Polres Inhil

Showing posts with label Polres Inhil. Show all posts
Showing posts with label Polres Inhil. Show all posts

Wanita Tua Selundupkan Sabu ke Tahanan di Sel PN Tembilahan

February 16, 2019
INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Wanita berinisial ML (54), nekat menyelundupkan narkotika jenis sabu kepada seorang tahanan di dalam sel tahanan Pengadilan Negeri (PN) Tembilahan. Bahkan modus yang digunakan wanita ini cukup cerdik dan berani.

Di tengah penjagaan ketat petugas di area sel sementara bagi tahanan Lapas Klas IIA Tembilahan yang akan menjalani sidang, ML menggunakan telepon seluler pribadi miliknya sebagai media untuk mengelabui petugas.

“Saat itu, ML sedang menelepon seseorang tepat di depan pintu sel, dan di dalam genggaman tangannya yang memegang handphone seperti ada sesuatu yang mencurigakan. Kemudian handphone tersebut diserahkan kepada PT (28),” ujar Kapolres Inhil AKBP Christian Rony melalui Kasat Narkoba AKP Bachtiar, melalui keterangan tertulis yang diterima Jumat (15/2).

Namun sial bagi keduanya, saat itu PT yang berada di dalam sel tahanan PN Tembilahan menjatuhkan sebuah bungkusan plastik yang diduga sabu ke lantai sel tahanan PN Tembilahan. Melihat kejadian tersebut, petugas segera mengamankan ML, dan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Satuan Narkoba Polres Inhil.

Kasat Narkoba Polres Inhil, AKP Bachtiar menuturkan, menanggapi laporan tersebut pihaknya segera membekuk pelaku di Kantor PN Tembilahan, dan menggeledah kendaraan yang dibawa oleh ML.

“Di kendaraan ML petugas kembali menemukan satu paket kecil sabu yang disimpan di helm milik ML,” tutur Kasat.

Dikatakan, dua orang petugas Polisi yang saat itu sedang melakukan pengamanan dan penjagaan di kantor PN Tembilahan, juga sudah menaruh curiga saat melihat gerak–gerik ML. “Keduanya digelandang ke Polres Inhil guna penyidikan lebih lanjut,” terang Kasat.

Untuk diketahui, ML nekat bertransaksi narkotika jenis sabu di dalam kantor PN Tembilahan pada Kamis (14/2) siang lalu. ML bertransaksi sabu tepat di depan pintu ruang sel tahanan dengan seorang pria yang berinisial PT (28), seorang yang berstatus sebagai tahanan Lapas Kelas IIA Tembilahan. (dow)

source : berita inhil

Mesin Speedboat Meledak, Sembilan Orang di Guntung Terbakar Hidup-Hidup

October 16, 2018
INDRAGIRI HILIR, KATEMAN – Sembilan orang penumpang beserta kapten speedboat Mulya Jaya Indah II terbakar hidup-hidup pada Minggu (14/10/2018) karena speedboat yang mereka tumpangi terbakar.

Sebanyak 6 orang luka ringan dan 3 orang luka berat akibat kecelakaan sungai yang menimpa speed boat Mulya Jaya Indah II di Perairan Sungai Guntung (Pelabuhan Simpang Kanan) Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Tagaraja, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Minggu (14/10/2018) sekira Pukul 14.00 WIB.

Kapal yang dikemudikan (Kapten) oleh H. Syahroni alias Roni (62) tersebut, tiba – tiba terbakar setelah terdengar ledakan dari bagian belakang speed boat saat Kapten speed boat menghidupkan mesin.

“Api menyala dibagian belakang boat, lalu penumpang berlarian menyelamatkan diri,” jelas Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH membenarkan kejadian tersebut.

Kebakaran yang menimpa Speed boat dengan rute sungai guntung menuju Simpang Kateman ini, akhirnya bisa di atasi setelah masyarakat yang berada di dermaga tersebut berusaha memadamkan api.

Setelah api padam, masyarakat yang memadamkan api langsung mengevakuasi korban yang masih berada di dalam speed boat dan membawa semua korban ke Rumah Sakit Raja Musa Sungai Guntung Kecamatan Kateman.

“Akibat kejadian tidak terdapat korban jiwa, Penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan Polsek Kateman,” pungkas Kapolres.

Berikut daftar korban luka akibat terbakarnya speed boat Mulya Jaya Indah II :

A. Luka ringan

1. Muhammad Nasir Als Nasir Bin Tapuk (73), Alamat Kelurahan Sungai Empat, Kecamatan Gas, Kabupaten Inhil. (Luka bakar bagian pergelangan tangan)

2. Sulma Binti Rosa (25), Karyawan PT. THIP, Alamat Perumahan PT. THIP Tepulai Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka Bakar Bagian pergelangan kaki)

3. Edi Kusnadi alias Edi (51), alamat Perumahan PT. THIP Tepulai Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka bakar bagian pergelangan tangan dan hidung).

4. Samsir Bin Ilyas (40), alamat Estate Nagasari Baru PT. THIP Kecamatan Pelangiran. (Luka bakar di bagian jempol tangan kanan,siku sebelah kanan dan kening kiri).

5. Winda Yuliantika Binti Wahyu Arif (16), alamat BLOG G NO.4 KPP PT. THIP. (Luka bakar di bagian punggung tangan kiri,tumit kaki kiri).

6. Boyonama Gea Bin Dania Gogo Gea (36), alamat Perum. PT. THIP Tepulai 36 Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka bakar di bagian kelingking sebelah kiri, jari kaki sebelah kiri dan bagian bibir bawah).

B. Luka berat

1. Selviani Binti Syamsur (5), alamat Desa Simpang Kateman, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka bakar bagian sepenjangan tangan dan sepanjangan kaki).

2. Nasal Bin Wahid (12), alamat Perumahan THIP Tepulai Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka bakar bagian sepenjangan tangan dan sepanjangan kaki).

3. Intan Ayu alias Intan binti Edi (6), alamat PT. THIP TEPULAI Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil. (Luka bakar bagian sepenjangan tangan dan sepanjangan kaki).(dow)

source : beritainhil

Perompakan di Perairan Tekulai-Tanjung Baru Inhil, Nakhoda Ceburkan Diri ke Air

October 12, 2018
INDRAGIRI HILIR, TANAH MERAH - Kapal motor (KM) bermuatan 10 ton menjadi korban perampokan oleh 4 orang perompak di Perairan Desa Tekulai dan Tanjung Baru, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Minggu (7/10/2018) sekira pukul 01.00 WIB.

KM yang dikemudikan oleh nakhoda, Fauzi (48) dan anak buah kapal (ABK) Mislan (32) tersebut, berangkat dari Tekulai Hilir, Kecamatan Tanah Merah dengan membawa kopra sebanyak 114 karung dengan tujuan PT Pulau Sambu Kuala Enok.

Namun na’as bagi KM tersebut, pada saat di perairan antara Tekulai Hilir dan Tanjung Baru kapal motor tersebut didekati oleh 1 unit pompong yang berisikan 4 orang laki - laki dengan menggunakan penutup muka (sebo).

“Dari 3 orang laki - laki tersebut naik ke kapal motor, dan 1 orang menunggu dipompong. 

Pada saat 3 orang laki - laki tersebut naik ke kapal motor, saudara Fauzi langsung melompat ke sungai,” ujar Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra, S.IK, MH melalui Kasat Polair AKP Awalludin Dalimunthe, Senin (8/10/2018).

Kehilangan satu orang buruannya, pelaku kemudian menggeledah KM dan mengambil barang-barang berharga milik Mislan yang masih berada di atas KM.

“Seorang Pelaku mengarahkan pisau kearah leher saudara Mislan dan mengatakan "Uang kamu mana ?, kemudian saudara Mislan menjawab "Tidak ada".

Lalu 2 orang laki - laki lainnya menggeledah kapal motor dan mengambil HP merk XIAOMI 4X warna hitam dan uang Rp. 150 ribu milik mislan,” jelasnya.

Tidak hanya sampai disitu, KM tersebut dibawa oleh seorang pelaku ke dalam sungai beruang sementara pompong milik tersangka digandeng dengan kapal motor.

Setibanya di sungai beruang, kapal motor tersebut diikat dibatang nipah dan 4 pelaku tersebut langsung meninggalkan Mislan dengan menggunakan pompong menuju arah Tanjung Irian.

Sekira pukul 08.00 WIB, Mislan yang mencoba berjalan ke tepi sungai untuk mencari bantuan, akhirnya ditolong oleh sampan yang lewat dan menumpang sampan tersebut menuju Tekulai Hilir untuk kemudian melapor ke Bhanbinkamtibmas Tekulai Hilir.

“Hingga saat ini saudara fauzi belum ditemukan dan pihak polsek tanah merah yang bersama masyarakat masih melakukan pencarian terhadap korban di perairan Tekulai-Tanjung baru, kecamatan Tanah Merah Kabupaten Inhil,” pungkasnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil juga turut mencari keberadaan korban Fauzi yang belum ditemukan hingga saat ini.

“Kita dari titik jatuhnya korban mengambil sekilo kearah Kuala Enok dan sekilo ke arah Kuindra. Semoga korban bisa kita temukan segera,” ujar Kepala BPBD Inhil, Yuspik, SH, Senin (8/10/2018) sore.(dow)

source : beritainhil

Oknum Polres Inhil Terjerat TPPU Penyelundupan Puluhan Trenggiling

July 12, 2018
INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Usai divonis hukuman atas perkara penjualan, penyelundupan satwa yang dilindungi. Sesuai Undang-undang (UU) konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, serta pengawetan jenis tumbuhan dan satwa.

Kali ini, Muhammad Ali Honopoiah, oknum polisi berpangkat Brigadir Kepala harus kembali menjalani sidang untuk kedua kalinya. Atas pelanggaran tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Perkara TPPU penyelundupan dates yang dilindungi, jenis trenggiling, disidangkan pekan depan, dengan majelis hakim yang diketuai Dahlia Panjaitan SH," terang Panmud Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Deni Sembiring SH kepada Wartawan, Rabu (11/7/18) sore.

Berdasarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Miko SH, M Ali Honopoiah didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang dalam hal penyelundupan 70 ekor trenggiling.

Dalam perkara TPPU ini, ditemukan barang bukti berupa uang sebesar Rp320 juta. Uang itu diduga hasil penjualan dari penyelundupan ilegal trenggiling.

Atas perbuatannya, M Ali Honopoiah dijerat Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU jo Pasal 5 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Untuk diketahui, Kasus penyeludupan 70 ekor trenggiling ini, diungkap Ditreskrimsus Polda Riau pada Oktober 2017 lalu. Dalam dakwaan JPU di pidana awalnya, diterangkan kronologis pengungkapan penyeludupan satwa yang dilindungi negara itu. Dimana terdakwa Ali Honopoiah menghubungi temannya bernama Ali dan Jupri untuk berangkat ke Lubuk Jambi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menjemput 70 ekor trenggiliing dari pengepul.

Terdakwa mengirimkan uang sebesar Rp2 juta kepada Ali untuk biaya operasional serta merental mobil. Selanjutnya satwa yang memiliki nama latin Manis Javanica itu diangkut menggunakan lima kotak berwarna orange dalam keadaan hidup dengan berat 300 kilogram lebih. Dimana harga satu kilogramnya mencapai Rp350 ribu.

Selanjutnya satwa-satwa itu dibawa menuju Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis dengan melintasi Kota Pangkalan Kerinci, Pelalawan.

Di tempat lain, tim Ditreskrimsus Polda Riau menerima informasi terkait ada penyeludupan hewan yang diliindungi dan akan melintasi daerah Pangkalan Kerinci. Tim buru sergap diterjunkan ke lokasi untuk menangkap dan menggagalkan penyeludupan. Setelah posisinya diketahui, barulah dilakukan pencegatan tepat di jembatan Pangkalan Kerinci. Hingga kasusnya dkembangkan polisi dan mengamankan Ali Honopoiah.(dow)

source : www.riau.news

Hendra dan 2 Temannya Dikeroyok Usai Nonton Orgen Tunggal

July 06, 2018
INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN HULU – Euforia kesenangan usai menonton orgen tunggal Hendra dan rekan – rekannya seketika berubah suram.

Hendra dan rekan – rekannya menjadi korban pengeroyokan oleh orang tidak dikenal saat perjalanan pulang di Jalan Pendidikan Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (3/7/2018) sekira pukul 00.30 WIB.

Akibat pengeroyokan tersebut, dua rekan Hendra yaitu Kumar mengalami luka robek dibagian kepala setelah dipukul menggunakan kayu, dan Sarbani mengalami luka robek di kepala bagian belakang dan luka tusuk di punggung.

“Korban bersama teman-temannya pulang menonton orgen tunggal di Jalan Tanjung Harapan. Sesampainya di TKP pelapor dan korban dihadang oleh beberapa orang tidak dikenal,” ujar Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, S.IK, MH melalui keterangan tertulisnya, Kamis (5/7/2018).

Setelah kejadian na’as yang menimpa dua rekannya tersebut, Hendra sempat membawa korban Kumar ke rumahnya di Parit 11 Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Inhil.

“Setelah itu Pelapor (Hendra) mendapat informasi dari temannya bahwa korban Sarbani berada di rumah sakit,” tutur Kapolres.

Atas kejadian yang menimpa dirinya dan rekan – rekannya, Hendra melaporkan tindak pidana pengeroyokan kepada Polres Inhil, Selasa (3/7/2018).(dow)

Kebakaran di Kotabaru, Inhil Ludeskan 57 Toko dan Rumah

June 17, 2018
INDRAGIRI HILIR, KOTABARU - Duka nestapa melanda warga Pasar Kotabaru Siberida Desa Kotabaru, Kecamatan Keritang. Mimpi indah menyambut datangnya hari kemenangan, 1 Syawal 1439 Hijriah lesap dibawa dahsyatnya kebakaran, Jumat (15/6/18) sekira pukul 04.30 WIB. 

"Tidak korban jiwa, namun 57 unit ruko hangus terbakar", terang Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony SIK MH melalui Kapolsek Keritang AKP Lassarus Sinaga SH. 


Kebakaran yang melanda pusat perdagangan terbesar di Kecamatan Keritang itu diketahui warga, setelah api mulai muncul di sebuah ruko di Jalan Pemuda Pasar Kotabaru. Kondisi ruko yang rata - rata terbuat dari kayu menyebabkan si jago merah dengan cepat membesar sehingga merembet ke ruko Jalan Keritang, Jalan Perdagangan dan Jalan Pesisir. 

Personel Polsek Keritang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Keritang AKP Lassarus Sinaga SH dan Camat Keritang Hardy Rahman bersama masyarakat dan aparat terkait lainnya berjibaku memadamkan api, akhirnya bisa menguasai kebakaran, sekira pukul 06.40 WIB. 

Sampai saat ini, petugas Kepolisian masih di lapangan untuk mengamankan lokasi dan menyelidiki penyebab kebakaran. Kerugian materil belum bisa ditaksir. 

Adapun identitas pemilik/korban kebakaran di Jalan Pemuda/Jalan Sumatera yakni M Husaini/H Hasnah, H Aras, Siat, Oni, Lia, Ustadz H Junaidi, H Mariam, H Tamrin, Siam, Manaf, Buyung Buya. 

Di Jalan Perdagangan, Muslim Purnama, Andi, Bekas Kantor BRI Unit Kotabaru, Ice, Fauzan, Susi/Yanti Emi, Madia (2 pintu), Surya, Dede, H Junet, Ica Sandi, Mak Feri, Eka/Siam, Zidam Parfum, Siam, H Marzuki, Sijab, Akzar, Bujang, Acok, Een (2 pintu), Ir, Ari Perak, Siam, Pak Cik, Udin Jambak dan Inah. 

Jalan Keritang, Rifal, Zul, Kamal, Andi Ariati, Surya, Andi Sukaini, Niza Ozam. Jalan Pesisir, H Leman, Budi, Acok, H Jamak, H Jumri, H Sulaiman, H Burhanudin, Acok, Roni, Ibet, Feri dan Dedek.(dow)

source : www.riau.news

Kedapatan Lakukan Pungli di Pelabuhan Kuala Enok, Dua Orang Ini Diciduk Polisi

June 14, 2018
INDRAGIRI HILIR, KUALA ENOK - Dua orang laki-laki terduga tindak pidana pungutan Liar (Pungli) ini hanya bisa pasrah saat diamankan oleh tim dari Sat Intelkam Polres Inhil di Pelabuhan Kuala Enok Jalan Yos Sudarso, Tembilahan, Kabupaten Inhil, Rabu (13/6/2018) sekira pukul 12.30 WIB.


Her (33) dan SM (26) kedapatan melakukan praktek pungli di Pelabuhan Kuala Enok, setelah banyaknya laporan dari masyarakat yang resah atas aksi kedua warga Tembilahan tersebut.

Sejumlah barang bukti juga berhasil di amankan dari keduanya, antara lain Tiket Jasa Raharja sebanyak 1 Blok (50 Lembar), uang sebanyak Rp. 237 ribu dengan rincian, uang pecahan Rp 20 ribu sebanyak 1 lembar, uang pecahan Rp 10 ribu sebanyak 13 lembar, uang pecahan Rp 5 ribu 14 lembar Serta uang pecahan Rp 10 ribu sebanyak 10 lembar.

“Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolres Inhil dan di tangani oleh Sat Reskrim Unit Saber Pungli untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres Inhil AKBP Christian Roni, S.IK, MH kepada awak media melalui pesan tertulisnya.

Sebelumnya, berdasarkan Informasi yang di peroleh dari masyarakat, di TKP sering terjadi pungutan liar yang dilakukan oleh oknum lapangan PT. Jasa Raharja berinisial MZA yang kemudian memperdayakan Her dan SM untuk melakukan pemungutan biaya Pertanggungan Wajib Kecelakaan Penumpang dengan biaya Rp. 3 ribu.

“Pada pelaksanaannya di lapangan, biaya tersebut tidak sesuai dengan aturan yang di tetapkan,” tutur Kapolres.

Berdasarkan informasi tersebut, Kasat Intelkam Polres Inhil AKP. Ferdinan Sumardi, SH, MH memerintahkan Kanit Opsnal Intelkam beserta 2 Orang anggota untuk melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata memang benar adanya praktek Pungutan Liar di TKP tersebut.

“Kemudian Unit Opsnal Sat Intelkam Polres Inhil mengamankan 2 orang pelaku tindak pidana Pungutan Liar tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandas Kapolres. (dow)

source : www.riau.news

Marah Pacar Digoda, Pemuda Tembilahan Hulu Ini Malah Dibacok

June 11, 2018
INDRAGIRI HILIR, TEMBILAHAN - Usai menonton acara Pengantin Sahur, Minggu (10/6/2018) sekitar pukul 01.30 WIB. Sepasang muda mudi duduk di jembatan Parit 6 Desa Pulau Palas, Inhil, Riau. Saat tengah asyik duduk lewatlah serombongan pemuda di depan mereka berdua.

Meski tak saling kenal, salah seorang pemuda yang lewat itu menegur Li (wanita) dengan mengatakan kalimat ejekan menggunakan bahasa banjar. Merasa tidak terima kekasihnya di ejek, Fe (pria) pun mendekati serombongan pemuda itu.

Tapi malah terjadi pertengkaran antara korban dengan sekelompok pemuda itu. Tak lama kemudian, korban kembali mendekati kekasihnya dan mengajak pulang.

Saat itulah Li melihat, baju Fe basah, karena cucuran darahnya sendiri. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Tembilahan Hulu, yang kemudian membawa Fe ke RSUD Puri Husada Tembilahan, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan medis diketahui korban menderita luka di kepala bagian belakang, leher kiri dan kelingking kiri.

"Saat ini, para pelaku yang sudah diketahui identitas, sedang dalam pengejaran Unit Opsnal Polsek Tembilahan Hulu," jelas Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony Putra melalui Kapolsek Tembilahan Hulu, AKP AR Tarigan.(dow)

source : www.riau.news

Alat Vital Dipotong, Polisi Sulit Pastikan Jenis Kelamin Sesosok Mayat Tanpa Badan di Inhil

June 04, 2018
INDRAGIRI HILIR, GAUNG - Meski sebelumnya dikatakan bahwa sesosok mayat yang ditemukan tanpa badan dan kepala di Inhil berjenis kelamin perempuan, kini polisi kembali memberi keterangan bahwa belum dipastikan bahwa potongan tubuh tersebut adalah perempuan.

Hal tersebut, diungkapkan setelah potongan tubuh dari bagian pinggang ke bawah itu telah dilakukan pengecekan oleh dokter forensik.

"Potongan tubuh sudah kita kirim ke RS Bhayangkara Pekanbaru, hasilnya belum bisa dipastikan jenis kelaminnya. Karena alat vitalnya sudah dipotong," terang Kapolres Inhil, AKBP Christian Rony Putra melalui Kapolsek Gaung, IPTU Walsum kepada Wartawan, Minggu (3/6/2018).

Dijelaskannya, semula ditarik kesimpulan bahwa potongan tubuh manusia itu berjenis kelamin perempuan karena sekali lintas terlihat seperti perempuan.

Namun demikian, setelah dipastikan oleh dokter bahwa ada bekas sayatan di alat kelamin tersebut, maka belum bisa dipastikan jenis kelamin dari potongan tubuh yang ditemukan di dalam sungai di Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Jumat (2/6/2018) itu.

"Kita masih terus lakukan penyelidikan dan mencari potongan tubuh lainnya, sembari menunggu hasil dari tim forensik di RS Bhayangkara Pekanbaru," tukas Walsum.(dow)

source : www.riau.news