Budaya

Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Tradisi Makan Bukancah, Tanjak Unak Serantau dan Durian Asli Rohul Mulai Dipromosikan

February 10, 2019
ROKAN HULU, PASIRPANGARAIAN - Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang berjulukan Negeri Seribu Suluk ‎merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Riau, yang memiliki kubayaan dan tradisi serta beberapa buahan khas Negeri Seribu Suluk. Tradisi-tradisi asli Rohul mulai tidak di jumpai di zaman mondren seperti saat ini.

Namun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Rohul, mulai kembali mempromosikan tradisi asli Rohul, salah satunya yakni Makan Bukancah.

Makan bukancah ini mu‎lai di promosikan kembali oleh Disparbud di setiap acara-acara besar yang ada di Rohul. Hal ini dilakukan guna menumbuhkan serta memperkenalkan kepada masyarakat dan generasi penerus Rohul. Tradisi makan bukancah ini mulai dipromosikan kembali oleh Disparbud Rohul sejak dua tahun belakangan.

Baik di acara-acara besar Pemkab maupun saat menyuguhkan makan kepada tamu. Tidak hanya makan bukancah saja yang dipromosikan oleh Pemkab Rohul, tanjak khas Rohul yang bernama Unak Serantau.

Tanjak yang menciri khaskan orang Melayu ini mulai dipromosikan oleh Pemkab Rohul di acara-acara besar. Bahkan tanjak khas Rohul ini sudah dipromosikan di acara-acara besar baik tingkat daerah maupun tingkat provinsi dan nasional.

Kepala Disparbud Rohul, Yusmar mengaku, untuk mempromosikan tradisi-tradisi serta kebudayaan Rohul, pihaknya telah melakukan promosi-promosi di berbagai acara ‎dan tempat-tempat wisata yang ada di Rohul maupun di tempat-tempat lainya.

Untuk tanjak khas Rohul, Unak Serantau ‎tambahnya, tanjak ini sudah dipromosikan hingga ke luar negeri, dengan cara jika ada wisatawan yang berkunjung ke Rohul, pihaknya akan berikan tanjak dan menjelaskan arti dari tanjak asli Rohul ini.

"Jadi saat ini kita sedang memperkenalkan kembali tradisi Rohul serta tanjak khas Rohul guna memberitahukan kepada masyarakat bahwa Rohul memiliki tradisi yang perlu dipromosikan," sebutnya.

Yusmar mengaku, pihaknya juga sedang mempromosikan buah durian asli Rohul yang memiliki cita rasa yang sangat nikmat, bahkan rasa buahnya tidak kalah dengan durian montong dan lainya.

Diakuinya, ada beberapa durian asli Rohul yang memiliki cita rasa yang luar biasa, seperti Durian Pawan, Minaming, Rokan, ‎Pemandang, Tibawan, dan lain sebagainya.

"Jadi saat ini Pemkab sedang mempromosikan berbagai tradisi, tanjak, dan buah durian. Hal ini kita lakukan untuk membangkitkan kembali apayang ada di Negeri Seribu suluk," pungkasnya. (dow)

source : berita rohul

Sensasi Berkeliling Sungai Siak dengan Perahu Tradisional

January 13, 2019
SIAK, MEMPURA - Jumlah pelancong semakin banyak berdatangan ke Siak Sri Indrapura. Hal itu menjadi peluang usaha baru bagi sejumlah nelayan di sekitaran sungai Siak. Rusdianto alias Ateng (36), satu di antara 18 pemilik perahu kayu yang mencoba peruntungan pada jasa angkut wisata untuk berkeliling di Sungai Siak.

Awalnya, Ateng hanya menakhodai perahu dengan kapasitas 6 -8 penumpang. Sejak tahun lalu, ia memodali sebesar Rp 18 juta untuk perombakan perahunya. Kini, Ateng bisa membawa 18 penumpang sekali jalan.

"Saya sudah 3 tahun beralih ke sektor wisata air ini. Kadang ramai penumpang kadang pulang dengan tangan hampa," kata Ateng sambil menunggu penumpang, Jumat (11/1/2019) di Tepian Bandar Sungai Jantan, belakang gedung Tengku Mahratu, Siak.

Rute wisata air menggunakan perahu tradisional itu memang dari Tepian Bandar Sungai Jantan, melaju pelan menuju jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL).

"Sekali jalan menghabiskan BBM 4 liter," kata Ateng.

Saat bercerita dengan awak media, datang sepasang remaja yang ingin merasakan sensasi naik perahu milik Ateng berkeliling di Sungai Siak. Namun Ateng tidak mau melayani jika penumpang kurang dari 6 orang. Mereka kemudian tawar menawar.

"Baiklah, Rp 100 ribu bisa saya bawa keliling," kata Ateng tegas.

Harga pun cocok, sepasang remaja itu pun naik di perahu. Ateng bergegas ke bagian belakang untuk menyalakan mesin perahunya. Perahunya hanya punya 1 mesin, yakni Yahama Enduro 15 Pk. Setelah ihsan dan pasangannya duduk, mesin menyala, perahu melaju ke tengah sungai menuju jembatan. Perjalanan pergi pulang lumayan lama, sekitar 20-30 menit.

"Saya sering pulang tanpa mendapat penumpang. Bahkan pernah 3 hari berturut-turut," kenang Ateng sembari memegang kemudi perahunya.

Padahal, kata Ateng, pada sore hingga pukul 21.00 WIB lebih berpotensi daripada siang hari. Namun Ateng belum berani mengambil jadwal malam, karena banyaknya kapal-kapal tongkang melintas di malam hari.

"Perahu kita ini juga belum ada lampu. Saya khawatir karena banyak tongkang lewat malam hari," kata dia.

Meski sudah 3 tahun melakoni pekerjaan itu, Ateng masih belum menuai hasil maksimal. Pasalnya, promosi dan jalur wisatawan menuju perahu wisata yang digagasnya belum banyak dikenal orang. Petunjuk arah menuju ke tempat bersandar perahu juga tidak ada sama sekali.

"Memang masih jarang diketahui orang, kami berharap pemerintah membantu promosi kami," kata dia.

Ateng bercerita. Ia warga Paluh, Kecamatan Mempura dan tinggal di sana bersama 1 istri dan 3 orang anaknya. Sehari-hari ia menunggu penumpang datang ke perahunya.

Agar pulang pada sore hari menjelang magrib, sudah membawa bekal untuk keluarga.

"Sebenarnya bukan saya sendiri yang menawarkan jasa perahu wisata. Ada 17 perahu lain, yang berebut penumpang. Tapi hari-hari biasa mereka tidak ikut, karena penumpang terlalu sedikit," urai dia.

Menurut dia, dapat 1 trip untuk hari biasa sudah sangat bersyukur. Karena pada akhir pekan, paling banyak dia dapat cuma 2 trip.

"Penumpang yang banyak itu hanya pada libur-libur besar, seperti tahun baru kemarin, atau libur lebaran," kata dia.

Karena enaknya Ateng bercerita, rute perjalanan Ihsan dan teman perempuannya selesai pula diantar. Ihsan membayar sesuai kesepakatan. Beberapa foto menarik berhasil ia abadikan selama ikut berlayar di Sungai Siak.

"Kalau kita rombongan minimal 6 orang, harganya cukup murah. Kalau berdua Rp 100 ribu sebenarnya cukup terjangkau," kata dia.

Menurut dia, wisata air itu sangat menarik mengingat Siak merupakan kota sungai.

"Seharusnya pemerintah membantu pelaku usaha wisata air ini," kata Ihsan.(dow)

source : berita siak

Meriahkan HUT Rohul, Disparbud dan X-Tars Akan Gelar Jelajah Rimba

September 23, 2018
ROKAN HULU, PASIRPANGARAIAN - Sempena Menyambut HUT kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang ke-19, dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) Rohu bekerjasama dengan X-Tars akan menggelar Jelajah Rimba Rohul (JJR).

Dimana rencananya, JJR tersebut akan dilaksanakan pada 6 dan 7 Oktober 2018 mendatang.

Kepala Disparbud Rohul, Yusmar, mengungkapkan, saat ini panitia Penyelenggara Event JJR sudah terbentuk. Pemkab Rohul nantinya akan memberikan support melalui Anggaran yang bersifat Stimulan untuk mensukseskan even ini.

"Anggaran yang kita berikan sifatnya hanya stimulan, sementara Berkaitan dengan teknis dan hal lain yang diperlukan dalam pelaksanaan JJR di cari melaui sumbangan pihak ketiga," katanya, Minggu (23/9/2018).

Ia menambahakan, pada pelaskanaan JJR tahun ini, Para Rider akan dimanjakan dengan rute baru yang jauh lebih ekstrem dan memacu adrenalin. Diakuinya, nanti akan ada beberapa Pos seperti simpang kantor camat, pos 2 Cipogas, pos 3 tanjakan barayun, Lembah batu risik, dan finish di Sungai Bungo.

"Ada rute ekstrem dimana tanjakannya mencapai 60 sampai 70 Derajat, sementara Kesiapan rute saat ini sudah mencapai 90 persen," imbuhnya.

Yusmar mengaku, antusias masyarakat, khususnya pencinta Olahraga terabas dalam mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Saat ini saja, sudah ada sebanyak 260 rider yang mendaftarkan dirinya.

"Untuk biaya pendaftaran juga cukup terjangkau yaitu hanya 250 ribu rupiah per rider," Sebutnya.

Yusmar berharap, Melalui kegiatan ini dapat menjadi penyaluran minat dan bakat bagi generasi muda sekaligus menanamkan semangat dalam melestarikan lingkungan alam.

"Tak hanya itu, ajang ini juga akan menjadi salah satu destinasi wisata kabupaten Rokan Hulu, serta ikut mempromosikan wisata Rohul ke luar daerah," pungkasnya. (dow)

source : beritarohul

Pebalap Australia Finis Pertama di Etape II Tour De Siak

September 20, 2018
SIAK, MEMPURA - Rabu (19/9/18), Benjamin Dyball pebalap asal Australia dari tim ST George Continental Cycling, finis pertama dalam etape ke II jarak tempuh 115,41 Kilometer (Km) dengan waktu 02:30:07, dan ikuti finis ke dua Mohd Harrif Saleh pebalap asal Malaysia dari tim Trenggano Cycling Team (TCT) dengan waktu 02:30:54.

Sebelumnya seluruh pebalap sebanyak 59, star di depan Istana Siak menuju Bungaraya ke Sungai Apit dan kembali ke Siak. Dan finis di Jalan Raja Kecik depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafi'an, sebanyak 57 pembalap melakukan finis dan 2 pembalap tidak finis.

Pertarungan seluruh pebalap Tour De Siak 2018, kali ini tidak mudah, selain melintasi jembatan terpanjang di Provinsi Riau, juga dalam perjalanan seluruh pebalap diguyur hujan.

Setelah sekian lama dalam perjalanan melintasi sepanjang 115,42 Km tersebut, maka tiba saatnya memasuki garis finis yang telah disiapkan panitia. Meluncur dengan selamat pebalap dari Australia diposisi pertama, dan disusul dua pebalap dari Malaysia diposisi dua dan tiga.(dow)

source : beritasiak

November, Bekudo Bono Teluk Meranti Bakal Digelar

September 16, 2018
PELALAWAN, TELUK MERANTI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan memastikan kegiatan Bekudo Bono bakal digelar pada bulan November mendatang di Kecamatan Teluk Meranti.

Festival berselancar (surfing) di muara Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti merupakan kegiatan Kalender Wisata Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Pelalawan, Andi Yuliandri menyampaikan, ia belum dapat memastikan tanggal pelaksanaan dan akan mengkoordinasikan terlebih dahulu.

''Karena harus tahu dulu, kapan puncak gelombangnya. Pada puncak gelombang bono itu akan menjadi waktu pelaksanaan festival,'' katanya.

Sumber dana dari kegiatan terseebut, kata Andi Yuliandri, berasal dari APBD Perubahan Kabupaten Pelalawan tahun 2018.

''Karena ini masuk dalam kalender kementrian pariwisata, mereka juga menganggarkan dana untuk kegiatan ini,'' paparnya.

Hanya saja, dana yang dianggarkan oleh Pemda lebih untuk ke teknis di lapangan. Andi Yuliandri berharap, kegiatan ini nantinya dapat sukses seperti kegiatan tahun sebelumnya.

''Harapannya, melalui Bekudo Bono wisata kita semakin dikenal luas dan menjadi wisata unggulan di Riau,'' pungkasnya kepada Wartawan, Minggu (16/9/2018).(dow)

source : beritapelalawan

Simposan Rimbo Juara Festival Pacu Jalur 2018

September 02, 2018
KUANSING, PANGEAN - Siposan Rimbo Pemprov Riau jalur desa Pauh Angit Kecamatan Pangean kembali Juarai Iven Nasional tahun 2018.

Atas raihan ini, Siposan Rimbo berhak membawa piala bergilir Menteri Pariwisata. Secara resmi tropi tersebut, menjadi piala tetap bagi Siposan Rimbo, setelah 3 kali berturut-turut menjuarai Iven Nasional, dari tahun 2016, 2017 dan 2018.

Khusus untuk pelaksanaan pacu jalur tahun 2019 Iven Nasional, Menteri Pariwisata harus menyediakan kembali piala yang baru. Di Tepian Narosa, Siposan Rimbo, terhitung sudah 4 kali menjuarai gelanggang Nasional. 3 kali berturut-turut, satu tahun terputus di 2015 dan tahun sebelumnya 2014 juga berhasil menjuarai Iven Nasional.

Pada putaran final, Sabtu (1/9/2018) petang tadi, Siposan Rimbo beradu segitiga dengan Pulau Laghe dan Pangeran Hilir.

Kedua jalur ini, berhasil dikandaskan Siposan Rimbo, dengan kemenangan yang meyakinkan.(dow)

source : beritakuansing

Demi Tonton Pacu Jalur, Warga Kuansing Rela Panjat Tower

September 01, 2018
KUANSINGG, TELUK KUANTAN - Pacu jalur sudah mendarah daging bagi masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing) dan Indragiri Hulu (Inhu), Riau. Setiap iven ini dilaksanakan, selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat.

Ketika pacu jalur di Tepian Narosa telah tiba, maka Telukkuantan akan menjadi lautan manusia. Ratusan ribu pasang mata selalu ingin menyaksikan setiap drama yang terjadi di arena perpacuan.

Seperti tiga hari ini, tribun di Tepian Narosa tak mampu menampung masyarakat. Penuh sesak. Tak asing jika melihat ada warga yang memanjat pohon supaya bisa melihat jalur yang berpacu. Ada juga warga yang memanjat tower dekat tribun hakim.

Ini membuktikan tingginya antusias masyarakat untuk menyaksikan pacu jalur. Hari ke empat ini, ada 12 jalur yang akan berpacu untuk memperebutkan tiket ke semifinal.

Dari hasil drawing, perpacuan diprediksi akan berlangsung seru. Tersebab, jalur-jalur andalan bertemu pada putaran pertama. Seperti Toduang Biso Rimbo Piako dari Paboun Kuantan Mudik akan ditantang oleh Kilek Keramat Muaro Laii Pemprov Riau dari Pauh Angit Pangean.

Dari statistik, Toduang Biso Rimbo Piako lebih unggul. Selama perpacuan, jalur ini mampu menang meyakinkan atas lawan-lawannya. Sementara, Kilek Keramat Muaro Laii merupakan sang juara Rayon I Inuman.

Hilir kedua, Panglimo Mudo Bintang Nagori dari Kopah akan berpacu melawan sang juara nasional Siposan Rimbo Pemprov Riau dari Pauh Angit Pangean. Panglimo Mudo tak pernah diprediksi akan mampu melaju ke hari ketiga.

Selanjutnya, ada Sang Ratu Helmina dari Koto Kombu yang fenomenal akan berpacu melawan Pangeran Hilir Rantau Kuantan Wabup Kuansing dari Cerenti. Sang Ratu Helmina disebut fenomenal karena mampu mengalahkan jalur Palimo Olang Putie.

Pada hilir ke empat, Pulau Laghe Mandulang Untuang RAPP akan berpacu dengan Bintang Emas Cahaya Intan DPRD Kuansing. Jalur yang disponsori PT RAPP ini mampu melaju ke hari keempat setelah mengalahkan Marangin Montiak Tuah Lipai Adhyaksa Kuansing.

Hilir ke-5, Tuah Inayan Mondulang Untuang dari Pulau Aro akan berpacu dengan Kahulu Jantan Danau Kompe dari Benai Kecil. Jalur andalan masyarakat Benai ini tentu akan berusaha sekuat mungkin untuk meraih tiket semifinal.

Terakhir, ada jalur Putri Kumayang Linduang Daun RAPP dari Pulau Ingu Benai akan ditantang oleh Singa Kuantan Tracks Kuansing. Putri Kumayang merupakan jalur binaan RAPP yang meraih tiket ke hari keempat setelah meraih undian bay pada hari ketiga.

Nah, bagaimana hasilnya? Mari saksikan di Tepian Narosa Telukkuantan siang ini.(dow)

source : beritakuansing

Komplek Makam Raja Indragiri Kurang Diperhatikan

August 26, 2018
INDRAGIRI HULU, RENGAT BARAT - Situs cagar budaya Komplek Makam Raja-raja Indragiri di Desa Kota Lama, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kurang diperhatikan. Situs cagar budaya tersebut kurang diperhatikan dan kurang perawatan.

Koordinator Juru Pelihara Komplek Makam Raja-raja Indragiri, Saharan Sepur kepada Wartwan pada Minggu (26/8/2018) mengungkapkan, untuk perawatan situs budaya ini dirinya harus melakukan sendiri. Untuk pengecatan pagar makam dan jugas bersih-bersih di sekitar makam.

"Seharusnya ini menjadi tanggungjawab Pemkab Inhu, namun karena sudah lama tidak dicat makanya saya berinisiatif melakukan pengecatan," kata Saharan.

Menurut Saharan, diperkirakan semenjak dibangun, pagar-pagar tersebut tidak pernah lagi mendapat perhatian. Saharan melanjutkan, untuk pengecatan itu biayanya diambil dari kantong pribadi. Selain itu, ada juga yang memberikan sumbangan berupa cat. Kata Saharan, perawatan yang juga harus dilakukan adalah pembersihan areal komplek makam yang luasnya diperkirakan mencapai 10 hektar.

"Selama ini memang ada perawatan dan pembersihan, namun hanya tiga bulan sekali. Perawatan itu harusnya dilakukan rutin agar komplek ini tetap terjaga keindahannya," kata Saharan.

Saharan menambahkan, saat ini ada tiga orang juru pelihara yang ditugaskan untuk menjaga Komplek Makam Raja-raja Indragiri. Dua orang diantaranya adalah Staf Balai Besar Cagar Budaya (BBCB) dan satu orang adalah pegawai honorer Pemkab Inhu. Jumlah itu masih dinilai kurang untuk melakukan perawatan rutin di komplek makam.

"Kami berharap Pemkab Inhu bisa menambah satu orang petugas di Komplek Makam Raja Indragiri," katanya.

Dirinya berkata, bahwa saat ini Komplek Makam Raja Indragiri banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. (dow)

source : beritainhu

Jenihnya Air Terjun Rokan Timur

August 22, 2018
ROKAN HULU, PASIRPENGARAIAN - Dalam melakukan ekpedisi keliling kampung Eks Transmigrasi se Provinsi Riau dijumpai berbagai potensi desa belum digarap secara maksimal. Salah satunya Desa Rokan Timur memiliki potensi pariwisata yang terbilang eksotis. Salah satu Desa Eks Transmigrasi di Kabupaten Rohul ini memiliki keindahan alam air terjun, jernihnya Sungai Tolab dan Hutan Lindung Suligi.

Potensi pariwisata menjadi modal berharga dalam meningkatkan pembangunan dan mendorong roda perekonomian di sebuah desa. Namun untuk menggali potensi wisata itu diperlukan langkah-langkah kongkrit dan keseriusan semua pihak.

"Ini potensi wisata menawan, sayang kalau tidak dimanfaatkan untuk pembangunan daerah," ujar Bagus Santoso anggota DPRD Riau yang langsung nyemplung menikmati riuh rendah gemercik dan sejuknya air terjun 7 meter jatuh ditebing batu hitam berkilau nan menawan.

Dikawal lima tokoh muda Zaini dan kawan- kawan, kepala desa  Rokan Timur Suryadi Suryaningrat  yang bersemangat dengan mengendarai sepeda motor menuju lokasi, ia berharap kepada pemerintah kabupaten dan provinsi berkenan membantu  dan mengembangkan potensi wisata desanya, untuk menambah peningkatan ekonomi warganya.

“Kami selaku pemerintah desa optimis potensi wisata desa kami menjanjikan untuk berkembang, terus terang kami terkendala infrastruktur jalan dan jembatan untuk menuju ke lokasi,” jelas Kades.

Sementara itu Bagus Santoso mengajak kepada masyakat lebih kreatif menggali potensi sektor wisata, lalu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bagus menilai, di Riau khususnya Rokan Hulu secara umum sektor pariwisata memang belum tergarap secara maksimal. Sehingga sedikit sekali objek wisata yang dapat memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat dan daerah.

"Dengan masih minimnya perhatian banyak daerah terhadap pengembangan sektor pariwisata justru dapat menjadi kesempatan untuk mengembangkan desa-desa yang memiliki potensi wisata alam seperti Desa Rokan Timur yang punya wisata air terjun” katanya.

Menurutnya, potensi pariwisata harus mulai digarap oleh pemerintah seiring dengan terbangunnya dan berfungsinya berbagai infrastruktur khususnya jalan yang menghubungkan antar kecamatan serta desa di mana objek wisata itu berada. 

"Dan kami yakin sektor pariwisata di Rokan Timur akan berkembang seiring dengan perkembangan dan pengembangan pemukiman apalagi ada akses jalan yang menghubungkan dengan Kabupaten Pasaman Sumbar “imbuh Bagus yang masih menjabat anggota DPRD Provinsi Riau.

Menjadi catatan umum, infrastruktur menjadi kendala serius di hampir merata disetiap ceruk kampung dan desa. Sementara untuk membangun jalan dan jembatan pemerintah desa hanya mampu berharap kepada pemerintah Kabupaten, pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Kendati demikian segala daya dan upaya telah digalakkan kepala desa secara mandiri bersama warga. 

Air Terjun Desa Rokan Timur dikaki bukit Hutan Lindung Suligi sebenarnya sudah difungsikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), yang dibangun pemerintah Provinsi Riau tahun 2010, sayang sekali sudah tidak digunakan lagi, padahal secara ekonomis lebih hemat dibandingkan PLN.

Mengandalkan dana desa yang dikucurkan pemerintah sebesar 60 triliun dari RAPBN 2017 belum cukup untuk mengembangkan potensi pariwisata di desa. Sementara dana desa dari sumber keungan APBD besar kecilnya jumlah alokasi dana tergantung kemampuan dana daerah.(dow)

source : beritarohul

Festival Menongkah Suku Duanu Inhil Telah Menjadi Destinasi Wisata Menarik

August 14, 2018
INDRAGIRI HILIR, TANAH MERAH - Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi Riau, Fahmizal Usman turut hadir menyaksikan Festival Menongkah Tahun 2018 di Pantai Bidari, Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Senin (13/8/2018) siang.

Fahmizal menilai event masyarakat Suku Duanu (Suku laut) yang dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Pertama di Kabupaten Inhil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia ini, telah menjadi destinasi wisata yang menarik.

Menurutnya, Hal ini bisa dilihat dari antusias masyarakat berbondong - bondong untuk menyaksikan khazanah daerah kawasan pesisir Kabupaten Inhil yang telah diselenggarakan selama 11 tahun berturut - turut ini.

“Festival Menongkah memiliki diferensiasi (Perbedaan) yang tinggi, sebab tidak dilaksanakan di daerah lainnya di Provinsi Riau,” imbuh Fahmizal.(dow)

source : beritainhil

Pemkab Kampar Segera Wujudkan Restorasi Kesultanan Kampa

August 07, 2018
KAMPAR, BANGKINANG - Pemerintah Kabupaten Kampar bekerjasama dengan pihak swasta akan membangun Restorasi Kesultanan Kampa si Desa Koto Perambahan Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kampar Yusri saat memimpin rapat dengan para datuk Kesultanan Kampa dan perwakilan manajemen perusahaan, Senin (6/8/2018) di ruang rapat kantor Bupati Kampar mengatakan, pembangunan restorasi Kesultanan Kampa dilakukan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. 

Rapat ini juga dihadiri Staf Ahli Bupati Kampar H Suhermi, Kepala Dinas Parawisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar Zulia Dharma dan beberapa perwakilan pimpinan perusahaan. 

“Kita harus memiliki panduan seperti apa restorasi yang sebaiknya dilakukan, silahkan perusahaan yang ada berpartisipasi dan bekerjasama dalam upaya membangun restorasi kesultanan Kampa ini " ujar Yusri. 

Ia berharap pembangunan ini menyedot anggaran pemerintah daerah seminimal mungkin. 

“Saya minta datuk-datuk yang hadir untuk dapat mengawasi pembangunan ini, agar sesuai dengan kesepakatan kita bersama, baik Pemda, perusahaan dan yang paling penting bagi para datuk," kata Sekda Yusri. 

Salah satu perwakilan perusahaan yakni dari PTPN V Zulkifli mengatakan, pihaknya menyetujui adanya restorasi pembangunan Kesultanan Kampa. Ia berharap keterlibatan perusahaan lainnya, agar seluruh perusahaan bersama-sama memiliki andil atau sumbangsih dalam pembangunan tersebut. 

“Kita sangat mendukung pembangunan ini dan sebagai masyarakat Kampar juga sangat menyambut baik adanya program ini, namun dalam menyerahkan CSR kami mengharapkan agar dapat dengan cara bertahap, karena selain pembangunan ini, PTPN juga memberikan CSR untuk program-program lainnya," beber Zulkifli.(dow)

source : beritakampar

Gubernur Riau Lepas Jalan Sehat Harteknas 2018

August 05, 2018
RIAU, PEKANBARU - Guberrnur Riau Arsyadjuliandi Rachman melepas ribuan peserta gerak jalan sehat dalam rangka peringatan hari kebangkitan nasional (Heteknas) dijalan Gajah Mada, Ahad (5/8/18). 

Ribuan warga Pekanbaru melimpah ruah begitu atusias mengikuti Jalan Sehat. Yang dihadiri Sekjen Menristekdikti Ainun Naim, Kapolda Riau Riau Irjen Pol Nandang serta sejumlah pejabat Forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompimda) Riau. Sebelum dilepas jalan sehat ini diawali senam Indonesia sehat dan senam Poco-Poco. Senam ini juga turut diikuti Gubernur Riau dan Forkopimda yang hadir. 

Gubernur Arsyadjuliandi mengharapkan masyarakat Riau mensukseskan perhelatan Harteknas di Provinsi Riau. Acara ini menurut Gubri momentum kebangkitan iptek di Riau. 

"Mari kita sukseskan Hateknas ini, jadilah tuan rumah baik" ujar Gubri 

Salah seorang peserta jalan sehat, Rika Harmain menyatakan dirinya sangat antusias mengikuti jalan sehat Harteknas ini. Selain mendapat dapat sehat, juga bisa mendapat hadiah bagi yang beruntung. 

"Kalau bisa kegiatan seperti ini rutin dilakukan. Karena ini bisa mengajak masyarakat untuk sehat. Kita lihat banyak warga yang hadir mengikuti ini jalan santai ini," kata warga Panam ini. 

Soegianto salah satu peserta yang beruntung mendapat hadiah utama sepeda motor mengungkap rasa syukurnya di hadapan panitia. Dia mengaku sebelum mendapat hadiah sepeda motor, dirinya tadi malam sempat bermimpi naik gunung. Mimpinya pun menjadi kenyataan, ternyata tidak naik gunung melainkan naik. 

"Tadi malam saya mimpi naik gunung, rupanya naik motor baru," ungkapnya saat ditanya panitia mimpi apa tadi malam bisa mendapat motor baru.(dow)

source : beritariau

Tagline The Truly Malay Resmi jadi Milik Pemkab Siak

August 02, 2018
SIAK, MEMPURA - Sah, tagline Siak The Truly Malay milik Pemerintah Kabupaten Siak. Hal ini diperkuat dengan penyerahan sertifikat hak merek atau hak paten oleh Kakanwil Kemenkumham Riau, M Diah SH.MH, kepada Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi.

Penyerahan sertifikat hak merek Siak The Truly Malay ini berlangsung di ruang kerja M Diah, Jalan Sudirman, Rabu (1/8/2018) pagi.

“Hak merek atau hak paten ini berkekuatan hukum dan tidak bisa digunakan dan ditiru oleh pihak lain,” kata M Diah sebelum menyerahkan sertifikat hak merek Siak The Truly Malay.

Dengan diberikan hak merek ini, sambung M Diah, semoga mempunyai nilai ekonomis yang pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat Siak khususnya dan Riau pada umumnya.

“Di Siak banyak benda-benda serta hal lainnya yang patut diberi hak merek, kita siap membantunya sehingga menjadi hak paten,” ucap M Diah.

Bupati Siak, Syamsuar, pada kesempatan itu sempat bercerita ketika tagline pariwisata Siak The Truly Malay mereka “dengungkan” ke penjuru dunia ada negara lain komplain bahwa merekalah pemilik The Truly Malay.

“Namun pihak yang komplen itu kalah cepat, terlambat menjadikan tagline The Truly Malay menjadi milik mereka,” ucap Syamsuar.

Syamsuar menyebutkan, tagline ini dibuat untuk membangkit semangat dalam berbagai hal yang bukan saja milik Siak tapi untuk Riau, bahkan lebih besar lagi untuk Melayu dalam upaya melestarikan budaya. Sebab, jika tidak demikian, bisa saja nantinya diambil orang lain.

“Kita berharap, dengan adanya hak merek ini menjadi semangat bagi daerah lain dalam upaya melestarikan budaya sekaligus mengsejahterakan masyarakat,” ucap Syamsuar.

Tentunya, kata Syamsuar, tagleni yang sudah punya hak paten ini, Siak menjadi kembanggaan Riau apalagi saat ini Kota Siak sudah ditetapkan sebagai daerah cagar budaya nasional.

Ditetapkannya kawasan pusat pemerintahan Kesultanan Siak Sri Indrapura sebagai daerah cagar budaya nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ucap Syamsuar, sejalan dengan tagline Siak The Truly Malay.

“Kota Siak sebagai kawasan cagar budaya Nasional sejalan dengan tagline Siak The Truly Malay. Tagline ini tidak bisa diterapkan jika tidak ada peninggalan sejarah Kesultanan Siak. Kerenanya patut kita bersyukur dan mudah-mudahan hal ini membawa keberkahan bagi kita semua,” doa Syamsuar.(dow)

source : beritasiak

Malam Ini Dibawa ke Siak, Gubri dan Danlanud Terima Api Obor Api Asian Games

August 01, 2018
RIAU, PEKANBARU - Api obor Asian Games XVIII sudah tiba di Pekanbaru pada pukul 16.20 WIB menggunakan pesawat hercules dari Silangit, Sumatera Utara. 

Setibanya di apron base ops Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, api obor terlebih dahulu diserahkan Marsma TNI Eko Dono Indarto sebagai pimpinan rombongan pembawa obor. Kemudian diserahkan kepada Danlanud Roesmin Nurjadin Kol (Pnb) Ronny Moningka. Selanjutnya, api obor lalu diserahkan kepada Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman 

Sesaat sebelum penyerahan api obor, terlebih dahulu dilakukan rangkaian kegiatan penyambutan, seperti pencak silat serta tarian persembahan Melayu. Kegiatan ini juga disaksikan berbagai pejabat lainnya hadir, seperti Kajati Riau Uung Abdul Syakur, Kapolda Riau Irjend Pol Nandang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau Doni Aprialdi. 

Ada pun berdasarkan jadwal yang siapkan panitia kirab api obor Asian Games selama di Riau, usai disambut Gubernur Riau bersama Forkopimda di Lanud Roesmin Nurjadin, kirab api obor dibawa menggunakan mobil rangkaian fordraider berangkat menuju Siak. 

Setelah tiba di Maredan (perbatasan Pekanbaru-Siak) disambut rombongan fordraider Siak, selanjutnya menuju Kota Siak Sri Indrapura. 

Saat tiba di Istana Siak malam nanti, langsung diagendakan disambut Bupati Siak Syamsuar. Selama di negeri kerajaan Melayu tersebut dilakukan penyambutan seperti tarian persembahan tarian Melayu dan pergelaran budaya. 

Kemudian api obor Asian Games kembali bertolak menuju Pekanbaru dan api obor pun disemayamkan di Gedung Daerah. 

Setelah itu, besok pukul 08.00 WIB, api obor dikirab dari Gedung Daerah ke halaman Kantor Gubernur Riau. Api obor langsung dibawa denhan berjalan kaki bersama Forkopimda didampingi sekitar 40 orang, mantan atlet nasional asal Riau dan atlet berprestasi negeri Melayu. 

Sepanjang jalan Gajah Mada yang akan dilalui, peserta kirab api obor Asian Games diramaikan para pelajar SMA dan atlet binaan Dispora dan KONI Riau. 

Setibanya di halaman Kantor Gubri, dilanjutkan dengan acara serimonial. Kemudian, Gubri berkesempatan memberikan sambutan. Kemudian juga ditampilkan kembali ditampilkan tarian Melayu seperti randai Kuansing dan rentak bulian. Selanjutnya kegiatan selesai, api obor lalu dibawa ke Padang, Sumatera Barat via pesawat hercules dari Lanud Roesmin Nurjadin.(dow)

source : beritariau

Sampan Leper' Atraksi Wisata Unik Indragiri Hilir

July 29, 2018
RIAU, INDRAGIRI HILIR - Provinsi Riau memiliki berbagai atraksi wisata yang unik, diantaranya zapin api atau menari diatas bara api di Kabupaten Bengkalis, Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi dan berbagai atrakasi wisata lainya.

Di Provinsi yang dijuluki Bumi Lancang Kuning itu, tepatnya di Kuala Getek, Kelurahan Sei Beringin, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), juga ada atraksi yang unik, yaitu Festival Sampan Leper. Kegiatan ini digelar setiap tahun, yang ditaja oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil.

Sampan Leper adalah sampan yang dikendarai ketika kondisi air pada keadaan surut, sehingga untuk mengendarai sampan tersebut harus di dayung di atas lumpur.

Jika umumnya mendayung sampan di atas air yang sedang pasang tidak memerlukan banyak tenaga, berbeda dengan sampan leper, untuk menggerakkan sampan di atas lumpur tentunya lebih banyak menguras tenaga.

Pada zaman dulu Sampan Leper adalah merupakan alat transportasi yang dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah Kuala Getek untuk menyeberang saat sungai tengah dalam kondisi surut. Hal ini dilakukan agar segala aktivitas masyarakat disana tetap berjalan ketika air sungai surut.

Melihat kebiasaan masyarakat yang unik itu, akhirnya Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Inhil menjadikannya sebuah festival yang diselenggarakan setiap tahunnya dengan hadiah jutaan rupiah.

Pada tanggal 28 hingga 29 Juli 2018, event wisata khas daerah ini kembali digelar. Lomba Pacu Sampan diatas lumpur ini dan dihadiri oleh ratusan pengunjung wisatawan. Pelaksanaan lomba terbagi dalam 2 kategori yaitu kategori yang diikuti 40 orang peserta dan beregu terdiri dari 23 kelompok.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal Usman, mengatakan Festival Sampan Leper sangat bagus untuk dikembangkan, karena unik. Sampan Leper ini tidak ada di tempat lain.

"Hal ini yang membuat menjadi daya tarik luar biasa untuk menjadikan Inhil sebagai salah satu destinasi pilihan wisatawan," kata Fahmizal Usman.

Selain itu, aneka kuliner yang ada di Inhil juga menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan. "Menyaksikan Festival Sampan Leper sambil menikmati aneka kuliner asli Inhil, dapat menghadirkan sensasi tersendiri bagi wisatawan," tutur Fahmizal Usman.

Masih kata Fahmizal, Aksesibilitas untuk hadir ke lokasi ini sudah terbuka. Pemerintah kabupaten Inhil terus melakukan peningkatan akses jalan ke destinasi. Amenitas dasar seperti toilet, rumah makan, listrik dan lainya terus digesa.(dow)

source : beritariau

Jalur Dewi Putri Datuk Lintang Pertahankan Gelar Juara di Topian Sialang Lotung

July 10, 2018
INDRAGIRI HULU, RENGAT BARAT - Festival pacu jalur rayon dua yang dilaksanakan di Topian Sialang Lotung, Desa Pasir Sialang Jaya, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditutup dengan kemenangan yang diraih oleh Jalur Dewi Putri Datuk Lintang dari Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat, Inhu.

Atas kemenangan itu, Jalur Dewi Putri Datuk Lintang berhak atas piala bergilir yang diserahkan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Inhu, Armansyah. Armansyah melalui Kepala Bidang Pariwisata Inhu, Lishaizar menyampaikan pada tahun lalu Jalur Dewi Putri Datuk Lintang juga meraih juara.

"Kemenangan ini merupakan kemenangan kedua, pada tahun lalu Jalur Dewi Putri Datuk Lintang ini juga meraih juara," kata Lishaizar.

Sementara itu, pada kategori sampan kecil juga diraih oleh peserta dari Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat, Inhu dengan nama Ghantau Betuah.

Setelah menuntaskan event pacu sampan rayon dua, Disporapar Inhu kembali mempersiapkan event serupa di rayon tiga yang rencananya akan digelar di Desa Danau Baru, Kecamatan Rengat. Sama halnya dengan rayon dua dan rayon satu, di rayon tiga juga diperlombakan dua kategori, yakni sampan kecil dan jalur besar.

Pembukaan event pacu jalur mini di Desa Danau Baru dijadwalkan tanggal 11 Juli 2018 sementara pembukaan jalur besar akan dilakukan pada tanggal 13 Juli 2018. Event ini akan berlangsung hingga Sabtu (14/7/2018).

"Saat penutupan pacu sampan besar juga akan digelar sosialisasi Sapta Pesona," kata Lishaizar. Lishaizar menerangkan kegiatan ini merupakan kegiatan Provinsi yang melibatkan Disporapar Inhu.

Sapta Pesona itu sendiri merupakan jabatan konsep sadar wisata yang terkait dukungan dan peran masyarakat sebagai tuan rumah dalam upaya untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata melalui perwujudan rasa aman, tertib, bersih, indah, ramah dan unsur kenangan. (dow)

Pemkab Rohil Bayar Gaji Honor Rp 165 Miliar Setahun, Yang Meninggalpun Masih Terima Gaji

July 08, 2018
ROKAN HILIR, BAGANSIAPIAPI - Membengkaknya jumlah tenaga honor membuat pemerintah Kabupaten Rokan Hilir harus membuat kebijakan tegas. Bahkan, data honorer yang tercatat sebanyak 13.450 orang itu, tersisip orang yang sudah meninggal namun masih saja menerima gaji.

"Kemarin waktu saya pimpin rapat, ada tenaga honor dan ASN yang sudah meninggal namun masih saja meneken amprah gaji," kata Suyatno dalam acara Halal bi Halal masyarakat Rokan Hilir di Pekanbaru, Jumat (6/7/2018).

Yang sangat membingungkan dirinya lagi, bagaimana cara tenaga honor tersebut bisa bangkit dalam kubur untuk meneken amprah dan kembali lagi ke kuburannya.

"Ini memang terjadi. Kalau sudah meninggal ya sudahlah janganlah dalam amprah ada tekennya pula," kata Suyatno.

Menurutnya, pemerintah sudah menanggung beban sebesar Rp 165 Miliar setahun hanya untuk membayar gaji tenaga honor. Artinya, dengan anggaran sebesar itu, tiap tahun pemerintah minus menganggarankan dana proyek ke dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat  (PUPR).

"Tidak pernah dalam sejarah sejak Rohil ini berdiri anggaran didinas PUPR hanya sebesar Rp 50 Miliar, sebelumnya paling sedikit  500 Miliar," sebutnya.

Bukan hanya menyangkut tenaga honor, Suyatno menyebutkan, beban keuangan pemerintah semakin berat akibat merosotnya besaran APBD dari Rp 2,2 Triliun menjadi Rp 1,6 Triliun. Termasuk transfer pusat ke Rohil pada triwulan ke 4 hingga kini juga belum terealisasi.(dow)

Pacu Jalur Pangean 2018, Toduang Bakotat Menang Bay

July 08, 2018
KUANSING, TELUK KUANTAN - Hasil pengundian pacu jalur ajang uji coba di Tepian Rajo Pangean untuk hari kedua penuh kejutan. Dipastikan, hari kedua berlangsung seru dan sengit.

Tidak hanya itu, pada hari kedua dipastikan para bintang akan berguguran. Jalur yang punya nama besar saling beradu pada putaran pertama. Seperti Ngiang Kuantam Cahayo Nagori akan ditantang oleh jalur Dek Lasak Untuang Jadi.

Selanjutnya, ada Tuah Koghi Dubalang Ghajo, jalur andalan masyarakat Kari akan ditantang oleh jalur Marangin Montiak Tuah Lipai dari Sikakak Cerenti. Pada hari pertama, Marangin Montiak punya catatan bagus setelah menumbangkan Kahulu Jantan Danau Kompe.

Di berbagai iven, kedua jalur ini punya kans untuk juara. Namun, hari ini di Tepian Rajo Pangean, salah satu dipastikan akan pulang.

Pada hilir ke-5, sang juara nasional Siposan Rimbo RAPP akan ditantang oleh jalur Silancar Air. Partai ini merupakan laga ayam sekandang. Mau tidak mau, salah satu harus pulang.

Partai seru lainnya antara Raja Laut dan Meriam Onggang Parau. Raja Laut yang pada hari pertama sukses mengalahkan jalur andalan Indragiri Hulu, Panah Ombak Sutan Mudo Indragiri. Sedangkan, Meriam Onggang Parau menang atas Linta Jalang.

Selain itu, ada Sijontiak Lawuik Pulau Tanamo dari Pulau Jambu Cerenti akan berhadapan dengan Tuah Inayan Mandulang Untuang dari Pulau Aro Kuantan Tengah.

Dari sekian banyak partai seru, keberuntungan didapatkan oleh jalur Toduang Bakotat Bunga Kirana dari Pauh Angit. Jalur ini dipastikan melaju ke putaran kedua setelah mendapat undian bay.(dow)

Ini Logo Resmi Hari Jadi ke-506 Bengkalis

July 05, 2018
BENGKALIS, DURI - Panitia sayembara lomba logo Hari Jadi ke-506 Bengkalis mengumumkan nama-nama pemenang. Primadona, warga Jalan Gatot Subroto Bengkalis ditetapkan sebagai juara pertama. Juara kedua dan ketiga diraih Wendi Harla Putra dan Khairi Fahrizal.


Para pemenang menerima hadiah dan penghargaan pada acara Halal Bi Halal tingkat Kabupaten Bengkalis, Rabu (4/7/2018). Total peserta yang mengikuti lomba logo Hari Jadi Bengkalis dengan makna "Bengkalis Bedelau (Bergerak Dengan Kemilau)" sebanyak 47 orang.

Dengan ditetapkan karya Primadona, otomatis logo tersebut menjadi logo resmi Hari Jadi Bengkalis ke-506. Adapun gambaran logo karya Primadona, memadukan simbol keris, layar dan ikan terubuk. Hadiah dan penghargaan diserahkan langsung Bupati Bengkalis Amril Mukminin kepada para pemenang, pada acara halal bi halal tingkat Kabupaten Bengkalis.

Bentuk dan Makna

Bentuk sampan dan layar, merupakan salah satu transportasi laut yaitu sumber penghasilan para nelayan masyarakat Bengkalis untuk mencari ikan dilautan dari zaman nenek moyang terdahulu, dan itu harus lah tetap dilestarikan, dengan semangat kerja nelayan sehingga bengkalis memiliki sumber penghasilan laut yang besar, menuju Bengkalis Maju dan Makmur.

Wama layar biru merupakan simbol rasa ketenangan dan keseimbangan, biru muda merupakan symbol kepercayaan, sedangkan biru tua simbol pengalaman dan jati diri yang teguh. Warna badan kapal berwarna merah merupakan simbol gairah, semangat dan keberanian.

Bentuk keris merupakan salah satu senjata atau alat yang digunakan oleh orang melayu pada zaman terdahulu. Keris juga merupakan lambang kemegahan bagi oftmg melalru, bagi seorang laki-laki keris juga menjadi lambang marwah dirinya, keris juga telah menjadi kebanggaan budaya melayu Kab.Bengkalis yang mesti di lestarikan dan di jaga sehingga budaya melayu tak kan hilang di bumi Bengkalis.

Bentuk atap rumah balai adat yang berciri khas di ujung atap terdapat motif ukiran Tekat Songket Kaluk Pakis, dan di tenggahnya berukiran motif pucuk rebung dan di sisi bawahnya motif ukiran Tekat Songket Lebah Begayot. Perumahan balai adat Bengkalis merupakan salah satu sejarah perumahan adat Melayu yang tiangnya tinggi-tinggi, dan megah megah, dengan ukiran ukiran corak batik Melayu yang sangat khas yang berwama kuning keemasan.

Walaupun kini zaman semakin modern dengan munculnya gedung-gedung megah bertingkat, jangan sampai sejarah rumah balai adat Bengkalis hilang ditelan oleh zaman, tetapi harus tetap di lestarikan, di jaga, dan di jadikan sebagai Tempat Wisata menarik sehingga pelancong dari luar pun datang berwisata ke kota Kabupaten Bengkalis Negeri Junjungan.

Tari zapin Melayu laki-laki dan perempuan adalah suatu tarian khas adat Melayu Bengkalis, biasanya dilakukan pada saat acara pentas seni, Perlombaan, persembahan, atau pembukaan acara, biasanya tarian ini dimainkan oleh kaum laki-laki dan perempuan, atau salah satunya saja, tradisi ini sangat lah perlu dilestarikan sehingga Zapin Melayu semakin berkembang dan tidak hilang oleh zaman.

Warna keris, atap rumah balai adat dan zapin Melayu berwarna coklat merupakan symbol kenyamanan, kesederhanaan, dan klasik tapi tetap modern, dan warna kuning bersymbolkan kegembiraan, optimis, progresif dan kreatif.

Ikan Terubuk melambangkanb Bengkalis yang pernah jaya sebagai penghasil ikan Terubuk di Indonesia di era 1960-an hingga 1980-an, sampai saat ini masih juga dikenal sebagai sebutan Bengkalis Kota Terubuk tetap harus menjadi salah satu penghasil ikan yang berpotensial serta tempat kuliner-kuliner makanan khas Bengkalis. Kedepan lebih berkembang dan dikenal oleh dunia.

Selain itu ikan terubuk hendaknya lebih di budidayakan, sehingga ikan terubuk tersebut tidaklah terancam punah oleh waktu, apalagI ikan terubuk sekarang termasuk ikan yang tergolong langka. Warna ikan yang bewarna hijau yaitu mempunyai makna sImbol alami, harmoni, kesegaran dan sumber kehidupan.

Air laut terdapat 2 warna, biru terang dan biru gelap, biru terang melambangkan perairan dangkal, sedangkan biru gelap merupakan perairan dalam, symbol biru seperti sifat air yang selalu tenang.

Orang wisuda melambangkan pendidikan dan ilmu pengetahuan sangatlah penting di Kabupaten Bengkalis, jenjang pendidikan yang baik akan menghasilkan calon bibit pemuda-pemudi sarjana yang baik pula, yang mempunyai skil, talenta, dan keterampilan yang berkualitas berguna bagi nusa dan bangsa, juga demi kemakmuran kemajuan Kabupaten Bengkalis Negeri Junjungan. Warna hitam melambangkan sImbol kekuatan, elegan, kemewahan dan Formalitas, sedangkan warna biru tua melambangkan pengalaman dan jati diri yang tangguh.

Kompang merupakan salah satu alat musik tradisional yang paling popular bagi masyarakat melayu, terutama di masyarakat Melayu Bengkalis, biasanya kompang di mainkan pada saat acara perkawinan yaitu pada saat pengantin mempelai laki-laki menuju ke rumah pengantin mempelai perempuan.

Selain itu kompang juga bisa di mainkan dalam acara pergelaran seni budaya, acara MTQ sperti rebana dll, Kompang tergolong dalam perkumpulan alat musik gendang, kulit kompang terbuat dari kulit kambing betina, namun mutakhir ini, kulitnya juga di buat dari kulit kerbau, kesenian kompang sangatlah perlu dilestarikan.

Di dalam kompang terdapat beberapa kesenian permainan rakyat masyarakat Bengkalis seperti beberapa permainan permainan rakyat ini biasanya dilaksanakan pada acara perlombaan Agustusan dan acara pesta pantai Kabupaten Bengkalis. Permainan rakyat ini harus tetap dijaga dan dilestarikan, sehingga anak cucu mengenal permainan ini dan tak hilang di bumi melayu negeri junjungan ini, serta terdapat angka 2018 merupakan Tahun sekarang yaitu Hari Jadi Kabupaten Bengkalis ke-506.

Warna biru pada tulisan Hari Jadi, Bengkalis, Maju dan Makmur merupakan sombol rasa ketenangan dan keseimbangan, biru muda merupakan symbol kepercayaan, sedangkan Biru Tua symbol pengalaman dan jatidiri yang teguh, Menuju Bengkalis Maju dan Makmur.(rls)

Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Miliaran Rupiah Beredar Selama Event

June 29, 2018
ROKAN HILIR, BAGANSIAPI API - Tahun lalu, wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau mencapai 52 ribu orang. Paling sedikit mereka membelanjakan uang sebanyak US$ 704 yang jika di kurs kan setara dengan Rp 13.400, berarti sama dengan Rp 9,4 Juta lebih.

"Jika ditotalkan, uang yang beredar di kota Bagansiapiapi setiap iven Bakar Tongkang mencapai Rp 200 Miliar lebih. Angka sebanyak itu cukup lumayan untuk menggerakkan ekonomi daerah," kata Kadis Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal kepada Wartawan, Kamis (28/6/2018).

Lebih lanjut dia mengemukakan, kegiatan iven Bakar Tongkang akan meningkatkan Produk Domestik Bruto ( PDB) yang baik untuk ekonomi daerah. Karena jumlah wisatawan sebanyak 52 ribu itu adalah tidak sedikit.

Pergerakan wisatawan yang datang ke Bagansiapiapi, katanya, berdasarkan rekapitulasi petugas Imigrasi dan Bea Cukai atas check point pasport WNA yang datang melalui pelabuhan dan bandara baik dari Dumai, Batam maupun Jakarta. Dan jumlah itu juga berdasarkan hasil survey passanger exit.

"Kita akan terus mengendose iven ini. Dan Alhamdulillah, kegiatan Bakar Tongkang masuk 100 Wonderful iven tahun 2018," terangnya.

Tentunya, semakin tinggi tingkat wisatawan yang datang ke Bagansiapiapi, juga harus dibarengi dengan pelayanan dasar seperti air bersih dan tempat tinggal. Karena semakin bagus dukungan stake holder baik pemerintah maupun dunia usaha terhadap iven ini, akan semakin meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat Rokan Hilir.

"Tentunya kita sebagai pemerintah ikut juga mempromosikan melalui digital promotion sampai tingkat dunia melalui generasi pesona Indonesia," katanya.

Bahkan, pihaknya juga sudah menyiapkan informasi dalam bentuk bahasa asing sesuai kondisi yang sedang berjalan baik melalui informasi digital maupun verbal.

Terakhir, dia mengungkapkan, campur tangan pemerintah dalam iven ini dari tahun ke tahun akan mulai berkurang. Karena berkaca dengan pariwisata yang ada di pulau Bali, masyarakatlah yang harus banyak berperan untuk menggeliatkan pariwisata demi meningkatkan ekonomi masyarakat itu sendiri.

"Untuk menuju kearah itu harus ada proses penyadaran kepada masyarakat dengan dibantu pihak pihak korporasi seperti pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas dan media massa sebagai sarana pemberitaan dan promosi," tutupnya.(dow)