Pesona Siak

Showing posts with label Pesona Siak. Show all posts
Showing posts with label Pesona Siak. Show all posts

Indahnya Kota Siak Semakin Terlihat Malam Hari di Sepanjang Jalan Protokol

June 26, 2018
SIAK, BENTENG HULU - Wisatawan yang datang ke Siak memuji-muji keindahan Kota Istana Matahari Timur ini pada malam hari. Semua jalan-jalan protokol hingga pemukiman penduduk terang menderang dengan lampu berwarna-warni.

Keindahan Siak ini, kata wisatawan tak mampu dikalahkan oleh Ibukota Provinsi Riau sekali pun yakni Kota Pekanbaru yang kini sangat menyeramkan (horor) pada malam hari karena lampu penerangan jalan umum padam.

"Harusnya sebagai ibukota provinsi Riau, Pekanbaru itu bisa sebagai contoh yang baik. Ini kok terbalik yo, masa Kabupaten baru kayak Siak ini bisa lebih cantik dan berhasil mempertahankan keindahan kotanya sebagai daerah wisata. Malam hari, Siak indah luar biasa," kata Nanik, wisatawan dari Rengat ini kepada Wartawan, Senin (25/6/2018).

Diceritakan Nanik, memasuki hari keduanya bersama keluarga liburan ke Siak, Nanik merasa konsep wisata Siak sudah seperti di luar negeri. Sejumlah tempat wisata yang dikunjunginya baik wisata alam ataupun cagar budaya terjaga dengan baik dan sangat bersih.

Mulanya, ia tak berencana akan menginap di Kota Istana Siak ini sehingga ia tidak membawa perlengkapan mandi dan pakaian ganti. Namun sejumlah wisatawan lainnya bercerita dengannya dan mengatakan Siak saat malam akan lebih indah dari Siak hari.

"Jadi saya penasaran, saya baca-baca di internet. Saya cari foto-foto di internet, dan benar kalau Siak malam hari itu indah banget. Jadi ga puas lihat foto saja, saya berunding dengan suami untuk bermalam di Siak bersama anak-anak juga. Dan saya membuktikan sendiri hingga saya takjub," sebutnya.

Sebagai seorang ibu rumah tangga yang setiap hari mengurus 3 orang anak ini, Nanik mengaku masih punya waktu untuk membaca berita dari berbagai sumber media baik media sosial hingga media online yang bisa dibukannya dengan smartphone.

"Kota bekas kerajaan ini sungguh eksotis, saya suka sekali. Makanya kami dari Rengat rencanakan jauh-jauh hari liburan ke sini. Meskipun perjalanan cukup jauh hingga 5 jam, tapi terbayarkan dengan indahnya Siak ini. Kota Siak ini bersih, rindang banyak pepohonan dan jalan-jalannya mulus," katanya lagi.

Saat malam, kata Nanik, tempat pertama kali yang ditujunya adalah Istana Siak. Lampu sorot di sekitar Istana Siak membuat bangunan tua itu menjadi cantik. Selanjutnya ia berjalan di Tepian Sungai Jantan dan turap, sambil melihat keindahan jembatan Siak yang penuh dengan lampu berwarna-warni.

Ia juga mengaku senang dapat melihat air mancur menari di sekitar lapangan Mahratu atau tepatnya di dekat Masjid Syahbuddin, salah satu masjid tertua di Kabupaten Siak. Didirikan pada tahun 1926 di era Sultan al-Said al-Kasyim Abdul Jalil Saifuddin.

"Saya lebih kaget lagi waktu lihat gedung yang atapnya itu berwarna pelangi. Penasaran sama gedung apa itu, jadi tadi pagi kami jalan-jalan ke sana. Dan setelah itu kami balik ke Istana Siak, karena hari Minggu kemarin tidak bisa masuk ke dalam, hanya dari luar saja," ujar Nanik sebelum bertolak kembali ke Rengat.(dow)

Pukau Wisatawan Datang Saat Lebaran, Pemkab Siak Raup PAD Hampir Rp 600 Juta

June 25, 2018
SIAK, BENTENG HULU - Sejak memasuki H+2 Idul Fitri 1439 H, pengunjung (wisatawan, red) yang datang ke Kota Siak Sri Indrapura terlihat begitu ramai. Wisatawan yang datang tersebut tak hanya berasal dari sekitar wilayah Kabupaten Siak saja, namun ada juga yang berasal dari luar daerah maupun dari luar negeri (mancanegara, red).

Memasuki H+8 Idul Fitri 1439 H, Jumat (23/06/2018) siang, para wisatawan juga masih terlihat ramai memadati sejumlah obyek wisata yang ada di Kota Siak, seperti Istana Asserayah Al Hasyimiah, Taman Turap (Tepian Bandar Sungai Jantan, red), Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) di bawah jembatan TASL, serta di sejumlah tempat obyek wisata lainnya.

Plt Bupati Siak H Alfedri menuturkan, selama lebaran Idul Fitri 1439 H, jumlah pengunjung yang masuk ke kawasan wisata Siak diperkirakan mencapai sekitar 68.589 orang.

“Berdasarkan data kendaraan yang masuk ke kawasan wisata Siak, sampai dengan hari Jumat (22/06/2018) berjumlah 68.589 orang. Sedangkan yang masuk ke Istana Siak mencapai 39.194 orang. Dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kita dapat mencapai sebesar Rp336.705.000,” terang Plt Bupati Siak H Alfedri, Sabtu (23/06/2018) sore.

Dikatakannya juga, jika dihitung dari awal Januari 2018, jumlah pengunjung yang memasuki kawasan wisata Kabupaten Siak mencapai 168.178 orang.

“Bila dihitung dari bulan Januari hingga tanggal 22 Juni 2018, jumlah kunjungan di seluruh destinasi wisata Kabupaten Siak mencapai 168.178 orang. Yang mana diantaranya memasuki Istana Siak sebanyak 125.184 orang, sedangkan PAD yang kita dapat (hingga tanggal 22 Juni 2018) mendekati Rp600 juta, dari target tahun 2018 sebesar Rp1,2 miliar,” imbuhnya.

Dengan semakin meningkatnya jumlah pengunjung yang datang di Kota Siak Sri Indrapura tersebut, masyarakat yang tinggal di sekitar Kota Siak pun mengaku sangat gembira. Bahkan masyarakat setempat mengaku sangat bangga atas semakin ramainya pengunjung dari tahun ke tahun.

“Alhamdulillah, dari tahun ke tahun jumlah pengunjung yang datang ke Kota Siak terus mengalami peningkatan. Sebagai masyarakat Siak tentunya kita sangat bangga dengan ini semua,” papar Atok, salah seorang warga Siak.(dow)

Jumlah Pengunjung Libur Lebaran di Objek Wisata Riau Capai 74,313 Orang, Terbanyak di Siak

June 19, 2018
RIAU, SIAK - Kompilasi data pengunjung di beberapa objek wisata Riau mencapai 74,313 orang. Hal tersebut dikatakan pembina DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Riau, Osvian Putra, pada Senin (18/6) siang.

"Jumlah tersebut berdasarkan data terakhir, Minggu (17/6). Dihimpun dari beberapa pengelola objek wisata yaitu, Istana Asserayah Al Hasyimiah, Kabupaten Siak, Ulu Kasok, Bukit Naang, Teluk Jering dan kebun binatang Kasang Kulim," kata Osvian Putra, pria yang juga aktif sebagai ketua GenPI regional Riau".

Osvian merincikan jumlah pengunjung yang datang ke Istana Siak, pada tanggal 16 hingga 17 Juni, sebanyak 18.481 orang. Objek wisata alam Ulu Kasok 3.964 orang, Dusun tiga Teluk Jering sebanyak 37,368 orang pengunjung.

Selanjutnya, objek wisata Bukit Naang Kabupaten Kampar, diperkirakan mencapai 3.000 orang, di pantai Selat Baru, Kabupaten Bengkalis sekitar 10.000 orang dan kebun binatang Kasang Kulim diperkirakan 1.500 orang.

"Khusus untuk Istana Siak,Info kunjungan liburan Idul Fitri 1439 H, pada Sabtu 16 Juni mencapai 7. 777 orang dan hari Minggu 17 Juni, sebanyak 10.704 pengunjung. Totalnya mencapai 18.481 orang," katanya.

Masih kata Osvian, menurut pengelola objek wisata alam Dusun III Teluk Jering, Husni Mubarak, menyampaikan kepadanya, rincian data jumlah pengunjung ke objek wisata alam tersebut, pada hari Jumat (15/6) sebanyak 5.011 orang. Kemudian pada hari Sabtu (16/6) 12.321 orang dan Minggu (17/6) mancapai 20.036 orang. Total jumlah pengunjung selama tiga hari sejak hari raya Idul Fitri 1439 H sampai hari Minggu (17/6) sebanyak 37.368 orang.

"Data jumlah pengunjung ini belum termasuk dari objek wisata lainya, seperti Alam Mayang Pekanbaru dan Masjid Agung Islamic center Rokan Hulu. Biasanya di saat hari libur Idul Fitri dua objek wisata ini setiap tahunnya banyak peminatnya," tutur Osvian Putra.(rls)

Lestarikan Tradisi Kerajaan Siak, Festival Meriam Bambu II Ramai Diikuti Peserta

June 14, 2018
SIAK, MEMPURA - Lentam lentum bunyi suara meriam di tengah malam buta, bertanda dimulainya Festival Meriam Bambu II Kabupaten Siak tahun 2018. Setelah tahun lalu pelaksanaanya sukses, tahun ini dilihat dari jumlah pesertanya juga terlihat sukses.

Tradisi bunyi meriam sudah ada sejak zaman kerajaan Siak dulu, bunyi meriam semasa itu sebagai pemberi tanda berita baik dan berita duka seperti berita kematian dan berita kelahiran seorang putra Sultan.

Hal tersebut di atas di katakan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf Kabupaten Siak H. Fauzi Asni saat di temui di lokasi berlangsungnya acara Selasa, (12/06/2018).

Fauzi menambahkan, Festival meriam buluh ini kita adakan untuk mewarisi teradisi masa lalu kepada generasi sekarang, yang menurutnya sudah lama hilang.

“Kita buat kegiatan ini, teradisi bunyi meriam buluh ini sudah ada sejak masa kerajaan, namun seiring perkembangan zaman tradisi ini hilang, makanya kita wariskan tradisi ini kepada generasi sekarang,” terang Fauzi.

Menurutnya, sebagai daerah tujuan wisata kabupaten Siak harus memiliki event sebagai pendukung objek wisata yang sudah ada. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang ber wisata ke kabupaten Siak.

Hal senada juga di katakan oleh warga Siak Said Muzani Asal muasal meriam di masyarakat Siak adalah tradisi kerajaan dahulu sebagai pemberi tanda, apabila ada berita dari Sultan baik berita duka maupun gembira seperti berita kematian dan berita kelahiran seorang putra Sultan.

“Begitu juga di bulan Ramadhan sebagai pertanda Ramadhan sudah masuk mengabarkan ke seluruh pelosok negeri maka dibunyikan meriam karena pada masa dahulu tidak ada alat komunikasi,”ungkap Muzani.

Ungkap Muzani lagi, begitu juga menandakan datangnya 1 syawal sudah dekat, pada zaman dulu di tandai dengan menyalakan lampu colok di depan rumah masyarakat dan dibunyikan meriam. Para remaja tanggung membuat meriam dari bambu untuk dibunyikan saat bulan sya’ban menjelang Ramadhan dan malam 7 likur 27 Ramadhan menjelang masuk Syawal.

“Seperti saat ini memasuku malam 7 likur atau 27 Ramadhan lampu colok dan bunyi meriam di mainkan oleh anak bukang tangung, juga menandakan 1 Syawal akan datang,”pungkas Muzani.

Acara yang berlangsung di Tepian Bandar Sungai Jantan, depan Istana Siak berlangsung cukup meriah terlihat ratusan masyarakat kota Siak yang turut menyaksikan acara tersebut. Dari 46 orang peserta yang bertanding setelah panitia mengumumkan pemenang, berhak memperoleh juara 1, 2, 3 warga berasal dari kampung paluh sedangkan juara 4 di peroleh warga Benteng Hulu.(dow)

source : www.beritasiak.com