Siak Sri Indrapura

Showing posts with label Siak Sri Indrapura. Show all posts
Showing posts with label Siak Sri Indrapura. Show all posts

Sensasi Berkeliling Sungai Siak dengan Perahu Tradisional

January 13, 2019
SIAK, MEMPURA - Jumlah pelancong semakin banyak berdatangan ke Siak Sri Indrapura. Hal itu menjadi peluang usaha baru bagi sejumlah nelayan di sekitaran sungai Siak. Rusdianto alias Ateng (36), satu di antara 18 pemilik perahu kayu yang mencoba peruntungan pada jasa angkut wisata untuk berkeliling di Sungai Siak.

Awalnya, Ateng hanya menakhodai perahu dengan kapasitas 6 -8 penumpang. Sejak tahun lalu, ia memodali sebesar Rp 18 juta untuk perombakan perahunya. Kini, Ateng bisa membawa 18 penumpang sekali jalan.

"Saya sudah 3 tahun beralih ke sektor wisata air ini. Kadang ramai penumpang kadang pulang dengan tangan hampa," kata Ateng sambil menunggu penumpang, Jumat (11/1/2019) di Tepian Bandar Sungai Jantan, belakang gedung Tengku Mahratu, Siak.

Rute wisata air menggunakan perahu tradisional itu memang dari Tepian Bandar Sungai Jantan, melaju pelan menuju jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (TASL).

"Sekali jalan menghabiskan BBM 4 liter," kata Ateng.

Saat bercerita dengan awak media, datang sepasang remaja yang ingin merasakan sensasi naik perahu milik Ateng berkeliling di Sungai Siak. Namun Ateng tidak mau melayani jika penumpang kurang dari 6 orang. Mereka kemudian tawar menawar.

"Baiklah, Rp 100 ribu bisa saya bawa keliling," kata Ateng tegas.

Harga pun cocok, sepasang remaja itu pun naik di perahu. Ateng bergegas ke bagian belakang untuk menyalakan mesin perahunya. Perahunya hanya punya 1 mesin, yakni Yahama Enduro 15 Pk. Setelah ihsan dan pasangannya duduk, mesin menyala, perahu melaju ke tengah sungai menuju jembatan. Perjalanan pergi pulang lumayan lama, sekitar 20-30 menit.

"Saya sering pulang tanpa mendapat penumpang. Bahkan pernah 3 hari berturut-turut," kenang Ateng sembari memegang kemudi perahunya.

Padahal, kata Ateng, pada sore hingga pukul 21.00 WIB lebih berpotensi daripada siang hari. Namun Ateng belum berani mengambil jadwal malam, karena banyaknya kapal-kapal tongkang melintas di malam hari.

"Perahu kita ini juga belum ada lampu. Saya khawatir karena banyak tongkang lewat malam hari," kata dia.

Meski sudah 3 tahun melakoni pekerjaan itu, Ateng masih belum menuai hasil maksimal. Pasalnya, promosi dan jalur wisatawan menuju perahu wisata yang digagasnya belum banyak dikenal orang. Petunjuk arah menuju ke tempat bersandar perahu juga tidak ada sama sekali.

"Memang masih jarang diketahui orang, kami berharap pemerintah membantu promosi kami," kata dia.

Ateng bercerita. Ia warga Paluh, Kecamatan Mempura dan tinggal di sana bersama 1 istri dan 3 orang anaknya. Sehari-hari ia menunggu penumpang datang ke perahunya.

Agar pulang pada sore hari menjelang magrib, sudah membawa bekal untuk keluarga.

"Sebenarnya bukan saya sendiri yang menawarkan jasa perahu wisata. Ada 17 perahu lain, yang berebut penumpang. Tapi hari-hari biasa mereka tidak ikut, karena penumpang terlalu sedikit," urai dia.

Menurut dia, dapat 1 trip untuk hari biasa sudah sangat bersyukur. Karena pada akhir pekan, paling banyak dia dapat cuma 2 trip.

"Penumpang yang banyak itu hanya pada libur-libur besar, seperti tahun baru kemarin, atau libur lebaran," kata dia.

Karena enaknya Ateng bercerita, rute perjalanan Ihsan dan teman perempuannya selesai pula diantar. Ihsan membayar sesuai kesepakatan. Beberapa foto menarik berhasil ia abadikan selama ikut berlayar di Sungai Siak.

"Kalau kita rombongan minimal 6 orang, harganya cukup murah. Kalau berdua Rp 100 ribu sebenarnya cukup terjangkau," kata dia.

Menurut dia, wisata air itu sangat menarik mengingat Siak merupakan kota sungai.

"Seharusnya pemerintah membantu pelaku usaha wisata air ini," kata Ihsan.(dow)

source : berita siak

Tak Puas Pembagian Proyek, Kontraktor di Siak Ini Gelar Demonstrasi

October 02, 2015
BERITA SIAK, SIAK SRI INDRAPURA - Hampir seratusan kontraktor menggelar aksi damai di bundaran kantor ‎bupati Siak, Kamis (1/10/2015). Massa ini menamakan diri sebagai Gabungan Kontraktor Daerah (GKD) Kabupaten Siak dan Masyarakat Peduli Kabupaten Siak.

Massa ini meminta keadilan pembagian proyek kepada pemerintah. Sebab, mereka merasa tidak puas dengan pembagian proyek pemerintah meskipun syarat dan pendaftaran perusahaan untuk mendapatkan proyek sudah melalui sistem Online.
‎
Said Darma Setiawan, perwakilan kontraktor mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten Siak tidak secara adil membagi proyek kepada berbagai perusahaan kontraktor. Sedangkan pihaknya merasa sebagai kontraktor lokal yang mesti dapat menikmati pembagian proyek.

"APBD dapat digunakan bersama-sama, dan tidak digunakan sewenang-wenang saja. Kondisi ril yang terjadi ada pemain-pemain selama ini," kata dia di hadapan banyak wartawan.(jim)

source : www.riaucitizen.com

Tour De Siak Dibatalkan Akibat Kabut Asap

September 15, 2015
BERITA SIAK, SIAK SRI INDRAPURA - Kegiatan wisata dan olahraga balap sepeda internasional Tour de Siak tahun 2015 di Kabupaten Siak, Riau, yang rencananya digelar 15-20 September dibatalkan akibat kabut asap yang masih pekat melanda daerah itu.

"Darurat kabut asap, Tour de Siak terpaksa dibatalkan. Ya, bahasanya dibatalkan," kata Sekretaris Panitia TdS 2015 Hendrisan di Siak, Senin.

Keputusan pembatalan itu diambil dalam rapat mendadak yang dipimpin Bupati Siak Syamsuar dengan seluruh panitia dan Pengurus Cabang Ikatan Sport Sepeda  Indonesia (ISSI) Siak, Senin. 

Pembatalan itu disepakati setelah berkoordinasi dengan PB ISSI dan Gubernur Riau Arsyajuliandi Rachman yang juga telah menetapkan status Riau Darurat Asap. 

"Ini bersifat "force majeure". Apakah nanti kembali digelar atau tidak, mohon tunggu informasi selanjutnya dari kami. Pokoknya semuanya serba tidak memungkinkan, lihatlah kabut asap, jarak pandang begitu singkat," kata Hendrisan. 

Acara ini sedianya akan dibuka langsung Menteri Pariwisata Arief Yahya serta dimeriahkan penyanyi Judika. Panitia sebelumnya juga mengklaim 11 tim asing dari berbagai negara mengikuti balap yang kali ketiga dilaksanakan ini. 

Di antaranya Singha Infinite Cycling Team Thailand, Skydive Dubai Pro Cycling Team Dubai, CNN Laos, Tahbiz Shahrsdari Team Iran, Cebu Cycling Team Philippines, Persatuan Lumba Basikal Trangganu Malaysia, St.George Merida Australia, National Sports Council of Malaysia, EHBS / SATO Australia, Sepahan Pro Team Iran, dan Uzbekistan National Team.

Sementara delapan tim dalam negeri yang akan ikut berkompetisi di empat etape di antaranya tim tuan rumah Siak BSP Nasional Team, Customs Cycling Club Indonesia Jakarta, Pegasus Continental Cyling Team Jakarta, KFC Bike Team, United Bike Kencana Malang, Milagro Yogyakarta, ISSI Kalbar Bank Kalbar, dan DKI Jakarta.(dow/anr)

Syamsuar Kukuhkan Tim Relawan SUARA di Siak

September 07, 2015
BERITA SIAK, SIAK SRI INDRAPURA - Ribuan Masyarakat Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, tumpah ruah menyaksikan pengukuhan tim relawan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 1, Syamsuar-Alfedri (SUARA) di halaman rumah Tokoh Muda Kecamatan Siak Jamarusen Nonet, Sabtu (5/8/2015).

Pengukuhan tim relawan SUARA Kecamatan Siak begitu istimewa karena dihadiri mantan Gubernur Riau Wan Abu Bakar, mantan Bupati Siak Arwin AS dan mantan Calon Wakil Bupati Siak 2011 Rusdianto yang juga sesepuh partai PDI Perjuangan.

Selain itu juga terlihat Ketua LAM Siak Wan Anwar, puluhan tokoh Jawa, tokoh Batak Sitanggang Tigor, tokoh Tionghua Apeng, mantan Wakil Ketua DPRD Siak Diak Bustami Talib, Putra Arwin AS Riki Hariansyah, tokoh Minang Eri Gantino, tokoh Masyarakat Ocu Bersatu Fahrudin dan undangan lainnya.

Pada kampanye dialogis di ibukota Kabupaten Siak, Syamsuar yang saat ini masih menjabat Bupati Siak berjanji untuk meneruskan program pembangunan yang sudah dijalankan Arwin AS selama menjabat bupati Siak dari 2001-2011.

"Selama 4 tahun memimpin Siak, saya bersama Alfedri tetap komitmen melanjutkan program pembangunan yang digagas Pak Arwin. Pembangunan yang merata di 14 kecamatan," kata Syamsuar.

"Saya akui belum semuanya tercapai, makanya kalau program itu mau terwujud tentu harus dilanjutkan," terang Syamsuar, seraya disambut teriakan lanjutkan, lanjutkan, lanjutkan dari ribuan massa yang hadir.

Pada kesempatan itu, Syamsuar juga berjanji akan lebih memperhatikan nasib tenaga honorer, buruh harian lepas (BHL) dan pasukan kuning yang ada di Kabupaten Siak.

"Kepada semua tim relawan yang sudah disumpah, agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik, tugas yang dilakukan bukan sekedar membuat kegiatan bagi masyarakat, tapi yang sangat penting juga mengecek nama-nama keluarga, kawan dan suadara apakah sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum, kalau belum tolong didaftarkan cepat, karena waktu yang diberikan KPU hanya satu minggu," jelasnya.

Ketua Tim Relawan SUARA Kecamatan Siak Jamarusen Nonet mengajak kepada semua tim relawan yang baru dilantik agar bekerja maksimal untuk mengantarkan kembali Syamsuar-Alfedri sebagai bupati Siak periode 2016-2021.(jim/rls)

Hadapi MEA, Bupati Siak Dorong Penguatan SDM dan UMKM

September 05, 2015
BERITA SIAK, SIAK SRI INDRAPURA - Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi terus dorong masyarakat agar mempersiapkan diri guna menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai diberlakukan 31 Desember 2015 nanti. Perhatian itu lebih difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pelaku UMKM. Selain itu juga lebih mempermudah regulasi kebijakan dalam proses perizinan bagi para investor yang ingin berinvestasi di Kabupaten Siak.

"Kita harus siap menerima MEA ini, karena berpeluang meningkatkan akses pasar serta investasi, sehingga membuka lapangan kerja. Khusus untuk daerah kita, kunjungan wisatawan juga akan meningkat," kata Bupati, saat menghadiri seminar Indonesia Menyongsong Masyarakat ASEAN 2015, di ruang Rapat Kantor Bupati Siak, Kamis (3/9/2015).

Seminar yang ditaja Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri bekerjasama dengan Pemkab Siak ini untuk menyosialisasikan pemberlakukan MEA dan kesiapan menghadapinya. Sosialisasi ini, sangat berarti bagi masyarakat Siak.

"Siak baru 16 tahun. Ini sangat bermanfaat dalam persaingan MEA. Apalagi, daerah kita berdekatan dengan Malaysia yang pernah mengajak kerja sama guna menjadikan Kota Siak sebagai kota kembar di Trengganu. Kita harus siap menerima MEA ini, baik dalam bentuk investasi maupun usaha untuk mengembangkannya," jelas Syamsuar.

Melalui tiga pilar, yakni masyarakat politik, ekonomi dan sosial budaya dengan suatu kesepakatan bersama mengembangkan kawasan yang berintegritas. Dengan membuka suatu komunitas, maka negara- negara Asia Tenggara akan damai, stabil dan sejahtera, saling peduli serta diikat bersama dalam kemitraan yang dinamis.

Perwakilan dari Kementerian Luar negeri Dicki Fabrian menambahkan, pihak Kementerian telah mendelagasikan 6 orang yang hadir dari Jakarta, untuk menyebarluaskan pengetahuan bersama tentang MEA yang terdiri dari 10 negara di Asean ini.

Dikatakannya, masyarakat Asean merupakan proses yang berkesanambungan, dimana harus siap dalam persaingan dimasa yang akan datang. "Inilah langkah awal yang baik, terutama Kabupaten Siak bisa dikenal di negara luar yang memiliki potensi wisata di Provinsi Riau," pungkasnya.(jim/rls)

Tour de Siak Rangsang Pariwisata Alam dan Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

September 04, 2015
BERITA SIAK, SIAK SRI INDRAPURA - Pelaksanaan ivent go internasional yakni, Tour de Siak (TDSi) yang sudah tiga tahun berturut-turut dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak dibawah kepemimpinan Bupati Siak Syamsuar dan Wakil Bupati Siak Alfedri, ternyata mulai berdampak positif dan berjalan lancar.‎ 

Selain itu ivent tersebut juga masuk dalam kalender internasional agenda tahunan, dan lagi-lagi mengharumkan nama Kabupaten Siak dimata dunia.Ivent TDSi yang pertama digelar 2013 lalu, dan yang kedua digelar 2014, berjalan lancar tanpa adanya catatan khusus dari pihak penyelenggara.

Dan yang ketiga saat ini 2015‎ yang direncanakan digelar pada 15 hingga 20 September mendatang, Pemkab Siak telah menyediakan anggaran dalam APBD sekitar Rp2,6 miliar. 

Dan peserta diikuti dari 16 tim yakni tim dari dalam negeri sebanyak 7 tim, dan tim dari luar negeri sebanyak 9 tim yang tergabung berbagai negara dalam satu timnya.Sementara rute atau stage yang akan dilalui peserta TDSi yakni Rabu (16/9/15) stage 1 Siak-Simpang Dayun 3 laps-Siak, dan stage 2 Kamis (17/9/15) melintas Siak-Perawang-Siak.

Jumat (18/9/15) stage 3 melintas Siak-Sungai Apit-Siak, serta Sabtu (19/8/15) stage 4 hanya berkeliling Siak.Kamis (3/9/15), keterangan Sekretaris TDSi Syamsurijal, kepada riauterkini.com bahwa acara tersebut berlangsung pada Selasa (15/9/15) dengan agenda pembukaan Fun Bike, dan dilanjutkan parade atlet, serta pembukaan TDSi.

"Saat ini sudah banyak peserta yang mendaftar dalam TDSi, selain itu peserta luar negeri sudah ada juga yang memboking tiket pesawat untuk pergi-pulangnya. Dan mudah-mudahan acara berlangsung aman dan lancar," ujar Syamsurijal.

Selain itu, pelaksanaan TDSi yang sudah tiga kali berturut-turut dilaksanakan, tentunya membawa nilai tersendiri untuk pariwisata di Siak dan juga membawa rezeki tersendiri pula bagi masyarakat Siak. Khususnya para pedagang, banyak dari mereka mengaku saat acara TDSi penjualan atau penghasilan mereka naik hingga 100 persen.

"Kalau bisa di Siak ini tiap bulan ada ivent-ivent yang mengundang orang luar, sehingga Siak makin maju dan kami pedagang penghasilannya bisa bertambah," ujar salah seorang pedagang nasi atau rumah makan di Jalan Hangtuah.

Sementara untuk wisata alam, lintasan TDSi tersebut mengutamakan lintasan-lintasan yang alamnya menarik dan inprastruktur‎. Diantaranya yakni lintasan Siak-Perawang-Siak, peserta akan melintasi jembatan maredan atau Sultan Syarif Qasim II dan kondisi alam berbukit dan perkebunan kelapa sawit yang cukup indah.

Selain itu, lintasan Siak-Sungai Apit-Siak, peserta juga melintasi jembatan teluk masjid, dan juga alam yang asri, dan di Kota Siak sendiri, peserta akan berkeliling dengan sepedanya merasakan keramah tamahan masyarakat siak dan juga dalam menikmati indahnya Istana Siak dan jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah.(jim/rtm)

ISPU Berbahaya, Bupati Syamsuar Himbau Masyarakat Kurangi Aktifitas Diluar

September 03, 2015
BERITA  SIAK, SIAK SRI INDRAPURA - Tiap hari kabut asap melanda Kabupaten Siak makin parah, terbukti saat ini alat yang dimiliki Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk mengetahui kualitas udara secara manual menunjukkan angka sekitar 450 yang artinya kualitas udara berbahaya. 

Untuk itu, Rabu (2/9/15), Bupati Syamsuar menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengurangi aktifitas luar rumah dan perbanyak didalam rumah, agar dapat sedikit menghindari gangguan kesehatan.

"Usahakan masyarakat dan anak banyak didalam rumah, jika keluar rumah pakai masker. Jika sakit segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit," sms Bupati Syamsuar kepada awak media.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tony Candra, kepada wartawan telah memberikan masker ke tiap-tiap Puskesmas se-Kabupaten Siak untuk membagi-bagikan masker‎ kepada masyarakat secara gratis. 

"Kita sudah beberapa hari ini membagikan kepada masyarakat, kita bagikan ke Puskesmas di kecamatan agar pembagiannya merata," ujar nya.

Selain itu, ‎himbauan Bupati Syamsuar tersebut dibuktikannya dengan memerintahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Siak Kadri Yafis untuk meliburkan anak sekolah, dan menyarankan anak-anak tetap berada didalam rumah dan mengurangi aktifitas diluar rumah.

Seperti yang diungkapkan Yadi (43), salah seorang orang tua murid kepada wartawan bahwa saat ini dua anaknya diliburkan dari sekolah karena kabut asap.

"Saya diberitahukan kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kotogasib, sesuai perintah Kadis Pendidikan sekolah libur hingga besok. Dan selanjutnya ada pemberitahuan," ujarnya.(jim/rtm)