Pesona Pelalawan

Showing posts with label Pesona Pelalawan. Show all posts
Showing posts with label Pesona Pelalawan. Show all posts

Pesona Pasir Bulan di Pantai Ogis, Teluk Meranti

July 09, 2018
PELALAWAN, TELUK MERANTI - Bukan pantai biasa, karena ia timbul tenggelam. Bukan pasir biasa, karena keras tapi menenggelamkan. Inilah Pantai Ogis, ujung Sungai Kampar dengan pasir bulannya yang berbeda.

Pantai Ogis berada di sudut Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Orang menyebutnya juga dengan Muara Sungai Kampar karena tidak jauh dari laut. Di pantai ini gelombang besar dari pertemuan dua arus yang disebut Bono menghempas dengan keras. Pantai ini akan hilang jika bono datang atau air pasang. Tapi akan membentang luas jika bono hilang atau saat air surut.

Gelombang Bono datang musim-musiman. Pada bulan dan tanggal-tanggal tertentu. Bulan Juli seperti saat ini, Bono tidak ada. Air sungai surut. Saat inilah Sungai Ogis terlihat lebih cantik. Pasir yang membentang sampai jauh terlihat sangat luas. 

Pasirnya keras, tidak seperti pasir pantai sebagaimana biasa. Sisa-sisa air pasang (yang bukan bono) tinggal sedikit. Berwarna merah kecoklatan seperti air teh. Di dekat air ini, pasir basah dan lembab. Berdiri di atasnya, perlahan kaki kita akan tenggelam.

Sensasi Pantai Ogis memang berbeda. Untuk sampai ke sana, pengunjung dari Pekanbaru harus ke Kota Pangkalankerinci, Pelalawan, terlebih dulu. Dilanjutkan kemudian ke Teluk Meranti. Bisa jalan darat, bisa juga lewat sungai (naik dari kerinci). Sekitar 3-4 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat, sampailah pengunjung ke lokasi ini.(dow)

Sensasi Flying Fish dan Flying Fox di Danau Tajuwid Langgam Picu Adrenalin

June 28, 2018
PELALAWAN, LANGGAM - Sebuah lokasi wisata sedang dikembangkan saat ini di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan bernama Danau Tajuwid Banyak wisatawan lokal yang berkunjung dalam satu bulan terakhir.

Dana Tajuwid berajarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Pangkalan Kerinci dengan melewati jalan akses PT RAPP. Jika menggunakan kendaraan roda empat, pengunjung harus mengambil jalan aspal berbelok ke kanan sebelum menuju penyeberangan ponton Sungai Kampar.

Setelah menyusuri jalan aspal menuju Langgam, kemudian berbelok ke kanan beberapa meter sebelum Jembatan Langgam. Jalan terus mengan mengukuti akses yang sudah ada dari tepi sungai Kampar.

Sebelum tiba di Danau Tajuwid atau kerap juga disebut Dana Kajuwik, mata akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah. Dimana banyak pohon besar dan tinggi, tempat monyet dan binatang lain bergelantungan.

Setelah sampai di lokais Danau Tajuwid, akases jalan sudah terhubung dan bisa dilewati mobil maupun sepeda motor. Danau yang terhampar ditengah menjadi daya tarik tersendiri.

Flying Fox dan Flying Fish di lokasi wisata Danau Tajuwid di Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan. Lokasi wisata ini akan dikembangkan dan menarik wisatawan dari dalam dan luar Pelalawan

Dibangian tengah tampak beberapa alat berat, kendaraan, dan pekerja sedang bekerja meratakan jalan hingga membangun tower besi untuk wahana Flying Fox setinggi hampir 30 meter. Selain Flying Fox, wahana permainan lain yang bisa dinikmati yakni Flying Fish ditengah danau.

"Kalau Flyin Fos ini panjangnya sekitar 230 meter ke ujung sana," kata pengelola Danau Kajuwid, Bhaktiar Ismail, kepada beritapelalawan.com, Selasa (26/6/2018) lalu.

Untuk Flying Fish juga sudah bisa dinikmati. Sampan karet yang dibentuk sedemian rupa untuk dinaiki empat orang, sama seperti dilokasi wisata lainya. Bentuknya mirip Banana Boat apabila digabung tiga unit dengan penampang dibagian depan dan samping kiri-kananya.

Setelah menggunakan pelampung sebagai safety, pemain digiring ke atas perahu karet tak bermesin itu. Pemain duduk layaknya menunggang kudan dengan memegang hendel tali yang sudah ada dibagian depan, dengan formasi dua orang dibagian tengah dan masing-masing satu orang disamping kiri maupun kanan.

Adrenalin semakin terpcau dikala speed diolengkan ke kanan dan ke kiri, serta gasnya dikejutnyakan. Tubuh seakan terbanting dan terlempar ke danau. Disaat berbelok, kemiring hampir mendekati 90 derajat dimana percikan air semakin membahasai kaki dan badan.

Bupati Harris menuturkan, selain kedua wahana itu para pengelola, termasuk dirinya, akan membangun 20 lebih wahan lain diatas lahan danau seluas 21 hektar itu. Berbaai permainan dari lokasi wisata akan diserap dan dioperasikan di Danau Kajuwid.

Investasi dana telah disiapkan secara berangsur untuk menyulap Danau Kajuwik menjadi lokasi wisata yang menarik wisatawan dari dalam dan luar Pelalawan. Ia yakin Danau Kajuwik akan berkembang apabila warga setempat ikut mendorong dan membangun serta peduli.

Pemda Pelalawan juga sudah menunjukan keseriusannya dalam mengembangkan wisata itu. Dengan membangunan beberapa gazebo, kamar mandi, serta tempat santai ditepi danau. Kedepan infrastruktur lain akan ditambah sesuai kebutuhan.(dow)

Libur Lebaran, Danau Kajwid dan Pantai Kute Diserbu Pengunjung

June 19, 2018
PELALAWAN, LANGGAM - Dua objek wisata alam diserbu warga Pelalawan untuk mengisi liburan panjang lebaran. Kedua obek wisata tersebut Danau Kajwid dan Pantai Kuala Terusan (Kute).

Misalnya. Danau Kajwid yang terletak di Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam sejak 2 Syawal 1439 Hijrah atau 16 Juni 2018 dilaporkan mulai ramai dikunjungi masyarakat.

Meskipun, belum dibuka secara resmi untuk umum, akan tetapi warga begitu antusias berkunjung ditempat ini. Terlebih lagi, kawasan danau Kajwid ini, pihak pengelola menyediakan berbagai aneka permainan air.

Selain suasana yang sejuk dan asri. Dilokasi danau Kawid ini, pihak pengelola sedang melakukan ujicoba 'flying fox'. Flying fox yang membentang panjang, ini nantinya menjadi salah satu permainan menarik bagi para pengunjung ditempat ini.

Tempat kedua yang paling berjubel dikunjungi warga saat liburan lebaran adalah pantai Kute. Pantai Kute yang terletak di desa Kuala Terusan kecamatan Pangkalan Kerinci tersebut, adalah wisata alam lokal yang paling ramai dikunjungi.

Ditempat ini, warga disuguhi dengan bermandi ria disungai Kampar. Selain itu pula, para pengunjung juga bisa menyusuri sungai Kampar dengan menaiki perahu. Diatas perahu, warga bisa memanjakan mata dengan keindahan kayu ukuran besar dengan daun menjuntai ke air.(dow)