Syamsuar

Showing posts with label Syamsuar. Show all posts
Showing posts with label Syamsuar. Show all posts

Hasil Kajian Tata Kelola Gambut Jadi Acuan untuk Pengelolaan TORA

February 16, 2019
SIAK, MEMPURA - Hasil kajian tata kelola gambut jadi acuan untuk pengelolaan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA). Seluas 4.000 Ha Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di kabupaten Siak rata-rata berlahan gambut. Meski sudah ada pemilik sesuai pembagian negara, namun pengelolaannya masih dalam kajian Pemkab Siak dan Badan Restorasi Gambut (BRG).

Pemkab Siak bersama BRG sedang mepersiapkan inovasi pengelolaan lahan tersebht. Rencananya berbasis aerohydrologi pada lahan program TORA di Kabupaten Siak. Rabu (13/2/2019) Pemkab Siak bersama BRG melaksanakan kegiatan forum diskusi Riset Pengelolaan Kesatuan Hydrologi.

Untuk Optimalisasi Pengembangan Komoditas Ramah Gambut pada lahan program TORA, di Hotel Grand Mempura, Siak. Hasil riset tersebut bakal menjadi acuan untuk pengelolaan lahan bergambut.

Deputi IV Badan Restorasi Gambut Dr. Haris Gunawan menyebut rapat riset tersebut sebagai bagian dari upaya sosialisasi dan koordinasi terkait program Desa Peduli Gambut. Kemudian membahas sejumlah agenda BRG lainnya sesuai kepentingan strategis daerah dan desa sasaran.

"BRG merupakan lembaga yang ditugaskan untuk memulihkan gambut dengan merangkul semua pihak agar bisa dikelola dengan melibatkan para ilmuan. Tantangan kita kedepan adalah menemukan inovasi dan terobosan yang sesuai dengan kebutuhan dan semangat daerah dalam pengelolaan gambut di Siak" kata Haris Gunawan.

Pihaknya semangat melaksanakan riset dengan harapan hasilnya dapat menjadi terapan di Siak, sehingga lahan TORA yang akan dinikmati warga tidak merusak ekosistem gambut, namun tetap memberikan hasil kepada warga.

Wakil Bupati Siak Alfedri menyebut kabupaten Siak menjadi salah satu daerah yang menjadi target program restorasi gambut BRG. Karena Siak memiliki kawasan gambut yang cukup luas. Untuk itu kajian-kajian yang dilakukan dapat diimplementasikan menjadi suatu kebijakan yang tepat kelola dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

"Harapan kami hasil kajian selama 3 bulan ini dapat dijadikan acuan yang dalam menetapkan langkah strategis terhadap budidaya komoditas ramah gambut, yang menghasilkan peningkatan ekonomi masyarakat," kata Alfedri.

Pada diskusi tersebut juga hadir Tim Ahli Riset Hydrologi dan Pemetaan, Prof Indratmo, Dr. Sigit, Dr. Budi, Dr. Prayoto serta dari Tim Riset Komoditas Dr. Nurul Qomar, dan Ir. Bastoni, BPTP Riau dan Tim Riset Keekonomian, serta pejabat Asisten Pemerintahan dan Kesra L. Budhi Yuwono. (dow)

source : berita siak

Tagline The Truly Malay Resmi jadi Milik Pemkab Siak

August 02, 2018
SIAK, MEMPURA - Sah, tagline Siak The Truly Malay milik Pemerintah Kabupaten Siak. Hal ini diperkuat dengan penyerahan sertifikat hak merek atau hak paten oleh Kakanwil Kemenkumham Riau, M Diah SH.MH, kepada Bupati Siak, Drs H Syamsuar MSi.

Penyerahan sertifikat hak merek Siak The Truly Malay ini berlangsung di ruang kerja M Diah, Jalan Sudirman, Rabu (1/8/2018) pagi.

“Hak merek atau hak paten ini berkekuatan hukum dan tidak bisa digunakan dan ditiru oleh pihak lain,” kata M Diah sebelum menyerahkan sertifikat hak merek Siak The Truly Malay.

Dengan diberikan hak merek ini, sambung M Diah, semoga mempunyai nilai ekonomis yang pada akhirnya dapat mensejahterakan masyarakat Siak khususnya dan Riau pada umumnya.

“Di Siak banyak benda-benda serta hal lainnya yang patut diberi hak merek, kita siap membantunya sehingga menjadi hak paten,” ucap M Diah.

Bupati Siak, Syamsuar, pada kesempatan itu sempat bercerita ketika tagline pariwisata Siak The Truly Malay mereka “dengungkan” ke penjuru dunia ada negara lain komplain bahwa merekalah pemilik The Truly Malay.

“Namun pihak yang komplen itu kalah cepat, terlambat menjadikan tagline The Truly Malay menjadi milik mereka,” ucap Syamsuar.

Syamsuar menyebutkan, tagline ini dibuat untuk membangkit semangat dalam berbagai hal yang bukan saja milik Siak tapi untuk Riau, bahkan lebih besar lagi untuk Melayu dalam upaya melestarikan budaya. Sebab, jika tidak demikian, bisa saja nantinya diambil orang lain.

“Kita berharap, dengan adanya hak merek ini menjadi semangat bagi daerah lain dalam upaya melestarikan budaya sekaligus mengsejahterakan masyarakat,” ucap Syamsuar.

Tentunya, kata Syamsuar, tagleni yang sudah punya hak paten ini, Siak menjadi kembanggaan Riau apalagi saat ini Kota Siak sudah ditetapkan sebagai daerah cagar budaya nasional.

Ditetapkannya kawasan pusat pemerintahan Kesultanan Siak Sri Indrapura sebagai daerah cagar budaya nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, ucap Syamsuar, sejalan dengan tagline Siak The Truly Malay.

“Kota Siak sebagai kawasan cagar budaya Nasional sejalan dengan tagline Siak The Truly Malay. Tagline ini tidak bisa diterapkan jika tidak ada peninggalan sejarah Kesultanan Siak. Kerenanya patut kita bersyukur dan mudah-mudahan hal ini membawa keberkahan bagi kita semua,” doa Syamsuar.(dow)

source : beritasiak

33,22 Persen Masyarakat Kuansing Pilih Syamsuar - Edy Nasution

June 29, 2018
KUANSING, TELUK KUANTAN - Pasangan Calon Gubernur Riau nomor urut 1 Syamsuar - Edy Nasution mampu menguasai suara di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Bahkan, pasangan yang diusung PAN, Nasdem dan PKS memperoleh 39.861 suara atau 33,22 persen.

Hal itu berdasarkan perhitungan cepat yang dilakukan KPU RI. Hingga Kamis (28/6/2018) pagi, suara yang masuk ke KPU RI berdasarkan C1 sudah 100 persen.

Dilihat dari 666 TPS yang ada di Kuansing, pasangan Syamsuar - Edy Natar menang di 8 kecamatan. Yakni, Benai, Kuantan Tengah, Pangean, Singingi Hilir, Singingi, Kuantan Mudik, Kuantan Hilir dan Kuantan Hilir Seberang.

Sementara itu, pasangan nomor urut 4 Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno meraih 34.396 suara masyarakat Kuansing atau sekitar 28,66 persen. Pasangan yang diusung Golkar, Hanura dan PDIP menang di empat kecamatan, yakni Logas Tanah Darat, Hulu Kuantan, Sentajo Raya dan Pucuk Rantau.

Urutan ketiga yang memperoleh suara masyarakat Kuansing adalah pasangan Lukman Edi - Hardianto. Pasangan yang diusung Gerindra dan PKB meraih 24.591 suara atau 20,49 persen. Kendati berada di urutan ke-3, LE - Hardianto tidak memiliki suara menonjol di kecamatan. Maksudnya, pasangan ini kalah di seluruh kecamatan di Kuansing.

Sedangkan pasangan Firdaus - Rusli yang dijagokan Mursini mampu meraup suara terbanyak di tiga kecamatan, yakni Gunung Toar, Inuman dan Cerenti. Kendati demikian, di tingkat kabupaten pasangan yang diusung PPP dan Demokrat hanya meraih 21.157 suara atau 17,63 persen.(dow)

Se Kepulauan Meranti, Syamsuar - Edy Menang di Semua Kecamatan

June 28, 2018
KEP MERANTI, SELAT PANJANG - Pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar- Edi Nasution menang di Kepulauan Meranti. Bahkan, di semua kecamatan, Syamsuar - Edi berhasil mengungguli lawan-lawannya.

"Semua kecamatan, kita menang," kata Ardiansyah, salah seorang tim pemenang Syamsuar - Edi di Kepulauan Meranti, Rabu (27/6/2018) malam.

Kata Ardiansyah, berdasarkan data yang mereka peroleh dari koordinator kecamatan, jumlah pemilih yang menggunakan hak suara sekitar 70.000an saja. 40.000an di antaranya memilih Syamsuar - Edi.

"Memang target kita memang di atas 60 persen di Kepulauan Meranti," tambah Ardiansyah.

Diakui Legislator Kepulauan Meranti itu lagi, memang ada beberapa TPS lebih unggul Paslon lain, namun tidak banyak. Bisa dihitung dengan jari.

Di Kepulauan Meranti, ada 9 kecamatan. Hingga Rabu malam, belum semua data per-TPS berhasil diperoleh. PAN Meranti masih menunggu data dari beberapa kecamatan yang jaraknya jauh dari Ibukota.(dow)

Tuntaskan Banjir, Syamsuar : Saya Juga Ingin Pekanbaru Bertuah bukan Berkuah

June 05, 2018
PEKANBARU, TAMPAN - Kampanye dialogis calon gubernur Riau nomor urut 1, Syamsuar di perumahan Putri Tujuh, Kecamatan Tampan, Pekanbaru, Riau ramai dihadiri masyarakat. Dalam dialogisnya seorang ibu menginginkan daerahnya di Rawa Bening tidak lagi terendam air jika hujan turun. 

"Kalau nanti bapak menjadi gubernur Riau, kami minta bapak bantu kami agar daerah ini tidak lagi banjir saat hujan. Hal ini sudah lama kami rasakan dan tidak ada solusi pemerintah Kota Pekanbaru. Tolong kami membuat Pekanbaru ini tidak banjir lagi," kata Sutrisni, Senin (4/6/2018).

Masih dikatakan Sutrisni, ia bersama warga lainnya sangat kewalahan jika sudah memasuki musim penghujan. Diman banjir yang sudah menjadi langganan Kota Pekanbaru ini tidak dapat terelakan. 

"Mirisnya 30 menit saja hujan, rumah sudah banjir. Barang-barang terendam air. Banyak barang-barang yang rusak karena sering terendam air, berita keluhan warga sudah banyak di media tapi tidak ada upaya pemerintah mencarikan solusinya," sebutnya kepada wartawan. 

Calon gubernur Riau, Syamsuar dalam kesempatan itu mengaminkan langsung apa yang menjadi permintaan masyarakat tersebut seperti zaman pemerintahan Walikota Herman Abdullah, yakni Kota Pekanbaru bertuah. 

"Dulu waktu pak Herman Abdullah jadi Walikota, Pekanbaru ini menjadi kota Bertuah, kalau sekarang kota berkuah seperti yang disampaikan warga tadi. InsyaAllah kami akan bantu menuntaskan ini," katanya. 

Menurut Syamsuar, kewenangan Provinsi untuk melakukan pembangunan itu juga dibolehkan dalam UU yang berlku. "Yang jelas tahap awal kami akan lakukan kajian untuk mengetahui sejauh mana permasalahan banjir ini. Selanjutnya kita buat Pekanbaru tidak lagi berkuah," imbuhnya.(rls)

Sering Tertangkap Pungli, Bupati Syamsuar Benahi Dishub Siak

January 01, 2018
SIAK, MEMPURA - Bupati Siak Syamsuar termasuk gerah dengan adanya oknum petugas Dinas Perhubungan (Diahub) yang tertangkap Pungutan Liar (Pungli) pada 2017.

Ia membenahi struktural dan petugas lapangan serta petugas pada kantor pelatanan KIR. Ia menegaskan agar petugas tidak lakukan Pungli pada 2018 mendatang. 

Petugas Dishub di kantor pelayanan KIR memberikan keterangan
kinerja mereka kepada Bupati Siak Syamsuar beberapa waktu lalu.
 
"Saya sampaikan pula kepada masyarakat, jangan ajak petugas berunding-runding. Supaya tidak ada kesempatan untuk melakukan Pungli," kata dia, Minggu (31/12/2017). Ia optimistis, setelah mengevaluasi Dishub dan mengganti petugas, pada 2018 tidak ada lagi Pungutan Liar di tubuh Pemkab Siak.

Bila ada, ia tak segan-segan memecat oknum petugas, baik honorer maupun PNS.

"Makanya dengan petugas yang baru ini kami tekankan untuk menjalankan tugas sebagaimana mestinya tanpa mau menerima uang sogokan. Apalagi saat ini sudah diberlangsungkan sistem non tunai. Ikuti aturan yang ada," kata dia.

Ia juga mengatakan, sewaktu-waktu dirinya bakal hadir di instansi-instansi yang rawan Pungli.

Seperti mendatangi petugas Dishub di lapangan, Sidak ke kantor pelayanan KIR kendaraan dan lain-lain. Waktunya rahasia, sehingga petugas dapat dikontrol dengan baik.

"Kita melakukan perubahan ini dalam rangka bagaimana kita memberikan pelayanan yang nyaman kepada masyarakat," kata dia. 

Syamsuar mengklaim peralatan yang dimiliki Dishub Siak dalam melakukan uji KIR termasuk yang terbaik di Riau. Namun tarif pengurusan KIR juga termasuk yang termurah di Riau. Hanya Rp36 ribu per KIR sementara di Kabupaten/kota lainnya Riau sudah mencapai Rp 60 ribu lebih. 

"Angka ini terlalu kecil, dalam waktu dekat kita upayakan perubahan, yang tujuannya meningkatkan PAD," kata dia. 

Syamsuar juga meminta kepada masyarakat agar melaporkan jika petugasnya masih bermain di lapangan. Pihaknya bakal segera menindak agar perbuatan oknum tidak terjadi di masa mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Siak Arif Fadillah mengaku siap membersihkan Dishub dari Pungli. Ia menargetkan tahun 2018 Dishub bersih dari Pungli

"Sesuai keinginan Pak Syamsuar, Dishub bersih-bersih. Kita bakal lakukan pengontrolan seefektif mungkin. Karena selama ini petugas jarang dikontrol di lapangan sehingga berbuat sesuka hati. Akhir ada oknum yang diOTT. Inikan memalukan. Kedepan itu tidak ada lagi," kata dia. (gun)

PKS Pastikan Dukung Syamsuar di Pilkada Gubernur Riau 2018

December 31, 2017
RIAU, SIAK - Tidak hanya Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga mengakui memberikan dukungan kepada pasangan Syamsuar dan Edi Natar di Pemilihan Gubernur Riau 2018 mendatang.

Anggota Tim Pemenangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Riau, Mansyur HS mengatakan, dukungan terhadap Syamsuar tersebut bahkan sudah ada SK resmi dari DPP.

"Itu sudah pasti. SK-nya juga sudah ada, saya sendiri sudah melihat langsung. Tapi memang belum diumumkan secara resmi," kata Mansyur kepada Wartawan, Minggu (31/12/2017).

Menurut Mansyur, selain pihaknya di PKS, partai Nasdem juga sudah memastikan dukungan kepada pasangan Syamsuar dan Edi Natar. Sedangkan PAN menurut Mansyur memang belum memastikan, tapi ia yakin PAN juga akan memutuskan untuk memberikan dukungan kepada Syamsuar dan Edi Natar.

"Yang kita tahu baru PKS dan Nasdem yang sudah memastikan, kalau PAN, saya yakin juga akan memberikan dukungan kepada Syamsuar Edi Natar nantinya. Selain itu, PKS tidak mungkin akan memberikan dukungan kalau koalisinya tidak lengkap," ujarnya.

Ditanya terkait komitmen antara PKS dan Gerindra yang akan selalu bersama dan seiring dalam koalisi dukungan berbagai Pemilu, anggota DPRD Riau ini mengatakan, pihaknya berharap agar tetap bersama dalam memberikan dukungan kepada Gerindra.

Namun kalau pun harus berpisah atau tidak bersama dalam Pilkada 2018, menurutnya, pihaknya akan tetap kompak dan menjalin silaturrahmi dengan baik.


"Kalau pun tidak bersama di Pilkada 2018, kami akan tetap menjalin silaturrahmi dengan baik dan tetap menjaga semangat kekompakan. Selain itu, kami juga satu fraksi di DPRD udengan Gerindra. Tidak hanya itu, di Pilpres 2019 mendatang kita akan bersama," tuturnya.

Sebelumnya, DPW PAN tidak menampik adanya rumor yang berkembang bahwa dukungan PAN diberikan kepada pasangan Syamsuar dan Edi Natar untuk Pilkada di Riau 2018 mendatang.

"Kita memang ada mendengar rumor dan informasi soal itu, tapi kita dari DPW PAN sendiri belum menerima SK dukungan tersebut dari DPP PAN, kita masih menunggu hitam dibatas putihnya, dan saat ini memang sudah dalam tahap finalisasi," kata Sekretaris DPW PAN Riau, Tengku Zulmizan kepada Wartawan.

Menurut Tengku Zulmizan, pihak DPP tidak lama lagi akan mengumumkan SK tersebut, karena masa pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur tersebut tidak lama lagi akan masuk tahapannya.

"Tidak akan lama lagi, dalam waktu dekat InsyaAllah akan segera diumumkan, karena waktu sudah semakin dekat," ulasnya.

Tengku Zulmizan berharap, agar rumor yang berkembang tersebut benar adanya, apalagi Syamsuar termasuk salah satu opsi rekomendasi yang sudah dikeluarkan oleh DPP.

"Mudah-mudahan rumor itu benar, apalagi Pak Syamsuar memang masuk dalam opsi kita dari awal. Kalau memang itu yang diputuskan DPP, itu yang kita harapkan, kalau tidak, siapa pun calonnya, tetap kita dukung," tuturnya.

Sebelumnya, beredar kabar PAN, PKS dan Nasdem telah memeberikan dukungan untuk Syamsuar. Hal ini juga ditandai dengan beredarnya SK dukungan kepada Syamsuar dan Edi Natar, dan juga diberitakan sejumlah media online.

Surat tersebut juga dilengkapi dengan nomor 142-Kpts/DPP-NasDem/XII/201, ditandatangani langsung Ketua Umum (Ketum) Partai Nasdem Surya Paloh, beserta Sekjen DPP Nasdem Jhony G Plate pada 28 Desember 2017.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasdem Johnny G Plate juga membenarkan informasi tersebut, bahwa partainya memberi dukungan terhadap pasangan Syamsuar dan Edy Nasution.(gun)

sumber : tribun pekanbaru