Azis Zaenal

Showing posts with label Azis Zaenal. Show all posts
Showing posts with label Azis Zaenal. Show all posts

Inilah Hasil Pengawasan dan Temuan Panwaslu Meranti Selama Pilkada 2018

July 06, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kepulauan Meranti menyampaikan hasil pengawasan dan temuan selama perhelatan Pilkada 2018. Temuan itu disampaikan saat pleno tingkat kabupaten, Kamis (5/7/2018).

Dipaparkan Ketua Panwaslu Kepulauan Meranti, ada beberapa pelanggaran selama Pilkada. Namun, hanya bersifat administrasi.

Berikut hasil pengawasan dan pelanggaran yang direkap Panwaslu Kepulauan Meranti

1.Di Desa Sungai Tohor Barat TPS 001 ada masyarakat Kampung Nerlang yang terdapat di DPT TPS 001 Desa Sungai Tohor Barat sebanyak 106 pemilih yang tidak bisa menggunakan hak pilihnya. Sebab, akses menuju TPS di pisahkan oleh laut dan sungai. Dari KPU/ PPK/ PPS sudah melakukan upaya untuk menjemput pemilih yang ada di wilayah kampung Nerlang, namun karena hambatan tidak didapatkannya Bahan Bakar Kapal Motor sehingga tidak bisa dilakukan penjemputan pemilih yang ada di wilayah Kampung Nerlang.

2.Kelurahan selatpanjang Timur TPS 016 terjadi kejadian khusus dikarenakan H Agus Salim menggunakan hak pilih nya di TPS 016 Kelurahan Selatpanjang Timur. Seharusnya H Agus Salim menggunakan hak pilihnya di TPS 019 Kelurahan Selatpanjang Timur sesuai dengan DPT.

"Ini merupakan kelalaian petugas KPPS yang tidak cermat dalam melakukan penelitian admnistrasi pemilih," kata Syamsurizal.

3.Di Desa Alah Air TPS 005 Kecamatan Tebing TInggi juga terjadi kejadian khusus, dikarenakan Masrokhim menggunakan hak pilihnya di TPS 005 yang seharusnya menggunakan hak pilih di TPS 006 Desa Alah Air Kecamatan Tebing Tinggi sesuai dengan datar DPT.

4.Di desa Alai Selatan Kecamatan Tabing Tinggi barat ada kejadian khusus, dikarenakan an Hasan Basri menggunakan nya di TPS 002, yang seharusnya memilih di TPS 001  Desa Alai Selatan sesuai dengan daftar DPT.

5.Di Desa Bagan Melibur TPS 001 Kecamatan Merbau terjadi kejadian khusus, pemilih Jefri menggunakan hak pillihnya di TPS 001 Desa Bagan Melibur yang seharusnya menggunakan hak pilihnya di TPS 002 Desa Bagan Melibur Kecamatan Merbau sesuai dengan DPT.

6.Di Desa Bina Maju Kecamatan Rangsang Barat TPS 002 dan TPS 004 pada pukul 10.00 WIB Tanggal 27 Juni 2018 Ketua dan Anggota KPPS di TPS 002 dan TPS 004 telah meminta kepada saksi-saksi pasangan calon untuk menandatangani Formulir Model C-KWK dan C1-KWK yang seharusnya Formulir Model C-KWK dan C1-KWK ditandatangani setelah pemungutan dan perhitungan suara selesai dilaksanakan.

Terhadap kejadian tersebut Panwaslu Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan koordinasi dengan KPU Kabupaten Kepulauan Meranti untuk segera mengganti formulir Formulir Model C-KWK dan C1-KWK yang ada di TPS 002 dan TPS 004 Desa Bina Maju Kecamatan Rangsang Barat.

7.Perlu dicermati dan disiapkan TPS yang mudah diakses, karena masih terdapat 12 TPS yang sulit diakses penyandang disabilitas yaitu 8 TPS di Kecamatan Tebing Tinggi dan 4 TPS di Kecamatan Merbau.

8.Perlu pencermatan terhadap distribusi logistik karena masih ditemukan kekuranga;
  • Surat suara kurang 10 lembar  dari jumlah DPT + 2,5% di TPS 001 desa Tanjung kec Tebing Tinggi barat dan solusi PPL koordinasi dengan PPS untuk melengkapi dan sudah ditindaklanjuti.
  • TPS 002 Desa Kepau Baru surat suara kurang 9 lembar dari DPT+ 2,5% dan dibuatkan BA.
  • TPS 001 Sungai Tohor Barat kekurangan C1-KWK berhologram, PPL koordinasi dengan PPK agar segera melengkapi dan ditindaklanjuti PPK dengan melengkapi C1-KWK yang tidak berhologram.
  • TPS 001 desa Kayu Ara C1-KWK berhologram tidak ada, PPL koordinasi dengan PPK agar melengkapi dan ditindaklanjuti.

9.Perlu mencermati Kelengkapan KPPS, karena masih ditemukan di Kecamatan Tebing Tinggi petugas KPPS tidak bisa menunjukkan SK pada saat pemungutan Suara mau dimulai, pengawas TPS melalui PPL meminta dan berkoordinasi kepada PPK untuk dilengkapi dan ditindaklanjuti oleh PPK.

10.Perlu mencermati ketepatan waktu dan persiapan pelaksanaan pemungutan suara di TPS, karena masih terdapat 104 TPS tidak sesuai dikarena faktor cuaca hujan deras dan dibuka antara pukul 7.30   s/d 08.00 WIB, yaitu di 34 TPS Kecamatan Merbau dan 12 TPS di Tasik Putri Puyu, 12 TPS di Kecamatan Pulau Merbau, 1 TPS di Tebing Tinggi Timur, 45 TPS di Rangsang Barat.

11. Menyiapkan petugas KPPS untuk lebih cermat dalam menuangkan hasil Pemungutan dan perhitungan suara ke dalam formulir. Karena masih dijumpai kesalahan-kesalahan pada penulisan sehingga di lakukan perbaikan pada kertas formulir yang sama.

12. Kurang keterbukaan akses dari KPU Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi kendala dalam proses pengawasan logistik dan pungut hitung.

Terhadap temuan dan hasil pengawasan itu, Panwaslu merekomendasikan beberapa poin, diantaranya;

1.Agar KPU Kepulauan Meranti memasukkan nama-nama di daftar DPTb Pemilihan Gubernur Riau Tahun 2018 ke DPSHP untuk DPT Pemiliu 2019.

2.Perlunya KPU Kepulauan Meranti memberikan pemahaman TUPOKSI terhadap jajarannya.

3.KPU Kabupaten Kepulauan Meranti rmembuka ruang akses yang luas ke sesama Penyelanggara Pemilu dalam tahapan-tahapan Pemilu.

4.Agar KPU Kabupaten Kepulauan meranti menginstruksikan kepada PPS melalui PPK untuk memberikan Sanksi Administrasi terhadap Temuan  yang sudah direkomendasikan oleh Panwaslu Kecamatan kepada PPK.(dow)

Tuntut Kejelasan Nasib, Puluhan Tenaga RTK Kembali Unjukrasa ke Kantor Bupati Kampar

July 06, 2018
KAMPAR, BANGKINANG - Puluhan Tenaga Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) di Kampar kembali berunjuk rasa. Didampingi aktivis Gerakan Pemuda Patriotik Indonesia (GPPI), mereka menggelar aksi di depan Kantor Bupati, Kamis (5/7/2018) siang.

Pengunjuk rasa menuntut kejelasan nasib mereka. Sebab hingga kini, Pemerintah Kabupaten Kampar belum memutuskan status mereka. Pada aksi sebelumnya, 4 Juni lalu, mereka diterima Bupati Kampar, Azis Zaenal.

Perwakilan massa diperkenankan berdialog dengan Bupati untuk menyampaikan tuntutannya. Kala itu, Bupati berjanji akan membawa persoalan mereka ke Kementerian Kesehatan. Pemkab Kampar mencari formula untuk dapat mempertahankan Tenaga RTK.

Sekretaris GPPI Kampar, Ryan menyebutkan, pada dialog terakhir itu, Kepala Dinas Kesehatan diperintahkan akan berkoordinasi dengan Kemenkes. "Sampai sekarang, belum ada kejelasan dengan nasib (tenaga) RTK. Kita ingin menanyakan langkah yang sudah diambil," ujarnya.

Menurut Ryan, Tenaga RTK sudah menanyakan Dinkes tentang langkah yang telah diambil. Namun progresnya belum ada.

Pengunjuk rasa ditemui oleh Sekretaris Daerah, Yusri didampingi Asisten III, Nurhasani. Pengunjuk rasa menitip surat permintaan audiensi dengan Bupati kepada Sekda.

Mereka meminta audiensi digelar pada Senin, 9 Juli. "Kita meminta supaya Bupati menghadirkan instansi terkait untuk memberi penjelasan kepada RTK," ujar Ryan.

Sekda Yusri akan menyampaikan permintaan audiensi itu kepada Bupati. Soal pelaksanaannya akan disesuaikan dengan jadwal.(dow)

Merasa Difitnah, Bupati Kampar Laporkan Mantan Pejabat ke Polda Riau

June 09, 2018
KAMPAR, BANGKINANG- Bupati Kampar, Azis Zaenal melaporkan pemilik akun Facebook "Alfisyahri" ke Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau.

Laporan dibuat melalui penasihat hukumnya, Senin (4/6/2018) lalu. Iskandar Halim, penasihat hukum Azis, mengumumkan laporan dugaan pidana itu di Bangkinang Kota, Jumat (8/6/2018) malam.

"Kita melaporkan tentang fitnah, pencemaran nama baik, penghinaan, provokatif dan ujaran kebencian," ungkapnya.

Menurut Iskandar, pihaknya menduga pemilik akun itu berinisial Af. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) aktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Iskandar menuturkan, Azis merasa difitnah oleh Af melalui tudingan keras melalui akun Facebook miliknya.

Beberapa postingan Af dijadikan barang bukti dalam laporan tersebut.

"Beliau (Azis) diskusi dengan kita, koordinasi dengan kita, kita menilai (konten tulisan di Facebook) memenuhi unsur (pidana)," jelas Iskandar.

Ia meminta Polda Riau mengusut kasus ini sampai tuntas. Af diketahui pernah memangku beberapa jabatan strategis di lingkungan Pemkab Kampar. Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pernah dipimpinnya.(dow)

Jelang Akhir Jabatan, Bupati Kampar Azis Zaenal Ingin Bedah 4.000 Rumah

February 17, 2018
KAMPAR, BANGKINANG - Bupati Kampar H Azis Zaenal kembali melemparkan ke publik rencana membuat program bedah 4.000 unit rumah selama empat tahun anggaran mulai tahun 2019. 

Rencana tersebut disampaikan Azis Zaenal dalam pengarahannya ketika mengukuhkan Forum BPD Kabupaten Kampar di aula Taman Rekreasi Stanum, Bangkinang, Jum’at (16/2/2018) yang dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Febrinaldi Tridarmawan, pengurus Forum BPD Kampar serta ratusan ketua dan anggota BPD se-Kabupaten Kampar. . 

“Yang mau saya serahkan lima belas hingga dua puluh juta setiap orang, kita akan pilih siapa yang benar-benar patut mendapatkan,” beber Azis. 

Ia mengatakan, jumlah bantuan untuk bedah rumah ini cukup hanya sekitar Rp 15 hingga Rp 20 juta agar yang bisa menikmati lebih banyak dan dengan anggaran sejumlah tersebut sudah cukup untuk membedah satu unit rumah. “Daripada dikasih enam puluh juta satu desa dan yang menikmatinya hanya satu orang,” ulasnya lagi. 

Jika program ini terwujud maka aka nada 4.000 unit rumah sudah dibedah selama empat tahun kedepan. “Insya Allah mulai tahun 2019,” imbuhnya. 

Dalam kesempatan ini Azis Zaenal bercerita panjang lebar dengan pengurus Forum BPD dan ketua BPD serta anggota BPD se-Kabupaten Kampar. Menurutnya, APBD Kabupaten Kampar tahun 2018 senilai Rp 2,3 triliun tidak proporsional sebab lebih dari separuhnya yakni Rp 1 triliun lebih habis untuk membayar gaji pegawai termasuk pegawai honor. Beban anggaran untuk membayar gaji pegawai ini juga tak terlepas dari persoalan kelebihan pegawai di Kampar yakni mencapai 11.400 orang aparatur sipil Negara (ASN) dan termasuk tenaga honor. 

Menurut Azis, Kampar membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk memacu pembangunan. Oleh sebab itu ia mengakui terus berusaha berjuangan di Kementerian dan tak segan-segan selalu memaparkan potensi Kabupaten Kampar di pejabat Kementerian. 

Perjuangan itu telah membuahkan hasil, dimana beberapa proyek pembangunan didanai oleh pemerintah pusat seperti pendirian pabrik pengolahan ikan atau integrated cold storage atau pendingin ikan terintegrasi yang akan menyedot jumlah karyawan mencapai 800 orang. Pembangunan ICS oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan RI itu akan mulai dibangun pada bulan Mei atau Juni 2018 nanti. Ini adalah ICS yang terbesar di Sumatera. 

Selain itu Pemkab Kampar juga mendukung pembangunan pabrik fillet ikan sebagai upaya menaikkan harga jual produksi ikan air tawar di Kabupaten Kampar.(dow)

Pemkab Kampar Sangat Serius Raih Piala Adipura Tahun Ini

February 08, 2018
KAMPAR, BANGKINANG - Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kampar optimis pada tahun 2018 ini bisa meraih Piala Adipura. Bangkinang Kota dinilai layak sebagai Ibukota kabupaten mendapatkan piala tersebut.

"Iya, tahun ini kita menargetkan meraih piala Adipura. Makanya kami dari dinas, setiap hari melakukan kebersihan di sekitar wilayah Bangkinang Kota," sebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Kampar Cokroaminoto kepada Wartawan, beberapa hari yang lalu.

Ia berharap kepada masyarakat dan stakeholder terkait bersinergi untuk meraih piala Adipura tersebut. "Persiapannya, kita meminta dimulai dari masyarakat, dan semua stakeholder terkait untuk bersinergi melakukan upaya-upaya kebersihan di lingkungan kota. Agar terwujudnya lingkungan kota yang bersih, indah, asri dan sehat berkelanjutan," himbaunya.

Cokroaminoto juga berwacana sampah yang organik dan non organik bisa digunakan untuk pupuk dan keterampilan.

"Caranya kita akan melakukan pengelolaan sampah, sumbernya dimulai dari sampah rumahtangga, pasar, pemukiman serta pertokohan. Lalu, pengelolaan sumbernya kita pila, yang mana dari organik, mana yang non organik, yang organik bisa diolah menjadi pupuk, dan yang non organik kita bisa kita bikin kerajinan," ungkapnya.

Selain itu, ia mengaku sudah menyediakan personil untuk kebersihan di wilayah Bangkinang Kota. Maupun persiapan armada kebersihan.

"Kalau personil untuk kebersihan di Bangkniang Kota sebanyak 200 orang. Sedangkan armada kebersihan sebanyak dua belas, sembilan armada beroperasi di Bangkinang Kota. Dan tiganya lagi beroperasi di Pasar Lipat Kain satu armada, di Pasar Danau Bingkuang satu armada, dan di Pasar Taratak Buluh," ungkapnya.

Untuk diketahui, penilaiannya untuk meraih piala Adipura akan dinilai dari pengelolaan kebersihan pasar. Dan objek-objek penilaiannya akan dinilai di Ibukota kabupaten.

Memang semangat meraih Piala Adipura telah tampak usai penerimaan selektif Adipura oleh Bupati Kampar H Azis Zaenal dari Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Rabu (2/8/2017) lalu di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta.

Penghargaan tersebut diperoleh karena Kabupaten Kampar dinilai berhasil dalam peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan hidup wilayah Kabupaten Tahun 2016-2017.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya kepada Bupati Kampar H Azis Zaenal pada acara Malam Anugerah Lingkungan tahun 2017.

Dengan keberhasilan meraih sertifikat Adipura ini, Bupati Kampar H Azis Zaenal berharap agar kedepan agar semua pihak berupaya agar Kampar meraih Piala Adipura. Tentunya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus menggesa berbagai persiapan sesuai dengan ketentuan dan persyaratan penilaian Adipura.

Ia mengajak seluruh pihak meningkatkan kesadaran, sikap dan perilaku masyarakat Kabupaten Kampar untuk hidup bersih, sehat dengan lingkungan yang asri.(gun)

Serius Ingin Bangun Pabrik Olahan Ikan Patin, Bupati Kampar Sambangi KKP

January 04, 2018
KAMPAR, BANGKINANG - Seakan tak kenal lelah, Bupati Kampar, Azis Zaenal terus "menjolok" (menjemput bola) ke pusat, setiap ada peluang yang bisa di garap atau bisa mendongkrak peningkatan ekonomi demi mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Kampar.

Salahsatunya, Aziz juga berusaha keras meyakinkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Jakarta, Rabu (3/1/2017).

"Tujuan kita pastinya agar Kementerian KP segera merestui dan membantu niatnya membangun pabrik pengolahan ikan patin, yang selama ini menjadi dambaan masyarakat," ujar Azis Zaenal usai pertemuan itu.

Hal ini ia lakukan, karena untuk membangun sebuah pabrik, akan membutuhkan dana yang cukup besar, dan tidak mungkin apabila menggunakan dana APBD Kabupaten Kampar.

Untuk itulah, Bupati Kampar Azis Zaenal didampingi Kepala Dinas Perikanan Kampar Usman Amin melakukan ekspose di hadapan Nilanto Perbowo selaku Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan di Ruang Rapat lantai 14 Gedung Mina Bahari III Jakarta.

Pada pertemuan itu, Azis membuktikan keseriusan Pemda Kampar dengan melaporkan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatunya yang menjadi faktor pendukung seperti Lahan, Air, Listrik, Insfrastruktur serta Kecukupan Bahan Baku Pabrik.

"Masyarakat sudah menunggu lama, ini adalah bukti keseriusan kami. Bagaimana agar bisa menjadikan Kampar sebagai target Kementerian Perikanan. Ini jugalah yang membuat kami lebih semangat untuk datang menunjukkan itikad baik serta keseriusan serta berharap bantuan dari Kementerian untuk pembangunan ICS di Kampar," ungkap Azis.

Ia pun meminta, supaya pihak Kementerian mempermudah program pembangunan pabrik ICS dan dapat segera terealisasi pada tahun 2018.

Sementara itu, Dirjend Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto, mengaku sangat mengapresiasi keseriusan Pemda Kampar.

Iapun memuji Bupati Kampar Azis Zaenal, yang dianggap terlalu pintar untuk meyakinkan pihaknya. Dalam hal ini Kementerian juga sudah memasukan Kampar kedalam radarnya dari tahun 2017.

Meski demikian pihaknya tetap meminta Pemda Kampar harus siap untuk bersaing dengan daerah lain.

"Kami Sangat mendukung rencana Kampar menyediakan lahan untuk pembangunan cold storage. Namun Kampar harus berkompetisi dengan kabupaten lainnya. Semua pertimbangan seperti lahan, listrik, air, lokasi serta ketersediaan pasokan bahan baku harus terjamin. Karena Kampar telah masuk dalam radar kami sejak tahun 2017," ujar Nilanto.

Rencananya, Ikan patin di Kamapar itu akan dijadikan sebagai komoditas yang membangkitkan ekonomi masyarakat yang berusaha dibidang perikanan dan menjadi juara ikan air tawar Indonesia.

"Kami senang pak Bupatinya datang langsung, ini sudah merupakan nilai tambah. Ikan Patin harus menjadi Champions juara ikan air tawar Indonesia," pungkasnya.(gun)