Kuliner

Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Hari Pertama Masuk Kerja, Mie Ayam An Nur Habiskan 20 Kilogram

January 04, 2018
PEKANBARU, SAIL - Terkenal dengan bumbunya yang gurih,  Mie Ayam An Nur atau kerap disebut wong solo di hari pertama masuk kerja, menghabiskan 20 kg. 

"Hari ini kita bawa 20 kg,  Alhamdulillah habis,"ujar Oki salah satu karyawan, Selasa (2/1/2018) 

Menikmati Ssatu porsi mie ayam  rasanya sangat mengenyangkan. Bayangkan, satu porsi mie ayam  seharga Rp 10 ribu,  tampak memenuhi mangkuk. 

Putra salah satu pelanggan mie ayam solo mengaku kerap memburu mie ayam yang berlokasi  di Jalan M. Dahlan Belakang Masjid Agung An Nur. 

"Kalau sarapan kita selalu kesini,  mie ayamnya enak dan mengenyangkan,"ungkap Putra. 

Nah,  Soal rasa tak perlu ragu. Sejauh lidah mengecapnya, rasanya tak mengecewakan. Kuah yang segar,  dengan bumbu yang berasa, tiga pemuda penjual ini mengaku keberadaan Bakso dan mie ayam ini sudah 20 tahun. 

Sedangkan untuk setengah porsi dibandrol dengan harga Rp 8000 untuk mie ayam.  Sebagai penambah santapan warung ini juga menyediakan keripik,  sate kerang,  keripik tempe,  bakwan dan risol. 

Untuk menyantap rasa dari bakso dan mie ayam wong solo ini bisa anda temukan setiap hari  hingga siang dan akan buka lagi pukul 16.00 WIb.  Jadi,  untuk  menikmati kuliner enak tidak selalu di tempat yang "adem" atau lokasi oke punya.(gun)

Take Away Kopi Susu Bujang, Rasakan Sensasi Nikmatnya

January 03, 2018
PEKANBARU, SUKAJADI - Bisnis cafe tampaknya masih menjanjikan di Pekanbaru. Tidak sulit menemukan memang, tiap sudut kota nyaris berdiri cafe dengan beragam konsep dan menu andalannya masing-masing. 

Seperti Kopi Susu Bujang, terletak di Jalan Patimura, Pekanbaru. Sang pemilik adalah tiga orang pemuda yang masih bujang, lantas menjadi pilihan nama untuk cafe yang mereka dirikan tersebut. 

Kopi Susu Bujang 
Fajar salah satu pendiri mengungkapkan konsep yang mereka hadirkan berbeda dari cafe kebanyakan. Jika cafe pada umumnya mengusung tempat nongkrong, nah Kopi Susu Bujang ini sengaja dibuat mini cafe, dimana sasaran mereka adalah untuk orang-orang sibuk yang sulit meninggalkan kopi. 

"Awalnya kita hadirkan untuk take away,  melihat di sekitar ini kawasan perkantoran yang punya jam istirahat sekitar satu jam,  jadi kita lebih ke konsep take away nya, karena untuk orang yang punya waktu sedikit tapi bisa menikmati kopi dan bisa dibawa pulang atau dinikmati sambil jalan," ujar Fajar, Rabu (3/01/2018) 

Nah, walau konsepnya yang mini, bukan berarti Kopi Susu Bujang tidak enak buat nongkrong. Justru, sebaliknya cafe yang baru berdiri November 2017 ini cocok bagi anda yang suka nongkrong privat. 

Tahun 2018 ini Kopi Susu Bujang buka lebih awal, jika sebelumnya pukul 09.00 WIB, kini pukul 07.00 hingga 22.00 WIB bisa anda kunjungi. 

Kopi Susu Bujang menjadi andalan di cafe mini ini, tak hanya kopi namun se cup susu juga tersedia. Harga yang ditawarkan sangat bersahabat, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu. Penasaran? Langsung saja kunjungi Kopi Susu Bujang.(gun)

Cobain Deh 'Manuk Londo' di Miso Pak Imam

December 13, 2017
PEKANBARU, SUKAJADI - Anda bosan dengan ayam penyet? Nah sepertinya anda harus mencoba Malon Penyet Crispy. 

Malon penyet Crispy ini bisa anda temukan di Miso Pak Imam Jalan Paus nomor 4 Pekanbaru. Malon sendiri adalah singkatan dari Manuk Londo. 

Manuk diambil dari bahasa jawa yang artinya burung, sedangkan Londo artinya bule, jadi manuk londo adalah burung bule. 

Hidangan 'Manuk Londo' di Miso Pak Imam
"Malon itu singkatan dari Manuk Londo atau Burung Bule. Asal-usul Malon ini adalah unggas asli Perancis dengan nama asli French Quail dan malon  sendiri merupakan hasil perkawinan keluarga burung puyuh dan burung bule dari prancis.  Malon dikembangbiakkan di Yogyakarta merupakan hasil penelitian Fakultas Peternakan UGM yang menunjukkan kandungan protein pada malon lebih tinggi dari bebek dan kandungan kolesterol juga lebih rendah," ujar Olaf Thon selaku Manager Operasional Miso Pak Imam, Rabu (13/12/2017).

Tekstur burung Malon ini dagingnya sangat lembut, seratnya yang halus, rasa gurihnya yang luar biasa dan ternyata banyak khasiatnya dari burung malon ini. "Kandungan gizi tinggi dari burung malon, dan juga rendah kolestrol," jelas Olaf.

Malon penyet Crispy ini digoreng dan pas disantap ketika hangat. Untuk 1 porsi burung malon utuh di Miso Pak Imam dibandrol Rp 27 Ribu. Cukup bersahabat bukan? 

Menu Malon ini ternyata hanya ada di Miso Pak Imam Jalan Paus loh dan menjadi satu-satunya menu Malon yang ada di Riau. Miso Pak Imam sendiri selain menyediakan malon, aneka miso, ada juga menu ayam penyet. 

Jadi, bagi anda para pemburu kuliner silahkan dicoba ya, mampir di Miso Pak Imam Jalan Paus. selamat menikmati nikmatnya Malon.(gun)

Hanya Rp 10 Ribu, Anda Bisa NIkmati Secangkir Kopi Sanger di Wagoon Coffe

December 10, 2017
PEKANBARU, SUKAJADI - Secangkir kopi sanger dengan harga Rp 10 Ribu bisa anda nikmati di Wagoon Coffee Pekanbaru.

Perpaduan antara kopi arabika dengan kombinasi susu ini menciptaan rasa yang khas. Lantas dengan budget yang minim  pun anda masih bisa menikmati kopi yang segar.

Secangkir Kopi Sanger di Wagoon Coffee, Sukajadi - Pekanbaru
"Menikmati kopi yang harganya minimalis, maka kita hadirkan kopi sanger, kopinya ini jenis arabika yang kita roasting sendiri,"sebut Wisnu selaku Barista Wagoon Coffee. Minggu (10/12/2017)

Nah, disebut sanger ternyata kopi ini memiliki arti yaitu disingkat dari saling ngerti (Sanger). 

Dikatakan saling ngerti, konon saat jaman krisis moneter orang jaman dahulu ingin menikmati secangkir kopi dengan harga minim.

"Jadi kopi sanger itu singkatan dari saling ngerti, waktu jaman krisis moneter orang ingin menikmati kopi tapi harga minimalis, karena itulah disebut saling ngerti dikasih kopi sedikit, gula sedikit dan susu sedikit,"jelas Wisnu. 

So, Jjika anda ingin menikmati sajian kopi sanger, silahkan datang ke Wagoon Coffee Pekanbaru di Jalan Ahmad Dahlan.(gun) 

Dengan Rasa Khas, Nikmatnya Sop Duren Lumer di Pekanbaru

October 03, 2017
PEKANBARU, TUAH KARYA - Durian, siapa yang tidak kenal dengan buah yang satu ini. Buah berduri namun memiliki banyak penggemar. Dengan rasanya yang khas, durian bisa dibuat menjadi berbagai bentuk olahan makanan, salah satunya adalah Sop Duren Lumer.

Berada di Jalan Cempedak no. 41 A, Pekanbaru, Sop Duren Lumer yang disajikan di Kedai Kopi dan Sop Duren Lumer ini buka mulai jam 7 pagi hingga 10 malam.

Kedai yang baru beroperasi 2 hari ini di bangun oleh Silvita, wanita karier yang juga menjalankan bisnis travel di Pekanbaru.

Wanita yang akrab disapa Isil ini mengaku belajar membuat sop durian dari temannya. Ia juga mencoba sendiri berbagai variasi rasa untuk topping yang akan ia padukan dengan sop durian buatannya.

"Ada temen yang ngajarin, trus coba-coba juga tes-tes rasa buat toppingnya," kata Isil kepada awak media, Selasa (03/10/2017).

Sampai saat ini Isil menyediakan 5 varian rasa untuk sop duriannya.

"Karena masih baru, jadi baru ada 5 varian. Yaitu original, itu cuma sop durian trus dikasih keju di atasnya. Lalu ada beberapa topping, seperti ketan hitam, kacang hijau, coco crunch dan oreo," tutur Isil.

Tak lupa ia juga menambahkan susu kental manis untuk menambah kenikmatan rasa sop durian buatannya.

Harganya relatif terjangkau, untuk variabel rasa original harganya hanya Rp 18.000, sedangkan untuk tambahkan topping harganya Rp 20.000.

Saat ini, Isil sudah mengajukan kerja sama dengan perusahaan ojek online untuk delivery order (pesan antar).

"kita juga sudah mengajukan surat kerjasama dengan perusahaan ojek online untuk layanan delivery," tutup Isil.(gun)

Lengkapi Kuliner Pekanbaru, Martabak Big Bozz Hadir Dengan Konsep Kontainer

December 27, 2016
PEKANBARU, LIMA PULUH - Menikmati makanan yang satu ini tentu tidak asing lagi di lidah, yaps martabak. Makanan manis menjadi kesukaan semua kalangan mulai dari muda hingga tua.

Dengan rasa keju, coklat, atau durian, bahkan tak hanya itu,  kini martabak bisa memiliki banyak varian rasa.

Jika biasanya anda menikmati martabak dengan varian rasa terbatas, kini anda bisa pesan martabak dengan berbagai rasa. Sehingga dalam menikmati martabak dalam satu porsi anda bisa memilih rasa yang berbeda.

Nah.. Bagi anda keluarga besar atau bersama sahabat ingin menikmati martabak dengan berbagai rasa, coba rasakan martabak pizza yang dihadirkan Martabak Big Bozz ditiga tempat.

Menghadirkan varian rasa, Martabak Big Bozz  bisa anda jumpai dijalan Sudirman, Marpoyan dan jalan Kapling. Dengan konsep kontainer dengan design warna orange menambah keasikan tersendiri ketika, ketiga tempat tongkorangan ini menjadi ciri khas tersendiri.

"Karena unik dan belum ada di Pekanbaru,  jadi kami buat untuk menambah referensi dan meramaikan kuliner dengan konsep kontainer, " ujar Ingrid selaku owner Martabak Big Bozz  kepada awak media, selasa (27/12/2016)

Martabak Big Bozz memiliki banyak jenis varian rasa. Untuk harga mulai  Rp. 8000. "Harga kita mulai 8 ribu, " kata Ingrid

Tak hanya menjajakan martabak,  Cafe yang mengusung konsep kontainer ini pun menjajakan menu lainnya,  dari makanan ringan hingga berat. Nah tunggu apalagi,  jika ingin menikmati sensasinya makan dengan konsep dikontainer segera kunjungi Martabak Big Bozz .(gun)

Kuliner Ini Sajikan Cita Rasa Lado Kutu Menggugah Selera

September 21, 2016
PEKANBARU, TAMPAN - Menjajaki sebuah bisnis jika diawali dengan melihat peluang yang tepat tentu akan memudahkan dalam menjalankan bisnis, terutama dalam hal ini jika menggeluti usaha kuliner.

Tidak akan kesulitan menuju pangsa pasar jika tahu saat ini sedang apa yang menjadi trend atau menjadi kesukaan para pelanggan. Hal itulah yang ditangkap oleh Karin yang saat ini baru memulai usaha kuliner yang diberi nama Lado Kutu.

"Terinspirasi karena melihat dan tahu kalau masyarakat Pekanbaru yang doyan (suka) makan dan suka pedas," ungkapnya kepada Wartawan, Selasa (20/09/2016).

Seperti diketahui, meskipun kota Pekanbaru berada di dalam Provinsi Riau yang berciri khas Melayu, namun mayoritas penduduknya dapat dikatakan bersuku Minang. Dan suku Minang sangat menyukai makanan yang pedas-pedas.

Melihat itulah, Karin memutar otak untuk memanjakan selera masyarakat Pekanbaru dengan makanan pedas, seperti bahan dasar cabai rawit. Mengangkat konsep tersebut, Karin memberi label usahanya dengan sebutan warung Lado Kutu.

"Dinamakan Lado Kutu karena menu andalan kita ayam kecap ladokutu. Sebenarnya bahasa minangnya cabai rawit, biar lebih pas dan cocok saja," katanya.

Resmi dibuka dan siap melayani para pecinta kuliner, warung lado kutu mulai beroperasional pada tanggal 15 September 2016 kemarin. Mengandalkan resep keluarga dan menurut sang owner, di Pekanbaru belum ada makanan yang spesifik ke cabai rawit atau lado kutu ini.

"Kebetulan kan belum ada sama sekali di Pekanbaru makanan yang spesifik atau benar-benar dikonsepin untuk cabai rawit ini. Dan menurut saya belum pernah juga ada ayam kecap yang pedas manis," jelasnya.

Lebih lanjut Karin termotivasi dan percaya diri akan memuaskan para pecinta kuliner yang sangat menyukai pedas. "Mereka tidak akan temui makanan spesifik ladokutu selain di warung lado kutu ini," paparnya.

Nah, penasaran. Langsung saja meluncur ke warung lado kutu jalan Selamat Ujung nomor 14, Sukajadi. Tepatnya dari jalan Durian menuju Arengka sebelah kiri atau jalan Depan Bank BCA Durian. Buka dari jam 11 siang sampai jam 9 malam.(gun)

Wah! Cantiknya Pelayan Warkop di Ponorogo

March 15, 2015
Belum usai heboh tukang tambal ban cantik di kota Malang, netizen dihebohkan dengan penjaga warung kopi cantik. Kecantikan mbak penjual kopi ini benar-benar memikat pembelinya.

Masih di sekitar Jawa Timur tepatnya di Kota Ponorogo di mana wanita cantik penjual kopi ini tinggal. Tak ada yang tahu siapa nama wanita ini, tetapi diyakini dia adalah pelayan di warung kopi tersebut.

Foto wanita ini pertama kali di-share oleh komunitas motor yang kebetulan tengah touring di Telaga Ngebel di mana dia berjualan. Dalam foto tersebut nampak wanita dengan luwes dan cekatan tengah melayani pesanan dari pengunjung tempat wisata tersebut.

Meski cantik, bertubuh sintal dan berkulit putih, wanita ini tak malu menjadi pelayan. Well, boys ngopi yuk ke Ponorogo? (boy/faj)