Portal Berita Meranti

Showing posts with label Portal Berita Meranti. Show all posts
Showing posts with label Portal Berita Meranti. Show all posts

Tampil di Jakarta Baca Puisi, Nurhayati Siswi SD di Meranti Wakili Riau

July 28, 2015
BeritaMeranti.com, Pendidikan - Nurhayati siswi SD 11 Bantar Seberang Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti wakili Provinsi Riau lomba siswa SD/MI Negeri/Swasta membaca puisi dan cerita rakyat ke Jakarta. 

Terpilihnya Nurhayati mewakili Riau setelah berhasil menjadi pemenang pada lomba membaca puisi tentang pahlawan dan cerita rakyat Riau auditorium Perpustakaan Soeman Hs. 

"Pemenang nanti akan kita kirim ke Jakarta sebagai perwakilan Riau. Untuk pemenang pertama ada hadiah berupa uang sebesar Rp3,5 juta serta piala,\" kata Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Riau Yoserizal Zein, Senin (27/7/15). 

Nurhayati membawakan cerita rakyat dari Bengkalis berjudul Dedap Durhaka. Cerita ini tidak jauh berbeda dengan cerita rakyat Malin Kundang. Bedanya Dedap yang merupakan anak durhaka karena tak mengakui orang tuanya setelah berhasil dirantau orang, dikutuk lalu menjadi pulau. 

Sebelum diberangkatkan ke Jakarta pada September mendatang, terlebih dahulu akan diberi pelatihan bagaimana tekhnis membaca puisi dan bercerita yang baik. Diharapkan, Nurhayati nantinya akan mampu mengharumkan nama Riau dikancah nasional. 

"Tentunya harapan kita bukan hanya sebatas mencari bibit semata, tetapi juga menggemakan membaca puisi serta cerita rakyat Riau dikalangan anak-anak serta umum. Kita harapkan, kegiatan serupa akan bisa lebih menggema lagi ditahun mendatang,\" ujar Yoserizal. 

Selain Nurhayati, pemenang kedua adalah Muhammad Erik Laksamana siswa SD 01 Bengkalis. Erik membawakan cerita rakyat berjudul Lancang Kuning dan berhak mendapatkan piala dan uang sebesar Rp3 juta. 

Sementara pemenang ketiga jatuh kepada Ikhlalusul Muzaki siswa SD 10 Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Ikhlasus yang dulunya sempat menjadi pemenang kedua pada lomba yang sama tahun lalu, kini membawakan judul cerita Sibujang Asal Burung Punai, serta berhak mendapatkan piala dan uang sebesar Rp2,5 juta. 

Sementara Hangkafrawi, salah seorang dewan juri menyatakan penilaian berdasarkan pemahaman bercerita, tekhnik bercerita, intonasi yang disampaikan peserta lomba.(yok/rls)

Akibat Selalu Dibanding-Bandingkan, Pemuda di Meranti Bunuh Pacar

July 24, 2015
BeritaMeranti.com, Hukum - Terbakar api amarah karena dibanding-bandingkan dengan lelaki lain, Novan Kurniawan (21th) gelap mata, Ia tega membunuh mantan pacarnya Ira Suryanti (20th) warga Desa Bina Maju, Rangsang Barat. 

Pemuda Kelahiran Selatpanjang 13 Nopember 1993 ini membunuh mantan pacarnya itu dengan hujaman pisau berkali-kali dibagian dada, perut, tangan dan kaki korban dengan sadis hingga Korban meregang nyawa. 

Sekitar pukul 23:00 Wib, Rabu (22/7/15) Tersangka lanngsung menyerahkan diri kekantor Polres Kepulauan Meranti diantar oleh keluarganya dengan membawa dompet korban berisi identitas dan hp milik korban. 

Kepada Polisi tersangka menjelaskan perbuatan tersebut dilakukan di sekitar kuburan baru borot-Selatpanjang arah ke jalan Lingkar pelabuhan dorak pada Rabu sore sekira pukul 17.00 Wib. 

"Kita melakukan cek TKP dan benar ditemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa (meninggal dunia) dalam disemak-semak dipinggir jalan dengan baju berlumuran darah, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Selatpanjang untuk dilakukan visum,"Jelas Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z Pandra Arsyad melalui Kasat Reskrim, AKP Antoni L Gaol kepada sejumlah wartawan. 

Pemuda Jalan Pembangunan III Selatpanjang Timur ini menusuk tubuh korban berulang-ulang dengan menggunakan sebilah pisau yang ada di dalam jok sepeda motor R-2 milik korban, Novan mengaku karena tersinggung dibanding-bandingkan degan pacar baru korban (pacar baru korban lebih baik dari tersangka).

Saat ini, tersangka pembunuhan sadis itu telah diamankan di Sel Tahanan Polres Kepulauan Meranti untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada korban.(dow/rcc)

Imbau Masyarakat tak Bakar Lahan, Polres Meranti : Bisa Dipenjara 5 Tahun

June 29, 2015
BeritaMeranti.com, Hukum - Mengingat saat ini sedang masuk musim kemarau, Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Meranti mengimbau seluruh lapisan masyarakat di Kepulauan Meranti untuk tidak membakar lahan sembarangan.

"Kepada seluruh masyarakat Meranti untuk tidak membakar lahan sembarangan. Sebab, perkiraan musim kemarau sampai bulan September," kata Pandra Minggu (28/6/2015). 

Dikatakanya juga, berdasarkan data BMKG, hotspot sudah mulai ada di beberapa daerah di Riau. Untuk itu ia meminta kepada masyarakat Meranti untuk selalu waspada, agar tidak terjadi kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) seperti tahun-tahun kemarin. 

"Karhutla yang terjadi pada tahun kemarin jangan sampai terulang kembali," kata Pandra.

Ia juga mengingatkan bahwa pelaku pembakaran hutan dan lahan akan terancam hukuman pidana dengan pasal berlapis. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang kehutanan, pasal 50 huruf d, yang berbunyi "Setiap orang dilarang membakar hutan", pasal 78 ayat 3 ancaman pidana paling lama 15 tahun dengan denda Rp 5 Miliar rupiah. Pasal 78 ayat 4 ancaman pidana paling lama 5 tahun dan denda Rp 1,5 Miliar rupiah. 

Selain itu, berdasarkan pasal 187 KUHP, yang berbunyi dengan sengaja pembakaran, diancam pidana 12 tahun . 

"Untuk itu, kita berharap kepada seluruh masyarakat Meranti sadar akan dampak dari Karhutla yang terjadi tahun kemarin, dan harus saling menjaga agar tidak terulang kembali di daerah yang kita cintai ini," ujar Pandra. (yok)

Diskusi, Peserta FDG Rekomendasikan Izin HTI PT LUM Dicabut

June 29, 2015
BeritaMeranti.com, Lingkungan - Enam Kepala Desa beserta staf dari Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, mengikuti Forum Diskusi Gambut (FDG) di Grand Meranti Hotel Selatpanjang, sejak Kamis (25/6) siang hingga tengah malam. Diskusi itu juga menghadirkan Tim Peneliti dan Ahli Gambut bentukan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia.

Pantauan merantionline.com, forum diskusi dibuka oleh Bupati diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kepulauan Meranti, Ir H Anwar Zainal, didampingi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ir Mamun Murod MM MH dan Kepala BLH, Drs Irmansyah MSi.

Hadir sebagai panelis, diantaranya Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi SE MSi, Kepala Desa Sungaitohor, Efendi, Aktivis Gambut, Abdul Manan SE, Walhi Riau, Riko Kurniawan. Sedangkan dari Tim Peneliti dan Ahli Gambut, Prof Ashaluddin Jalil (PSB UNRI), Prof Safri Sairin (UGM), Prof Azwar Maas (UGM), Dr Haris Gunawan (UNRI) dan Dr Adhy Prayitno (PSB UNRI).

Camat Tebingtinggi Timur, Helfandi mengatakan, kegiatan diskusi tersebut disponsori oleh Direktorat Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian LHK RI yang berkerjasama dengan Tim Peneliti dan Ahli Gambut Universitas Riau dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Tim itu bekerja untuk mempercepat proses tata kelola gambut di wilayah Kecamatan Tebingtinggi Timur yang diharapkan dapat menjadi percontohan nasional, dimana hasil dari diskusi ini nantinya akan disampaikan kepada Presiden melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan," ungkap Camat.

Helfandi dalam pemaparan materinya berjudul Pengelolaan gambut menurut harapan masyarakat, tantangan dan peluang, menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Tebingtinggi Timur seluas 768 Km2 yang terdiri dari 10 Desa, umumnya berada pada kawasan rawa gambut.

"Masyarakat setempat mengelola gambut dengan cara yang cukup sederhana, yakni menanam komoditi perkebunan sesuai kearifan lokal, dengan tanaman Sagu, Kelapa dan Karet. Tidak melakukan pembabatan hutan secara menyeluruh dan tidak membuat kanalisasi," ujarnya.

Dikatakannya, masyarakat Tebingtinggi Timur hanya akan memiliki peluang peran dalam pengelolaan lahan gambut jika izin konsesi Hutan Tanaman Industri PT Lestari Unggul Makmur (LUM) benar-benar dicabut, sebagaimana yang dijanjikan Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Sungaitohor tahun lalu.

"Sama dengan rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi ini, dimana masyarakat tetap menginginkan pencabutan izin HTI PT LUM dan mengembalikan pengelolaan gambut kepada masyarakat, kemudian Tim Ahli melakukan kajian untuk pencabutan izin HTI perusahaan itu," kata Helfandi, Kamis malam.

Adapun enam Pemerintah Desa yang mengikuti Forum Diskusi Gambut itu, antara lain Desa Lukun, Sungaitohor Barat, Sungaitohor, Nipah Sendanu, Sendanu Daarul Ihsan dan Pemerintah Desa Tanjung Sari, dimana sebagian wilayah enam Desa ini masuk dalam areal izin konsesi HTI PT LUM. (yok)

Lagi, Anggaran SKPD Meranti Kembali Dipotong Miliaran Rupiah

June 29, 2015
BeritaMeranti.com, Kesra - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti masih melakukan sinkronisasi anggaran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Anggaran kembali akan dipotong Rp75 miliar. 

"Setelah melakukan beberapa kali rapat sinkronisasi dengan sejumlah SKPD masih akan dilakukan lagi pemotongan sebesar Rp75 miliar," ujar La Ode, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepulauan Meranti kepada Wartawan. 

La Ode mengatakan, sebelumnya, pemerintah daerah sudah melakukan pemotongan anggaran tapi masih kurang. "Kita akan potong lagi saat finalisasi sinkronisiasi pekan depan," ucapnya. 

Dijelaskannya, Kepulauan Meranti harus mengurangi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015 sebesar 25 persen atau Rp300 miliar. Dari jumlah itu, baru Rp225 miliar yang sudah dipotong. "Artinya masih kurang Rp75 miliar," tambahnya. 

Menurut La Ode, ada beberapa SKPD yang anggarannya berpotensi dipotong. Apalagi masih ada SKPD yang belum dipotong hingga 25 persen, seperti Sekretariat Dewan (Setwan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti.

"Setwan sudah dipotong tapi belum sampai 25 persen, makanya kita akan lakukan penyesuaian. Bahkan ada yang melebihi 25 persen seperti Dinas PU (Pekerjaan Umum) yakni 32 persen. Kita harap SKPD memahaminya," pungkas La Ode.(yok)

Fasilitasi Masyarakat Miliki Rumah, Pemkab Meranti Gandeng Stakeholder

May 05, 2015
BeritaMeranti.com, Ekonomi - Mempunyai rumah sendiri di Kabupaten Kepulauan Meranti khususnya di Kota Selatpanjang cukup sulit. Pasalnya, biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat rumah mulai dari pembelian tanah hingga material sangat tinggi.
Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi menyadari akan hal itu. Kata Irwan, akibat dari tingginya cost yang harus disiapkan untuk membangun rumah di Selatpanjang, tidak semua orang dapat memiliki rumah. Masalah ini turut mempengaruhi ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, H Irwan bersama stake holders terkait menfasilitasi pembangunan komplek rumah sederhana tapak atau lebih dikenal dengan rumah Type 36 Plus. Yang diperuntukan bagi para PNS dan masyarakat berpendapatan kurang dari Rp4 juta rupiah.

Sebagai bukti keseriusan Pemda Meranti dalam hal ini, Selasa (28/4/2015) lalu dilakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan komplek perumahan yang diberi nama Central Businees Distrik (CBD) Dorak itu.

Peletakan batu pertama itu disaksikan oleh Dirjend Badan Layanan Umum Kementerian Kemenpera RI, Ketua DPRD Meranti Fauzy Hasan, Perwakilan Bank BTN selaku penanggung pembiayaan, serta pihak Developer PT Cahaya Meranti Internasional.

Bupati berharap dengan dibangunya CBD yang merupakan hasil kerjasama antara Pemda Meranti, Bank BTN, Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (BAPERTARUM), Apersi serta Developer tersebut. Dapat membantu masyarakat untuk memiliki rumah pribadi.

“Kita nanti akan membicarakan dengan BPMPD soal biaya IMB, untuk lebih menekan biaya rumah,” ucap Bupati Irwan.

Sekedar informasi, dilokasi Central Business Distrik Dorak yang berlokasi dijalan Dorak, Selatpanjang, memiliki luas 17 Ha lebih, menurut recana akan dibangun rumah sederhana tapak sebanyak 800 unit, dan untuk tahap pertama akan dibangun sebanyak 300 unit. Dilokasi itu bukan saja dibangun rumah Type 36 tetapi juga Type 45, 54, serta 70 dan untuk melengkapi sebagai central bisnis pengembang juga akan membangun Rumah Toko (Ruko) lengkap dengan Fasus dan Fasum yang representatif.

Direcanakan untuk tahap awal, seperti dikatakan Hidayat, daRi pihak APERSI, menariknya, khusus untuk Type 36 yang diperuntukan untuk masyarakat dan PNS yang berpenghasilan tidak melebihi 4 Juta Rupiah, akan diberikan subsidi uang muka sebesar 20 juta rupiah.

“Bunga KPR berkisar 11-12 persen, jika disubsidi menjadi 7.5 persen, inilah yang ditanggung pemerintah,” ujar Hidayat.

Defisit Rp 302 M, Bupati Meranti Pinta Prioritas Pelayanan Publik

May 05, 2015
BeritaMeranti.com, Kesehatan - Bupati Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan, M.Si mengumpulkan seluruh Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Kepulauan Meranti, Senin (27/4/2015).

Pertemuan itu untuk evaluasi dan meminta laporan Satker terkait Realisasi APBD Tri Wulan Pertama 2015, sekaligus penekanan penghematan anggaran akibat Defisit DBH Meranti sebesar 302 Miliar lebih. Bertempat di Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Senin (27/4)

Dalam kegiatan yang dihadiri Sekdakab. Drs. Iqaruddin, para Asisten, Kepala Badan/Dinas, Camat dan Bagian di lingkuangan Pemkab Meranti itu, Bupati Irwan mengatakan, dari laporan yang diterimanya, Realisasi APBD Triwulan I Tahun 2015 terjadi peningkatan dari tahun 2014 lalu.

Pada saat itu Realisasi APBD Triwulan pertama baru sebatas belanja rutin, kini sudah mulai berimbang, bahkan belanja pembangunan jauh lebih mendominasi.

“Realisasi kita tahun ini terjadi peningkatan dari tahun lalu, sebelumnya baru sebatas belanja rutin, tapi tahun ini anggaran pembangunan realisasinya lebih besar dari belanja rutin,” ujar Irwan.

Tingginya realisasi pembangunan mendapat apresiasi dari Bupati Irwan, dan meminta keberhasilan itu dipertahankan dan ditingkatkan. “Keberhasilan ini hendaknya dipertahankan dan tingkatkan oleh semua SKPD,” harap Irwan.

Pada kesempatan itu juga dibahas soal pengurangan anggaran 25 persen atau sebesar 302 Miliar, APBD Meranti akibat pemotongan dana DBH Migas. Aturan Pemerintah Jokowi ini memaksa Pemda Meranti kembali melakukan rasionalisasi anggaran dan melakukan penghematan.

Kepada Satker, Bupati Irwan mengintruksikan pengurangan belanja yang tidak menyentuh langsung kepada masyarakat, diantaranya belanja dinas dan kegiatan yang bersifat seremonial.

“Saya sudah mengeluarkan kebijakan agar semua kegiatan yang sifatnya tidak menyentuh publik secara langsung dikurangi, seperti perjalanan dinas dan seremonial yang sifatnya Internal kalo bisa dipangkas,”tegas Irwan yang tetap memprioritaskan pada belanja rutin dan publik.

Bupati Irwan juga meminta kepada tiap SKPD melakukan penguatan kinerja keuangan daerah. “Saya minta pengguna anggaran, Pimpro agar diberikan pelatihan secara berkala, dan kelemahan sepertinya berada diposisi tersebut,” papar Irwan.

Akibat kurangnya pengetahun dan pengalaman PA, Pimpro menimbulkan pelaksanaan anggaran terhambat dan memunculkan celah hukum, bukan karena pelanggaran tetapi karena ketidak tahuan.

“Kelemahan-kelemahan itulah yang perlu ditutupi, dan evaluasi seperti ini juga penting dalam rangka meningkatkan pemahaman yang berujung pada peningkatan kinerja pegawai,” pungkas Irwan mengakhiri.

Polres Meranti Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Janda

May 05, 2015
BeritaMeranti.com, Hukrim - Kepolisian Resor Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, mengungkap kasus perkosaan sekaligus pembunuhan terhadap seorang janda bernama Ramlah, yang ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan dan sebagian tubuh terkubur.

“Kita masih dalami apa sebenarnya motif pembunuhan ini. Untuk sementara tersangka mengaku punya hubungan dekat dengan korban,” kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Z. Pandra kepada wartawan, Rabu.

Ia menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal dari sekelompok anak-anak yang tengah asik bermain menemukan mayat wanita pada Selasa lalu (21/4). Penemuan mayat itu berlokasi di sebelah sebuah gudang di Jalan Pelabuhan Desa Lemang Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Korban ditemukan pertama kali oleh anak-anak yang sedang bermain di sekitar lokasi menemukan kaki dan warga kemudian melapor ke polisi” ujar AKBP Pandra.

Menurut dia, petugas langsung menuju lokasi kejadian dan menemukan bahwa tubuh korban masih lengkap namun badan bagian atas terkubur di dalam tanah. Setelah polisi melakukan pembongkaran, lanjutnya, mayat wanita itu ternyata tanpa busana dan tangan serta lehernya terikat benang nilon.

“Kita perkirakan, korban sudah dibunuh tiga hari sebelumnya,” kata AKBP Pandra.

Identitas jenazah tersebut akhirnya diketahui bernama Ramlah, seorang janda berusia 25 tahun yang tinggal di sekitar tempat kejadian. Dari keterangan saksi, ia mengatakan polisi mendapat informasi bahwa korban terakhir kali sempat terlihat berjalan bersama seorang pemuda bernama Ilham.

Tidak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap pemuda berusia 17 tahun yang bekerja sebagai buruh pabrik itu. AKBP Pandra menyatakan, Ilham mengakui telah membunuh Ramlah. Bahkan, tersangka juga berniat kabur dari Meranti setelah mayat korban ditemukan oleh warga.

“Ketika ditangkap, tersangka sudah bersiap-siap akan meninggal Pulau Meranti. Ini terlihat sejumlah pakaiannya telah dikemas,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan tersangka, pembunuhan tersebut diduga dipicu masalah asmara. Menurut Pandra, tersangka membunuh Ramlah karena janda muda itu menolak diajak berhubungan seks. Bahkan, ia mengatakan tersangka sempat menyetubuhi Ramlah setelah korban dipastikan tewas.

Meski begitu, Pandra mengatakan kuat dugaan pelaku pembunuhan tidak hanya Ilham saja. Sebabnya, tersangka mengaku melakukan kejahatan bejat itu bersama seorang kawannya.

“Tidak hanya Ilham saja, tapi ada temannya yang sama-sama sebagai buruh harian turut serta. Kita masih buru satu pelaku lagi,” katanya.

Program Sekaya Maritim di Kepulauan Meranti sudah Terdistribusi di 4 Desa

May 05, 2015
BeritaMeranti.com, Lingkungan - Program Seribu Kampung Nelayan Tangguh Indah Mandiri atau Sekaya Maritim mulai tahun 2015 sudah diterapkan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Program itu mencakup sejumlah kegiatan, seperti pembangunan infrastruktur jalan, menerbitkan sertifikat tanah atas nama nelayan, memberikan bantuan alat tangkap ikan, dan melakukan perbaikan perumahan.

Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Riau yang mendapatkan program Sekaya Maritim pada tahun ini. Ada empat desa yang mendapat mendapatkan program Sekaya Maritim pada tahun 2015, yakni Desa Tanjung Kedabu, Desa Telesung, Desa Gayung Kiri,dan Desa Bungur Kecamatan Rangsang Pesisir.

Adapun fasilitas yang akan dibangun di empat desa tersebut adalah jalan diatas lahan sepanjang 1 hektar, Balai latihan dan pendidikan nelayan,dan 180 unit rumah bagi nelayan.

Uyung Sagu jadi Alternatif Pembangunan Jalan di Meranti

May 05, 2015
BeritaMeranti.com, Ekbis - Sadar akan sebagai daerah penghasil sagu, Bupati Kepulauan Meranti meminta limbah sagu berupa uyung dan repu tidak dibuang begitu saja. Selain bisa merusak lingkungan, limbah ini juga bisa dimanfaatkan salah satu untuk pembangunan.

Beberapa waktu lalu, Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, berpesan agar seluruh kilang sagu di Meranti agar tidak membuang limbah berupa repu dan uyung itu ke sungai. Pasalnya bisa menyebabkan kerusakan ekosistem di air.

Selain itu, H Irwan juga mengatakan bahwa repu dan uyung itu bisa dimanfaatkan. Seperti, repu bisa dijadikan pakan ternak, dan uyung bisa dijadikan breket maupun lapisan untuk pembangunan jalan. Untuk itu, H Irwan meminta Dinas PU untuk menerapkan uyung sagu sebagai pelapis pada pembangunan jalan.

“Sebelum membangun jalan saya telah mengintruksikan kepada Dinas PU menerapkan untuk uyung sagu ditimbun sebagai peninggi tanah. Uyung sagu tersebut jangan sampai dibuang,” kata H Irwan.

Adapun jalan yang telah menerapkan sistem penimbunan dengan uyung sagu diantaranya jalan poros dari Mekar Delima mengarah ke Desa Tanjung Padang kecamatan Tasik Putripuyu. Jalan poros Melai-Kayu Ara, Kecamatan Rangsang Pesisir, jalan poros Lukun-Sungai Tohor, jalan Pramuka sepanjang 3,5 KM, dan jalan Perumbi Selatpanjang.

Teknis pengerjaannya, dimana pondasi dilapisi dengan kulit sagu atau uyung sagu kemudian dialas terpal. Lalu ditimbun pasir batu (sirtu). Ternyata hasil nya sangat memuaskan, dimana setelah dilapisi dengan uyung tersebut, pondasi jalan semakin padat dan kokoh dibanding menggunakan kayu bulat sebagai pondasi.

Kondisi tersebut merupakan potensi tersendiri bagi daerah-daerah penghasil sagu. Selain mendapatkan hasil dari pati sagu itu sendiri tetapi limbahnya pun dapat menjadi komoditi yang bernilai jika diolah dan dikemas sedemikian rupa.

Uyung juga bisa diolah menjadi barang penghasil energi, yang menjadi sumber bahan bakar yang dikemas dalam bentuk arang briket.

Rp 82 juta Besaran Tunggakan Hutang Raskin Pemkab Meranti Tahun 2014

May 05, 2015
BeritaMeranti.com, Ekbis - Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Riau Kepulauan Riau (Kepri) terus menyalurkan beras raskin. Namun penyaluran terancam tidak optimal sebab masih ada daerah yang berhutang.

Seperti Kepulauan Meranti, Provinsi Riau masih mempunyai hutang raskin pada tahun 2014 senilai Rp 82.308.800. Hutang tersebut berasal dari penyaluran raskin yang sudah dilakukan pada Oktober lalu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bulog Riau Kepri, Faruq Octobri Qomary kepada pers “Memang masih ada daerah memiliki piutang raskin, terutama Meranti yang masih punya hutang tahun 2014,” paparnya, Selasa (07/04/2015).

Faruq mengharapkan kerjasama dari pemerintah daerah dapat mengingakan petugas di lapangan agar segera melunasi semua hutang raskin. Sebab bila piutang tak kunjung diselesaikan maka distribusi beras terancam tidak optimal.

Bila distribusi raskin tersendat, maka menyebabkan masyarakat kurang mampu membeli beras di pasaran dengan harga lebih mahal. Sehingga dapat membuat gejolak harga.

“Kita berharap agar pemerintah maupun kepala daerah mengingatkan para petugas di lapangan untuk melunasi hutangnya,” tuturnya.