Kuansing

Showing posts with label Kuansing. Show all posts
Showing posts with label Kuansing. Show all posts

Pemkab Kuansing Tuntas Bahas Anjab dan ABK

February 22, 2018
KUANSING, TELUK KUANTAN - Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Bagian Organisasi Tata Laksana (Ortal) bersama dengan tim yang beranggotakan perwakilan dari seluruh OPD telah menyelesaikan tugas pembuatan Analisa Jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja ( ABK).

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Drs Muradi, didampingi Kabag Ortal, Yunita Tresia menjelaskan, dengan selesainya Anjab ini akan memudahkan di dalam tertib administrasi dan kepastian penataan pegawai pada Pemkab Kuansing serta sebagai rujukan kebutuhan pegawai dalam perencanaan rekrutmen, penempatan, pengendalian, pengembangan, dan pemberian tambahan penghasilan pegawai sesuai dengan ketentuan pegawai sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

"Anjab dan ABK ini telah selesai dibuat pada akhir Desember 2017 yang lalu. Hasil dari Anjab ini sudah diserahkan kepada pimpinan untuk ditandatangani oleh pak bupati," ujar Muradi.

Lebih jauh Muradi menerangkan, hasil anjab dan ABK ini nantinya bisa dipakai oleh bupati untuk membuat kebijakan terkait penataan pegawai dan administrasi kepegawaian lainnya.(gun)

Putri Mantan Sekda Kuansing Diusir dari Ruang Sidang Tipikor

February 12, 2018
RIAU, KUANTAN SINGINGI - Sidang perkara korupsi dana beasiswa dengan terdakwa mantan Sekda Kuansing, Muharman, Senin(12/2/2018), kembali digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Sempat terjadi insiden "pengusiran" terhadap anak Sekda pada persidangan ini.

"Pengusiran" bermula saat Rina, anak Sekda Kuansing, Muharman, yang berpakaian dinas ASN Pemprov Riau hadir di ruang sidang. Rina bermaksud ingin melihat sidang ayahnya dengan jelas dan duduk di barisan depan kursi pengunjung.

Melihat hal ini, Jaksa Penuntut Umum meminta kepada majelis hakim yang diketuai Toni Irfan SH, untuk memerintahkan Rina keluar dari ruang sidang. "Yang mulia, kami meminta agar saudari Rina keluar. Karena ia merupakan saksi untuk terdakwa," ujar Jaksa sambil menunjuk ke arah Rina.

Namun Eva Nora SH, Penasehat Hukum terdakwa Muharman, sempat menahan dengan menyebutkan bahwa Rina adalah anak terdakwa.

Namun majelis hakim yang diketuai Toni, sependapat dengan jaksa dan meminta Rina segera meninggalkan ruang sidang, sampai nantinya dirinya dipanggil untuk memberi kesaksian. "Karena saksi merupakan saksi, maka kami minta saudari untuk keluar terlebih dulu," ujar hakim.

Rina kemudian segera berjalan meninggalkan ruang sidang. Sementara sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan empat orang saksi yang merupakan anggota Tim TAPD.

Untuk diketahui, terdakwa Muharman bersama mantan Bendahara Setda Kuansing, Doni Irawan dijerat JPU dengan Pasal 2 Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.(gun)

Merajuk', Wabup Kuansing Halim Pilih Mundur

February 01, 2018
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Halim, mengutarakan niatnya untuk mundur dari jabatannya. Salah satu peyebabnya, Halim merasa tidak diakui kehadirannya oleh Bupati Kuansing, Mursini.

Saat dihubungi awak media via sambungan telepon, Halim mengatakan dirinya akan mundur sebagai Wakil Bupati Kuansing jika Bupati Mursini tidak lagi mau menjalankan komitmen bersamanya.

"Istilah siap mundur kalau memang bupati tidak menjalankan komitmen lagi dengan saya," ujar Wabup Halim, Kamis (1/2/18).

Terkait selalu tidak direkomnya orang-orang pilihannya, terutama di acara pelantikan terakhir beberapa pejabat eselon di Kuansing, Wabup Halim menjelaskan dirinya telah membicarakan sebelumnya kepada Bupati Mursini.

"Sudah saya bicarakan ke bupati," tutur Wabup Halim.

Terkait isu mahar pilkada, dimana Wabup Halim lebih banyak menghabiskan uang, Wabup Halim tampak tidak mau memberikan jawaban. Wabup Halim hanya mengatakan dirinya telah terjadi kesepakatan antara dirinya dengan Bupati Mursini.

"Mudah-mudahan ada kesepakatan, tergantung beliau. Tapi kalau mau bersama mari kita selesaikan sampai akhir jabatan," jelas Wabup Mursini.

Seperti yang diketahui, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing (Mursini-Halim) baru saja dilantik 2016 silam. Keduanya dilantik untuk periode 2016-2021.(gun)

BRK Serahkan CSR Berupa 1 Unit Mobil Operasional Untuk Tim PKK Kabupaten Kuantan Singingi

January 04, 2018
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Mengawali Tahun 2018, Bank Riau Kepri kembali menyerahkan Corporate Social Responsibilty (CSR) berupa 1 (satu) unit mobil mini bus toyota HIACE untuk Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi. Bertempat di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi Desa Beringin yang diawali dengan jalan santai bersama, Selasa (02/01/2018).

Penyerahan CSR Bank Riau Kepri tersebut dilaksanakan bertepatan dengan acara Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke-72 yang dipusatkan di Kabupaten Kuantan Singingi.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Riau Kepri,
Eka Afriadi menandatangani berita acara penyerahan CSR BRK
kepada Bupati Kuantan Singingi, Drs. H. Mursini, M.Si
CSR Bank Riau Kepri tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, Eka Afriadi kepada Bupati Kuantan Singingi,Drs. H. Mursini, M.Si didampingi Ketua PKK Kabupaten Kuantan Singingi, Dra. Emi Safitri Mursini, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, Hs. MA dan Pemimpin Cabang Taluk Kuantan, T.M. Fadly Kholis.

Mobil mini bus toyota HIACE ini nantinya akan dipergunakan untuk mobil operasional tim penggerak PKK Kabupaten Kuantan Singingi.

Ditemui usai acara Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Eka Afriadi berharap bantuan program kemitraan Bank Riau Kepri tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperlancar tugas tim penggerak PKK di Kabupaten Kuantan Singingi. "Penyerahan program kemitraan ini merupakan bentuk kepedulian Bank Riau Kepri dan semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya," ungkapnya.

Kemudian Eka Afriadi menyampaikan bentuk program kemitraan Bank Riau Kepri yang diberikan dijalankan sesuai dengan aturan dan juga sesuaipermintaan yang diajukan oleh Pemerintah Daerah di Riau dan Kepri yang juga merupakan pemegang saham dan besar dananya sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setiap tahunnya. Penggunaan Dana Kemitraan tersebut bisa berbentuk mendukung program pendidikan, program Kesehatan, sarana dan prasarana pendidikan, rumah layak huni, beasiswa dan lain sebagainya, sehingga program Pemerintah Daerah dapat sejalan dengan program bantuan yang diberikan Bank Riau Kepri untuk kesejahteraan masyarakat.

Program Kemitraan BRK merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Riau Kepri yang diberikan kepada Pemprov, Pemkab dan Pemko untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta lingkungan dimana Bank Riau Kepri berada sesuai permintaan dan program pemerintah yang dijalankan untuk kesejahteraan masyarakat.

Tampak hadir pada acara tersebut Danramil Kabupaten Kuantan Singingi, Kepala Kementerian Agama Kab/Kota se Provinsi Riau dan Kepala SKPD di lingkungan Kabupaten Kuantan Singingi beserta para tamu undangan lainnya.(gun)

Aktifitas PETI Meningkat, Warga Pauh Angit Hulu Siap Pasang Badan

October 02, 2015
KUANTAN SINGINGI, CERENTI - Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) alias tambang ilegal masih saja marak terjadi di sepanjang Sungai Kuantan, mulai dari Hulu Kuantan hingga Cerenti, termasuk di Kecamatan Pangean.

Kendati di desa lain aktivitas ini kian marak, namun di Desa Pauh Angit Hulu Pangean, warganya yang kompak menolak sebagai upaya untuk menjaga keindahan alam di desanya itu. Sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (30/9) kemarin, massa mengusir kapal-kapal PETI yang hendak beroperasi di wilayah desa ini.

Warga Pauh Angit Hulu tidak ingin desanya yang menyimpan potensi keindahan panorama alam Sungai Kuantan ini harus dirusak oleh oknum warga yang hanya mendahulukan kepentingan pribadi.

Kemarin itu, massa yang terdiri dari para pemuda dan masyarakat serta Kepala Desa Pauh Angit Hulu Syofyan beserta perangkat desa lainnya berbondong-bondong mendatangi para penambang itu. Tidak ingin terjadi bentrok, Camat Pangean Mahviyen Trikon Putra SE bersama Kapolsek Pangean AKP Lumban G Toruan beserta upika lainnya langsung melerai. Dan kapal-kapal PETI yang hendak beroperasi itupun akhirnya kabur.(aci/rip)

APBD-P Kuansing 2015 Disahkan Rp1,6 Triliyun

October 02, 2015
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, H. Sukarmis berterimakasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah merancang dan merumuskan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama anggota dewan.

Hal itu disampaikan bupati usai disahkannya APBD P Kuansing 2015, Selasa (29/9/2015) malam pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kuansing.

"Ini merupakan sebuah proses yang tidak mudah, sehingga Ranperda bisa menjadi Perda," ujar Sukarmis di hadapan 28 anggota dewan yang hadir.

Dengan telah disahkannya APBD P, lanjut Sukarmis, eksekutif harus lebih giat dalam memacu segala kegiatan. Sehingga, realisasi pembangunan bisa terlaksana secara maksimal.

"Kalau cepat disahkan, tentu kita bisa lebih cepat dalam merealisasikan pembangunan," ujar Sukarmis.

Dalam paripurna tersebut, pandangan akhir DPRD Kuansing disampaikan oleh Musliadi, SAg. Sesuai dengan hasil rapat banggar, maka perubahan APBD Kuansing sebesar Rp1,6 triliyun lebih.(aci)

Dinilai Mumpuni, IKO Kian Mantap di Hati Masyarakat Cerenti

September 16, 2015
KUANTAN SINGINGI, CERENTI - Dukungan untuk pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Riau nomor urut 1, Indra Putra - Komperensi (IKO) terus mengalir. Kali ini datang dari masyarakat Cerenti yang menginginkan IKO memimpin Kuansing untuk lima tahun mendatang.

Seperti yang diutarakan oleh Nafrial, salah seorang tokoh masyarakat Cerenti pada kegiatan syukuran jalur Sijontiak Lawuik Pulau Tanamo bersamaan kampanye dialogis di Pulau Jambu, Senin (14/9/2015) malam.

"Mari bersama-sama kita dukung dan menangkan IKO pada 9 Desember mendatang untuk Kuansing lebih baik," ajak Nafrial untuk seluruh masyarakat Cerenti.

Senada dengan Nafrial, Erdison juga menyatakan hal sama, dimana kemampuan dari IKO tidak diragukan lagi dalam memimpin Kuansing. Terlebih, Kuansing sudah mengalami perubahan yang sangat signifikan selama kepemimpinan H. Sukarmis.

"Dan Indra Putra bersama Komperensi adalah orang yang cocok untuk melanjutkan pembangunan yang dilakukan oleh H. Sukarmis," ujar Erdison.

Sementara, dukungan juga diberikan oleh pemuda Cerenti, seperti yang disampaikan Ayub. Menurutnya, pasangan IKO memiliki waktu dan tenaga yang cukup untuk mengurus Kuansing.

"Saatnya yang muda maju dalam membangun negeri ini," ujar Ayub. Masih menurutnya, Kuansing butuh pemimpin muda dan enerjik berinovasi dalam membangun Kuansing.

Masih dalam kampanye dialogis ini, ajakan untuk memenangkan IKO juga datang dari beberapa anggota DPRD Kuansing, seperti Rosi Atali, Werinaldi, Sarjan, Asnidar, Rustam Effendi dan Andi Nurbai. Selain itu, turut hadir ketua partai pengusung seperti Nasri, Ijlis Hadi, Sukasmi dan Sukemi.

Tidak hanya itu, kampanye ini dihadiri langsung oleh Ruspam Aman selaku pengurus harian Partai Golkar Riau. Begitu juga dengan ketua tim pemenangan IKO, Andi Putra bersama Syaifullah Afrianto.

Mendapat dukungan dari masyarakat Cerenti, IKO berjanji akan membuat program-program yang pro-rakyat. Seperti beberapa program unggulan yang dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.

"Kita akan fokus pada kesehatan, perbaikan gizi anak-anak dan pendidikannya," ujar Indra. Ia mengucapkan terimakasih atas sambutan dari masyarakat Cerenti yang begitu antusias.(aci/gor)

Disdik Kuansing Diduga Mark Up Pengadaan Digital Multimedia Bernilai Miliaran Rupiah

September 15, 2015
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Suluh Kuansing menduga pelaksanaan proyek pengadaan perpustakaan Multimedia terintegrasi barcode system berbasis web jenjang SMA/SMK terjadi mark up anggaran.

Menurut Ketua LSM Suluh Kuansing Nerdi Wantomes saat diwawancari di kantornya, Senin(14/9/15) mengatakan, proyek pengadaan yang bernilai sekitar Rp3,2 miliar lebih itu ditenggarai tidak sesuai dengan harga barang yang sebenarnya.

Sebab kata Nerdi, setelah pihaknya melaakukan kros cek lapangan terhadap barang-barang yang dibeli, pihaknya menduga kuat bahwa proyek tersebut terindikasi mark up anggaran.

"Setelah kami kros cek lapangan, tak pantas anggaran sebesar itu dengan alat yang dibeli oleh disdik melalui rekanan," ujar Nerdi.

Dia mencontohkan, untuk salah satu monitor komputer saja, jika dilihat harga satuannya di google, baru berkisar sekitar Rp 1-2 juta, sementara pada pengadaan yang diadakan oleh Disdik Kuansing untuk satu layar monitor berkisar puluhan juta perunitnya.

"Ini salah satu contoh yang kami analisa tidak sesuai dengan pelaksanaannya dilapangan," jelas dia.

Lanjut Nerdi, setelah pihaknya melakukan kroscek dilapangan dan mengumpulkan keterangan dari beberapa sekolah yang mendapatkan barang tersebut. Pihaknya lantas melaporkan dugaan tersebut ke Kejari Teluk Kuantan.

Namun, setelah dilaporkan kata Nerdi, bukannya pihak kejaksaan menindaklanjuti laporan tersebut. Tapi malah, mengirimkan surat balik ke kantornya bahwa, laporan yang dibuat oleh LSM Suluh Kuansing tidak memenuhi syarat.

"Katanya laporan kami minim data. Tidak ada data pembanding," sebut Nerdi.

Selain itu kata Nerdi, dalam surat kejaksaan itu juga menyarankan kepada pihaknya bahwa, proyek pengadaan yang dilaporkan tersebut saat ini dalam audit oleh BPK RI Perwakilan Riau.

Sejatinya kata Nerdi, untuk mencari data pembanding itu, bukanlah urusan LSM yang dinaunginya. Tapi, itulah kerjaan penyidik kejaksaan untuk mencari fakta dan bukti selanjutnya.

"Kami kan bukan penyidik, yang tidak bisa leluasa memanggil dan mengintograsi seseorang. Seharusnya penyidik yang berwenang untuk untu itu. Ya, dipanggilah," saran Nerdi.

Diakui Nerdi, jika penegak hukum di Kuansing ini benar-benar ingin menegakan hukum, pihak nya siap memasok data-data yang diduga terjadi penyimpangan di Pemkab Kuansing.

"Banyak sudah yang kami laporkan ke Kejaksaan menyangkut dugaan korupsi, tapi hingga kini belum ada yang naik kepengadilan," tegas dia.

Oleh karena itu, pihaknya tidak mau dianggap sebagai LSM abal-abal oleh masyarakat Kuansing, kedepan dirinya akan membeberkan semua data-data yang diduga sarat penyimpangan ke media massa.

"Supaya masyarakat tau, selama ini kami kerap melaporkan kasus-kasus yang kami duga terjadi penyimpangan," tutup Nerdi.(aci/rtm)

Sulit Diberantas, Polres Kuansing Kembali Gelar Operasi PETI

September 09, 2015
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Jajaran Polres Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau menggelar operasi penertiban  penambang emas tanpa izin di sejumlah tempat untuk mengurangi keresahan masyarakat.

Sebanyak 169 personil di turunkan dalam kegiatan itu bekerja sama dengan masyarakat untuk mengatasi keluhan warga karena akibat usaha ilegal dinilai sudah merusak lingkungan, kata Kapolres Kuantan Singingi AKBP Edy Sumardi di Teluk Kuantan, Selasa.

Ia mengatakan, operasi pembarantasan tambang tidak berizin ini sudah berulang kali dilaksanakan, bahkan pelaku dan pemilik serta penadah hasil usaha sudah ada yang di proses hukum namun tetap juga dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggungjawab.

Pihak Kepolisian tidak segan-segan untuk menindak ditempat semua kegiatan tidak sah tersebut, bahkan hingga melakukan pembakaran dompeng yang dipakai untuk usaha tersebut agar aktivitas tidak bisa dijalankan lagi oleh pemiliknya.

" Operasi yang digelar pada September 2015 dilokasi PT Duta Palma berjalan sukses," sebutnya.

Sebelum operasi jajaran Polres menggelar apel konsulidasi yang dipimpin langsung oleh Waka Polres Kompol Marioyo di Polsek Benai memberikan arahan dan petunjuk peraktis dilapangan, sekaligus memimpin operasi kesejumlah tempat yang ada aktivitas Penambang Emas tanpa Izin (PETI) seperti di perusahaan PT Duta Palma dan Sungai Kuantan.

Kegiatan penambang ilegal di areal perkebunan kelapa sawit milik perusahaan sudah berlangsung lama, hanya saja PETI itu terlihat musiman, pelaku memanfaatkan peluang di saat kondisi agak reda, operasi gabungan ini sebutnya, pihak polres menerjunkan 619 personil gabungan dengan dibantu oleh masyarakat setempat.

Selain di areal itu, tim juga melakukan operasi di lokasi Devisi I Sungai Kuantan Kecamatan Benai, secara keseluruhan hasil operasi ada 90 unit rakit dibakar, 11 pondok dibongkar di areal PT Duta Palma sedangkan pada sungai Kuantan ada mencapai 15 unit yang dibongkar dan empat pondok dibakar.

Humas Polres Musabi menyebutkan, semua kegiatan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian berjalan sukses, ini dalam rangka mengurangi aktivitas perusak lingkungan oleh pengusaha PETI yang selama ini sudah sangat meresahkan warga.

" Pihak kepolisian sudah bekerja optimal," tegasnya.(aci/anr)

Sengketa Pilkada Kuansing, KPU Menunggu Kesaksian Djan Faridz

September 07, 2015
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Sidang lanjutan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuantan Singingi (Kuansing) antara tim Indra Putra - Komperensi (IKO) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kuansing akan dilaksanakan pada Senin (7/9/2015) di Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kuansing.

Persidangan yang akan dipimpin oleh Ketua Panwaslu Kuansing, Alpias bersama dua anggota Irwan Yuhendi dan Effendi diagendakan pemeriksaan saksi.


"Sesuai dengan kesepakatan bersama antara pemohon, termohon dan pihak terkait, kita akan menghadirkan Djan Faridz selaku Ketua DPP PPP," ujar Alpias, Minggu (6/9/2015) di Telukkuantan.

Tidak hanya Djan Faridz, lanjut Alpias, semua pihak berkeinginan untuk menghadirkan Sekjen DPP PPP hasil Mukhtamar Jakarta yakni Dimiaty.


"Kita ingin adanya klarifikasi dari DPP PPP mukhtamar Jakarta terkait dukungan ganda tersebut," ujar Alpias. 

Hal itu dilakukan untuk memperjelas dan mengetahui persoalan dukungan PPP kubu Djan Faridz.(aci/gor)

IKO Hadirkan Tiga Saksi di Sidang Sengketa Pilkada Kuansing

September 06, 2015
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Pasangan Indra Putra - Komperensi (IKO) menghadirkan tiga orang saksi dalam sidang lanjutan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kuantan Singingi (Kuansing), Sabtu (5/9/2015) pagi di Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kuansing.

Tiga orang saksi yang dihadirkan tersebut yakni Sukemi dan Lendrizal. Keduanya merupakan ketua dan sekretaris PPP Kuansing kubu Djan Faridz yang diberhentikan sementara. Selain itu, IKO juga menghadirkan Umroh Bin Thaib selaku Ketua DPW PPP Riau versi Djan Faridz.


Sementara itu, pihak termohon dalam hal ini KPU Kuansing tidak mengajukan saksi, begitu juga dengan pihak terkait dalam hal ini pasangan Mursini-Halim. Pihak termohon dan terkait hanya mengajukan bukti beberapa SK yang berkaitan dengan perkara ini.

Sidang musyawarah ini dipimpin langsung oleh Ketua Panwaslu Kuansing, Alpias bersama dua anggota lainnya, Irwan Yuhendi dan Effendri.(aci/gor)

Sengketa Pilkada Kuansing, Indra Putra: Ini Sangat Serius, Kita Siap 'Layani'

September 05, 2015
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Indra Putra - Komperensi menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kuansing dan pihak terkait sangat terlalu serius dalam menghadapi sidang sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kuansing.

Hal itu disampaikan Indra Putra dalam lanjutan sidang kedua, Jumat (4/9/2015) siang di Sekretariat Panwaslu Kuansing. Pasalnya, KPU Kuansing selaku pihak termohon menggunakan kuasa hukum untuk melawan pasangan IKO. Begitu juga dengan pihak terkait dalam hal ini pasangan Mursini-Halim.

"Sebenarnya, hari ini saya ingin membatalkan gugatan. Tapi, karena pihak terkait diwakili kuasa hukum, saya melihat ini sangat terlalu serius. Oleh karena itu, gugatan tetap dilanjutkan saya siap melayani sampai ke PTUN," ujar Indra didampingi Komperensi dan Masdar.

Pada sidang pertama, pasangan IKO memperkarakan surat keputusan KPU Kuansing Nomor 72/Kpts/KPU-Kab-004.435177/tahun 2015 yang menetapkan Mursini-Halim sebagai salah satu peserta pada Pilkada 2015 dengan partai pengusung diantaranya Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Untuk diketahui, PPP versi Djan Faridz juga memberikan rekomendasi kepada IKO, begitu juga dengan pasangan Mursini-Halim. Namun, KPU tidak menerima usungan untuk IKO, dikarenakan hanya satu rekomendasi dari PPP yang masih dualisme kepengurusan.

Pada sidang kedua ini, KPU Kuansing yang dikuasakan kepada Mayandri Suzarman meminta Panwaslu tidak menindaklanjuti pengaduan dari termohon. Alasannya, pengaduan sudah melewati batas waktu yang ditentukan peraturan.

"Pengaduan ini sudah ter-register pada 24 Juli dan mengapa pada 30 Juli dilengkapi. Ini sudah kadaluarsa, sebab batas waktu hanya tiga hari untuk melengkapi berkas," ujar Mayandri dalam jawabannya.

Selain itu, termohon juga menilai tidak adanya singkonisasi antara tuntutan dan hal yang dipersoalkan oleh termohon.

"Oleh sebab itu, termohon minta Panwaslu Kuansing membatalkan seluruh gugatan dari pemohon," kata Mayandri.

Sementara itu, pihak terkait dikuasakan kepada Asep Rukhiyat and Partner, yang dihadiri oleh Raja Desril, Nita Widyastuthie dan Zubirman. Pihak terkait tidak memberikan jawaban atas tuntutan pemohon.

Menanggapi persidangan ini, pasangan IKO tidak menggunakan pengacara. Dalam persidangan, Indra mengungkapkan alasannya tidak memakai jasa pengacara.

"Kalau bisa sendiri sama kita dan kita tidak salah, buat apa kuasa hukum. Saya berharap, pengacara tidak mencari-cari delik untuk mengaburkan kasus ini," ujar Indra.

"Saya hanya berharap, Pak Mursini hadir bersama kita di sini. Ini kan forum musyawarah, musyawarah untuk mufakat. Bagi kami, tak masalah tiga pasangan, cuma kami ingin membuktikan bagaimana berpolitik yang santun tersebut," tambah Indra.

Indra menyinggung bagaimana proses mendapatkan mandat dari DPP suatu partai, dimulai dari rekomendasi DPC tingkat kabupaten ke DPD tingkat provinsi lalu baru DPP.

"Saya hanya ingin, pihak terkait mengakui perbuatannya dan meminta maaf kepada DPC PPP Kuansing dan Pak Umrah selaku DPW Riau. Itu saja kok," tutur Indra.

Sementara itu, sidang perkara Pilkada Kuansing di Panwaslu akan dilanjutkan pada Sabtu (5/9/2015) dengan agenda pemeriksaan saksi dan bukti. Dari pihak termohon dan terkait tidak mengajukan saksi, sementara pihak pemohon mengajukan beberapa orang saksi.(aci/gor)

Tak Ingin Ketinggalan Teknologi, Polres Kuansing Rilis Web Resmi

September 04, 2015
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Mabes Polri meluncurkan website dan keberadaannya di laman media sosial seperti media online. Tak ketinggalan, Polres Kuansing dalam hal ini juga melakukan hal yang sama.

Tadi pagi, Kamis(3/9/15) Kapolres Kuansing, AKBP Edy Sumardi merancang peluncuran website resmi Polres Kuansing. Situs dengan nama www.tribratanewskuansing.com ini akan di operasionalkan dengan melibatkan beberapa orang wartawan di Kuansing. Kapolres Edy berharap website resmi Polri itu akan berjalan dengan baik.

"Kami menganggap wartawan sebagai mentor pemberitaan, agar sudi kiranya bekerjasama dengan humas Polres Kuansing. Sehingga website ini benar-benar bermamfaat bagi masyarakat," harap Kapolres Edy.

Kata AKBP Edy, selain untuk publikasi informasi publik dan kinerjanya, pihaknya juga membuka komunikasi via email dan dokumentasi-dokumentasi dengan para media.

Langkah itu untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi tentang kinerja Polres Kuansing. "Jadi, sebelum masyarakat bertanya, kita sudah menjawab," kata Edy.

Perwira polisi dua bunga ini mengatakan, keterbukaan informasi publik terhadap kinerja Polri sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas lembaga penegak hukum sangatlah penting.

Hal ini dituangkan pada Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kata dia, masyarakat memiliki hak memperoleh informasi untuk memberikan solusi maupun mengkritisi kebijakan penegak hukum.

'Keterbukaan informasi publik guna menghindari distrosi dan berita yang bias antara Polri dengan masyarakat," ucapnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Kuansing, Iptu Musabi menambahkan, peluncuran situs resmi Polres Kuansing ini menunjukkan konsekuensi Polri dalam mengamalkan UU tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Lanjut dia, untuk mengoperasikan website resmi Polres Kuansing ini, pihaknya sangat mengharapkan dukungan penuh dari para wartawan di Kuansing agar mau memberikan masukan dan menyebar luaskan website tersebut ketengah-tengah masyarakat.(nal/rtm)

Panwaslu Gelar Sidang Musyawarah Sengketa antara Tim IKO dan KPU Kuansing

September 02, 2015
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) akan menggelar sidang musyawarah sengketa antara tim pemenangan Indra Putra - Komperensi (IKO) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kuansing pada Rabu (2/9/2015).

"Insya Allah, sesuai dengan jadwal besok merupakan sidang perdana antara Tim IKO dan KPU Kuansing," ujar Ketua Panwaslu Kuansing, Alpias, ST kepada awak media, Selasa (1/9/2015) di ruang kerjanya.

Sidang perdana tersebut, lanjut dia, mengagendakan pembacaan tuntutan oleh pemohon dalam hal ini Tim IKO. Dalam laporannya ke Panwaslu Kuansing, Tim IKO merasa dirugikan atas keputusan KPU Kuansing yang menerima usungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Sidang tersebut terbuka untuk umum. Jika besok KPU bisa memberikan jawaban, maka agenda sidang dilanjutkan dengan pembacaan jawaban. Jika tidak, maka sidang selanjutnya diagendakan pembacaan jawaban," jelas Alpias.

Panwaslu Kuansing akan menuntaskan laporan tersebut dalam 12 hari ke depan. Sesuai dengan prosedur penyelesaian sengketa, pihak ketiga dalam hal ini PPP juga akan dimintai keterangan. Selain itu, para saksi tidak luput dari persidangan ini.

"Setelah semua keterangan kita dapatkan, maka sidang terakhir mengagendakan putusan," kata Alpias.

Agar proses sidang musyawarah sengketa berjalan dengan lancar, Panwaslu telah berkoordinasi dengan Kepolisian Resort Kuansing. "Mana tahu, nanti ada massa dan untuk mengantisipasi itu kita minta pengamanan ke polisi."

"Persidangan ini sama dengan persidangan pada umumnya. Kita juga diperkenankan untuk memakai jasa profesional, namun hasil kesepakatan tetap kami bertiga yang memimpin sidang," ulas Alpias.

Lebih lanjut, Alpias menyatakan kedua belah pihak sudah menyatakan kesiapan untuk hadir dalam persidangan di Kantor Panwaslu Kuansing.

"Kedua pihak yang bersengketa sudah menyatakan kesediaan untuk hadir. Kalau pihak ketiga, belum saatnya kita panggil," tegas Alpias.(gun)

Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta Inginkan Pilkada Berintegritas di Riau

August 28, 2015
KUANTAN SINGINGI, TELUK KUANTAN - Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta (IPR-Y) yang merupakan induk organisasi pelajar dan mahasiswa riau di Yogyakarta menginginkan Pilkada Berintegritas di Provinsi Riau. Hal ini disampaikan oleh Hijri yang merupakan ketua umum IPR-Y.

Menurut Hijri, jika kita mau merubah Bangsa termasuk Riau maka yang harus di utamakan adalah membangun sistem berintegritas dimulai dari hal terkecil. Dan pesta demokrasi yang akan berlangsung dalam hal ini Pilkada Serentak di Provinsi Riau seharusnya bisa kita manfaatkan sebagai momentum dimana kekuasaan tertinggi berada di tangan Rakyat.

Mari kita jadikan pesta demokrasi yang akan datang ini sebagai ruang untuk merubah sistem politik dan ekonomi agar apa yang menjadi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat bisa terwujud.

Jika sistem ini bisa kita rubah secara bertahap misalnya ketika kampanye menyampaikan visi/misi nya harus jelas, tidak usah menjanjikan suatu hal yang mustahil untuk diwujudkan, cukuplah program yang realistis saja yang di janjikan.kompetisi yang sangat ketat pasti akan terjadi ,tetapi jangan sampai para calon yang akan bersaing menghalalkan segala cara untuk menang.

Lanjutnya Hijri, kami berharap semua pihak mendukung Pilkada Berintegritas di Provinsi Riau agar pelaksanaan pilkada serentak yang berlangsung tahun ini bisa melahirkan pemimpin daerah yang benar-benar berintegritas. (dow/rls)

168 Jalur Siap Berpacu di Tepian Narosa Teluk Kuantan

August 20, 2015
BeritaKuansing.com, Budaya - Iven Nasional Pacu Jalur Tradisional tahun 2015 di Tepian Narosa Telukkuantan akan dilangsungkan pada 20-23 Agustus mendatang. Sedikitnya, 168 buah jalur memastikan ambil bagian dalam kegiatan tahunan ini.

Jalur-jalur yang akan berpacu tidak hanya berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), tapi juga kabupaten tetangga seperti Indragiri Hulu (Inhu).

Tidak hanya itu, agar Pacu Jalur ini lebih mendunia, pemerintah Provinsi Riau juga mengundang beberapa negara tetangga untuk berpartisipasi.

Untuk diketahui, saat ini sedang dilakukan pencabutan undian di Gedung Narosa Telukkuantan. Pencabutan undian dibuka langsung oleh Sekda Muharman dan disaksikan beberapa kepala dinas, badan dan satuan di lingkungan Pemkab Kuansing.(dow/rcc)

Event Pacu Jalur Mini Kuansing Dimenangkan Ratu Siluman Ular

August 19, 2015
BeritaKuansing.com, Budaya - Jalur mini Ratu Siluman Ular dari Desa Redang, Kecamatan Rengat Barat meraih juara satu pada event pacu jalur di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Hal ini dipastikan melalui penuturan sekretaris jalur mini Ratu Siluman Ular dan jalur Putri Bungsu Dubalang Hitam, Vincenzo Sultanto.

"Kemenangan ini diraih setelah berhasil mengalahkan Jalur mini Dubalang Rimbo dari Desa Danau Baru yang juga merupakan rekannya," ucap Vincenzo, Selasa (18/8/2015). Vincenzo menjelaskan bahwa sebelum mencapai final, Jalur mini Ratu Siluman Ular telah mengalahkan beberapa pesaingnya.

Vincenzo berharap dengan kemenangan yang diraih Jalur mini Siluman Ular semakin memotifasi jalur lainnya untuk lebih menggapai prestasi yang lebih banyak lagi. Seperti diketahui bahwa pada tanggal 20 hingga 23 Agustus mendatang dilokasi yang sama, tim pacu jalur Putri Bungsu Dubalang Hitam dari Desa Redang Kecamatan Rengat Barat juga optimis dapat meraih juara. (dow/rtc)

Peduli Narkoba, Kuansing Segera Miliku Pusat Pelayanan Pengobatan Narkotika

August 18, 2015
BeritaKuansing.com, Kesehatan - Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau Win Afrizal menyebutkan daerah tersebut akan segera memiliki pusat pelayanan kesehatan masyarakat khusus pencegahan dan pengobatan korban narkotika.

"Ini adalah program unggulan yang selama ini juga di harapkan oleh masyarakat, agar pecandu narkotika tidak susah lagi mendapatkan pengobatan di daerah tujuannya untuk mewujudkan rasa kepedulian," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kuantan Singingi Wim Jeprizal di Teluk Kuantan, Senin.

Ia mengatakan, balai pengobatan itu nantinya untuk pertama seperti klinik pengobatan dan pemeriksaan yang akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kuansing, baik terkait perizinan, tenaga Dokter dan fasilitas pendukung lainnya.

Klinik kesehatan untuk pemeriksaan dalam rangka mengatasi gejala pecandu obat - obatan yang bakal merusakgenerasi muda daerah, jika hal ini berhasilmaka merupakan satu -satunya BNNK di Riau yang bakal memiliki klinik khusus ini.

" Saya menilai begitu besar manfaatnya jika " Klinik Pratama " ini terbentuk tahun 2016 mendatang tentu juga dapat meminimalisir biaya perobatan korban narkotika dan sebagai bukti kemajuan daerah atas perhatian pemerintah setempat," sebuntnya.

Banyak pecandu yang ingin berobat tetepi selama ini masih terlihat segan dan bahkan yang yang sudah mau di rehabilitasi diantar ke Pekanbaru melalui proses rujukan ke sejumlah rumah sakit yang telah memiliki Dokter spesialis sehingga warga menilai prosedurnya lambat, dengan didirikan klinik ini diharapkan bisa membantu untuk tahap awal.

BNK telah memiliki tenaga teknis untuk itu, namun untuk membantu nantinya akan segera merekrut tenaga kedokteran khususnya spesialis bidang fisiotrapi sehingga tujuan pencegahan dan pengobatan akan tercapai, sementara tenaga kesehatan akan bekerja sama dengan dokter rumah sakit.

" Kami saat ini sedang melakukan proses perampungan balai pengobatan itu," sebutnya.

Tentunya dalam hal ini pihak BNNK membuat suatu kesepakatan kerja dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah, jika ada kendala maka meminta pemerintah setempat untuk memfasilitasinya sehingga tujuan sosial ini bisa berjalan lancar khususnya fasilitas pendukung dan perizinannya.

Pihak BNK telah mengambil langkah maju untuk itu seperti telah menyediakan tempat khusus yakni di kantor BNNK setempat khususnya lantai dasar perkantoran sehingga mudah dijangkau masyarakat, menyiapkan persyaratan administrasi, upaya merekrut tenaga medis yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan dan pencegahan.

" Jika semua terealisasi awal tahun 2016, maka BNNK setempat adalah satu satunya di Riau telah memiliki klinik khusus pelayanan pecandu dan pemeriksaan kesehatan para pecandu narkoba," terangnya.

Atas prestasi berbagai program yang di realisasikan itu, BNNK telah mendapatkan penghargaan dari pusat, namun demkian besarnya perhatian Pemerintah Daerah Kuansing juga selama ini sangat di apresiasi, namun kedepan wujud perhatian itu tidaklah berkurang karena untuk membantu warga Kuansing sendiri.(man/anr)

Maju Pilkada 2015, Konperensi dan Muslim Belum Mundur dari Legislatif

August 17, 2015
BeritaKuansing.com, Politik - Dua orang wakil rakyat yang duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau dari Partai Golkar belum mengundurkan diri dari jabatannya karena masih menunggu penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah.

"Mereka belum mengajukan surat permohonan, namun proses untuk itu telah disiapkan," kata Ketua DPRD Kuantan Singingi Andi Putra di Teluk Kuantan, Sabtu.

Ia mengatakan, secara organisasi tentunya ada mekanisme, begitupun di Legislatif semua ada prosedurnya sehingga proses pengunduran diri itu memerlukan waktu yang tepat dan tidak bermasalah sesuai aturan yang ada.

Komperensi dan Muslim yang sama - sama mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati yang diusung dari partai yang berbeda, tentunya merujuk pada aturan hukum harus mengundurkan diri dari anggota DPRD Kuansing sebagaimana yang diminta oleh KPU tetapi hingga saat ini belum ada surat yang diterima oleh DPRD.

"Saya sendiri belum menerima, hanya saja sesuai mekanisme partai ada batas waktunya," sebutnya.

Mereka adalah Kader dan pengurus Partai Golkar saat ini maju sebagai bakal calon Wakil Bupati Kuansing  untuk pemilihan Desember 2015 mendatang yang berbeda pasangan, Konferensi maju sebagai bakal calon Wakil telah lolos mendaftarkan diri dan lulus tes uji kesehatan hingga menunggu penetapannya pada 24 Agustus 2015 mendatang oleh KPU setempat.

Sebagai mana dalam aturan dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, memutuskan, anggota DPRD yang maju sebagai calon kepala daerah harus mengundurkan diri.

Ditanya tentang bakal penggantinya, Andi belum mau menyebutkannya, namun mekanisme Pengganti Antara Waktu (PAW) telah disiapkan dengan baik tentunya adalah keinginan masyarakat dan khususnya dari Dapil yang bersangkutan.

"Komperensi merupakan anggota DPRD Kuansing dari Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kuantan Singingi III meliputi kecamatan Singingi dan Singingi Hilir, sebagai calon Wakil Bupati yang akan berpasangan dengan Indra Putra sebagai bakal calon Bupati," ujarnya.

Sementara Muslim merupakan anggota DPRD Kuansing dari Partai Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kuantan Singingi I yang meliputi Kecamatan Kuantan Tengah, Sentajo Raya dan Benai, sebagai bakal calon Wakil Bupati berpasangan dengan Marjan Ustha sebagai bakal calon Bupati.(nal)

Rp.18,5 M Uang Negara Habis Bangun Proyek Jalan Teluk Kuantan - Cerenti yang Tak Sesuai Spek

August 03, 2015
BeritaKuansing.com, EkonomiPekerjaan proyek peningkatan jalan Teluk Kuantan-Cerenti dengan harga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp18,5 miliar lebih, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi. Atas pekerjaan itu, negara diperkirakan rugi antara Rp2 hingga Rp3 miliar.

Pernyataan itu diungkapkan Syakirman, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Asosiasi Kontraktor Kontruksi Indonesia (AKSI) kepada wartawan, Jumat malam (31/7/15).

Ditambahkannya, indikasi pekerjaan yang tak sesuai spek itu pertama kali diungkapkan mantan Syaiful Bukhari kepada seseorang. "Itu kesaksian seorang Kepala Dinas kepada seseorang, tapi saya bisa mempertanggungjawabkan siapa orangnya,'' katanya lagi.

Syakirman menyebut, dugaan penipuan spek itu terjadi dalam penggunaan besi dan beton. Mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Syaiful Bukhari pernah mengatakan, proyek peningkatan jalan Teluk Kuantan-Cerenti yang dikerjakan PT Citra Hokiana Triutama, spesifikasinya diubah. 

Katanya besi yang digunakan adalah besi polos. Padahal, kata Syakirman, di mana pun proyek pekerjaan jalan rigid itu mesti menggunaakkan besi ulir, bukan besi polos.

"Oleh sebab itu, pihak pihak terkait diminta mengusut tuntas kasus ini. Ini sudah jelas jelas korupsi. Dan saya juga berencana membawa rekan rekan media untuk membuktikannya ke lapangan,'' tuturnya.

Menurut Syakirman lagi, proyek peningkatan Jalan Teluk Kuantan-Cerenti itu merupakan salah satu dari 18 proyek yang diindikasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai ijon proyek. Direktur PT Citra Hokiana itu dekat dengan penguasa waktu itu, Gubri Annas Maamun, dan pernah dicekal.(dow/rcc)