta," kata AKP A Chandra P, Jumat (8/2/2019).

Ia menguraikan, awalnya mobil Nissan Dump Truck BM 9293 TU datang dari arah Lubuk Dalam menuju Kerinci. Setibanya di tempat kejadian, mobil Dump Truck tersebut mengalami kerusakan. Ia terpaksa parkir di badan jalan sebelah kiri dari arah kedatangan.

"Tetapi tanpa memasang segitiga pengaman dan tidak menghidupkan lampu hazard," kata dia.

Tidak lama setelah itu, datang dari arah bersamaan mobil Trailer BK 9768 BU dengan kecepatan sedang. karena jarak sudah dekat sehingga mobil trailer menabrak dump truk yang rusak tersebut. Namun naas bagi mobil trailer, karena langsung terbakar di bagian depan. Akibatnya sopir tidak bisa keluar sehinga ikut terbakar.

"Kita sudah datang ke TKP dan melakukan olah TKP. Saat ini masih dalam proses, sedangkan jenazah sopir dump truk sudah dijemput pihak keluarga," kata dia.(dow)

source : berita siak

Diduga Epilepsi, Seorang Warga Tenggelam di Sungai Pamai

January 20, 2019
PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Seorang warga Desa Kesuma bernama Thomson Situmorang tenggelam di Sungai Pamai yang ada Dusun IV Bukit Tapui Indah Desa Kesuma Pelalawan. Hingga berita ini dinaikkan, upaya pencarian korban masih dilakukan.

"Kita sedang lakukan pencarian. Tim Basarnas dari Pekanbaru juga sudah turun membantu, " kata kepala Badan Pananggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Hadi Penandio, Jumat (18/1/2019).

Kejadian tenggelamnya pria berusia 29 tahun tersebut terjadi, Kamis sore (17/1/2019). Hingga kini pria yang tinggal di RT 02 RW 06 Dusun IV Bukit Tapui Indah belum ditemukan dan pencarian masih terus dilakukan.

Saat itu, sang korban datang padanya sore hari dan duduk dipinggiran sungai Pamai. Korban melihat warga lain yang sedang mancing di sungai tersebut. Menurut keterangan seorang saksi, Apriyono, 30 tahun, melihat korban datang dan sampai di tepian Sungai Pamai dan tiba - tiba korban kejang - kejang dan langsung terjatuh kedalam sungai. Saat itu, saksi sedang memancing.

Saat itu, upaya pertolongan sudah dilakukan warga lainnya. Namun sayang, karena arus sungai deras, sehingga korban tidak tertolong.

"Dari keterangan Keluarga korban, korban memang benar memiliki sakit ayan (Epilepsi ) dan korban sudah sering diingatkan agar tidak main ke sungai sendirian," kata Hadi.

Dikatakan Hadi, sungai tersebut memiliki kedalaman bervariasi. Ada titik dimana cukup dalam. Selain itu, kayu - kayu banyak di dasar sungai.

"Mungkin saja korban tersangkut di kayu - kayu yang ada di dasar sungai. Pencarian terus dilakukan," ucapnya.

Basarnas Riau sendiri mengakui sudah menurunkan tim ke lokasi tenggelamnya warga tersebut. Humas Basarnas Riau Kukuh Widodo mengatakan pihaknya sudah mengirimkan satu tim ke lokasi.

"Kita berkoordinasi dengan BPBD dan Polres Pelalawan," kata Kukuh Widodo, Jumat (18/1/2019).(dow)

Ajak Pengikutnya Kencingi Al Qur'an, Pemimpin Aliran Sesat Diamankan Polsek Kateman

January 07, 2019
INDRAGIRI HILIR, KATEMAN - Polres Inhil melalui Polsek Kateman menahan seorang laki – laki berinisial Ra (41) alias Suhu alias Guru atas kasus dugaan penodaan agama. Ra diamankan personil Polsek Kateman di kontrakan milik Kamaruddin Jl. Tunas Harapan RT. 010 RW. 001 Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman Kabupaten Inhil, Senin (27/8/2018).

Sebelumnya Ra dilaporkan oleh tokoh masyarakat setempat, karena telah memerintahkan para pengikutnya untuk menginjak, mengoyak dan mengencingi Kitab Suci Al - Qur'an.

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, S.IK, MH melalui Kapolsek Kateman AKP Ali Azahari membenarkan kejadian yang menghebohkan masyarakat Inhil khusus Sungai Guntung, Kateman tersebut.

Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan dari saksi Darmiatun (27) yang juga seorang pengikut Ra, dirinya diminta untuk menginjak, mengoyak dan mengencingi Kitab Suci Al - Qur'an oleh Ra sebanyak 2 kali.

“Pengikutnya sampai saat ini yang kita ketahui baru 1 yaitu Darmiatun. Dia menyanggupi melakukan hal tersebut diatas dan diikuti oleh terduga terlapor Ra,” ujar Kapolsek Kateman yang juga dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Kateman, Hendraguna kepada Wartawan, Rabu (29/8/2018).

Namun Darmiatun yang merasa ajaran Ra sudah mulai menyimpang, akhirnya memberitahu apa yang telah diajarkan Ra kepada tokoh masyarakat yaitu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kateman, Hamdan Zainuddin dan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kateman, Said Adnan Alie.

Setelah kedua tokoh masyarakat tersebut mendengar semua keterangan dari saksi, ternyata memang benar adanya seseorang yang memerintahkan untuk menginjak, mengoyak dan mengencingi Kitab Suci Al - Qur'an.

“Saat ini terduga terlapor sudah dibawa ke Polres Inhil, sementara saksi sudah dipulangkan ke Guntung untuk dilakukan pemeriksaan. Kita sedang mendengarkaan saksi ahli terkait kasus ini,” ujar Kapolsek.(dow)

source : berita inhil

Demi Tes CPNS, Pria Ini Rela Tinggalkan Pengantin Perempuan Sedang Bersanding

November 03, 2018
RIAU, PEKANBARU - Pria bernama Izan Akramuzi rela meninggalkan pengantin perempun dipelaminan sendirian, demi mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang digelar di UPT Assesment Jalan Ronggowarsito, sore ini. 

Izan tampak antusias mengikuti tes SKD CPNS yang masih dikerjakannya saat ini. Ditangannya, masih terlihat jelas bekas inai, sebagai tanda pernikahan. 

"Ya, sedang pesta berlangsung, karena jadwal tes masuk pengantin perempuannya terpaksa ditinggalkan," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau Ikhwan Ridwan, Sabtu (3/11/18). 

Ikhwan mengaku belum dapat informasi lengkap siapa pasangan pengantin dari Izan Akramuzi, yang ditinggalkannya tersebut. Namun yang jelas, pengantin perempuan tersebut juga termasuk peserta tes SKD CPNS. 

"Kalau perempuannya itu tes ujian nanti Senin jadwalnya," ujar Ikhwan. 

Kejadian ini tentu saja jadi bahan pembicaraan di UPT Assesment, baik bagi peserta mau pun pengawas sendiri. Apalagi sebelumnya juga ada kejadian yang menghebohkan, dimana peserta ujian pada formasi guru matematika, asal Sumatera Utara atas nama Yunita Chairani, melahirkan usai melaksanakan ujian SKD CPNS, kemarin. 

"Kemaren kita dikagetkan dengan salah satu peserta yang melahirkan setelah mengikuti ujian. Hari ini salah satu peserta meninggalkan resepsi pernikahan untuk mengikuti ujian, kita lihat tadi tangannya masih ada inai nya” ungkap Ikhwan.(dow)

source : beritariau

Mesin Speedboat Meledak, Sembilan Orang di Guntung Terbakar Hidup-Hidup

October 16, 2018
INDRAGIRI HILIR, KATEMAN – Sembilan orang penumpang beserta kapten speedboat Mulya Jaya Indah II terbakar hidup-hidup pada Minggu (14/10/2018) karena speedboat yang mereka tumpangi terbakar.

Sebanyak 6 orang luka ringan dan 3 orang luka berat akibat kecelakaan sungai yang menimpa speed boat Mulya Jaya Indah II di Perairan Sungai Guntung (Pelabuhan Simpang Kanan) Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Minggu (14/10/2018) sekira Pukul 14.00 WIB.

Kapal yang dikemudikan (Kapten) oleh H. Syahroni alias Roni (62) tersebut, tiba – tiba terbakar setelah terdengar ledakan dari bagian belakang speed boat saat Kapten speed boat menghidupkan mesin.

“Api menyala dibagian belakang boat, lalu penumpang berlarian menyelamatkan diri,” jelas Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH membenarkan kejadian tersebut.

Kebakaran yang menimpa Speed boat dengan rute sungai guntung menuju Simpang Kateman ini, akhirnya bisa di atasi setelah masyarakat yang berada di dermaga tersebut berusaha memadamkan api.

Setelah api padam, masyarakat yang memadamkan api langsung mengevakuasi korban yang masih berada di dalam speed boat dan membawa semua korban ke Rumah Sakit Raja Musa Sungai Guntung Kecamatan Kateman.

“Akibat kejadian tidak terdapat korban jiwa, Penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Kateman,” pungkas Kapolres.

Berikut daftar korban luka akibat terbakarnya speed boat Mulya Jaya Indah II :

A. Luka ringan

1. Muhammad Nasir Als Nasir Bin Tapuk (73), Alamat Kelurahan Sungai Empat, Kecamatan Gas, Kabupaten Inhil. (Luka bakar bagian pergelangan tangan)

2. Sulma Binti Rosa (25), Karyawan PT. THIP, Alamat Perumahan PT. THIP Tepulai Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka Bakar Bagian pergelangan kaki)

3. Edi Kusnadi alias Edi (51), alamat Perumahan PT. THIP Tepulai Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka bakar bagian pergelangan tangan dan hidung).

4. Samsir Bin Ilyas (40), alamat Estate Nagasari Baru PT. THIP Kecamatan Pelangiran. (Luka bakar di bagian jempol tangan kanan,siku sebelah kanan dan kening kiri).

5. Winda Yuliantika Binti Wahyu Arif (16), alamat BLOG G NO.4 KPP PT. THIP. (Luka bakar di bagian punggung tangan kiri,tumit kaki kiri).

6. Boyonama Gea Bin Dania Gogo Gea (36), alamat Perum. PT. THIP Tepulai 36 Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka bakar di bagian kelingking sebelah kiri, jari kaki sebelah kiri dan bagian bibir bawah).

B. Luka berat

1. Selviani Binti Syamsur (5), alamat Desa Simpang Kateman, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka bakar bagian sepenjangan tangan dan sepanjangan kaki).

2. Nasal Bin Wahid (12), alamat Perumahan THIP Tepulai Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka bakar bagian sepenjangan tangan dan sepanjangan kaki).

3. Intan Ayu alias Intan binti Edi (6), alamat PT. THIP TEPULAI Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka bakar bagian sepenjangan tangan dan sepanjangan kaki).(dow)

source : beritainhil

Injak Kepala Buaya, Pemuda di Inhu Nyaris Tewas

October 03, 2018
INDRAGIRI HULU, RENGAT - Tak Sadar Injak Kepala Buaya Pemuda di Indragiri Hulu Nyaris Tewas Saat Cari Ikan. Martin (29), warga Desa Belimbing, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) nyaris tewas diterkam buaya di Sungai Gansal pada Senin (1/10/2018) sekira pukul 15.00 WIB.

Kejadian itu dialaminya ketika Martin hendak mencari ikan di Sungai Gansal. Martin yang dikonfirmasi awak media menceritakan kronologis penyerangan buaya yang dialaminya. Ketika itu dirinya bersama dengan enam orang rekannya.

"Kami hendak mencari ikan dengan cara menembak," katanya.

Ketika sudah memasuki Sungai Gansal, tanpa sadar kaki Martin menginjak kepala buaya. Beruntung setelah menyerang kaki Martin, buaya itu kabur. Martin pun langsung berlari ke tepi sungai. Saat berada di tepi dirinya baru sadar kakinya mengalami luka parah.

Kemudian Martin dilarikan oleh rekan-rekannya ke Puskesmas untuk mendapat perawatan. Kaki Martin harus mendapat 19 jahitan. Selama ini Martin mengaku sudah mengetahui bahwa Sungai Gansal banyak buaya. Namun dirinya mengaku tidak pernah mendapat penyerangan buaya.

"Selama ini kita untung-untungan saja," katanya.

Namun semenjak kejadian itu, Martin mengaku trauma mengambil ikan di Sungai Gansal.  Interaksi manusia dan buaya di Indragiri Hulu tak hanya sekali ini saja terjadi. Jumat (28/9/2018) lalu, warga Desa Kota Lama, Indragiri Hulu berhasil menangkap seekor buaya air tawar yang meresahkan warga karena masuk ke perkebunan.

Buaya air tawar itu diduga berasal dari Sungai Indragiri.  Warga Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) diresahkan dengan seekor buaya yang masuk ke dalam ke dalam perkebunan warga. Oleh karena itu, warga berinisiatif melakukan penangkapan buaya tersebut.

Rio, Bhabinkamtibmas Desa Kota Lama, mengungkapkan buaya yang disebut dengan jenis jolong-jolong itu ditangkap oleh warga pada Jumat (28/9/2018) sore hari.

"Buaya itu masuk ke perkebunan warga, sehingga membuat warga resah," katanya.

Setelah ditangkap, baru warga melapor ke pihak Kepolisian Polsek Rengat Barat. Petugas Kepolisian langsung turun dan mengamankan buaya air tawar yang diduga berasal dari Sungai Indragiri itu. Rio berkata saat ini buaya tersebut dititip di rumah Kepala Desa Kota Lama, Herman.

Selanjutnya Rio melakukan koordinasi dengan pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Rengat.

"Kapolsek juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kecamatan Rengat Barat," katanya.

Dirinya juga menghimbau agar warga tidak membunuh buaya, karena buaya merupakan salah satu hewan yang dilindungi.

"Kita juga menghimbau agar warga mengurangi beraktivitas di tepi sungai terlebih saat malam hari, hal ini guna menghindari serangan buaya terhadap warga," katanya. (dow)

source : beritainhu

Mangsa Dua Ekor Kambing, Warga Tangkap Piton Ini

October 02, 2018
PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Seekor ular piton sepanjang tujuh meter ditemukan berada dalam kandang ternak warga desa Kemang, kecamatan Pangkalan Kuras, Sabtu (29/9/18) lalu. Diduga kuat hewan bertubuh elastis ini, habis menyantap dua ekor kambing milik warga. 

Warga setempat menemukan ular, tersebut sulit bergerak pada pagi hari yang terkurung didalam kandang. Wargapun, tak kesulitan menangkap hewan ini.

"Ular itu bisa ditangkap dalam kandang kambing. Mungkin karena kekenyangan usai memakan kambing," jelas Kepala Desa Kemang, Carles, Senin (1/10/18). Informasi yang diperoleh dari warga, kata Carles ular piton atau orang melayu menyebutnya dengan nama ular sawah telah memakan dua ekor kambing milik Wandi. 

"Diduga dua ekor kambing yang dimakan ular itu. Karena kekenyangan, sehingga mudah untuk ditangkap," katanya. 

Setelah ditangkap dan diukur kata Carles, ular ini memiliki panjang tujuh meteran. "Kemarin setelah diukur panjang ularnya, tujuh meteran," tukasnya. 

Pada bagian tengah, ular ini, sambung Cales terlihat jelas dua bongkahan benda membengkak. "Diduga bongkahan ini, adalah kambing yang ditelan," tandasnya.(dow)

source : beritapelalawan

Pelaku Pembunuhan Anak Mantan Camat Pangean Beredar di Medsos

September 27, 2018
KUANSING, TELUK KUANTAN - Tewasnya Rizky Ramdhan, anak mantan Camat Pangean, korban pembunuhan sempat menghebohkan masyarakat Kuansing. Kemudian poto pelaku begitu cepat beredar dimedsos oleh warga net.

Berbagai kecaman disampikan masyarakat Kuansing, terhadap pelaku yang dinilai berlaku sadis dengan cara menggorok leher korban.

Kedua pelaku yang sudah diamankan pihak kepolisian, potonya dengan cepat beredar dimedsos. Sebagian warga menanggapi agar kedua pelaku ini dihukum seberat-beratnya, kemudian ada juga yang menyampaikan nyawa dibayar nyawa.

Satu pelaku diketahui masih berstatus pelajar SMA kelas 3 dengan inisial Ad dan satu pelaku diketahui berinisial Roy. Sedangkan Ad ini diketahui masih ada hubungan kerabat dengan korban sebagai sepupu.

"Ya pelaku Ad ini, masih berstatus pelajar dan masih tergolong kaum kerabat dengan korban," ujar warga Kuantan Hilir, Jafrinaldi, Rabu (26/9/2018) malam ketika dihubungi.

Sementara, korban diketahui anak yang cerdas dan tidak banyak cerita. Dikalangan Gurunya, korban dikenal sangat sopan dan baik dengan semua teman-teman.

Kepergian, korban dengan cara yang tragis, meninggalkan duka yang cukup mendalam bagi semua teman dan Gurunya. (dow)

source : beritakuansing

Duyung Dugong Kembali Ditemukan Mati di Rupat, Bengkalis

September 07, 2018
BENGKALIS, RUPAT - Duyung Dugong kembali ditemukan mati di Rupat Utara, tepatnya di Sungai Simpur, Desa Suka Damai, Selasa (4/9/18) lalu. Sayangnya, saat ditemukan oleh warga, mamalia laut pemalu penyuka lamun ini sudah dalam keadaan mati. 

Abdul Kadir, Penyuluh Budidaya Perikanan dari Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Bengkalis mengatakan, mendapat informasi ada penemuan Dugong sekitar 16.00 WIB oleh seorang pencari kayu api yang sedang melintas di kuala Sungai Simpur, ia melihat hewan mirip ikan besar sudah mati dan terapung di atas air. 

"Karena tidak berani mendekat, pencari kayu ini lantas naik ke darat memanggil seorang nelayan untuk memeriksa hewan mati tersebut," kata Abdul Kadir yang akrab disapa Kadir tersebut seperti dilansir stripetosecure.or.id. 

Nelayan ini turun memeriksa hewan tersebut. Setelah melihat ciri-ciri yang ada pada hewan dan dibalik bangkainya, ternyata seekor Dugong. 

"Sore itu saya segera cek ke lokasi. Ternyata Dugongnya sudah tidak ada lagi karena sudah dilepaskan ke air. Nelayan pun tak mengambil foto. Karena sudah hampir malam, sulit mencari. Saya minta tolong ke nelayan untuk menyisir sungai," ujar Kadir lagi. 

Kenudian Kadir menghubungi Balai Pengelolaan Sumberdaya Perairan dan Laut (BPSPL) Padang, yang pada saat bersamaan sedang berada di desa Tanjung Medang, Rupat Utara untuk mempersiapkan acara Konsultasi Publik Calon Kawasan Konservasi Perairan (CKKPD) Rupat Utara yang dilaksanakan pada Rabu (5/9/18). 

Esok harinya, usai acara Konsultasi Publik CKKP Rupat Utara, Kadir bersama-sama dengan BPSPL Padang, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) DPK Kabupaten Bengkalis dan WWF Indonesia Program Riau yang turut hadir menjadi peserta konsultasi publik, lalu berangkat menuju lokasi penemuan untuk memastikan bahwa yang dilihat nelayan tersebut adalah Dugong. 

Tim bertemu dengan nelayan yang menemukan Dugong tersebut. Nelayan yang bernama Suryanto, kemudian menuturkan ciri-ciri satwa yang ia temukan. 

"Saat ditemukan, kulitnya berwarna putih, mukanya mirip lembu, ada rambut-rambut pendek seperti duri di mulutnya. Saat dibalik, punggungnya tidak bersirip seperti ikan. Kulitnya tidak ada luka," tutur Suryanto. Suryanto mengaku yakin bahwa yang ia lihat adalah dugong karena ia meihat foto/gambar dari sosialisasi tentang dugong yang diberikan oleh BPSPL Padang Satker Pekanbaru akhir tahun lalu.

"Waktu itu saya temukan sekitar pukul 09.00 WIB pagi," lanjut Suryanto sambil menunjukkan lokasi penemuan dugong. Saat ditemui, Suryanto tampak merasa bersalah karena telah melepas kembali dugong yang ia temukan. 

Kemudian, Kamis (6/9/18) pagi, Kadir mendapat kabar dari nelayan setempat bahwa bangkai Dugong sudah ditemukan. Koordinasi untuk pengukuran morfometri bangkai dugong dilakukan via telepon karena tim BPSPL Padang dan WWF Indonesia telah kembali ke Dumai pada Rabu (5/9/18) petang.

Pengukuran morfometri dilakukan Kadir, dibantu oleh Abdul Rais dan Syahruddin dari UPTD Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, serta Joko Sutrisno dan Charles dari Kelompok Pengawas Masyarakat. Juraij, Tenaga Ahli Dugong dari Yayasan Lamun Indonesia (LAMINA) dan Dugong Seagrass Conservation Project (DSCP), memberikan asistensi via telepon saat proses pengukuran dilakukan.

Dari pengamatan awal yang dilakukan oleh Abdul Rais dari UPTD Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, kondisi bangkai dugong saat itu sudah mulai membengkak, mengeluarkan cairan tubuh, dan berbau. Kulitnya sudah mulai mengelupas.

Total panjang dugong dari kepala hingga ekor adalah 241 cm. Sudah mau dewasa. Jenis kelaminnya betina," kata Juraij setelah mendapat laporan morfometrik dari Kadir.

Setelah dilakukan pengukuran morfometri, bangkai dugong tersebut dikubur di salah satu pulau kecil untuk menghindari penyebaran penyakit akibat pembusukan.

Belum dapat dipastikan apa penyebab dugong berjenis kelamin betina itu mati. Sementara itu, Padang Lamun (seagrass) di Rupat Utara yang menjadi sumber pakan Dugong mengalami kerusakan. Hal ini disampaikan oleh BPSPL Padang Satker Pekanbaru dalam konsultasi publik yang digelar pada Rabu (5/9/18). BPSPL Padang memaparkan hasil survey CKKP (Calon Kawasan Konservasi Perairan) Rupat Utara yang dilakukan di tiga desa di Rupat Utara pada pertengahan Juli lalu, yang dihadiri oleh perwakilan nelayan, stakeholders terkait, dan WWF Indonesia.

"Ada tiga survei yang dilakukan pada tahap identifikasi CKKP Rupat Utara. Survey mangrove, survey sosial ekonomi masyarakat dan survey dugong dan lamun. Salah satu hasil survey CKKP, yakni survey dugong dan lamun menunjukkan adanya perubahan drastis dari padang lamun yang ditemukan di Pulau Beruk. Pada tahun 2016, padang lamun masih sangat sehat dan subur. Tahun 2018, tepatnya pada bulan Juli, padang lamun di lokasi yang sama sudah rusak parah," terang Supratmi dari BPSPL Padang Satker Pekanbaru.

"Penyebab kerusakan Padang Lamun masih belum dipastikan, namun salah satu pemicunya adalah pencemaran," lanjutnya lagi.

Dugong merupakan satwa dilindungi jenis mamalia laut yang memiliki karakter pemalu dan menghindari bertemu manusia. Dugong yang sering disalah sebut ikan oleh masyarakat awam, merupakan mamalia laut yang berkerabat dekat dengan gajah. Dugong memiliki makanan kesukaan yakni lamun (seagrass). Di Rupat Utara, ada beberapa kawasan yang memang ditumbuhi oleh lamun kesukaan satwa dilindungi ini. 

Hampir satu tahun yang lalu kejadian Dugong mati secara tidak sengaja juga pernah terjadi di Sungai Simpur, Desa Suka Damai (29/9/17). Saat ditemukan, Dugong sudah dalam keadaan mati. Karena ketidaktahuan warga saat itu, dugong yang sudah mati tersebut ditarik ke darat lantas dipotong-potong. Kejadian ini sempat viral selama beberapa waktu karena salah satu warga mengunggah foto proses pemotongan satwa dilindungi tersebut di media sosial.(dow)

source : beritabengkalis

Lantai III Kantor Pajak Pratama Pelalawan Hangus Terbakar

September 03, 2018
PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Kantor Pajak Pratama Kabupaten Pelalawan terbakar pada Minggu (2/9/2018) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.00 WIB oleh petugas Pemdam Kebakaran (Damkar).

Informasi yang diperoleh awak media, belum diketahui pasti pernyebab kebakaran digedung tiga lantai itu. Api melalap habis lantai tiga kantor pajak pratama yang terletak di komplek perkantoran Bhakti Praja Pangkalan Kerinci.

"Yang terbakar lantai III. Itu digunakan untuk menyimpan arsip," beber Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pelalawan, Abu Bakar FE, kepada tribunpelalawan.com, Minggu (2/9/2018).

Berdasarkan keterangan saksi mata, api mulai muncul sekitar pukul 06.30 WIB dan langsung menjalar ke sebagian ruang arsip.

Selanjutnya tim pamadam kebakaran dari Satpol PP langsung ke lokasi, mengingat jaraknya dekat dan masih di dalam komplek perkantoran Bhakti Praja.

Dua unit mobil Damkar milik Satpol PP diterjunkan untuk memadamkan Kebakaran. Kemudian dibantu oleh mobil Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan satu mobil Damkar milik PT RAPP.

Setelah para petugas berjibaku dengan api yang melalap kantor, si jago merah baru berhasil dipadamkan.

"Sekitar dua jam setelah kebakaran baru bisa padam. Kalau apinya tak lama memadamkannya. Proses pendinginanya yang lama," tambah Abu Bakar.

Pihaknya sempat kesulitan mencapai akses ke titik kebakaran karena berada di lantai III. Apalagi ruangan yang di lalap api merupakan ruang arsip yang penuh dengan bahan bakar. (dow)

source : beritapelalawan

Amar Pernah Taklukkan King Kobra Sepanjang 4 Meter di Pelalawan

September 01, 2018
PELALAWAN, PANGKALAN KERINCI - Berhadapan dengan binatang reptil khususnya ular sudah jadi hal yang biasa bagi pemuda bernama Muammar Syahida. Amar begitu ia akrab disapa mengaku punya kesenangan tersendiri terhadap ular. Menurutnya jika dilihat ular itu unik, cantik dan jenisnya juga beragam.

Baru-baru ini, bahkan dia baru saja menangkap seekor ular King Cobra yang terjebak di sebuah jeratan milik warga di Desa Terantang Manuk, Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.

"Kebetulan saat itu, saya tengah berada di rumah saya di Pelalawan. Jadi ada warga nelfon dan mengabari jika temennya yang membuat jerat untuk ular Sanca, malah kena ular King Cobra," ungkap Amar saat berbincang dengan Wartawan, Kamis (30/8/2018).

Oleh warga, rencananya ular tersebut hendak ditembak mati. Warga takut dengan ular King Cobra.

"Akhirnya saya di pangggil untuk mengamankan ular yang kena jerat. Saya pun mencoba menaklukkan dan menangkap ular tersebut," ucap dia.

Kata Amar, saat proses penangkapan dilakukan, ia tak menemukan kendala berarti. Lantaran sebelumnya sudah kerap melakukan hal yang sama, yakni menangkap King Cobra. Dia menuturkan, kesulitannya karena ular tersebut berada di air. Dia juga melakukan perlawanan. Namun berkat keterampilannya menjinakkan hewan berbisa itu, sang King Cobra bisa ditaklukkan dan ditangkap.

Saat ini kata Amar, ular yang sudah terjebak selama 2 hari itu berada di rumahnya. Ular tersebut sedang berada dalam perawatan.

"Ularnya saya bawa pulang karena kasihan ularnya terluka di badannya karena kena jerat tali. Sejauh ini masih tahap pengobatan, nanti mau dibersihkan lagi lukanya. Karena ada ulat yang keluar dari lukanya itu," sebut Amar.

Menurut Amar, rasa takut terhadap ular memang sudah tidak ada lagi di dirinya. Lantaran sebelumnya, dia sudah belajar terlebih dahulu bagaimana cara menjinakkan hingga memelihara ular. Mahasiswa semester akhir Fakultas Kehutanan Unilak Pekanbaru ini makin dikenal masyarakat dengan aksinya menaklukkan king kobra tersebut.

Pernah Digigit ular peliharaan sendiri.

Amar pernah mengalami peristiwa tak menyenangkan. Yakni digit ular peliharaan sendiri. Ular tersebut termasuk kategori berbisa, nama ilmiahnya trimeresurus albolabris atau biasa disebut ular gadung luwuk (Jawa). Peristiwa tersebut terjadi sekitar tahun 2012. Tepatnya saat dia melakukan edukasi di salah satu panti asuhan di Semarang.

"Setelah acara selesai, ular tersebut saya pegang kepalanya untuk dimasukkan ke dalam karung yang khusus buat ular berbisa. Tapi naas, saat kepalanya saya pegang, taring ular tersebut keluar dan mengenai jempol tangan kiri saya sampai di kunyahnya," beber dia.

Sontak saja, Amar langsung menjatuhkan ular tersebut ke lantai. Melihat itu, teman-teman Amar yang ada saat itu pun panik semua. Amar kemudian dilarikan ke rumah sakit dan sempat muntah darah 2 kali setengah jam setelah di gigit ular.

Selama 4 hari lamanya, dia terbaring di rumah sakit. Lantaran tak ada perubahan, ia kemudian dilarikan ke Yogyakarta.

"Di sana cuma menggunakan pengobatan tradisional. Alhamdulillah luka saya bisa sembuh meski ada beberapa tahapan pengobatan sendiri dan hasilnya jempol kiri saya cacat akibat racun dari ular tersebut," ulas dia.

Kata Amar, hal seperti itu memang sudah menjadi resiko tersendiri baginya. Terlebih cara dia dalam menangani ular waktu itu salah.

"Sebagai pelajaran aja, agar tetap hati-hati untuk kedepannya. Kapok sih nggak, cuma harus lebih berhati-hati lagi. Sampai sekarang koleksi ular berbisa saya juga banyak," tutupnya. (dow)

source : beritapelalawan

Duka Idul Adha, Remaja Ini Tenggelam di Kolam Bekas Galian Pasir

August 22, 2018
DUMAI, DUMAI TIMUR - Duka menyelimuti keluarga Meisya Andini pada momen Idul Adha 1439 H. Keluarga hanya bisa menangisi jasad Meisya Andini yang sudah tidak bernyawa, Rabu (22/8/2018). Remaja malang itu meninggal karena tenggelam di genangan bekas galian pasir.

Keluarga korban hanya bisa pasrah melihat jasad korban tiba di rumah duka, Gang AA, Jalan Tenaga. Mereka sudah menerima insiden ini sebagai duka. Keluarga langsung menyelenggarakan jasad korban.

Prosesi pemakaman jasad Meisya berlangsung di Perkuburan Petak Panjang Sungai Dumai. Duka bermula saat korban dan lima temannya hendak menikmati liburan Idul Adha. Mereka mendatangi lokasi galian pasir di Jalan Sri Pulau, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Rabu siang.

Remaja 12 tahun itu pergi bersama ke lokasi bekas galian pasir untuk berenang di sana. Dua temannya terjun duluan ke dalam kolam bekas galian pasir tersebut. Korban pun ikut masuk ke dalam kolam bersama temannya yang lain.

Naas korban ternyata tidak bisa berenang. Akibatnya korban pun tenggelam di kolam bekas galian pasir itu. Dua teman korban yakni Ferry Akbar dan Dicky Wahyudi sempat mencoba untuk menolong korban. Mereka berupaya membawa korban ke tepi kolam. Upaya keduanya urung membuahkan hasil karena tidak kuat membawa korban ke tepi.

Genggaman tangan korban pun terlepas hingga gadis remaja itu akhirnya tenggelam. Saat dalam kondisi panik teman korban berupaya mencari bantuan. Mereka meminta bantuan warga setempat. Warga sekitar lokasi mencari korban di dalam kolam bekas galian pasir. Satu jam pasca kejadian warga bersama petugas dari BPBD Dumai dan Polsek Dumai Timur langsung mengevakuasi korban. Petugas menemukan korban sudah tidak bernyawa.

"Jadi petugas langsung meluncur ke lokasi untuk membantu evakuasi. Sayangnya korban sudah tidak tertolong lagi," papar Kapolsek Dumai Timur, Kompol Zamzami kepada Wartawan, Rabu petang.

Menurutnya, pihak polsek langsung meminta keterangan saksi terkait insiden ini. Polisi sudah meminta keterangan dari teman-teman korban yang ikut berenang di sana. Zamzami menyebut bahwa keluarga korban mengaku sudah menerima insiden ini. Mereka menolak visum maupun otopsi terhadap jasad korban. "Jadi keluarga korban sudah menerima insiden ini," tutupnya.(dow)

source : beritadumai





Diduga Arus Pendek, Api Bakar Kantor Dinsos PMD Kuansing

August 22, 2018
KUANSING, TELUK KUANTAN - Terbakarnya kantor Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Deda (PMD) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau diduga disebabkan tegangan arus pendek.

"Kemungkinan konsleting listrik. Sebab, api berasal dari bagian atas gedung," ujar Erdiansyah, Kepala Satpol PP Kuansing yang terjun ke lokasi, Rabu (23/8/2018) pagi.

Kendati dugaan awal akibat konsleting listrik, Erdiansyah tetap menyerahkan sepenuhnya ke aparat kepolisian untuk penyelidikan penyebab kebakaran.

"Tugas kita hanya memadamkan api. Bersyukur api sudah bisa dipadamkan," ujar Erdiansyah.

Senada dengan itu, Muharlius selaku Kepala Dissos PMD Kuansing juga menduga konsleting listrik menjadi penyebab kebakaran.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kebakaran yang melanda Dinas Sosial PMD terjadi sekitar pukul 07.00 Wib sebelum umat Islam menunaikan salat Idul Adha. Yuhendra selaku saksi mata menyebutkan bahwa dirinya melihat kepulan asap membumbung ke angkasa, ketika hendak berangkat ke masjid.

"Ternyata gedung Dinas Sosial yang terbakar," ucapnya.(dow)

source : beritakuansing

Guru ICS Pekanbaru Ditemukan Tewas Telungkup di Kamar Mess

August 14, 2018
PEKANBARU, BUKIT RAYA - Sesosok jenazah laki-laki mendadak bikin geger warga di sekitar Jalan Melati, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai, Senin (13/08/18) pagi. Jasad yang diketahui bernama Wahyu Ihdia (36) tersebut ditemukan sudah tak bernyawa dalam posisi telungkup di kamar messnya di TKP. 

Menurut Kapolsek Bukit Raya, Kompol Pribadi, korban sendiri merupakan guru di Indonesian Creative School (ICS) Pekanbaru. Hal itu diketahui dari keterangan saksi mata sekaligus rekan korban sesama tenaga pengajar di ICS, Deni Septviano (40) yang pertama kali menemukan korban tewas. 

"Saksi (Deni) awalnya ngecek ke kamar mess korban karena sejak pagi korban tidak ikut briefing di kantornya. Begitu dicek, di kamar mess tersebut tercium bau busuk dan saksi melihat korban sudah dalam posisi telungkup meninggal dunia," ujarnya kepada Wartawan. 

Guna memastikan penyebab kematiannya, sambung Pribadi, jasad korban pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk divisum maupun diotopsi. Dari hasil olah TKP, korban diperkirakan sudah tewas lebih dari satu hari karena sudah mengeluarkan aroma tak sedap.

"Kita belum tau (penyebab kematian korban). Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit," singkatnya.(dow)

source : beritapekanbaru

Oncu Temukan Tengkorak Manusia Saat Berburu Babi di Area PKS

August 05, 2018
BENGKALIS, MANDAU - Warga Kelurahan Pematang Pudu kecamatan Mandau dihebohkan dengan penemuan tengkorak manusia diduga berjenis kelamin perempuan, Sabtu (4/8) siang kemarin. Tengorak ditemukan di belakang perkebunan sawit tepatnya sekitar jalan SMAN 4 Mandau.

Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto saat dikonfirmasi Wartawan membenarkan adanya penemuan tengkorak manusia tersebut. Menurut Kapolres tengkorak manusia yang ditemukan tersebut sempat dievakuasi ke RSUD Mandau untuk dilakukan visum dan di identifikasi.

"Saat ini tengkorak yang ditemukan sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan autopsi, " terang Kapolres Bengkalis.

Menurut Kapolres, penemuan tengkorak ini pertama kali ditemukan oleh seorang warga setempat bernama Oncu yang sedang melakukan aktifitas berburu babi disekitaran perkebunan sawit jalan SMAN 4 Mandau.

Kemudian ketika berburu tanpa sengaja melihat adanya tengkorak tersebut.

"Saksi kaget melihat tengkorak tersebut langsung pulang ke rumah melaporkan apa yang dilihatnya ke ketua RT 05 tempatnya tinggal. Kemudian ketua RT ini melaporkan ke ketua RW 01 Kelurahan Pematang Pudu, "ungkap Kapolres.

Selanjutnya pihak RW melapor langsung kepada Bhabinkamtibmas setempat Brigadir Edi Yulianto dan langsung melakukan koordinasi bersama Polsek Mandau.

"Bhabinkamtibmas kita langsung turun ke TKP bersama tim dari Polsek Mandau untuk memastikan temuan tengkorak manusia tersebut. Petugas yang turun langsung melakukan olah TKP ditempat penemuan tengkorak ini," tambahnya.

Dari hasil penyisiran petugas, selain tengkorak, sejumlah tulang belulang diduga tulang manusia juga ditemukan di sekitaran penemuan tengkorak ini. "Anggota di lapangan juga menemukan sejumlah tulang. Selain itu juga ditemukan satu lembar baju berwarna putih dengan corak bunga bunga sudah dalam keadaan kotor, " tambah Mantan Kapolres Rohul ini.

Meskipun menemukan tulang dan baju, petugas di lapangan tidak menemukan senjata tajam atau barang mencurigakan lainnya di sekitaran TKP. Sementara tengkorak yang ditemukan sempat dievakuasi ke RSUD Mandau untuk dilakukan visum dan identifikasi sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Sampai saat ini identitas korban belum diketahui. Warga setempat ditemukan tengkorak menurut keterangan ketua RW setempat sampai saat ini tidak ada merasa kehilangan anggota Keluarga.(dow)

source : beritabengkalis

Jadi Korban Tabrak Lari, Pasutri Tewas di Sungai Pagar,

August 03, 2018
KAMPAR, KAMPAR KIRI HULU - Ahmad Yadi, 10 tahun, hanya bisa menangis melihat tubuh kedua orang tuanya berlumuran darah yang tergeletak di atas jalan aspal. Ia selamat dalam kecelakaan yang terjadi di Kelurahan Sungai Pagar Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kamis (2/8/2018) pagi.

Bocah malang itu dibonceng menaiki sepeda motor bersama ibunya, Retnawailis, 45 tahun. Sepeda motor Honda Supra X BM 6938 ZJ itu dikemudikan oleh ayahnya, Bujang Selamat, 46 tahun. Ayah dan ibunya kemudian dinyatakan meninggal di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru setelah sempat dirawat di Puskesmas Sungai Pagar.

Kepala Unit Kecelakaan pada Satlantas Polres Kampar, Ipda. Faisal mengungkapkan, keluarga itu merupakan korban tabrak lari. Kejadian tragis ini menimpa korban dalam perjalanan dari Kuntu Darussalam ke Pekanbaru.

"Lawannya mobil (truk) Colt Diesel yang tidak diketahui identitasnya. Truk lari dari tempat kejadian," ungkap Faisal. Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban hendak mendahului truk tersebut di Kilometer 30/31 Jalan Lintas Pekanbaru-Taluk Kuantan.

Pagi itu masih sekira pukul 06.45 WIB. Korban mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi.

"Mobil (truk) tersebut membanting ke kanan jalan dan menyenggol bagian samping sebelah kiri sepeda motor," ujar Faisal.

Akibatnya, korban dan sepeda motornya terpental ke bahu jalan.

"Kakinya (Bujang Selamat) langsung digilas mobil," katanya.

Truk itu langsung kabur dari tempat kejadian yang kebetulan masih sepi dari hilir mudik kendaraan. Kepala Kepolisian Sektor Kampar Kiri Hilir, AKP. Yusril yang dikonfirmasi terpisah, menduga pelaku tabrak lari adalah pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit.

Namun belum ada saksi yang memastikannya. Meski begitu, Yusril mengaku telah berupaya melakukan pengejaran. Pihaknya mencari truk itu ke beberapa Pabrik Kelapa Sawit. Sebab truk itu diduga mengantar TBS Kelapa Sawit ke PKS.

"Petugas sudah mencari ke semua PKS. Tapi truk nggak ditemukan," ujar Yusril.

Ia menambahkan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas truk dan sopirnya.(dow)

source : beritakampar

Tuntut Kejelasan Nasib, Puluhan Tenaga RTK Kembali Unjukrasa ke Kantor Bupati Kampar

July 06, 2018
KAMPAR, BANGKINANG - Puluhan Tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Kampar kembali berunjuk rasa. Didampingi aktivis Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI), mereka menggelar aksi di depan Kantor Bupati, Kamis (5/7/2018) siang.

Pengunjuk rasa menuntut kejelasan nasib mereka. Sebab hingga kini, Pemerintah Kabupaten Kampar belum memutuskan status mereka. Pada aksi sebelumnya, 4 Juni lalu, mereka diterima Bupati Kampar, Azis Zaenal.

Perwakilan massa diperkenankan berdialog dengan Bupati untuk menyampaikan tuntutannya. Kala itu, Bupati berjanji akan membawa persoalan mereka ke Kementerian Kesehatan. Pemkab Kampar mencari formula untuk dapat mempertahankan Tenaga RTK.

Sekretaris GPPI Kampar, Ryan menyebutkan, pada dialog terakhir itu, Kepala Dinas Kesehatan diperintahkan akan berkoordinasi dengan Kemenkes. "Sampai sekarang, belum ada kejelasan dengan nasib (tenaga) RTK. Kita ingin menanyakan langkah yang sudah diambil," ujarnya.

Menurut Ryan, Tenaga RTK sudah menanyakan Dinkes tentang langkah yang telah diambil. Namun progresnya belum ada.

Pengunjuk rasa ditemui oleh Sekretaris Daerah, Yusri didampingi Asisten III, Nurhasani. Pengunjuk rasa menitip surat permintaan audiensi dengan Bupati kepada Sekda.

Mereka meminta audiensi digelar pada Senin, 9 Juli. "Kita meminta supaya Bupati menghadirkan instansi terkait untuk memberi penjelasan kepada RTK," ujar Ryan.

Sekda Yusri akan menyampaikan permintaan audiensi itu kepada Bupati. Soal pelaksanaannya akan disesuaikan dengan jadwal.(dow)

SPBU Bungaraya Siak Terbakar, Sumbernya Diduga dari Sepeda Motor

July 05, 2018
SIAK, BUNGARAYA - Petang tadi, Rabu (4/7/2018), SPBU yang berada di Bungaraya, Kabupaten Siak, nyaris ludes terbakar. Untung saja pertugas sigap, sehingga lidah api yang sudah menyembur asap yang mengepul dapat dijinakkan.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.18 WIB di SPBU Bungaraya. Untung petugas cepat bisa mengatasinya, kata salah seorang warga, Viki.

Kabarnya, kata Viki, penyebab kebakaran karena adanya sepeda motor mengisi bahan bakar. Setelah mengisi BBM, tiba-tiba ada percikan api dari busi sepeda motor.

Setahu saya tidak ada korban dan api cepat dapat dipadamkan. Juga tidak ada pompa yang terbakar karena cepatnya penanganan," ujar Viki.

Remaja 17 Tahun Tewas Terlindas Truk di Jalan Hangtuah Pekanbaru

July 04, 2018
PEKANBARU, SAIL - Remaja berusia 17 tahun bernama Dika, meregang nyawa usai terlintas dump truk, Selasa (3/7/2018) pagi tadi. Nyawanya tak tertolong usai terluka parah, terutama di bagian kepala.

Dika yang tercatat masih berstatus pelajar ini meninggal dunia di lokasi kejadian. Saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor scoopy dan bermaksud hendak mendahului truk di depannya.

Informasi dari kepolisian yang masuk Selasa siang, Dika tergilas truk tersebut setelah sempat terkejut saat melihat ada kendaraan lain dari arah berlawanan, persis ketika dirinya hendak mendahului mobil bermuatan itu.

"Korban posisinya di belakang truk dan hendak mendahului, namun dari arah berlawanan ada mobil membuat dirinya terkejut lalu terjatuh. Saat itulah korban terlindas/tertabrak truk," ungkap Kapolsek Tenayan Raya AKP Benny Syaf.

Benny yang dikonfirmasi awak media melanjutkan, mobil tersebut langsung melarikan diri usai kejadian. Nomor polisinya juga tidak diketahui. Setakat ini, aparat masih melakukan penyelidikan.

Ada dua orang dimintai keterangannya sebagai saksi. Sedangkan warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melihat kondisi Dika yang sudah berlumuran darah dan tak bergerak lagi.

"Korban meninggal dunia di tempat. Kejadiannya di Jalan Hangtuah, depan plaza ternak," pungkas mantan Kapolsek Payung Sekaki - Kota Pekanbaru tersebut.(dow)