Berita Siak

Showing posts with label Berita Siak. Show all posts
Showing posts with label Berita Siak. Show all posts

Terjaring Razia Prostitusi di Tualang, Polisi Serahkan Remaja 16 Tahun ke Dinas Sosial

February 24, 2019
SIAK, TUALANG - Lokasi prostitusi terselubung di Km 12 Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak ternyata masih beroperasi. Masyarakat sekitar resah sehingga meminta aparat kepolisian menyusuri lokasi tersebut.

Kapolsek Tualang Kompol JJ Hutapea mengatakan, pihaknya sudah menyisir tempat-tempat sarat maksiat itu. Bahkan pihaknya berhasil mengamankan 6 perempuan diduga PSK dan seorang yang diduga mucikari. Mirisnya, saru di antara perempuan itu baru berumur 16 tahun.

"Kami melakukan razia kemarin malam itu karena berawal dari laporan masyarakat. Laporan itu mengatakan ada lokasi prostitusi yang mempekerjakan anak di bawah umur sebagai pelayan pria hidungbelang," kata Kompol JJ Hutapea, Jumat (22/2/2019).

Polisi juga menyita 47 botol minuman keras (miras). Sebanyak 14 botol merk Bintang, 17 botol Guiness dan 16 botol Angker Bir. Pihaknya juga mengamankan 2 sepeda motor tanpa surat-surat.

Kompol JJ Hutapea melanjutkan, pihaknya secara diam-diam langsung masuk ke lokasi. Masing-masing rumah hanya tampak remang-remang. Aroma minuman keras terasa begitu kuat kala pihaknya memasuki rumah-rumah tersebut.

"Kita merazia ini dalam rangka Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD). Giat dipimpin Panit Reskrim Polsek Tualang Ipda Muslim dan Panit Sabhara Ipda Syafrul," kata dia.

Ia mengatakan, saat pihaknya tiba di lokasi, pengunjung di sana berhamburan. Lokasi tersebut di Perawang terkenal dengan sebutan Gang Nasional.

"Dari 6 perempuan yang kita amankan benar saja 1 masih di bawah umur. Umurnya masih 16 tahun," kata dia.

Anak di bawah umur tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial Siak.(dow)

source : berita siak

Hasil Kajian Tata Kelola Gambut Jadi Acuan untuk Pengelolaan TORA

February 16, 2019
SIAK, MEMPURA - Hasil kajian tata kelola gambut jadi acuan untuk pengelolaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Seluas 4.000 Ha Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di kabupaten Siak rata-rata berlahan gambut. Meski sudah ada pemilik sesuai pembagian negara, namun pengelolaannya masih dalam kajian Pemkab Siak dan Badan Restorasi Gambut (BRG).

Pemkab Siak bersama BRG sedang mepersiapkan inovasi pengelolaan lahan tersebht. Rencananya berbasis aerohydrologi pada lahan program TORA di Kabupaten Siak. Rabu (13/2/2019) Pemkab Siak bersama BRG melaksanakan kegiatan forum diskusi Riset Pengelolaan Kesatuan Hydrologi.

Untuk Optimalisasi Pengembangan Komoditas Ramah Gambut pada lahan program TORA, di Hotel Grand Mempura, Siak. Hasil riset tersebut bakal menjadi acuan untuk pengelolaan lahan bergambut.

Deputi IV Badan Restorasi Gambut Dr. Haris Gunawan menyebut rapat riset tersebut sebagai bagian dari upaya sosialisasi dan koordinasi terkait program Desa Peduli Gambut. Kemudian membahas sejumlah agenda BRG lainnya sesuai kepentingan strategis daerah dan desa sasaran.

"BRG merupakan lembaga yang ditugaskan untuk memulihkan gambut dengan merangkul semua pihak agar bisa dikelola dengan melibatkan para ilmuan. Tantangan kita kedepan adalah menemukan inovasi dan terobosan yang sesuai dengan kebutuhan dan semangat daerah dalam pengelolaan gambut di Siak" kata Haris Gunawan.

Pihaknya semangat melaksanakan riset dengan harapan hasilnya dapat menjadi terapan di Siak, sehingga lahan TORA yang akan dinikmati warga tidak merusak ekosistem gambut, namun tetap memberikan hasil kepada warga.

Wakil Bupati Siak Alfedri menyebut kabupaten Siak menjadi salah satu daerah yang menjadi target program restorasi gambut BRG. Karena Siak memiliki kawasan gambut yang cukup luas. Untuk itu kajian-kajian yang dilakukan dapat diimplementasikan menjadi suatu kebijakan yang tepat kelola dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

"Harapan kami hasil kajian selama 3 bulan ini dapat dijadikan acuan yang dalam menetapkan langkah strategis terhadap budidaya komoditas ramah gambut, yang menghasilkan peningkatan ekonomi masyarakat," kata Alfedri.

Pada diskusi tersebut juga hadir Tim Ahli Riset Hydrologi dan Pemetaan, Prof Indratmo, Dr. Sigit, Dr. Budi, Dr. Prayoto serta dari Tim Riset Komoditas Dr. Nurul Qomar, dan Ir. Bastoni, BPTP Riau dan Tim Riset Keekonomian, serta pejabat Asisten Pemerintahan dan Kesra L. Budhi Yuwono. (dow)

source : berita siak

Hantam Dump Truk, Trailer Langsung Terbakar Dan Pengemudinya Tewas Terjepit

February 08, 2019
SIAK, KERINCI KANAN - Warga di jalan Lintas Pertamina Kerinci Kanan, kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak dikagetkan dengan tabrakan truk yang menyebabkan percikan api, Kamis (7/2/2019). Pada peristiwa itu, sopir truk ikut terbakar dan meninggal dunia di TKP.

Kapolres Siak AKBP Ahmad David melalui Kasat Lantas Polres Siak AKP A Chandra P mengungkapkan, kendaraan yang terlibat dalam tabrakan tersebut adalah mobil Mitsubishi Trailer BK 9768 BU dan mobil Nissan Dump Truck BM 9293 TU.

Pengemudi mobil nissan Dump Truck BM 9293 TU atas nama Heri Salman (59). Ia tinggal di jalan Yos Sudarso RT 4 RW 5 Meranti Pandak, Pekanbaru. Mobil Mitsubishi Trailer BK 9768 BU terbakar usai menabrak mobil Nissan Dump Truck BM 9293 TU yang rusak di Jalan Lintas Pertamina Kerinci Kanan, kabupaten Siak, Kamis (7/2/2019).  Pengemudi Trailer, Julianto (31) meninggal di tempat.

Sedangkan pengemudi mobil Trailer BK 9768 BU atas nama Julianto (31), tinggal di desa Rantau Panjang, kecamatan Koto Gasib, Siak. Julianto tidak tertolong dalam peristiwa ini hingga ia ikut terbakar bersama mobilnya.

"Jika ditaksir, kerugian materinya mencapai Rp 50 juta," kata AKP A Chandra P, Jumat (8/2/2019).

Ia menguraikan, awalnya mobil Nissan Dump Truck BM 9293 TU datang dari arah Lubuk Dalam menuju Kerinci. Setibanya di tempat kejadian, mobil Dump Truck tersebut mengalami kerusakan. Ia terpaksa parkir di badan jalan sebelah kiri dari arah kedatangan.

"Tetapi tanpa memasang segitiga pengaman dan tidak menghidupkan lampu hazard," kata dia.

Tidak lama setelah itu, datang dari arah bersamaan mobil Trailer BK 9768 BU dengan kecepatan sedang. karena jarak sudah dekat sehingga mobil trailer menabrak dump truk yang rusak tersebut. Namun naas bagi mobil trailer, karena langsung terbakar di bagian depan. Akibatnya sopir tidak bisa keluar sehinga ikut terbakar.

"Kita sudah datang ke TKP dan melakukan olah TKP. Saat ini masih dalam proses, sedangkan jenazah sopir dump truk sudah dijemput pihak keluarga," kata dia.(dow)

source : berita siak

Diduga Korban Tabrak Lari, Sesosok Mayat Perempuan Tergeletak di Semak-semak

January 27, 2019
SIAK, MINAS - Warga Dusun Minas Jaya, Kecamatan Minas geger karena temuan sesosok mayat berjenis kelamin perempuan, Selasa (22/1). Jenazah tanpa identitas itu diduga jadi korban tabrak lari. Jasad mayat perempuan tersebut dihinggapi serangga, tergeletak di dalam semak belukar, tepatnya di tepi Jalan Yos Sudarso Km 28.

"Awalnya ditemukan warga yang lagi membabat rumput di sekitar TKP. Ia kaget jasad mayat tersebut dengan posisi tertelentang di pinggir jalan itu," kata Kapolres Siak AKBP Ahmad David melalui Panit I Polsek Minas Iptu Dafris.

Ia mengatakan, identitas mayat tersebut belum diketahui. Ia menceritakan, pada Selasa (22/1) pukul 11.00 WIB Saiful (53) dan Firdaus (30) sedang melakukan pemotongan rumput di tepi jalan tersebut. Saiful melihat ada sesosok tubuh yang nampaknya tidak bernyawa lagi dengan posisi tertelentang.

"Mengetahui hal tersebut saksi 1 dan saksi 2 memberhentikan warga yang kebetulan melintas di TKP. Ia mengadukan kalau ada mayat," kata Iptu Dafris.

Kemudian pengendara itu pergi ke Mapolsek Minas untuk menyampaikan informasi tersebut. Sedangkan Saiful dan Firdaus melanjutkan pekerjaannya memotong rumput.

"Personel Polsek Minas langsung datang untuk olah TKP," kata dia.

Kondisi mayat, kata dia, memang memprihatinkan. Dibagian mulut, hidung dan telinga mengeluarkan darah. Mayat kemudian dibawa ke Puskesmas Minas dengan menggunakan ambulans Puskesmas Minas untuk dilakukan visum.

"Hasil sementara yang diperiksa oleh dr Ragil, menerangkan terdapat trauma di bagian kepala sehingga mengakibatkan keluarnya darah pada bagian mulut, hidung dan telinga korban. Mayat dibawa ke Pekanbaru guna pemeriksaan lebih lanjut," kata dia.

"Korban diduga korban tabrak lari. Selanjutnya ditangani oleh unit Lantas Polsek Minas," kata dia.(dow)

source : berita siak

Proyek APBN 2018 Senilai Rp 259 Juta Lebih di Siak Tak Selesai Tepat Waktu

January 20, 2019
SIAK, BUNGARAYA - Proyek nasional dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 senilai Rp 259 juta lebih di Suak Merambai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak tak selesai tepat waktu. Proyek pembangunan MDA 2018 senilai Rp 259 juta lebih di kampung Suak Merambai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak tidak selesai pada batas waktu tanggal 31 Desember 2018.

Kepala Desa (Penghulu) kampung itu tetap memberikan izin untuk menyekesaikan pekerjaan hingga Januari 2019 ini. Anggarab proyek tersebut dari APBN 2018. Volume bangunan terdiri dari gedung MDA 3 ruangan, dengan luas 19,5 x 20 meter persegi. Lokasi pembangunan berasa pada dusun II, yang dikenal dengan sebutan kampung Aceh.

Penghulu Kampung Suak Merambai, Syamsuri mengakui dirinya mengizinkan pembangunan dilanjutkan pada Januari 2019. Alasannya karena telah minta petunjuk kepada Camat Bungaraya Hendi Darhavin, pendamping dan pelaksana teknis.

"Surat perjanjian dengan tukang memang lupa membuatnya," aku dia kepada Tribunsiak.com, Rabu (16/1/2019).

Dia juga mengatakan, keterlambatan penyelesaian bangunan itu akibat banyak tukang yang libur. Ditambah lagi dengan cuaca musim penghujan dan material belum masuk

"Menurut Pak Camat tidak ada masalah ya gak apa-apa, kita pun tetap memberikan kesempatan kepada tukang," kata dia.

Ia juga mengaku ada berita acara perpanjangan pelaksanaan proyek yang diketahui camat Bungaraya.

"Karena itu kita merasa tidak ada lagi masalah. Maka kita kerjakan saja. Kita juga tidak berniat memperlama atau tidak ada kelalaian," kata dia.

Karena volume yang terbangun sudah di atas 90 persen, ia merasa sayang jika terbengkalai. Padahal, bangunan itu sudah dinantikan masyarakat.

"Coba kalau tidak kita selesaikan, tentu tidak dapat difungsikan masyarakat tahun ini. Padahal masyarakat butuh sekali dengan bangunan itu," kata dia.

Syamsuri juga menyebut, bangunan kantornya saat ini juga sudah tidak layak. Pihaknya juga mengusulkan agar Pemkab Siak memberikan anggaran untuk membangun kantor pemerintahan desa yang lebih bagus. (dow)

source : berita siak

Sensasi Berkeliling Sungai Siak dengan Perahu Tradisional

January 13, 2019
SIAK, MEMPURA - Jumlah pelancong semakin banyak berdatangan ke Siak Sri Indrapura. Hal itu menjadi peluang usaha baru bagi sejumlah nelayan di sekitaran sungai Siak. Rusdianto alias Ateng (36), satu di antara 18 pemilik perahu kayu yang mencoba peruntungan pada jasa angkut wisata untuk berkeliling di Sungai Siak.

Awalnya, Ateng hanya menakhodai perahu dengan kapasitas 6 -8 penumpang. Sejak tahun lalu, ia memodali sebesar Rp 18 juta untuk perombakan perahunya. Kini, Ateng bisa membawa 18 penumpang sekali jalan.

"Saya sudah 3 tahun beralih ke sektor wisata air ini. Kadang ramai penumpang kadang pulang dengan tangan hampa," kata Ateng sambil menunggu penumpang, Jumat (11/1/2019) di Tepian Bandar Sungai Jantan, belakang gedung Tengku Mahratu, Siak.

Rute wisata air menggunakan perahu tradisional itu memang dari Tepian Bandar Sungai Jantan, melaju pelan menuju jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL).

"Sekali jalan menghabiskan BBM 4 liter," kata Ateng.

Saat bercerita dengan awak media, datang sepasang remaja yang ingin merasakan sensasi naik perahu milik Ateng berkeliling di Sungai Siak. Namun Ateng tidak mau melayani jika penumpang kurang dari 6 orang. Mereka kemudian tawar menawar.

"Baiklah, Rp 100 ribu bisa saya bawa keliling," kata Ateng tegas.

Harga pun cocok, sepasang remaja itu pun naik di perahu. Ateng bergegas ke bagian belakang untuk menyalakan mesin perahunya. Perahunya hanya punya 1 mesin, yakni Yahama Enduro 15 Pk. Setelah ihsan dan pasangannya duduk, mesin menyala, perahu melaju ke tengah sungai menuju jembatan. Perjalanan pergi pulang lumayan lama, sekitar 20-30 menit.

"Saya sering pulang tanpa mendapat penumpang. Bahkan pernah 3 hari berturut-turut," kenang Ateng sembari memegang kemudi perahunya.

Padahal, kata Ateng, pada sore hingga pukul 21.00 WIB lebih berpotensi daripada siang hari. Namun Ateng belum berani mengambil jadwal malam, karena banyaknya kapal-kapal tongkang melintas di malam hari.

"Perahu kita ini juga belum ada lampu. Saya khawatir karena banyak tongkang lewat malam hari," kata dia.

Meski sudah 3 tahun melakoni pekerjaan itu, Ateng masih belum menuai hasil maksimal. Pasalnya, promosi dan jalur wisatawan menuju perahu wisata yang digagasnya belum banyak dikenal orang. Petunjuk arah menuju ke tempat bersandar perahu juga tidak ada sama sekali.

"Memang masih jarang diketahui orang, kami berharap pemerintah membantu promosi kami," kata dia.

Ateng bercerita. Ia warga Paluh, Kecamatan Mempura dan tinggal di sana bersama 1 istri dan 3 orang anaknya. Sehari-hari ia menunggu penumpang datang ke perahunya.

Agar pulang pada sore hari menjelang magrib, sudah membawa bekal untuk keluarga.

"Sebenarnya bukan saya sendiri yang menawarkan jasa perahu wisata. Ada 17 perahu lain, yang berebut penumpang. Tapi hari-hari biasa mereka tidak ikut, karena penumpang terlalu sedikit," urai dia.

Menurut dia, dapat 1 trip untuk hari biasa sudah sangat bersyukur. Karena pada akhir pekan, paling banyak dia dapat cuma 2 trip.

"Penumpang yang banyak itu hanya pada libur-libur besar, seperti tahun baru kemarin, atau libur lebaran," kata dia.

Karena enaknya Ateng bercerita, rute perjalanan Ihsan dan teman perempuannya selesai pula diantar. Ihsan membayar sesuai kesepakatan. Beberapa foto menarik berhasil ia abadikan selama ikut berlayar di Sungai Siak.

"Kalau kita rombongan minimal 6 orang, harganya cukup murah. Kalau berdua Rp 100 ribu sebenarnya cukup terjangkau," kata dia.

Menurut dia, wisata air itu sangat menarik mengingat Siak merupakan kota sungai.

"Seharusnya pemerintah membantu pelaku usaha wisata air ini," kata Ihsan.(dow)

source : berita siak

Hilang 3 Tahun, Kini Gaji Honorer dan Tambahan Penghasilan PNS di Siak Ada Lagi

November 25, 2018
SIAK, MEMPURA - Sempat hilang selama 3 tahun, gaji honorer dan tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Siak, Riau, Indonesia ada lagi.  Selama 3 tahun belakangan, gaji honorer non pendidikan dan tambahan penghasilan PNS di kabupaten Siak terpaksa dipotong 25 persen.

Akibat rasionalisasi anggaran dan tidak normalnya dana perimbangan. Pada 2019 nanti, tenaga honorer dan PNS kembali menerima gaji dan tunjangan yang pernah hilang tersebut. Hal itu sudah disahkan dalam APBD Siak 2019, sebagaimana laporan kinerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Siak 2018.

Kepala Bidang Pembiayaan Badan Keuangan Daerah (BKD) Siak Raja Indor melalui Kepala BKD Siak, Yan Pranajaya membenarkan hal tersebut, karena kemampuan keuangan untuk mengembalikan gaji honorer dan tambahan penghasilan PNS sudah mencukupi.

"Hanya saja untuk pengembalian tambahan penghasilan PNS hanya sanggup 10 persen. Padahal pemotongan sebelumnya 25 persen," kata dia kepada Wartawan, Minggu (25/11/2018).

Ia menguraikan, anggaran untuk menaikan kembali gaji honorer pada APBD 2019 sebesar Rp 25 miliar. Anggaran itu sudah termasuk untuk biaya BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan tenaga honorer. Sementara jumlah tenaga honorer yang terhitung di kabupaten Siak 6000 orang.

"Kami yakin jumlah ini berkurang, karena banyak juga yang berhenti. Nanti kami akan lihat lagi pada data penerimaan," kata dia.

Sementara dana tambahan penghasilan bagi PNS dianggarkan Rp 12,8 miliar. Pada Januari 2019 nanti, para PNS sudah menerima dana tambahan penghasilannya, namun tidak sebesar pada tahun 2015 lalu. Jumlah PNS di kabupaten Siak juga terhitung sebanyak 6.000 orang.

"Gaji honorer non kependidikan itu dinaikan kembali. Karena memang gaji mereka yang dipotong 25 persen sejak APBD 2016 lalu. Sementara honorer pendidikan tidak dipotong," kata dia.

Tambahan bagi tenaga honorer pendidikan adalah dana untuk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

"Semuanya dapat dilaksanakan karena APBD 2019 meningkat dan dana perimbangan kembali normal," kata dia.

Sementara itu, anggota DPRD Siak dari Partai Demokrat, Syamsurizal alias Budi mengapresiasi kenaikan gaji honorer dan tambahan penghasilan PNS. Sebab, selama 3 tahun terakhir gajo honorer kena potong 25 persen akibat rasionalisasi anggaran.

"Karena itu saya berharap ada peningkatan perekonomian masyarakat. Honorer sudah dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, tentu ada peningkatan jual beli di Siak," kata dia.

Menurut Budi, dengan naiknya kembali pendapatan honorer bakal memengaruhi ekonomi skala kecil di Siak. Sebab, ada anggaran yang berputar dari hasil pemenuhan kebutuhan ribuan tenaga honorer.

"Selama ini honorer tentu sulit membagi anggaran rumah tangganya. Karena itu ekonomi melemah. Maka dengan naiknya kembali anggaran ini kita berharap daya beli kuat di Siak," kata dia.

Budi juga mengingatkan, naiknya gaji honorer dan tambahan penghasilan PNS membuat kinerja mereka semakin meningkat.

"Jangan sebaliknya, gaji sudah naik tingkat kemalasan juga meningkat. Kalau begitu kan tidak berdampak. Harusnya semakin semangat," kata dia lagi. (dow)

source : beritasiak

Pebalap Australia Finis Pertama di Etape II Tour De Siak

September 20, 2018
SIAK, MEMPURA - Rabu (19/9/18), Benjamin Dyball pebalap asal Australia dari tim ST George Continental Cycling, finis pertama dalam etape ke II jarak tempuh 115,41 Kilometer (Km) dengan waktu 02:30:07, dan ikuti finis ke dua Mohd Harrif Saleh pebalap asal Malaysia dari tim Trenggano Cycling Team (TCT) dengan waktu 02:30:54.

Sebelumnya seluruh pebalap sebanyak 59, star di depan Istana Siak menuju Bungaraya ke Sungai Apit dan kembali ke Siak. Dan finis di Jalan Raja Kecik depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi'an, sebanyak 57 pembalap melakukan finis dan 2 pembalap tidak finis.

Pertarungan seluruh pebalap Tour De Siak 2018, kali ini tidak mudah, selain melintasi jembatan terpanjang di Provinsi Riau, juga dalam perjalanan seluruh pebalap diguyur hujan.

Setelah sekian lama dalam perjalanan melintasi sepanjang 115,42 Km tersebut, maka tiba saatnya memasuki garis finis yang telah disiapkan panitia. Meluncur dengan selamat pebalap dari Australia diposisi pertama, dan disusul dua pebalap dari Malaysia diposisi dua dan tiga.(dow)

source : beritasiak

Banyak Orangtua di Siak Ngaku tak Tahu Anaknya Jadi Bandar Narkoba

August 22, 2018
SIAK, MEMPURA - Hati orangtua mana yang tidak teriris ketika buah hatinya dijemput oleh pihak kepolisian di depan matanya. Lebih-lebih ketika polisi mengatakan bahwa anaknya ternyata selama ini mendapatkan uang dari hasil menjual barang haram jenis sabu.

Ekspresi itu ditunjukan kedua orangtua dari FR, pengedar narkoba jenis sabu di Jalan Kwalian, gang Sawit, Siak, Riau. FR diamankan satuan Narkoba Polres Siak saat berkumpul bersama keluarga di rumah, Senin (20/8/2018) sekira pukul 23.30 WIB.

"Mereka kumpul keluarga saat FR kita tangkap. Bapak dan Ibu FR ini langsung terduduk diam. Mereka tak tahu kalau anaknya sudah 6 bulan ini menjadi bandar narkoba," kata Kapolres Siak, AKBP Ahmad David melalui Kasat Narkoba Polres Siak AKP Herman Pelani.

Apalagi saat digeledah tepat di depan orangtuanya, didapat sabu dalam kotak permen yang disimpan dalam kantong bajunya. Sabu yang disimpan itu beratnya mencapai 2.5 gram.

"Kita datangi rumahnya karena sudah ada laporan dari warga bahwa FR merupakan bandar narkoba di Siak. Dan saat kita geledah, benar kita temukan sabu di dalam saku baju FR. Orangtua FR tak dapat menghalangi kerja kami, karena bukti ada di tubuh anaknya," kata AKP Herman Pelani.

Dari tangkapan lainnya juga, hal yang sama diakui oleh orangtua pelaku. Mereka selama ini tak tahu dengan profesi sampingan anaknya sebagai pengedar narkoba.

"Di sini nampak, bahwa peran orangtua juga sangat penting. Setiap perubahan cara dan sikap anak dari hari biasanya harus diwaspadai. Apalagi ketika anak tidak memiliki pekerjaan tetapi tetap memiliki penghasilan," sebut Mantan Kapolsek Kerinci Kanan.(dow)

source : beritasiak

Tagline The Truly Malay Resmi jadi Milik Pemkab Siak

August 02, 2018
SIAK, MEMPURA - Sah, tagline Siak The Truly Malay milik Pemerintah Kabupaten Siak. Hal ini diperkuat dengan penyerahan sertifikat hak merek atau hak paten oleh Kakanwil Kemenkumham Riau, M Diah SH.MH, kepada Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi.

Penyerahan sertifikat hak merek Siak The Truly Malay ini berlangsung di ruang kerja M Diah, Jalan Sudirman, Rabu (1/8/2018) pagi.

“Hak merek atau hak paten ini berkekuatan hukum dan tidak bisa digunakan dan ditiru oleh pihak lain,” kata M Diah sebelum menyerahkan sertifikat hak merek Siak The Truly Malay.

Dengan diberikan hak merek ini, sambung M Diah, semoga mempunyai nilai ekonomis yang pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat Siak khususnya dan Riau pada umumnya.

“Di Siak banyak benda-benda serta hal lainnya yang patut diberi hak merek, kita siap membantunya sehingga menjadi hak paten,” ucap M Diah.

Bupati Siak, Syamsuar, pada kesempatan itu sempat bercerita ketika tagline pariwisata Siak The Truly Malay mereka “dengungkan” ke penjuru dunia ada negara lain komplain bahwa merekalah pemilik The Truly Malay.

“Namun pihak yang komplen itu kalah cepat, terlambat menjadikan tagline The Truly Malay menjadi milik mereka,” ucap Syamsuar.

Syamsuar menyebutkan, tagline ini dibuat untuk membangkit semangat dalam berbagai hal yang bukan saja milik Siak tapi untuk Riau, bahkan lebih besar lagi untuk Melayu dalam upaya melestarikan budaya. Sebab, jika tidak demikian, bisa saja nantinya diambil orang lain.

“Kita berharap, dengan adanya hak merek ini menjadi semangat bagi daerah lain dalam upaya melestarikan budaya sekaligus mengsejahterakan masyarakat,” ucap Syamsuar.

Tentunya, kata Syamsuar, tagleni yang sudah punya hak paten ini, Siak menjadi kembanggaan Riau apalagi saat ini Kota Siak sudah ditetapkan sebagai daerah cagar budaya nasional.

Ditetapkannya kawasan pusat pemerintahan Kesultanan Siak Sri Indrapura sebagai daerah cagar budaya nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ucap Syamsuar, sejalan dengan tagline Siak The Truly Malay.

“Kota Siak sebagai kawasan cagar budaya Nasional sejalan dengan tagline Siak The Truly Malay. Tagline ini tidak bisa diterapkan jika tidak ada peninggalan sejarah Kesultanan Siak. Kerenanya patut kita bersyukur dan mudah-mudahan hal ini membawa keberkahan bagi kita semua,” doa Syamsuar.(dow)

source : beritasiak

Diduga Terlibat Korupsi ADD, Kades Jati Mulya Kabupaten Siak Diamankan Polisi

July 12, 2018
SIAK, KERINCI - Kepala Desa (Kades) Jati Mulya, kecamatan Kerinci, kabupaten Siak, Mukhlis Hidayat akhirnya ditahan juga oleh Satreskrim Polres Siak, Rabu (11/7/2018).

Ia tersenyum dari balik jeruji tahanan Polres Siak kala dipotret media. Namun demikian, Mukhlis Hidayat tidak banyak bicara. Selain senyum-senyum ia juga kadang melambaikan tangannya.

Penanganan perkara tersebut terbilang cukup lama. Sebab, ia sudah ditetapkan tersangka oleh Tipikor Polres Siak sejak Oktober 2017. Terendusnya dugaan korupsi yang dilakukan Sang Kades sudah sejak 2015.

Pada 14 Juni 2016, Polres Siak sudah melakukan penyidikan. Kerugian negara yang disebabkan oleh perbuatan Mukhlis Hidayat sebesar Rp 400 juta, yang diambilnya dari Anggaran Dana Desa (ADD) 2015 lalu.

Kapolres Siak AKPB Ahmad David melalui Paur Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga mengatakan, dia ditangkap di rumahnya, dusun Mukti Sari, Kampung Jati Mulya. Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi dan atau penyalahgunaan wewenang terhadap Aanggaran Pendapatan Belanja kampung (APBKam) Jati Mulya, 2015.

Hal tersebut melanggar pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 8 jo pasal 4 Undang Undang nomor 20 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang Undang nomor 31 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi

"Pelaksaaan tugas dipimpin oleh Kanit II Sat Reskrim Polres Siak. Dalam pelaksanaan penangkapan tersangka diamankan tanpa ada perlawanan dan situasi terdapat dalam keadaan aman terkendali," kata dia.

Dalam waktu seminggu ke depan, pihaknya bakal melimpahkan perkara dan tersangka tersebut ke Kejari Siak. Apalagi, perkara tersebut sudah menjadi perhatian publik sejak 2016 lalu.

"Ini salah satu bukti kalau Polres Siak serius menangani perkara korupsi di wilayah hukum Polres Siak," kata dia.

Perbuatan Mukhlis Hidayat berawal laporan masyarakat ke Polres Siak. Setelah diselidiki, Polres Siak mendapati adanya transaksi yang dilakukan Mukhlis dari rekening kas desa ke rekening pribadinya. Transaksi itu sebanyak 3 kali dengan total bernilai Rp 400 juta. Sehingga berkurang kas desa tersebut demi kepentingan pribadi sang Kades.

Pemindahan dana tersebut dilakukannya sebelum pengesahan APBKam Jati Mulya tahun 2015. Sebab, kas desa masih menyimpan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun anggaran sebelumnya.

"Anggaran itu sudah ditarik pada Januaru, Februari dan Maret 2015. Jadi ada 3 kali transaksi," kata dia.

Sebelumnya, masyarakat mendesak Polres Siak untuk segera menuntaskan perkara itu. Bupati Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Siak, Dedi Irama paling getol mendorong Polres Siak menuntaskan perkara tersebut. Karena ia menilai ada semacam kelambanan yang sengaja dilakukan.

"Kita bersyukur juga sudah ditangkap. Tetapi herannya, kok perkara itu lama sekali menanganinya. Padahal sudah jelas barang buktinya," kata dia.(dow)

Tilap Dana APBKam, Kades di Siak Segera Disidang.

July 11, 2018
SIAK, SUNGAI MANDAU - Syahrul, mantan Penghulu Kampung (Kades) Sungai Selodang, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Propinsi Riau. Dalam waktu dekat diadili di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Mantan kades uni, didakwa Jaksa telah menggelapkan dana Kampung Sungai Selodang senilai Rp. 562 juta pada APBdes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) 2016 lalu.

"Berkas perkara korupsi dana desa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak, dengan terdakwa Syahrul. Sudah kita terima dan saat ini tengah menunggu jadwal sidang," terang Panmud Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Deni Sembiring SH kepada Wartawan, Selasa (10/7/18) sore.

Dikatakan Deni, berdasarkan dakwaan jaksa. Pada tahun 2016 lalu. Syahrul mantan penghulu Sungai Selodang ini, didakwa telah menyelewengkan serta melarikan dana kampung senilai Rp562 juta.

Dana bantuan desa yang bersumber dari APBD Siak melalui APBKam sebesar Rp 562 juta disalurkan untuk pembangunan di Kampung Sungai Selodang. Namun, Syahrul yang saat itu menjabat sebagai kepala kampung malah melarikan uang ratusan juta tersebut, dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Atas perbuatannya, Ia pun dijerat Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 18 jo Undang-undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," jelas Deni.(dow)

Jalan Provinsi di Buatan Siak, Rusak

July 08, 2018
SIAK, KOTO GASIB - Ruas Jalan Provinsi Riau yang ada di Kabupaten Siak, kini kondisinya banyak mengalami kerusakan dan membahayakan warga sebagai pengguna jalan.

Di antara yang mengalami kerusakan tersebut berada di Jalan Buatan, Kecamatan Koto Gasib. Akibatnya, kendaraan yang melintas di Jalan Perawang-Simpang Buatan Km 11 harus ekstra hati-hati akibat kondisi jalan yang bergelombang dan aspal yang mengelupas, sehingga sering terjadi kecelakaan lalulintas di daerah tersebut.

Yudi, warga Siak mengeluhkan kondisi jalan yang rusak tersebut karena sangat berbahaya terutama pada malam hari dan lepas hujan. "Jalan Buatan menuju ke Siak dekat jembatan rusak. Kita melewati harus hati- hati," ungkapnya.

Dia berharap agar perbaikan jalan dapat segera dilakukan secara maksimal oleh pihak Pemerintah Provinsi Riau. Karena setiap selesai diperbaiki, tak lama berselang jalan kembali rusak.

Hal senada juga disampaikan warga lainnya, Anwar yang berharap perbaikan Jalan Perawang Simpang Km 11 Buatan dapat dilakukan dengan maksimal.

"Harapan kami sebagai masyarakat agar jalan tersebut bagus, sehingga bagi pengendara yang lewat nyaman dan aman," harapnya.(dow)

SPBU Bungaraya Siak Terbakar, Sumbernya Diduga dari Sepeda Motor

July 05, 2018
SIAK, BUNGARAYA - Petang tadi, Rabu (4/7/2018), SPBU yang berada di Bungaraya, Kabupaten Siak, nyaris ludes terbakar. Untung saja pertugas sigap, sehingga lidah api yang sudah menyembur asap yang mengepul dapat dijinakkan.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 17.18 WIB di SPBU Bungaraya. Untung petugas cepat bisa mengatasinya, kata salah seorang warga, Viki.

Kabarnya, kata Viki, penyebab kebakaran karena adanya sepeda motor mengisi bahan bakar. Setelah mengisi BBM, tiba-tiba ada percikan api dari busi sepeda motor.

Setahu saya tidak ada korban dan api cepat dapat dipadamkan. Juga tidak ada pompa yang terbakar karena cepatnya penanganan," ujar Viki.

Indahnya Kota Siak Semakin Terlihat Malam Hari di Sepanjang Jalan Protokol

June 26, 2018
SIAK, BENTENG HULU - Wisatawan yang datang ke Siak memuji-muji keindahan Kota Istana Matahari Timur ini pada malam hari. Semua jalan-jalan protokol hingga pemukiman penduduk terang menderang dengan lampu berwarna-warni.

Keindahan Siak ini, kata wisatawan tak mampu dikalahkan oleh Ibukota Provinsi Riau sekali pun yakni Kota Pekanbaru yang kini sangat menyeramkan (horor) pada malam hari karena lampu penerangan jalan umum padam.

"Harusnya sebagai ibukota provinsi Riau, Pekanbaru itu bisa sebagai contoh yang baik. Ini kok terbalik yo, masa Kabupaten baru kayak Siak ini bisa lebih cantik dan berhasil mempertahankan keindahan kotanya sebagai daerah wisata. Malam hari, Siak indah luar biasa," kata Nanik, wisatawan dari Rengat ini kepada Wartawan, Senin (25/6/2018).

Diceritakan Nanik, memasuki hari keduanya bersama keluarga liburan ke Siak, Nanik merasa konsep wisata Siak sudah seperti di luar negeri. Sejumlah tempat wisata yang dikunjunginya baik wisata alam ataupun cagar budaya terjaga dengan baik dan sangat bersih.

Mulanya, ia tak berencana akan menginap di Kota Istana Siak ini sehingga ia tidak membawa perlengkapan mandi dan pakaian ganti. Namun sejumlah wisatawan lainnya bercerita dengannya dan mengatakan Siak saat malam akan lebih indah dari Siak hari.

"Jadi saya penasaran, saya baca-baca di internet. Saya cari foto-foto di internet, dan benar kalau Siak malam hari itu indah banget. Jadi ga puas lihat foto saja, saya berunding dengan suami untuk bermalam di Siak bersama anak-anak juga. Dan saya membuktikan sendiri hingga saya takjub," sebutnya.

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang setiap hari mengurus 3 orang anak ini, Nanik mengaku masih punya waktu untuk membaca berita dari berbagai sumber media baik media sosial hingga media online yang bisa dibukannya dengan smartphone.

"Kota bekas kerajaan ini sungguh eksotis, saya suka sekali. Makanya kami dari Rengat rencanakan jauh-jauh hari liburan ke sini. Meskipun perjalanan cukup jauh hingga 5 jam, tapi terbayarkan dengan indahnya Siak ini. Kota Siak ini bersih, rindang banyak pepohonan dan jalan-jalannya mulus," katanya lagi.

Saat malam, kata Nanik, tempat pertama kali yang ditujunya adalah Istana Siak. Lampu sorot di sekitar Istana Siak membuat bangunan tua itu menjadi cantik. Selanjutnya ia berjalan di Tepian Sungai Jantan dan turap, sambil melihat keindahan jembatan Siak yang penuh dengan lampu berwarna-warni.

Ia juga mengaku senang dapat melihat air mancur menari di sekitar lapangan Mahratu atau tepatnya di dekat Masjid Syahbuddin, salah satu masjid tertua di Kabupaten Siak. Didirikan pada tahun 1926 di era Sultan al-Said al-Kasyim Abdul Jalil Saifuddin.

"Saya lebih kaget lagi waktu lihat gedung yang atapnya itu berwarna pelangi. Penasaran sama gedung apa itu, jadi tadi pagi kami jalan-jalan ke sana. Dan setelah itu kami balik ke Istana Siak, karena hari Minggu kemarin tidak bisa masuk ke dalam, hanya dari luar saja," ujar Nanik sebelum bertolak kembali ke Rengat.(dow)

Pukau Wisatawan Datang Saat Lebaran, Pemkab Siak Raup PAD Hampir Rp 600 Juta

June 25, 2018
SIAK, BENTENG HULU - Sejak memasuki H+2 Idul Fitri 1439 H, pengunjung (wisatawan, red) yang datang ke Kota Siak Sri Indrapura terlihat begitu ramai. Wisatawan yang datang tersebut tak hanya berasal dari sekitar wilayah Kabupaten Siak saja, namun ada juga yang berasal dari luar daerah maupun dari luar negeri (mancanegara, red).

Memasuki H+8 Idul Fitri 1439 H, Jumat (23/06/2018) siang, para wisatawan juga masih terlihat ramai memadati sejumlah obyek wisata yang ada di Kota Siak, seperti Istana Asserayah Al Hasyimiah, Taman Turap (Tepian Bandar Sungai Jantan, red), Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) di bawah jembatan TASL, serta di sejumlah tempat obyek wisata lainnya.

Plt Bupati Siak H Alfedri menuturkan, selama lebaran Idul Fitri 1439 H, jumlah pengunjung yang masuk ke kawasan wisata Siak diperkirakan mencapai sekitar 68.589 orang.

“Berdasarkan data kendaraan yang masuk ke kawasan wisata Siak, sampai dengan hari Jumat (22/06/2018) berjumlah 68.589 orang. Sedangkan yang masuk ke Istana Siak mencapai 39.194 orang. Dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kita dapat mencapai sebesar Rp336.705.000,” terang Plt Bupati Siak H Alfedri, Sabtu (23/06/2018) sore.

Dikatakannya juga, jika dihitung dari awal Januari 2018, jumlah pengunjung yang memasuki kawasan wisata Kabupaten Siak mencapai 168.178 orang.

“Bila dihitung dari bulan Januari hingga tanggal 22 Juni 2018, jumlah kunjungan di seluruh destinasi wisata Kabupaten Siak mencapai 168.178 orang. Yang mana diantaranya memasuki Istana Siak sebanyak 125.184 orang, sedangkan PAD yang kita dapat (hingga tanggal 22 Juni 2018) mendekati Rp600 juta, dari target tahun 2018 sebesar Rp1,2 miliar,” imbuhnya.

Dengan semakin meningkatnya jumlah pengunjung yang datang di Kota Siak Sri Indrapura tersebut, masyarakat yang tinggal di sekitar Kota Siak pun mengaku sangat gembira. Bahkan masyarakat setempat mengaku sangat bangga atas semakin ramainya pengunjung dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun jumlah pengunjung yang datang ke Kota Siak terus mengalami peningkatan. Sebagai masyarakat Siak tentunya kita sangat bangga dengan ini semua,” papar Atok, salah seorang warga Siak.(dow)

Ingatkan Pegawai Jangan Tambah Libur, Sekda Siak : Sanksi Tegas Menanti

June 21, 2018
SIAK, MEMPURA - Pemerintah Kabupaten Siak (Pemkab Siak) mengimbau bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer untuk tidak menambah libur. Jika ASN masih menambah libur siap-siap sanksi tegas menanti.

"Ya, saya ingatkan kepada seluruh ASN yang ada untuk tidak menambah libur pasca cuti bersama hari raya Idul Fitri 2018. Jika hal tersebut dilakukan, maka dikenakan sanksi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Siak, Tengku Said Hamzah, Rabu (20/6/2018).

Hamzah menambahkan, meskipun pelaksanaan apel besok Kamis pada masing-masing satuan kerja (Satker), namun pihaknya melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) akan memantau hari dan abseni pegawai akan dilaporkan langsung ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

"Surat edaran telah kita sebar kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebelum libur kemarin. Surat edaran berisi imbauan kepada ASN dan honorer untuk tidak menambah libur pada Kamis besok," imbuhnya.

Libur lebaran pada tahun ini menurutnya cukup panjang dimana selama delapan hari kerja dan itu tentunya bisa digunakan untuk bersilaturahmi dan liburan bersama keluarga.

Sehingga dinilai tidak perlu lagi menambah libur dan harus masuk kerja sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Nanti, pada masuk kerja pertama bisa saja kita akan melakukan sidak, jika masih ada yang bolos kita akan berikan sanksi tegas sesuai PP 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai. Kalau sakit harus ada surat keterangan dari dokter," jelasnya.

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Wan Abdul Razak menambahkan, pasca ramadhan dan libur lebaran waktu kerja ASN kembali normal seperti biasa, jadi jangan ada ASN yang menambah libur.

Pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada ASN dan honorer sesuai dengan PP No 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS yakni dapat berupa teguran hingga sanksi terberat penundaan kenaikan pangkat.

"Bagi ASN yang tidak mentaati ketentuan masuk kerja tanpa keterangan yang jelas, kita akan mengambil sanksi yang tegas sesuai PP 53/2010 tentang disiplin Pegawai," terang Wan Abdul Razak.
Jadi, lanjut dia, setiap saat juga dievaluasi, misalnya jika tidak masuk kerja sekian hari ada peringatan tertulis atau tidak puas. Untuk pemberhentian diakumulasi setahun.

Selain menyiapkan sanksi bagi ASN yang membolos, pihaknya juga memastikan pelayanan terhadap masyarakat selama cuti bersama tidak akan terganggu, khususnya pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, dan lian-lain.(dow)

Jumlah Pengunjung Libur Lebaran di Objek Wisata Riau Capai 74,313 Orang, Terbanyak di Siak

June 19, 2018
RIAU, SIAK - Kompilasi data pengunjung di beberapa objek wisata Riau mencapai 74,313 orang. Hal tersebut dikatakan pembina DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Riau, Osvian Putra, pada Senin (18/6) siang.

"Jumlah tersebut berdasarkan data terakhir, Minggu (17/6). Dihimpun dari beberapa pengelola objek wisata yaitu, Istana Asserayah Al Hasyimiah, Kabupaten Siak, Ulu Kasok, Bukit Naang, Teluk Jering dan kebun binatang Kasang Kulim," kata Osvian Putra, pria yang juga aktif sebagai ketua GenPI regional Riau".

Osvian merincikan jumlah pengunjung yang datang ke Istana Siak, pada tanggal 16 hingga 17 Juni, sebanyak 18.481 orang. Objek wisata alam Ulu Kasok 3.964 orang, Dusun tiga Teluk Jering sebanyak 37,368 orang pengunjung.

Selanjutnya, objek wisata Bukit Naang Kabupaten Kampar, diperkirakan mencapai 3.000 orang, di pantai Selat Baru, Kabupaten Bengkalis sekitar 10.000 orang dan kebun binatang Kasang Kulim diperkirakan 1.500 orang.

"Khusus untuk Istana Siak,Info kunjungan liburan Idul Fitri 1439 H, pada Sabtu 16 Juni mencapai 7. 777 orang dan hari Minggu 17 Juni, sebanyak 10.704 pengunjung. Totalnya mencapai 18.481 orang," katanya.

Masih kata Osvian, menurut pengelola objek wisata alam Dusun III Teluk Jering, Husni Mubarak, menyampaikan kepadanya, rincian data jumlah pengunjung ke objek wisata alam tersebut, pada hari Jumat (15/6) sebanyak 5.011 orang. Kemudian pada hari Sabtu (16/6) 12.321 orang dan Minggu (17/6) mancapai 20.036 orang. Total jumlah pengunjung selama tiga hari sejak hari raya Idul Fitri 1439 H sampai hari Minggu (17/6) sebanyak 37.368 orang.

"Data jumlah pengunjung ini belum termasuk dari objek wisata lainya, seperti Alam Mayang Pekanbaru dan Masjid Agung Islamic center Rokan Hulu. Biasanya di saat hari libur Idul Fitri dua objek wisata ini setiap tahunnya banyak peminatnya," tutur Osvian Putra.(rls)

Lestarikan Tradisi Kerajaan Siak, Festival Meriam Bambu II Ramai Diikuti Peserta

June 14, 2018
SIAK, MEMPURA - Lentam lentum bunyi suara meriam di tengah malam buta, bertanda dimulainya Festival Meriam Bambu II Kabupaten Siak tahun 2018. Setelah tahun lalu pelaksanaanya sukses, tahun ini dilihat dari jumlah pesertanya juga terlihat sukses.

Tradisi bunyi meriam sudah ada sejak zaman kerajaan Siak dulu, bunyi meriam semasa itu sebagai pemberi tanda berita baik dan berita duka seperti berita kematian dan berita kelahiran seorang putra Sultan.

Hal tersebut di atas di katakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Kabupaten Siak H. Fauzi Asni saat di temui di lokasi berlangsungnya acara Selasa, (12/06/2018).

Fauzi menambahkan, Festival meriam buluh ini kita adakan untuk mewarisi teradisi masa lalu kepada generasi sekarang, yang menurutnya sudah lama hilang.

“Kita buat kegiatan ini, teradisi bunyi meriam buluh ini sudah ada sejak masa kerajaan, namun seiring perkembangan zaman tradisi ini hilang, makanya kita wariskan tradisi ini kepada generasi sekarang,” terang Fauzi.

Menurutnya, sebagai daerah tujuan wisata kabupaten Siak harus memiliki event sebagai pendukung objek wisata yang sudah ada. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ber wisata ke kabupaten Siak.

Hal senada juga di katakan oleh warga Siak Said Muzani Asal muasal meriam di masyarakat Siak adalah tradisi kerajaan dahulu sebagai pemberi tanda, apabila ada berita dari Sultan baik berita duka maupun gembira seperti berita kematian dan berita kelahiran seorang putra Sultan.

“Begitu juga di bulan Ramadhan sebagai pertanda Ramadhan sudah masuk mengabarkan ke seluruh pelosok negeri maka dibunyikan meriam karena pada masa dahulu tidak ada alat komunikasi,”ungkap Muzani.

Ungkap Muzani lagi, begitu juga menandakan datangnya 1 syawal sudah dekat, pada zaman dulu di tandai dengan menyalakan lampu colok di depan rumah masyarakat dan dibunyikan meriam. Para remaja tanggung membuat meriam dari bambu untuk dibunyikan saat bulan sya’ban menjelang Ramadhan dan malam 7 likur 27 Ramadhan menjelang masuk Syawal.

“Seperti saat ini memasuku malam 7 likur atau 27 Ramadhan lampu colok dan bunyi meriam di mainkan oleh anak bukang tangung, juga menandakan 1 Syawal akan datang,”pungkas Muzani.

Acara yang berlangsung di Tepian Bandar Sungai Jantan, depan Istana Siak berlangsung cukup meriah terlihat ratusan masyarakat kota Siak yang turut menyaksikan acara tersebut. Dari 46 orang peserta yang bertanding setelah panitia mengumumkan pemenang, berhak memperoleh juara 1, 2, 3 warga berasal dari kampung paluh sedangkan juara 4 di peroleh warga Benteng Hulu.(dow)

source : www.beritasiak.com

Tuntaskan Banjir, Syamsuar : Saya Juga Ingin Pekanbaru Bertuah bukan Berkuah

June 05, 2018
PEKANBARU, TAMPAN - Kampanye dialogis calon gubernur Riau nomor urut 1, Syamsuar di perumahan Putri Tujuh, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau ramai dihadiri masyarakat. Dalam dialogisnya seorang ibu menginginkan daerahnya di Rawa Bening tidak lagi terendam air jika hujan turun. 

"Kalau nanti bapak menjadi gubernur Riau, kami minta bapak bantu kami agar daerah ini tidak lagi banjir saat hujan. Hal ini sudah lama kami rasakan dan tidak ada solusi pemerintah Kota Pekanbaru. Tolong kami membuat Pekanbaru ini tidak banjir lagi," kata Sutrisni, Senin (4/6/2018).

Masih dikatakan Sutrisni, ia bersama warga lainnya sangat kewalahan jika sudah memasuki musim penghujan. Diman banjir yang sudah menjadi langganan Kota Pekanbaru ini tidak dapat terelakan. 

"Mirisnya 30 menit saja hujan, rumah sudah banjir. Barang-barang terendam air. Banyak barang-barang yang rusak karena sering terendam air, berita keluhan warga sudah banyak di media tapi tidak ada upaya pemerintah mencarikan solusinya," sebutnya kepada wartawan. 

Calon gubernur Riau, Syamsuar dalam kesempatan itu mengaminkan langsung apa yang menjadi permintaan masyarakat tersebut seperti zaman pemerintahan Walikota Herman Abdullah, yakni Kota Pekanbaru bertuah. 

"Dulu waktu pak Herman Abdullah jadi Walikota, Pekanbaru ini menjadi kota Bertuah, kalau sekarang kota berkuah seperti yang disampaikan warga tadi. InsyaAllah kami akan bantu menuntaskan ini," katanya. 

Menurut Syamsuar, kewenangan Provinsi untuk melakukan pembangunan itu juga dibolehkan dalam UU yang berlku. "Yang jelas tahap awal kami akan lakukan kajian untuk mengetahui sejauh mana permasalahan banjir ini. Selanjutnya kita buat Pekanbaru tidak lagi berkuah," imbuhnya.(rls)